Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Semuanya begitu sulit


__ADS_3

Di lorong rumah sakit yang cukup ramai itu Arabella berlari di ikuti ken di belakangnya, tanpa memperdulikan teriak-teriakan para penghuni rumah sakit.


Sampai di depan salah satu pintu arabella berhenti dan membukannya hingga memperlihatkan ayahnya yang kini masih terbaring namun dengan mata yang terbuka, dengan mama tiri dan saudara tirinya yang berada di samping sang ayah.


Dengan perasaan senang dan sedih yang bercampur menjadi satu arabella berjalan mendekati sang ayah dan memeluknya dengan sangat erat.


"Ayah, aku senang ayah kembali sadar." ucapnya di sela-sela pelukan.


Dengan sisa tenaga yang ada sang ayah mengusap lembut tubuh putrinya, "Ayah juga senang bisa melihat mu lagi." ucapnya dengan sangat lirih.


Bella melepaskan pelukannya dan berpindah memegang tangan sang ayah, "Bagaimana keadaan ayah sekarang? Apa ada yang sakit?" tanya bella.


"Sedikit, tapi tak apa." ucapnya dengan sebelah tangan mengusap pipi bella.


"Tapi... Bagaimana keadaan perusahaan?" tanya sang ayah membuat Arabella seketika mendongak menatap mama tirinya dan juga joana yang sejak tadi hanya asik menatap layar ponselnya.


"Perusahaan sudah di tutup oleh pihak bank." jawab sasmita sejujurnya tanpa ada yang di tutupi.


"Lalu biaya... Pengobatan?"


Dan lagi-lagi Arabella menatap sang mama yang langsung menatapnya juga dengan tatapan memperingati, "Kamu tidak usah khawatir, semua biaya pengobatan dan hal-hal lainnya masih bisa aku atasi." ucap sasmita dengan senyum di bibirnya.


...******...


Setelah sang ayah memejamkan matanya untuk beristirahat kembali, sasmita menarik tubuh Arabella keluar dari ruangan.


"Ada apa mah?" tanya Bella saat mereka sudah benar-benar di lorong yang cukup sepi.


"Pernikahan kau dengan Tuan Nicholas adalah rahasia, siapapun tidak boleh mengetahuinya termasuk.. Ayahmu. Jadi jangan sampai dia tahu tentang ini, mengerti!!" sasmita menunjuk tepat di depan wajah Arabella dengan tatapan penuh peringatan.


"Tapi kita tidak mungkin terus menyembunyikan ini mah, bagaimana jika nanti ayah sudah pulang dan aku tidak bisa ikut ke rumah kalian? Ayah bisa curiga." sela bella.


"Masalah itu biarlah nanti di pikirkan, yang terpenting sekarang jangan sampai ayah mu tahu, bisa-bisa aku yang akan disalahkan atas semua ini, mengerti!!"


"I-iya mah." ucapnya dengan ragu-ragu.


Arabella menyenderkan tubuhnya setelah sang mama pergi dari sana, helaan nafas berat kembali terdengar dari mulutnya.


Bertahun-tahun hidup bersama sang ayah tak pernah sekalipun bella berbohong padanya, dan sekarang Arabella harus berbohong tentang sebuah pernikahan yang seharusnya ayahnya lah yang pertama kali mengetahuinya.


"Lemes amat, nih minum dulu." ken datang membawakan sebuah minuman di kedua tangannya yang diberikan satu ke bella.

__ADS_1


"Thank's ken." ucapnya.


"Kenapa kau tak bilang kalau perusahaan ayahmu bangkrut." ucap ken yang kini ikut menyender di samping Arabella, "Meskipun aku tidak bisa membantu banyak tapi Setidaknya aku bisa bilang ke dady untuk membantu keluarga mu."


"Aku tidak mau merepotkanmu ken."


Ken menegakan tubuhnya kembali dan menghadap ke arah Arabella, "Kita sudah kenal cukup lama, kau tidak perlu sungkan padaku, aku senang jika kau berterus terang tanpa merasa takut merepotkan." ucapnya dengan tangan mengusap puncak kepala Arabella.


