
Esok harinya Arabella beraktivitas seperti biasa, pagi pergi ke kampus dan setelahnya menjenguk sang ayah yang masih di rawat di rumah sakit yang entah kapan bisa di pulangkan.
"Ayah!" panggil bella pada sang ayah yang sedang berbaring menatap langit-langit.
"Kenapa bella?"
"Apa... Mama dan kak joana sering datang menjenguk ayah?" tanya bella yang sama sekali tak pernah melihat ke beradaan mama dan saudara tirinya akhir-akhir ini.
Dan di lihat dari ekpresi sang ayah yang mulai berubah bella tahu bahwa mereka pasti tak pernah menjenguk ayah, "Tidak pernah ya yah?"
"Mungkin mereka sedang tidak ada waktu." sela sang ayah, "Kamu kan pasti tahu saudara mu sedang sekolah permodelan dan mama mu juga pasti sedang sibuk mencari uang untuk pengobatan dan hidup kita."
Dan bella hanya bisa tersenyum masam mendengar'nya.
Bella masih ingat saat awal-awal bunda pergi meninggalkan mereka ayah begitu terpuruk dan menyesal tidak menemuinya di hari-hari terakhir dan secara kebetulan tante sasmita yang katanya teman dari mama datang ke kehidupan mereka dengan putrinya joana.
Arabella juga masih ingat betul bagaimana dia di perlakukan dengan sangat lembut oleh mama sasmita, seperti bundanya yang selalu merawatnya dengan sangat baik. Dan begitu pula dengan ayahnya yang mulai bangkit dari keterpurukan setelah kehadiran mama sasmita.
Dan saat itu juga bella yakin dan mengizinkan sang ayah untuk menikah dengan mama sasmita meskipun jarak antara meninggalnya sang bunda dengan pernikahan ayahnya lagi hanya beberapa bulan, namun entah kenapa bella dengan sangat yakin merestuinya.
Namun sayang, satu bulan setelah menikah sikap dan sifat mama sasmita dan saudara Perempuannya berubah 90°, setiap sang ayah pergi bekerja atau keluar kota bella pasti selalu di perintah untuk melakukan apapun yang di perintah bahkan uang jajan'nya pun di potong untuk diberikan ke joana.
Bella tak bisa berbuat apa-apa, karena bella tak tega saat melihat sang ayah bahagia menikah dengan mama sasmita, dan pada akhirnya bella hanya bisa pasrah menerima tanpa tahu kapan akan berakhir.
Seperti cerita ibu tiri dalam novel bukan?.
'Ting'
Suara notice pesan terdengar dari ponsel bella yang tergeletak di atas nakas samping ranjang, dengan tangannya gadis itu mengambil dan membuka pesan yang ternyata di kirim oleh ken.
From : Kenneth.
Jangan lupa nanti malam.
To : Kenneth
Okay.
Arabella kembali mematikan ponselnya dan melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul enam sore.
"Yah aku mau izin nanti malam ayah ken mau mengadakan pesta perusahaan'nya dan aku di undang untuk datang kesana." ucap bella menatap sang ayah.
"Pergilah! Dan sampaikan salam ayah untuk mereka ya?"
__ADS_1
"Hmmn pasti yah."
"Kalau begitu pulanglah sekarang, bukankah anak gadis butuh waktu lama untuk berdandan." suruh sang ayah, "Pasti banyak laki-laki tampan jadi dandanlah dengan cantik." goda sang ayah yang membuat bella tersenyum malu-malu.
"Ayah!".
"Kalau begitu bella pulang sekarang ya yah?"
"Iya, bersenang-senanglah disana dan cepat bawakan ayah seorang menantu."
Dan lagi-lagi bella menatap sang ayah dengan pandangan penuh peringatan, "Berhenti ayah!!"
Jordan hanya terkekeh kecil sesaat setelah putrinya keluar dari ruangan itu, putri kecilnya yang sudah mulai tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik.
...******...
Di rumah mewah milik Nicholas ada sarah yang kini sibuk melihat-lihat pakaian yang baru saja dirinya beli bersama teman-temannya saat shooping.
Bersamaan dengan itu Nicholas yang kebetulan tidak bekerja hari ini keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang di balut bathrobe.
"Nick, Apakah gaun ini bagus untuk ke pesta nanti?" tanya sarah sembari mengangkat gaun merah dengan mutiara yang berkilauan di sekitarnya.
"Hmm bagus." ucap Nicholas yang kini terduduk di samping ranjang dengan ponsel yang berada di genggamannya.
Dan Nicholas pun mengangkat kepalanya, "Sarah semua gaun pilihan tak pernah jelek jadi tidak perlu aku melihatnya hanya untuk menilai apakah itu jelek atau bagus."
"Selalu seperti itu." ketus sarah dan Nick hanya menggelengkan kepalanya.
"Ohh ya nick, jangan lupa nanti malam setelah ke pesta kau harus pergi ke rumah arabella."
Arabella?
Nick yang sedang menscrool sesuatu di dalam ponselnya seketika terdiam.
Sudah ada 2 hari sejak kemarin ia meninggalkan Arabella yang masih tertidur dan sampai sekarang Nick belum mengetahui kabarnya lagi.
"Hmm aku tahu."
...******...
Singkat waktu malam pun tiba kini Arabella tengah terdiam menatap tampilan dirinya di depan cermin
Dress biru tua tanpa lengan itu melekat dengan sangat indah di tubuh bella, di tambah dengan rambutnya yang tersanggul dengan wajah yang kini di rias dengan sedikit make up tampak membuat bella begitu cantik.
__ADS_1
Sudah lama sekali bella tak pergi ke acara pesta seperti ini, terakhir kali mungkin saat acara kelulusan sekolahnya dan itu pun sudah beberapa tahun lamanya.
'Ting'
Sebuah notice pesan kembali terdengar dari ponselnya dan lagi-lagi ken lah yang mengirimkan pesan kepadanya.
***From : Kenneth.
Bell kau dimana? Masih lama kah?.
To : Kenneth.
Aku sudah akan kesana sekarang? Tunggulah di depan pintu masuk***.
Setelah mengirimkan pesan Arabella memasukan ponselnya ke dalam tas genggamnya dan berjalan keluar dari kamar.
Gadis itu segera masuk ke dalam sebuah taksi yang sudah di pesannya dan memberikan alamat yang ken kirim padanya.
Perjalanan menuju ke tempat hotel dimana diadakan pesta tidak begitu jauh dari rumah bella, dan hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai sana.
Bella pun turun dari dalam mobil dan sosok ken yang memakai jas hitam terlihat di dekat pintu masuk dengan kepala yang terfokus pada ponsel.
Dengan langkah anggunnya bella menghampiri ken.
"Ken!"
Ken yang di panggil oleh bella pun mendongakkan kepalanya dan terdiam melihat sosok bella yang kini berdiri tak jauh dari dirinya.
Laki-laki itu menatap tanpa berkedip penampilan bella yang sangat berbeda dengan penampilan biasanya.
"Ken, kenapa kau melihat ku seperti itu? Apa penampilan ku aneh?" tanya bella yang di balas dengan gelangan oleh ken.
"Tidak, kau perfect." ucap ken sembari menunjukan kedua jempol tangannya.
"Terima kasih, tapi bisakah kita Segera masuk ke dalam high heels ini membuat ku tidak bisa berdiri lama-lama."
"Baiklah tuan putri, ayo masuk." ken memberikan tangannya seperti seorang pangeran yang mengajak tuan putrinya.
Dengan senang hati bella menerima uluran tangan itu dan mereka pun masuk ke dalam sana.
...*******...
__ADS_1
...Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya....