
Suara alarm di ponsel berdiring membuat Arabella yang tengah tertidur pun terbangun oleh suaranya, gadis itu menatap ke arah samping dimana Nicholas tengah tertidur dengan sebelah tangannya yang memeluk tubuh bella.
Arabella menyentuh dan menggoyangkan tangan Nicholas, "Tuan, Alarm ponselmu berbunyi."
Nicholas ikut membuka matanya, dia kemudian bangun dari tidurnya dan mematikan alarm di ponselnya, Namun bukannya berdiri untuk bersiap pulang seperti biasanya Nicholas malah membenarkan selimutnya dan menarik tubuh bella untuk tidur dengannya.
"T-tuan, anda tidak pulang?"
"Aku sangat lelah dan malas untuk menyetir ke rumah." jawabnya dengan mata yang terpejam.
"Tapi... Bagaimana jika ibu anda tahu?"
Nicholas semakin mengeratkan pelukannya di tubuh bella, "Tidurlah bella, jika kau terus berbicara aku tidak akan jamin untuk kembali menyerang tubuhmu." bisiknya membuat bella dengan segera merapatkan kedua bibirnya.
Bella terdiam menatap langit-langit saat Nicholas menelusupkan wajahnya di sela-sela leher bella membuat gadis itu dapat merasakan dan mendengar dengkuran halus Nicholas.
...******...
Pagi harinya Arabella terlihat tengah berkutat di dapur, menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Nicholas.
Dan baru saja Arabella menaruh masakannya di meja makan Nicholas datang dengan terburu-buru bahkan dasinya terlihat belum rapi.
"Tuan, sudah bangun. Ayo sarapan! Aku sudah memasak beberapa makanan untuk tuan." ucap bella sembari menuangkan air ke dalam gelas.
Nicholas menatap makanan di atas meja, masakan yang beberapa hari ini dia rindukan untuk memakannya, namun saat ia kembali melihat jam di tangannya sepertinya ia harus menunda dulu keinginan untuk menyantap makanan lezat itu karena sekarang ia akan segera melangsungkan rapat.
"Tidak bisa bella, aku harus segera ke kantor karena akan ada rapat penting yang harus diadakan." ucapnya sembari membenarkan dasinya.
"Ahh begitu yah."
"Kalau begitu aku pergi."
"Tunggu tuan!" Langkah Nicho terhenti.
"Jika tidak sempat sarapan Setidaknya bawalah bekal untuk mengisi energi anda saat nanti setelah rapat." ucapnya sembari membawa wadah bekal nasi dan mulai memasukan masakannya ke dalam sana.
Nicholas memperhatikan Arabella sampai gadis itu mendekati nya dengan membawa tempat bekal, "Ini, makanlah saat nanti rapat sudah selesai, bukankah bekerja juga butuh tenaga." ucapnya sembari tersenyum manis ke arah Nicholas.
Nicholas mengambil bekal sarapan itu, "Sudah sana pergi, nanti telat lagi." ucapnya bella lagi.
Dan Nicholas mengangguk, sebelum pergi laki-laki itu kembali menatap bella, "Terimakasih." ucapnya mengangkat tempat makan yang diberikan bella.
Bella hanya tersenyum sampai kepergian Nicholas.
Bella masih ingat perkataan bundanya, jika sudah memiliki suami layanilah mereka dengan baik, meskipun dia bukan seseorang yang kamu cintai atau harapkan tetapi dia masih tetap suami mu.
__ADS_1
Dan bella tengah menerapkan kata-kata bundanya sekarang.
Meskipun pernikahan dia dan Nicholas tidak pernah benar-benar dia inginkan tetapi sekarang Nicholas sudah menjadi suaminya di mata hukum, dan untuk itu bella juga harus melayaninya dengan baik sesuai dengan perkataan sang bunda.
...******...
"Ini tuan, semua sudah selesai ku kerjakan." Arabella menyerahkan berkas di tangannya ke tuan davi yang duduk di kursi kerjanya.
davi mengambilnya dan memeriksakan sekali lagi. "Ya. untuk orang yang baru bekerja kau cukup hebat bisa menyusun semuanya dengan benar." dan bella pun tersenyum senang.
"Terimakasih."
