
Hari ini hari Pertama bella menyiapkan makanan di rumahnya setelah beberapa minggu ini gadis itu tidak tinggal disana.
Dengan bantuan bi asri-pembantu disana bella menghidangkan masakannya di meja makan.
Dan selang beberapa saat joana dan ibu tirinya datang mendudukan diri mereka di kursi.
"Ku kira setelah menikah dengan seorang laki-laki kaya kau akan lupa dengan tempatmu." cetus joana sembari tersenyum sinis.
Dan bella hanya terdiam sembari mulai menyiapkan nasi dan lauk untuk ibu dan saudara tirinya.
"Ohh ya bella, tuan Nicholas pasti selalu memberikanmu uang bukan? Ibu ada keperluan yang harus di selesaikan bisakah ibu minta uangmu?"
Bella menetap ke arah sang ibu, "Ibu, bukankah tuan Nicholas sudah memberikan jatah untuk kehidupan ibu dan pengobatan ayah."
Dan sasmita balik menatap bella dengan berdecak jengkel, "Ohh ayolah bella uang yang Nicholas berikan padamu tidak akan habis hanya karena ibu memintanya sedikit."
"Lagian ya ibuku telah rela mengurusi ayahmu disini, dan kau malah bersikap seenaknya." sahut joana ikut mengompori.
"Baiklah ibu nanti bella transfer uangnya." bella yang pada akhirnya selalu mengalah.
"Nah dari tadi dong." guman sasmita dan kini mulai mengambil piring yang sudah berisikan makanan.
"Ohh ya jangan lupakan aku, aku harus membeli banyak pakaian untuk ku bekerja." bella hanya mengangguk sebagai respon.
Inilah salah satu hal yang tak mengenakan tinggal bersama ibu dan saudara tirinya, mereka selalu menyuruh atau meminta hal yang belum tentu bella mau dan gadis itu hanya bisa mengiyakan tanpa bisa menolak sedikit pun.
Dan semua ini hanya karena satu hal.... Ayahnya.
Jika bukan karena kebahagiaan sang ayah mungkin bella akan dengan sangat tegas memberitahukan semuanya dari dulu, tapi sayang.... Bella tak tega jika nanti sang ayah malah akan sedih dan hidupnya kembali terpuruk seperti saat sang bunda meninggal dan bella tak mau itu.
...*******...
Seperti biasa setelah sampai di kantor arabella akan menyiapkan kopi untuk tuan dave dan menaruhnya di meja kerja agar saat datang nanti ia bisa langsung meminum nya.
Dan baru saja bella akan pergi dari ruangan itu dave masuk ke dalam.
"Bella ada apa?"
"Tidak, saya baru saja membuatkan cofe untuk anda." jawab bella sembari mengarahkan pandangannya ke arah meja dan dave hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi tuan."
"Tunggu bella!"
Langkah bella terhenti dan kembali menatap sang tuan, "Apa ada hal lain?"
"Apa hari ini ada jadwal penting untuk saya?" tanya dave yang kini mulai mendudukan dirinya di kursi kerjanya.
Bella pun terdiam sembari memikirkan kembali jadwal dave dan sebuah gelengan terlihat, "Hanya ada rapat bulanan dan setelahnya tidak ada lagi."
"Setiap satu bulan sekali aku akan pergi ke panti asuhan untuk melihat-lihat anak, dan biasanya asisten saya yang akan ikut bersama saya dan berhubungan dia tidak ada bisakah kamu yang menggantikannya?"
"Tentu tuan,"
"Baiklah nanti setelah rapat selesai kita segera pergi kesana."
"Baik, kalau begitu saya undur diri tuan."
...*******...
Sementara itu di kediaman keluarga Winston terlihat Nicholas yang berjalan menuruni tangga dengan tas kerjanya yang sudah siap.
"Nick!" sarah memanggilnya dari atas dan kemudian berjalan dengan cepat menyusul Nicholas.
