Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Chapter


__ADS_3

Kini di meja yang di tempati Arabella dan yang lainnya itu tampak tenang dengan mereka yang menikmati makanannya masing-masing.


Dengan sesekali Arabella melirik Nicholas yang terasa seperti terus mengawasi dirinya dari sebrang meja.


"Ngomong-ngomong kami tidak mengganggu kalian berduakan disini?" Sarah memulai obrolan sembari menatap bella dan dave bergantian dengan nada menggoda.


"Tidak." bella segera menyahut.


"Benarkah?" ucap sarah yang kini kembali menatap ke arah dave, "Sepertinya kalian cukup dekat sampai tuan dave yang sangat anti terhadap wanita kini mengajak makan asistennya berdua.".


"Sarah, berhenti menggoda sepupumu dan makanlah dengan benar." suara dingin Nicholas terdengar.


"Tuh dengarkan suami mu." kini dave menyahut dengan nada mengejek.


"Ohh ayolah Nick kapan lagi kita bisa memergoki sepupuku dengan seorang perempuan, betulkan... Nona bella?" Sarah tersenyum penuh ke arah bella.


"Nona sarah sepertinya salah paham... Tadi tuan dave baru saja membantu saya mengantarkan ayah saya yang baru saja keluar dari rumah sakit dan sebagai ucapan terima kasih saya mentraktir tuan dave makan." jelas bella.


Dan sarah pun ber-ohh ria dengan senyuman menggoda yang masih terlihat, "Padahal punya hubungan juga gak papa loh."


"Sarah!!" dave memperingati dan sarah segera merapatkan kedua bibirnya.


......******......


Setelah puas mengisi perut dave, bella, sarah dan Nicholas keluar dari restoran dengan sarah yang membawa beberapa barang belanjaannya di bantu Nicholas.


"Bella, kau tunggu disini! Saya akan mengambil mobil saya di parkiran dulu." ucapnya dan pergi dari sana.


"Jadi... Arabella diantara putra keluarga smith dan sepupu ku siapa yang kau pilih?" sarah kembali menggoda bella setelah kepergian dave.


"Nona sarah sudah ku bilangkan, aku dan ken hanya teman, dan tuan dave hanya atasan ku tidak lebih."


"Yah padahal jika kau ingin dengan dave juga tidak apa loh."


"Tidak nona terimakasih."


"Ohh ya nona sarah dan tuan Nicholas, ayah ku baru saja pulang dari rumah sakit bisakah jika aku menginap untuk beberapa hari saja disana? Aku tidak ingin ayahku curiga tentang masalah ini."


Nicholas segera menatap ke arah bella dan sarah terdiam berpikir.


"Hanya beberapa hari kan?" tanya sarah dan bella mengangguk.


"Sampai aku mendapat alasan yang tepat untuk ayahku." ucap bella meyakinkan.


"Yasudah, kau boleh tinggal disana sementara." putus sarah membuat arabella tersenyum senang.


"Terima kasih nona."

__ADS_1


"Ingat, hanya beberapa hari." Nicholas berbicara membuat kedua orang itu menatap ke arahnya.


"Bukankah kalian ingin lebih cepat menyelesaikannya." Ucap Nicholas dengan cepat menghindari kesalahpahaman.


...Tin......


Dan dave pun datang dengan mobilnya.


"Ayo bella!"


"Iya, kalau begitu nona sarah tuan Nicholas aku duluan ya." bella pamit sembari berjalan ke arah pintu mobil samping dave.


Nicholas dan sarah menatap kepergian mobil dave yang mulai melaju dan semakin tak terlihat bersatu dengan kendaraan lainnya di jalan.


"Bagaimana menurutmu?" tanya sarah menatap Nicholas.


"Bagaimana apanya?"


"Tentu saja dave dan Arabella."


"Dave dan bella hanya sebatas atasan dan bawahan." jawab Nicholas.


"Sudahlah, kau mau tunggu disini atau ikut ke parkiran?" Tanya Nicholas mengalihkan pembicaraan.


"Tunggu disini saja, aku lelah."


...*******...


"Arabella!!"


Nama bella di panggil saat gadis itu baru saja keluar dari mobil dave.


