
Setelah bergelut bersama di atas ranjang dari sore hari akhirnya pukul 7 malam Arabella bisa melepaskan dirinya, gadis itu menjauhkan tangan Nicholas yang memeluk tubuhnya dan turun dari ranjang dengan selimut yang masih melilit di tubuh polosnya yang tidak mengenakan apa-apa.
Arabella membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi dan memakai bathrobe putih setelah selesai dengan ritual mandinya.
Rambutnya yang basah ia keringkan dengan hairdryer dan setelah itu dia melangkah keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam dirinya dan Nicholas.
Karena sejak tadi Arabella belum makan apapun di tambah lagi tenaga sudah terkuras habis akibat apa yang tadi dirinya lakukan bersama Nicholas.
Gadis itu menyetel musik sebelum memulai acara masak-memasaknya dengan rambut yang di cepol asal Arabella terfokus memotong-motong sayuran.
...******...
Beberapa waktu berlalu, harum masakan tercium di meja makan dengan banyak hidangan yang Arabella sediakan.
Gadis itu berjalan ke atas, melihat Nicholas yang masih tertidur pulas dengan hanya memakai celana tidurnya.
Arabella mendekat dan menggoyangkan tubhh Nicholas dengan sedikit pelan.
"Tuan, bangunlah."
Perlahan tubuh Nicholas bergerak dengan matanya yang mulai terbuka.
"Makanan sudah siap, bersihkan lah tubuh anda dan kita bisa makan malam bersama." ucap bella dengan lembut.
Arabella berjalan kembali keluar dari kamar meninggalkan Nicholas yang kini sudah bersandar di kepala ranjang sembari melihat pintu yang kembali tertutup.
Bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis saat mengingat kembali adegan tadi yang begitu menguras tenaga.
Dan kemudian beranjak dengan segera ke kamar mandi.
__ADS_1
...*******...
Nicholas keluar dari kamar setelah selesai membersihkan tubuhnya, dan saat turun kevawa arabella yang sedang menonton tv menjadi pemandangan pertama yang di lihatnya.
"Ehemm." deheman Nicholas membuat bella menoleh dan segera berdiri.
"Tuan sudah turun, ayo kita makan sekarang keburu lauknya dingin."
Dan kemudian mereka pun berjalan ke arah ruang makan, seperti biasa gadis itu menyiapkan lauk pauknya di piring untuk Nicholas.
Nicholas tak berhenti memandang setiap pergerakan bella, mulai dari mengambil nasi, menuangkan minuman dan sepertinya hal kecil itu mulai menarik perhatian Nicholas.
Sampai pandangan terhenti pada leher putih arabella yang memperlihatkan bercak merah keunguan.
"Apa...tadi aku bermain kasar?"
Uhuk...
"Ayo, makanlah tuan." ucap bella dengan canggung.
...*******...
Setelah acara makan malam Arabella dan Nicholas melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing di dalam laptop milik mereka.
Suara ketikan menjadi backsound malam itu.
"Bagaimana magangmu?" Nicholas bersuara membuat bella seketika mendongak.
"Baik." jawab bella dengan sedikit gugup.
__ADS_1
"Temanmu bekerja di perusahaan ku, apa kau tidak ingin ikut bekerja disana? Bukankah bekerja bersama teman bisa lebih seru." Nicholas mulai menutup Laptop nya dan menatap ke arah bella yang masih mengetik.
"Maksud mu riana?"
"Ya. Mungkin, aku tidak terlalu ingat namanya." jawabnya sembari mengedikan bahu.
"Bagaimana anda tahu sahabat ku?"
"Aku melihatnya video call bersamamu beberapa hari yang lalu di kantor."
Dan Arabella ber-ohh ria sembari mengangguk mengerti, "Sebenarnya aku ingin bekerja bersama mereka hanya saja jika aku mengikuti riana aku takut rahasia kita akan semakin besar kemungkinannya terbongkar." jawab bella.
Nicholas menghela nafasnya, "Kau terus beralaskan takut, bisakah kau hilangkan rasa ketakutan yang kemungkinannya kecil itu. Kau tahu jikapun ketahuan mungkin saja itu memang sudah takdir yang di rencanakan, kau tidak perlu takut akan hal itu bella."
"Jika kau ingin bekerja di perusahaan ku, datanglah, pintu perusahaan ku selalu terbuka untuk mu." yakin Nicholas seolah-olah dia menginginkan arabella untuk bekerja di perusahaannya.
"Aku berterima kasih atas niat baik tuan padaku, tapi maaf sekali lagi aku sudah betah bekerja di perusahaan ku yang sekarang."
Kedua kalinya laki-laki itu menghembuskan nafasnya dan berdiri setelah itu, "Pikirkan lah lagi baik-baik bella." ucapnya sebelum akhirnya pergi ke atas.
Arabella terdiam setelahnya.
Entah kenapa arabella begitu merasakan perubahan besar atas cara Nicholas bersikap padanya.
Mulai dari cara bicaranya yang kini mulai tak dingin, cara pandangnya pada bella yang mulai menghangat dan bella juga sempat di buat terkejut saat tadi mereka melakukan hubungan intim, Nicholas mengucapkan kata-kata manis yang tak pernah sebelum ia dengar.
Dan jujur bella mulai takut, bella takut akan ada hal yang lain yang akan membuat hubungan mereka semakin rumit.
Di bandingkan sekarang bella lebih suka dengan cara Nicholas memperlakukannya seperti dulu, membuat bella selalu ingat bahwa mereka hanyalah seorang suami istri di atas kertas tidak lebih.
__ADS_1
Bukan nya bella tidak suka atas interaksi Nicholas yang mulai melembut, hanya saja bella takut apa yang Nicholas lakukan membuat bella lupa akan perjanjian ini dan membuat bella melanggar perjanjian yang telah mereka buat.