"Berhubungan mobil ku masih di service bisakah kau mengantarkan aku dulu ke cafe biasanya sebelum bekerja?" ucap sarah dengan senyum andalannya.
"Maaih pagi, suami belum juga berangkat kerja tapi istrinya sudah mau keluyuran lagi." suara ketus milik sang mertua terdengar dan membuat sarah mengerlingkan kedua matanya jengah.
"Mom, sudah jangan mulai." Nicholas memandang mamanya yang kini berdiri dengan kedua tangan di silang di dada.
"Ohh ayolah, bukankah perkataan mom benar?" ucapnya sembari menatap sang menantu tak bersahabat.
"Sudah Nick, ayo kita pergi saja." Sarah menarik tangan Nicholas.
"Dasar, menantu tak tahu sopan santun." cetusnya lagi setelah kepergian sarah dan Nicholas.
Dulu saat untuk pertama kalinya Nicholas membawa sarah bertemu dengan orang tuannya padahal tidak seperti ini, mereka bahkan terlihat sangat akrab dan cocok meskipun baru bertemu beberapa jam dan setiap hari sang momi akan menyuruh Nicholas untuk menjemput menantunya agar mereka bisa makan malam bersama keluarga besar Winston.
Bahkan saat satu tahu mereka menikah ayumi masih terlihat akur dengan sarah.
__ADS_1
Dan semua itu berubah saat ayumi meminta seorang cucu karena melihat teman-teman seumuran nya sudah memiliki cucu semua.
4 tahun lalu kali pertamanya mereka bertengkar hebat dan membuat sampai saat ini keduanya menjadi sering adu mulut sampai tak jarang sarah akan membanting semua barang-barang di kamarnya karena merasa kesal dengan sang mertua.
...*******...
"Aku tak yakin lelaki setampan tuan dave tidak memiliki satupun wanita dalam hidupnya." guman dina salah satu karyawan magang disana.
Saat ini di tempat khusus membuat cofe dan cemilan mereka sedang berkumpul dengan pandangan menatap ke arah bos nya yang kini tengah rapat di ruangan yang hanya di halangi dinding kaca.
"Aku juga tidak percaya." sahut alya.
"Mungkin saja dia memang benar-benar tidak memilikinya." bella ikut berbincang.
"Ohh ayolah arabella, kau coba pikirkan di luaran sana banyak lelaki yang tak cukup hanya dengan satu wanita apalagi orang kaya seperti tuan dave mereka pasti akan dengan sangat mudah menemukan wanita yang dirinya impikan hanya dengan menunjukan semua kepunyaannya dan tidak ada lelaki yang tidak menginginkan seorang wanita dalam hidupnya kecuali dia.... "
"SEORANG GAY!!" Ucap alya dan dina secara serempak.
"Kalian jangan berbicara sembarang, tuan dave tidak mungkin seperti yang kalian bicarakan." bella membela dengan yakin.
"Arabella!!"
Ketiga wanita yang sedang duduk itu berdiri saat seseorang yang di bicarakan nya tiba-tiba sudah ada di dekat mereka.
"T-tuan dave." ucap mereka dengan nada ketakutan.
Mereka bertiga saling menyenggol satu sama lain membuat dave yang melihatnya mengkerutkan keningnya.
"Ada apa dengan ekpresi kalian? Apa wajahku menyeramkan sampai kalian terlihat begitu ketakutan?" tanya dave.
Mereka bertiga menggeleng secara bersama, "Tidak tuan."
"Kalau begitu aku akan meminjam bella, bella ayo berangkat sekarang!" ajaknya.
"Baik tuan." bella menyenggol lagi salah satu temannya dengan pandangan memperingati sebelum akhirnya menyusul bosnya yang sudah jalan lebih dulu.
...*********...
...***Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk sekedar menghargai karya saya. ...
__ADS_1
...Dan maafkan jika ada salah kata atau tanda baca karena saya juga masih belajar. ...
...Dan untuk kalian para pembaca 'Istri kedua Mr. Billionaire' terimakasih dan semoga kalian suka dengan karya pertamaku***...