Dan ken adalah orang yang memanggilnya, laki-laki itu berjalan dari arah pintu rumah bella mendekati gadis itu.


"Ken? Kau disini?"


"Aku kemari saat tahu bahwa ayahmu telah di pulangkan." ucapnya dengan pandangan menatap ke arah mobil dave yang kini mulai berjalan.


"Siapa?" tanya ken saat mobil itu sudah tak terlihat dari pandangan.


"Tuan dave, bos ku." jawab bella.


"Bos mu? Kenapa dia mengantarkanmu?" tanya ken sembari mengikuti langkah bella yang kini mulai masuk ke dalam rumah.


"Tadi dia membantu kepulangan ayah dan aku mentraktirnya di restoran depan sebagai ucapan terimakasih." jawab bella dan kemudian mendudukan dirinya di atas sofa yang di ikuti dengan ken yang duduk di sampingnya.


"Bos mu baik sekali." guman ken yang kini mulai menyenderkan dirinya di sofa dan bella hanya mengedikan bahunya sebagai respon.

__ADS_1


Setelah meletakan tas selempangnya di meja bella kemudian menatap wajah ken yang cukup kusut untuk di pandang, "Ada apa dengan wajahmu? Kau seperti seseorang yang sedang banyak masalah."


Ken menghembuskan nafasnya yang terasa berat dengan pandangan lurus menatap langit-langit rumah arabella, "Baru beberapa hari aku kerja di perusahaan ayahku, dan kau tahu bukannya senang bekerja di perusahaan keluarga sendiri tapi malah membuat ku seperti seorang babu yang tak henti-hentinya di beri tugas sana sini." keluh ken dan bella tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya.


"Namanya juga bekerja, tidak ada yang enak ken. Jika kau ingin memiliki pekerjaan enak bekerja lah menjadi gigolo, kau bisa dapat uang banyak dan juga kepuasan dalam bersamaan." cetus bella membuat ken menatapnya dengan penuh takjub.


"Kau benar, kenapa aku tidak memikirkan itu dari awal ya." ucap ken dengan ekpresi penuh minat, "Bagaimana jika kau jadi pelanggan pertama ku?"


Plak...


Bella memukul tangan ken dan berdiri sembari mengambil tasnya, "gila." umpat bella dan pergi dari sana.


Meninggalkan ken yang tertawa puas melihat respon yang diberikan bella.


...*******...


Malam harinya Arabella datang ke kamar sang ayah untuk mengantarkan susu panas yang biasa ayahnya minum sebelum menjelang tidur.


"Ayah." sapa bella pada ayahnya yang sedang bersandar di kepala ranjang dengan buku yang berada di tangannya, "Minumlah susu dulu." Arabella duduk di pinggir ranjang sembari memberikan susu itu yang segera di minum oleh sang ayah.


"Terimakasih bella." ucap sang ayah setelah meminum setengahnya.


"Ayah senang tuan dave begitu baik padamu, jadi ayah tidak khawatir menitipkan mu disana." guman sang ayah menatap putrinya dengan senyum penuh kasih sayang dan bella membalas sang ayah dengan senyumannya.


"Ayah!" panggil bella.


"Kenapa?"


"Bella ingin membicarakan sesuatu."


"Bicara lah."


Gadis itu memegang kedua tangan sang ayah dan mengehla nafasnya sebelum akhirnya memulai untuk berbicara.


"Ayah tahukan perusahaan tempat bella bekerja cukup jauh dari rumah ini, dan beberapa hari yang lalu bella dan teman bela memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen agar tidak jauh untuk pergi ke perusahaan, jadi... Bisakah ayah mengizinkan bella untuk tinggal disana?" tanyanya dengan nada ragu.


Sang ayah diam sejenak dan kemudian membalas pegangan tangan anaknya, "Jika memang itu baik untuk bella, silahkan ayah tidak akan melarang." ucap sang ayah dan senyum bella pun terlihat.


Gadis itu memeluk sang ayah dengan erat, "Terima kasih ayah."


"Tapi..."


Pelukan bella terlepas, "Tapi kenapa yah?"


"Bisakah kau tinggal disini untuk beberapa hari, ayah masih ingin bersama mu."


"Tentu, apapun untuk ayah."

__ADS_1


__ADS_2