Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
ketakutan


__ADS_3

Seperti biasa di pagi hari Arabella akan melakukan rutinitasnya untuk memasak sarapan, sesekali gadis itu mengambil sedikit masakannya dan menaruhnya di tangan untuk memastikan bumbunya yang mungkin masih ada yang kurang.


Gadis itu mengangguk setelah mencicipinya dan kemudian mematikan kompornya dan mengambil sebuah mangkuk untuk tempat masakannya.


Gadis itu kemudian melangkah ke meja makan dan menaruh masakannya disana.


Dan bersamaan dengan itu langkah seseorang terdengar mendekat dan Nicholas pun datang dengan pakaian yang masih memakai kaos sehari-hari.


Arabella tersenyum menatapnya, "Tuan sudah bangun? mau sarapan dulu atau mandi?" tanya Bella dengan ramah.


Nicholas masih berdiri disana menatap Arabella dengan pandangan yang sulit di artikan, "Maaf." ucapnya dan Arabella mengerutkan keningnya.


"Maaf? untuk apa?" tanya Bella sembari menuangkan air putih ke dalam gelas.


"Untuk semalam." Arabella terdiam seketika dengan gelas yang mulai penuh dengan air.


"Sudah penuh." Ucap Nicholas yang menyadarkan Arabella.


"Astaga!!" Dengan cepat Bella mengambil sebuah lap dan membersihkannya dengan tubuh yang gugup.


"Hari ini kantorku akan melakukan meeting jadi harus pergi pagi-pagi, maaf tidak bisa menunggu mu." ucap Bella yang kini mulai melepaskan celemeknya dan mengambil dua tempat bekal yang sudah ia siapkan tadi.


Dan hal itu tak lepas dari padangan Nicholas, "Bekal untuk ku mana?" tanya Nicholas menghentikan langkah Bella, gadis itu membalikkan tubuhnya.


"Tuan tidak akan sarapan Disini?"


"Kau membawa dua bekal ke kantor, apa Itu untuk Dave?" Tanya Nicholas menatap ke arah tempat bekal yang berada di tangan Bella.


"Kau begitu perhatian pada bos mu dan melupakan suami mu sendiri." ucapnya lagi tanpa menunggu jawaban Arabella.

__ADS_1


"Bukan begitu, aku.."


"Ahh aku lupa, pernikahan ini hanya sebuah perjanjian kontrak semata. aku bukan suami yang mungkin kau harapkan dan bukan urusan ku juga jika kau dan Dave..."


"Tuan, aku tidak...."


"Sudahlah Bella, bukankah kau harus berangkat sekarang, jika tidak kau akan telat menghadiri meeting." lagi-lagi Nicholas memotong ucapan Arabella membuat gadis itu kebingungan menanggapinya.


"K-kalau begitu aku berangkat dulu."


Kemarin malam Nicholas begitu agresif memperlakukan Arabella, tak seperti biasanya yang cukup lembut bahkan hampir hati-hati saat menyentuh tubuh Bella seakan-akan tubuh gadis itu sangat lah rapuh dan harus berhati-hati agar tidak rusak.


Tapi malam kemarin perlakuan Nicholas sangat amat berbeda, bahkan anehnya lagi dia terus berbicara agar Bella menjauhi para laki-laki di sekitarnya.


Tatapan dan sikap Nicholas malam itu dan pagi ini saat melihat Arabella menyiapkan bekal untuk Dave terlihat seperti seseorang yang sedang cemburu, Arabella bukan ke-PD-an hanya saja dia dulu sering melihat ayahnya bersikap seperti Nicholas saat dulu bundanya dekat dengan pria lain meskipun hanya seorang rekan kerja.


pernikahan ini hanyalah sebuah kontrak semata dan salah satu hal yang sangat lah pantang di lakukan adalah mencintai patnernya, dan Arabella akui dia memang terpesona dalam beberapa waktu pada Nicholas, mulai dari parasnya yang tidak bisa dikatakan biasa saja dan juga hal lainnya yang membuat Arabella kagum.


Namun, kembali ke awal ia tidak boleh merasa kan perasaan itu karena apsari awal mereka hanyalah dua orang yang tak saling kenal dan begitu saat nanti kontrak itu selesai, semua kenangan yang mereka buat hanyalah sebuah angin lalu yang harus di lupakan.


Arabella tidak ingin ini semuanya menjadi rumit hanya karena perasaan sesaat dirinya ataupun Nicholas sekali pun.


...******...


tok tok....


Arabella yang sedang mengetik sesuatu di komputernya tiba-tiba terhenti dan berdiri dengan cepat saat Dave tiba-tiba masuk ke dalam ruangan nya.


"Tuan Dave, kenapa tidak memanggil saja jika butuh sesuatu?"

__ADS_1


"Tidak apa, ini, Tante Ayumi ingin berbicara dengan mu." ucapnya tiba-tiba menyodorkan ponselnya ke hadapan Bella.


"Aku?" ucapnya menunjuk diri sendiri yang di angguki Dave.


dengan wajah bingung Bella mengambil ponsel itu, "Hallo Tante?"


("Hy Arabella, tadi Tante menelpon ponsel mu tapi tidak aktif.")


Arabella melirik ke arah ponselnya yang sedang di isi batrai, "Ahh iya ponsel ku kehabisan batrei Tante." ucap Bella, "Tapi maaf, ada apa ya Tante?"tanya Bella.


("Dua hari lagi Tante ulang tahun dan akan mengadakan makan malam kecil-kecilan bersama kerabat Tante. Jadi Arabella datang ya ke rumah Tante sama Dave.")


Arabella melirik ke arah Dave yang Kini tengah duduk di sofa menunggu nya menelpon, "Tante maaf, itukan acara Tante sama keluarga sedangkan Arabella kan bukan siapa-siapa Tante, jadi mungkin Bella tidak bisa datang Tante." ucapnya sembari mengetuk-ngetuk meja kerjanya.


("ohh ayolah Bella bukankah kita sudah dekat, tidak usah sungkan.")


"Maaf Tante tapi Bella..."


("Maaf juga Bella Tante tidak bisa menerima penolakan, pokoknya dua hari lagi kalau kamu tidak datang bersama Dave Tante akan maah padamu.")


"Tante tapi...."


Tut Tut Tut....


Sambungan telpon terputus begitu saja dan Bella hanya menatap tak berkedip pada Dave yang kini hanya mengedikan bahunya.


"Apa yang harus ku lakukan?"


"Hanya aa satu pilihan, pergi bersamaku dua hari lagi."

__ADS_1


__ADS_2