Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Kedua kalinya


__ADS_3

Malam itu setelah menemani Nicholas makan Arabella kemudian ke atas lebih dulu untuk mengganti pakaiannya yang masih memakai dress pesta tadi.


Namun, saat di kamar mandi dia terlihat begitu kesusahan saat akan membuka resleting di belakangnya.


Berbagai cara ia lakukan mulai dari menundukan punggungnya dan juga menatap ke arah cermin untuk melihat tangannya yang menggapai resleting, namun sayangnya caranya tak juga berhasil membuat bella kesal sendiri dibuatnya.


Dan pada akhirnya bella pun menyerah dan keluar dari kamar mandi.


Disana Nicholas sedang duduk di kursi dekat dengan dinding kaca dengan laptop yang ada di hadapannya.


"Kenapa kau belum berganti pakaian?" tanya Nicholas yang menjadi kehadiran bella.


"Ahh anu.. Itu." bella tampak gugup sembari sebelah tangannya memegang tengkuk belakangnya, "Bisakah tuan membantu ku?" Tanya bella dengan rasa gugup dan takut yang bercampur menjadi satu.


Nicholas yang mendengar itu mengalihkan perhatiannya ke arah bella, "Katakanlah."


Dengan wajah tertunduk dan jari-jari yang sibuk memilin gaun nya sendiri, arabella berkata..


"B-bisakah tuan bantu aku membuka resleting gaun ini? Aku sudah mencobanya sendiri tapi tidak berhasil." Lirih bella yang masih bisa di dengar oleh Nicholas.


"Tapi jika tak mau tak..."


"Kemarilah!" Potong Nicholas dan Arabella seketika mendongakkan kepalanya.


Dengan langkah pelannya gadis itu menghampiri Nicholas yang mulai menutup Laptop nya.


Bella membalikan tubuhnya membelakangi Nicholas yang kini sudah berdiri, rambutnya yang sudah tergerai Arabella singkirkan ke arah samping untuk mempermudah Nicholas membuka resletingnya.


Namun apa yang dilakukan bella malah membuat Nicholas terdiam meneguk salivanya sendiri saat kulit leher bella yang mulus terpampang jelas di depan Nicholas.


Nicholas mulai mengangkat tangannya dan dengan perlahan membuka resleting gaun bella yang memperlihatkan kulit punggung bella yang membuat fokus Nicholas mulai terganggu.


"Sudah kah?" tanya bella.


Namun bukannya menjawab Nicholas malah membuka resleting itu lebih bawah dan membuat gaun bella seketika turun..


"Tuan!"


Arabella tersentak untuk kedua kalinya saat tangan Nicholas mulai meraba area perut bella dengan lembut dan kepalanya tercondong ke area leher membuat arabella dapat merasakan hembusan nafas hangatnya.


"Bisakah.. Kita melakukannya." suara berat Nicholas terdengar tepat di samping Arabella yang membuat sekujur tubuh gadis itu merinding dan tak bisa berkata-kata apa.


Tanpa menunggu jawaban Bella Nicholas kembali melanjutkan aksinya, laki-laki itu menciumi sekitar leher bella dengan tangan yang tak tinggal diam untuk membelai setiap inci kulit tubuh Bella.


Suasana menjadi sangat panas saat Nicholas mengangkat bella dan membawanya ke tempat tidur, dan gadis itu tampak masih terdiam dengan apa yang Nicholas lakukan.


Dengan perlahan Nicho membaringkan tubuh bella yang kini hanya mengenakan pakaian dalam, kedua mata Arabella terpejam saat Nicholas kembali mencumbu lehernya dan mulai menyusuri setiap inci kulit wajahnya.

__ADS_1


Sebuah desahan kecil keluar dari mulutnya saat sebelah tangan nakal Nicholas meremas ***********.


"Tuan!"


"Panggil namaku." bisiknya.


"Nicholas."


"Good." dan tanpa aba-aba bibir bella yang terbuka membuat Nicholas dengan segera mencium dan melahapnya dengan sangat agresif.


Nicholas memasukan lidahnya pada mulut bella dan membuat bella yang sedari tadi hanya diam menikmati kini ikut membalas ******* itu dengan kedua tangan yang kini mulai ia sampirkan di leher Nicholas.


