Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Hamil?


__ADS_3

Arabella terbangun pagi itu dengan tubuhnya yabg terasa sangat mual, gadis itu menyikap selimutnya dan berlari ke arah kamar mandi dengan terburu-buru sembari memegang perutnya.


Huek...


Arabella membungkuk ke arah wastafel sembari memuntahkan cairan putih bening dari mulutnya, setelah merasa lebih baik arabella mencuci wajahnya dan menatap ke arah cermin setelahnya.


Gadis itu berdiri dengan satu tangan memegang sisi wastafel sebagai tumpuan dan sebwlah tangannya lagi memegang perut rampingnya yang terasa cukup sakit, perasaan tak enak mulai menyerang pikirannya.


"Ini hanya masuk angin saja kan?" gumannya sembari menatap ke arah cermin dengan menjauhkan segala kemungkinan yang ada.


Gadis itu pun teringat akan sesuatu hal sampai akhirnya ia berlari keluar dari kamar mandi dan mengambil sebuah kalender kecil yang berada di nakas.


Ia mengingat-ngingat kembali terakhir kali datang bulannya sampai ia melihat lingkaran merah yang ia buat di salah satu tanggal itu, keringat dingin mulai terasa dari plipisnya saat ia teringat bahwa bulan ini ia belum datang bulan yang seharusnya terjadi 3 minggu yang lalu.


Arabella menggelengkan kepalanya pelan dengan kalender di tangannya yang jatuh ke bawah.


"Tenang, jangan panik. Mungkin ini hanta telat biasa, iya nanti juga pasti datang." yakinnya sembari menarik nafas pelan untuk merilekskan tubuhnya.


...******...


Bella berjalan di lorong kantornya dan maauk ke dalam lift untuk menuju lantai ruangannya. Dan saat lift akan tertutup sebuah tangan terlihat membuat pintu lift kembali terbuka yang memperlihatkan seorang dave.


Bella tersenyum menyapa saat dave masuk ke dalam, "bella? Tumben sekali baru berangkat? Biasanya kau sudah stay di dalam ruanganmu saat aku datang."


Bella tersenyum canggung sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Maaf tuan, tadi saya menggunakan bus kota dan tiba-tiba busnya mogok di tengah jalan dan saya haru menunggu taksi untuk sampai disini." jawab bella merasa tak enak.


"Ya, tak apa kalau memang hanya sesekali."


Dan mereka pun kembali diam sembari menunggu lift sampai di lantai yang mereka tuju.


Namun, tak berselang lama rasa mual kembali datang menghampiri tubuh arabella, gadis itu menutup mulutnya dengan sebalh tangannya lagi yang memegang perut.


"Ada apa arabella?" tanya dave memegang tangan arabella saat menyadari keanehan.

__ADS_1


Bella menggeleng sebagai tanda tidak apa-apa, dan saat lift terbuka gadis itu dengan cepat keluar dan berlari ke arah toilet, tak menghiraukan para karyawan lain yang menyapa dan menatapnya dengan aneh.


Arabella keluar dari dalam toilet dengan kedua tangan memegang perutnya setelah selesai mengatasi rasa mualnya meskipun hanya keluar cairan putih bening seperti pagi tadi.


"Arabella, kau tak apa?" bella sedikit terkejut saat tiba-tiba dave sudah berada di sampingnya.


"Tidak, aku hanya mual. Mungkin masuk angin." jawab bella.


"Mau periksa ke rumah sakit?" dengan cepat bella melambaikan kedua tangannya sebagai penolakan.


"Tidak usah tuan, ini hanya gejala ringan."


"Kalau tidak mau istirahatkan lah tubuhmu di di ruang istirahat."


"Tapi, pekerjaan saya... "


"Sudah, biar saya suruh karyawan lain untuk mengerjakannya, sekarang kamu istirahat saja untuk memulihkan tubuhmu."


......*****......


Jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan ini waktunya untuk makan siang bosnya, dengan cepat arabella keluar dan mengambil bekal di dalam ruangannya yang sudah ia siapkan tadi pagi di rumah.


Arabella kemudian mengetuk pintu ruangan bosnya dan masuk setelahnya, "Arabella, kenapa kau kesini? Bukankah sudah ku bilang untuk istirahat saja." ucap dave yang kini tengah duduk di kursinya sembari menatap layar laptop.


"Aku sudah tak apa tuan, lagian ini sudah waktunya untuk anda makan siang."


Arabella berjalan ke arah sofa dan mulai menata makanan yang dirinya bawa disana, "apa kau benar-benar membawakan aku masakanmu, bella?" tanya dave yang kini mulai mendudukan dirinya di sofa dengan pandangan menatap ke arah makanan di meja.


"Ya, dan jangan lupakan gaji tambahannya ya." canda bella dengan sebelah alis terangkat menatap bosnya.


Dave menatap tak percaya salah satu karyawannya itu, "ohh jadi kamu membawakan saya makanan karena ingin mendapatkan gaji tambahan, bukan karena keikhlasan mu sendiri?


"becanda tuan." ucap arabella menatap ekpresi dave yang terlihat lucu dengan kedua tangan berkacak pinggang, "saya selalu memasak banyak makanan di rumah dan selalu di buang karena tak habis, lalu saat tahu anda menyukainya saya bawa saja kesini, jasi tak sia-sia deh." jelas arabella.

__ADS_1


"Baiklah, semuanya sudah beres jadi saya permisi ya tuan."


"Tunggu, kamu mau kemana?" cegah dave.


"Makan siang bersama karyawan lain di country." jawab bella sembari menunjukan makan siangnya.


"Disini saja bella, bukankah kemarin juga menyenangkan makan berdua."


Bella terdiam berpikir sebentar, "Tapi.."


Dave berdiri dan menarik tangan arabella yang otomatis membuat gadis itu terjatuh ke sofa, "Tak ada tapi-tapian."


"Sepertinya tuan dave memiliki sifat pemaksa." ucap bella dan dave hanya mengedikan bahunya acuh.


"Baiklah, karena tuan dave memaksa aku akan makan disini." putus bella yang kini mulai membuka dan memakan bekalnya di susul dengan dave yang ikut menyantap hidangan di depannya.


......*****......


Dave dan bella memegang perutnya masing-masing setelah selesai menghabiskan makan siangnya, "Sepertinya mulai sekarang kau wajib membawakan makan siang untukku." ucap dave yang kini bersender di sofa.


"Sepertinya tuanku mulai ngelunjak ya." gurau bella sembari membereskan tempat bekalnya.


"Dab sepertinya sekarang nona arabella mulai tidak ingat bahwa saya adalah bos kamu disini sehingga kamu bisa bersikap sesantai itu sekarang." sindir dave yang mengingat bagaimana gugupnya bella saat mereka baru saja kenal beberapa hari waktu itu.


"Ya, karena anda sendiri yang bilang untuk bersikap tak kaku pada anda." balas bella tak mau kalah.


"Ohh ya."


Tok tok tok...


Percakapan mereka teralihkan oleh suara ketukan pintu.


"Masuklah." ucap dave sembari membetulkan jasnya.

__ADS_1


"Hallo sepupu..... Ku." Arabella berdiri secara otomatis saat tahu siapa orang yang datang kesana.


Mereka? Sarah dan Nicholas.


__ADS_2