Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Masakan istri


__ADS_3

"Kalau begitu om tante bella pamit pulang dulu ya." ucap bella pada kedua orang tua ken.


"Lohh sudah mau pulang?" tante kiran yang sedang duduk berdiri.


"Iya tan, udah malem."


"Terus ken nya mana? Suruh dia mengantarkan mu?" ucap om hendri yang kini juga ikut berdiri.


Lalu pandangan arabella teralih pada ken yang tengah terduduk di pojok ruangan dengan kepala yang di senderkan di atas meja, "Sepertinya ken sudah mabuk om." ucap bella dengan ekpresi meringis mengingat saat tadi ken minum banyak sekali wine saat berbicara dengan rekan kerja ayahnya.


"Kalau begitu om suruh supir om saja bagaimana?"


"Tidak usah." dengan cepat bella menolak, "Itu terlalu merepotkan, bella bisa kok pesen taksi di bawah nanti."


"Tidak papa? Ini sudah malam loh." ucap tante kiran yang merasa khawatir melihat bella yang notabenya seorang perempuan pulang sendiri.


"Tidak apa tante, bella juga udah biasa pulang malem."


"Yaudah nanti kalau udah sampe kabarin ya."


"Iya tante."


Setelah berpamitan pada kedua orang tua ken, bella pun berjalan keluar dari ruangan menuju lantai bawah.


Setelah berada di luar gadis itu mengeluarkan ponselnya untuk memesan sebuah taksi namun...


Tin....


Sebuah suara klakson bersamaan dengan mobil yang berhenti tepat di depan bella membuat gadis itu mendongak dan menatap kaca mobil yang mulai turun memperlihatkan Sarah yang duduk di dalam bersama Nicholas yang berada di kursi kemudi.


"Naiklah!" Ucap sarah.


"Tapi.. Bukankah rumah kalian tidak searah."


"Kau lupa, hari ini waktunya suami ku untuk berada di rumahmu." dan Arabella kembali terdiam.


Ohh ayolah baru saja Arabella melupakan hal itu dan kini dia di ingatkan kembali pada kenyataan yang seharusnya.


"Cepatlah!"


"Ahh iya." dan pada akhirnya Arabella pun naik ke mobil.


Dan kemudian Nicholas kembali melajukan mobilnya menuju jalanan yang juga ramai dengan kendaraan lainnya.


"Kenapa kekasih mu tidak mengantarkanmu pulang?" tanya sarah sembari menengok ke arah belakang dan Nicholas yang melirik lewat spion depan.

__ADS_1


"Sudah ku bilang dia bukan kekasihku nona." elak bella.


"Hey untuk apa menyembunyikannya, kami tidak keberatannya kok kau memiliki kekasih. Iya kan nick?" ucap sarah mengusap sebelah tangan Nick yang hanya di balas deheman oleh pria itu dengan tangan dan pandangan yang fokus menyetir.


Dan bella hanya menghela nafas pelan dan keheningan tercipta setelahnya di mobil itu.


Sampai Nicholas menyetir mobilnya menuju ke rumah utama milik Nicholas yang berada di perumahan elit yang hanya di huni oleh para pengusaha kaya kelas atas.


"Sudah Nick disini saja, aku tidak mau ibumu melihatnya, yang ada dia akan banyak bertanya nanti." dan mobil pun berhenti tak jauh dari gerbang rumah yang pernah arabella datangi sebelumnya.


Setelah mencium sebelah pipi suaminya sarah pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya sebelum akhirnya berjalan ke arah rumahnya.


"Pindahlah ke depan!" nada dingin terdengar setelah sarah sudah tak terlihat di depan mata.


Sejenak Arabella terdiam sampai Nicholas membalikkan pandangan menatap ke arah gadis yang terlihat tak berniat untuk pindah, "Tunggu apa lagi, aku tidak ingin di anggap seperti supirmu ya."


Dan tanpa banyak bicara dengan cepat Arabella keluar dari pindah duduk di samping Nicholas, Sungguh hanya mendengar nada dingin yang cukup menusuk telinga saja sudah membuat Arabella merinding di buatnya.