"Hmm oke."


5 tahun yang lalu, di sekolah memengah atas untuk pertama kalinya Arabella mengenal sosok ken, laki-laki yang menjadi idola para siswi perempuan kala itu.


Dan untuk pertama kalinya juga Arabella mendapat pengakuan cinta dari seorang laki-laki yang tak lain adalah Kenneth.


Namun sayang pengakuan itu mendapatkan penolakan dari Bella yang saat itu tidak berminat untuk menjalin suatu hubungan dan hanya ingin fokus belajar mengejar cita-citanya.


Lalu bukannya menjauh ken malah mengajukan diri untuk menjadi teman Arabella yang membuat kini mereka menjadi semakin dekat sebagai seorang sahabat.


"Apa kau akan pulang?" tanya ken.


"Emm mungkin aku akan pulang sebentar dan kembali lagi kesini."


"Aku antar."


"Baiklah, kalau begitu aku duluan."


"Hmmm hati-hati di jalan."


"Siap tuan putri." ucapnya sembari hormat seperti seorang prajurit yang membuat bella terkekeh kecil, dan setelah itu ken pun mulai pergi.


...*****...


Pukul tiga sore Arabella kembali ke rumahnya untuk membawa pakaian dan juga buku agar besok tidak usah kembali lagi untuk persiapan kuliah.


Kerutan di dahinya terlihat jelas saat dirinya melihat sebuah mobil putih terparkir di halaman rumahnya.


Dan pertanyaan 'mobil siapa itu?' terjawab sudah saat Arabella membuka pintu rumah yang langsung memperlihatkan seorang sarah yang kini tengah terduduk di kursi ruang tamu sembari memainkan ponselnya.


"Nona?" sarah mendongakan kepalanya saat suara Arabella terdengar.


"Nona sudah lama disini?" tanya bella yang kini mulai mendudukan dirinya di sofa.

__ADS_1


"Tidak, aku baru sampai."


"Apa ada masalah?"


"aku hanya ingin memberikan ini saja." ucapnya lagi sembari menaruh sebuah kartu di atas meja.


"Disini ada sejumlah uang yang bisa kau pakai untuk kebutuhan mu, setiap bulan suamiku akan mengisinya jadi kau tidak perlu takut kehabisan."


"Dan ku harap kau bisa segera memberi ku kabar bahagia, Arabella."


Bella tertunduk seketika, kabar bahagia? Bella ingin Segera memutuskan perjanjian ini dan kembali ke kehidupannya yang biasa, dimana dia akan fokus kuliah dan menjadi remaja pada umumnya. Namun, apakah dia sudah siap untuk mengandung seorang bayi di umurnya yang masih cukup muda? Apakah bella mampu


"Jangan bilang... Kau masih ragu?" ucap sarah membuat bella seketika mengangkat kepalanya.


"Tidak, bukan begitu."


"Baguslah, ku harap kau tidak lupa balas budi." ucapnya yang kini telah berdiri dari tempatnya.


"Suamiku akan disini seminggu tiga kali dan selama itu berusaha'lah untuk terus melakukannya." kata terakhir sebelum pergi.


Bella menyenderkan tubuhnya di sofa, dengan kedua mata yang terpejam.


Semua hal menjadi terlihat sulit, padahal baru satu hari bella menjalaninya.


Mulai dari pernikahan yang harus di sembuyikan terutama dari ayahnya, yang bahkan untuk berbohong hal kecil saja itu sangatlah sulit bagi bella.


'Maaf ayah'.


'Dan.... Bunda'


...*****...


...Jangan lupa vote and comment untuk menghargai saya sebagai seorang penulis. ...


...Dan untuk menyemangati agar bisa update setiap hari....


...Apabila ada kesalahan kata dalam penulisan mohon di maafkan masih tahap belajar. ...


...Untuk kalian semoga suka dengan cerita pertama yang saya buat ini. ...


...Terima kasih semuanya. ...

__ADS_1


...Btw, 'Istri kedua mr. Billionaire' update 2 kali sehari kalau tidak ada halangan apapun. ...


__ADS_2