"Ohh ya nanti jam dua siang kamu temani saya untuk melihat-lihat lokasi untuk pembuatan pabrik baru, bisakah?" tanya dave dengan sebelah alis terangkat.
Arabella mengangguk dengan cepat, "tentu tuan, anda tinggal beritahu saya jam berapa berangkat"
"Baiklah nanti akan saya kabari lagi, kamu bisa pergi sekarang."
"Kalau begitu saya permisi." Arabella membungkuk sebentar sebelum akhirnya pergi dari ruangan.
******
Di waktu yang sama Nicholas baru saja keluar dari ruang rapat dan langsung masuk ke dalam ruangannya sendiri dengan seorang asisten laki-lakinya fahri yang mengikutinya ke dalam ruangan.
"Tidak, aku ingin makan."
"Anda ingin makan? apa yang anda inginkan? saya akan memesankannya." tanya fahri dengan sangat sopan.
"Tidak usah," tolak Nicholas sembari mengeluarkan bekal yang bella buatan untuknya tadi pagi. "Aku membawa bekal."
dan sang sekretaris pun menatapnya dengan pandangan tak biasa. "A-anda membawa bekal?" tanya sang asisten dengan sedikit tak percaya seorang Nicholas yang notabenya seorang pria yang terkenal dingin membawa bekal ke kantor.
"Ya. istriku memaksa aku untuk membawanya. katanya agar aku memiliki energi" ucapnya sembari tersenyum kecil melihat lauk pauk yang tertata rapi di dalam wadah.
"Nyonya sarah sungguh perhatian sekali pada anda."
Nicholas yang hendak mengambil sendok terhenti dan kemudian hanya menjawab, "Hmmm..ya begitulah." ucapnya karena tidak mungkin Nicholas memberitahu dari siapa makanan ini pada asistennya.
"Kalau tidur ada lagi yang dibutuhkan, saya undur diri sir."
"Hmmm."
setelah kepergian sang asisten Nicholas mulai mengambil sendoknya dan menyuapkan sesuai demi suap makanan yang terasa sangatlah lezat.
*****
__ADS_1
Waktu berlalu dan kini sore pun tiba, di sebuah lapangan kosong Arabella, dave dan satu laki-lakiĀ tengah berjalan dengan bella yang memegang sebuah kamera untuk memotret setiap sisi yang akan di jadikan sebagai pabrik.
"Jadi kapan pembangunan ini bisa di mulai" tanya dave pada laki-laki di sebelahnya.
"Jika anda sudah setuju untuk pembangunan disini, saya dan tim saya pasti akan membangun nya secepatnya." jawabnya.
dave pun mengangguk sembari melihat ke tanah kosong lagi, "Saya sudah melihat di sekitar area ini, dan sepertinya sangat cocok untuk saya."
"Jadi bagaimana?"
Dave berhenti, "Kalian bisa segera untuk memulai pembangunan ini."
"Baiklah tuan sesuai dengan perintah."
dan tiba-tiba ponsel bella berdering, bella meminta izin pada dave dan segera mengangkatnya saat dave mengangguk kepala pertanda mengizinkan.
"Ada apa bu?"
"^-^"
"Benarkah?"
"^-^"
"Iya, bella kesana sekarang."
"Apa ada masalah?" tanya dave setelah bella menutup sambungan telponnya. dan laki-laki di samping dave pun sepertinya sudah pergi saat bella menelepon tadi.
"Ayah saya hari di pulangkan, jadi bisakah saya pulang lebih awal?" izin bella dengan nada tak enak.
"Tentu. bagaimana jika aku antaranya kamu ke rumah sakit." Arabella dengan cepat menggeleng. "Tidak usah. itu terlalu merepotkan."
"Bella, ayahmu adalah salah satu rekan bisnisku. sudah lama aku tidak melihatnya, jadi tidak ada salahnya kan aku menengok ayahmu."
"Tapi..."
"Sudah ayo!! tidak ada tapi-tapian." dave memotong ucapan bella dan menarik tangan gadis itu tanpa mendengar ucapannya.
Membuat bella hanya bisa pasrah saat dave membawanya ke dalam mobil.
......******......
***Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk menghargai saya sebagai penulis.
Enggak sulit dan lama kok tinggal klik atau tulis itu udah cukup banget***
__ADS_1