Dan hal itu juga tak luput dari pandangan Nicholas yang hanya terkekeh diam-diam melihat raut wajah Arabella yang lagi-lagi seperti seorang anjing yang takut dimarahi majikannya.


...*******...


Hanya membutuh waktu setengah jam sampai mobil Nicholas sampai di pekarangan rumah mereka.


Arabella keluar dari mobil lebih dulu dan membuka pintu untuk mereka masuk ke dalam rumah yang terlihat sangat sunyi seperti biasanya.


"Tidak," jawab, "Apa tuan lapar?" tanya bella balik.


"Lupakan, aku akan membersihkan tubuhku di atas." saat Nicholas akan berjalan Arabella kembali berkata.


"Jika tuan lapar aku bisa memasakan sesuatu untuk tuan," tawar bella menatap Nicholas.


"Kau.. Bisa memasak?" terdengar cukup ragh dari nada bicara Nicholas.


"Aku tidak mungkin menawarkannya jika aku tidak bisa memasak tuan." jawab bella yang terdengar sudah cukup santai.


"Terserah kau." ucap Nicholas yang kemudian berjalan menuju atas.


"Gengsi." Arabella berguman sembari terkekeh kecil melihat ke arah Nicholas yang kini mulai masuk ke dalam kamar.


...*******...


Harum masakan tercium saat Nicholas berjalan menuju ke arah ruang makan, dan pemandangan Arabella yang sedang menyiapkan makanan di meja makan menjadi pemandangan pertama yang Nicholas lihat.


Gadis itu tampak fokus menata masakan dengan celemek yang terpasang di tubuhnya.

__ADS_1


"Ehemm." deheman Nicholas membuat bella tersadar dengan kehadirannya.


"Tuan sudah datang, duduklah!" ucap bella.


Nicholas berjalan sembari menatap semua masakan yang tertata rapi di meja makan, sebuah masakan yang terlihat sangat mengunggah selera.


"Apa ini semua kau yang memasak?" tanyanya dengan nada yang masih tak percaya.


"Apakah disini ada orang lain tuan?"


Tanpa menanggapi ucapan bella Nicholas menarik kursi dan duduk di sana.


"Biar aku ambilkan!" Ucap arabella mengambil piring yang akan Nicholas ambil.


Dan lagi-lagi pandangan laki-laki itu terfokus pada wanita yang tak lain adalah istrinya.


Dulu saat dirinya dan sarah masih belum menikah wanita itu sering memperlakukan dirinya seperti sekarang, melayaninya dengan baik dan membuat Nicholas menjadi sangat mencintai wanita itu, namun... Saat menikah semuanya jadi terasa berbeda. Sarah tidak pernah lagi melayani dirinya bahkan lebih banyak menyuruh pelayan di rumah.


Dan kini di hadapannya ada seorang wanita yang tengah melakukan hal yang sama seperti sarah dulu.


"Ini makanlah tuan." bella menyiapkan hidangan itu di hadapan Nicholas.


"Kalau begitu aku kembali ke atas ya."


Belum satu langkah arabella melangkah suara Nicholas kembali terdengar membuat langkahnya terhenti, "Duduklah!" perintahnya.


"Tapi..."


"Kau istri ku sekarang, tidak bisakah kau menemani suamimu makan."


Istri?


Apa Nicholas benar-benar menganggap dirinya istrinya? Tunggu! Kenapa jantung bella berdetak lebih cepat saat mendengarnya?


"Apa kau tidak mau menemani ku?" dan Arabella kembali tersadar saat suara Nicholas terdengar.


"Tidak... Aku mau." jawab bella dan ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan Nicholas.


Nicholas mulai melahap masakan Bella dan keheningan mulai melanda ruangan itu, hanya ada suara sendok dan garpu yang berdentingan.


...********...


...**Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk sekedar menghargai karya saya yang pertama. ...


...Jika ada salah kata dan penempatan kalimat mohon di maafkan. ...

__ADS_1


...Dan untuk kalian pembaca 'Istri kedua Mr. Billionaire' terimakasih sudah membacanya dan semoga suka ya dengan cerita pertama saya**. ...


__ADS_2