...*******...


Suara-suara kecil terdengar membuat Arabella terganggu dalam tidurnya, gadis itu membuka kedua matanya dan Nicholas yang sedang memakai pakaiannya menjadi hal pertama yang di lihatnya.


"Tidurlah lagi! Pagi masih lama." ucap Nicholas saat menyadari arabella bangun.


Gadis itu melirik ke arah jam di nakas yang menunjukan masih pukul setengah tiga pagi.


"Tuan.. Akan pulang sekarang?" tanya bella yang kini mulai menyandarkan dirinya di kepala ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya.


"Ibuku akan curiga jika aku tak pulang." jawabnya sembari tetap fokus mengancingi bajunya.


Arabella terdiam sembari menatap Nicholas yang sudah siap untuk pergi, "Aku pergi!"


Arabella memang tidak memiliki rasa padanya, tapi.. Entah kenapa saat laki-laki itu pergi setelah apa yang mereka lakukan membuat arabella merasa ada yang tidak mengenak.


...******...


Sekitar jam 8 pagi arabella sudah siap dengan rok dan setelah kemeja putihnya, niatnya pagi ini ia akan pergi ke perusahaan yang telah ayahnya rekomendasi untuk nya magang.


Karena kebetulan hari ini kuliahnya libur.


Setelah sarapan dan membereskan rumahnya arabella pun pergi ke alamat yang telah ayahnya berikan dan untung saja ayahnya kenal dengan pemilik perusahaan dan membuat bella jadi tak susah untuk sekedar bertemu dengan ceo disana.


'New saphire'


Nama perusahaan yang terpampang jelas di pintu masuk, arabella menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam perusahaan itu dan mendekati meja repsesionis yang di jaga oleh seorang wanita cantik.


"Permisi."


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya sang repsesionis itu dengan ramah.


"Apakah saya bisa bertemu dengan ceo perusahaan ini?"


"Apa sebelum sudah membuat janji nona?" tanyanya balik.

__ADS_1


"Sudah, ayah saya sendiri yang menelponnya langsung."


"Maaf nama nona?"


"Arabella."


"Baiklah tunggu sebentar ya." Arabella mengangguk saat sang repsesionis itu menelepon seseorang dan berbicara sesuatu.


"Nona bella anda bisa pergi ke lantai 8." ucapnya setelah selesai berbicara di telpon.


"Terimakasih."


Arabella pun berjalan menuju lift disana dan menekan tombol menuju lantai yang di tuju.


Inilah salah satu keuntungan mempunyai seorang ayah yang memiliki teman bisnis dimana-mana.


'ting'


Arabella berjalan dan bertemu dengan seorang wanita yang memakai pakaian cukup ketat dan seksi, "Permisi, dimana ruangan ceo?"


"Disana nona?" ucapnya dengan sangat ramah.


"Terimakasih."


Bella membenarkan pakaiannya sebelum akhirnya membuka pintu ruangan yang di tunjukan dan membukanya perlahan


"Permisi." ucap bella.


"Masuklah!" suara berat yang bella yakini adalah milik ceo itu terdengar dan bella pun segera masuk ke dalam.


Disana di dekat dinding kaca yang memperlihatkan seluruh kota seorang laki-laki dengan setelan jas biru berdiri membelakangi dan secara perlahan laki-laki itu membalikkan tubuhnya dan memperlihatkan wajahnya yang cukup tampan dengan hidung mancung dan mata coklatnya.


"Kau Arabella?" tanyanya menunjuk arabella.


"Emm iya."


"Kita bertemu lagi." ucapnya sembari tersenyum yang membuat arabella menatap bingung padanya.


Bertemu lagi? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Tapi kenapa arabella tidak mengingatnya?.


"Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya bella yang tak merasa pernah melihat wajahnya.


"Apa kau lupa, semalam aku yang menabrakmu di pesta."


Bella terdiam mengingat-ngingat pesta semalam sampai sebuah kejadian yang membuat gaunnya terkena minuman terlintas di pikirkan nya.


"Ohh jadi kau yang semalam?"

__ADS_1


__ADS_2