
Pagi itu untuk kedua kalinya Nicholas terbangun di ranjang milik Bella, laki-laki itu terdiam sejenak menatap langit-langit kamar sebelum akhirnya berjalan ke arah kamar mandi.
Tak berselang lama dia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan berjalan ke arah pakaian kantornya yang sudah tergantung di knop lemari.
Di samping pakaian yang di gantung ada sebuah note berwarna kuning dan Nicholas mengambilnya.
'***Hari ini kantorku ada meeting pagi-pagi jadi aku berangkat duluan, pakaian mu sudah ku setrika dan aku juga sudah menyiapkan sarapan untuk mu, jika tidak bisa sarapan kau ambil bekal yang telah ku siapkan disana, jangan melewatkan sarapan.'
...Arabella***....
Begitulah kira pesan di note itu, Nicholas mengambil pakaiannya dengan sebuah senyuman di pagi hari yang menyambut.
...*******...
Siang hari tiba, kini Arabella tengah berjalan menuju ruangan bosnya dengan sebuah nampan yang berisikan makan siang sang bos dan di sebelah tangan bella juga membawa paper bag berisikan bekal yang akan ia makan di country setelah mengantarkan makan siang ini.
Setelah mengetuk pintu arabella masuk ke dalam, disana terlihat dave yang masih sibuk mengurus berkas-berkas di mejanya
Seperti biasa bella akan menaruh makanannya di meja dekat sofa dan pergi setelah itu.
"Apa yang kau bawa bella?" tanya dave menatap ke arah paper bag kecil yang bella bawa.
"Ohh ini bekal makan siangku tuan." jawab bella.
"Kau, membawa bekal ke kantor?"
Dan bella tersenyum tipis, "Iya, aku lebih suka masakanku sendiri dari pada beli ke kantin bawah." jawab bella.
"Kalau begitu bagaimana jika kau makan disini saja? Temani saya." tawar dave dan membuat bella terdiam sejenak.
"Memang... Tidak apa? Takutnya nanti ada orang yang..."
__ADS_1
"Kau tidak perlu takut dengan oramg lain, aku hanya ingin di temani makan." potong dave membuat bella akhirnya mengangguk menyetujui.
"Baiklah." dave tersenyum, laki-laki itu kemudian menutup berkasnya dan ikut bergabung dengan bella di sofa.
"Apa itu masakanmu?" tanya dave menatap tempat bekal bella yang berisi masakan yang menggugah selera.
Bella mengangguk, "Mau mencoba." tawar bella sembari menyodorkan tempat bekal itu.
"Bolehkah?"
"Tentu saja."
Dengan sumpitnya dave pun mengambil salah satu lauk itu dan bella menatap dave yang kini mulai memakannya.
"Emmm.... Lezat." kata dave.
"Apa tuan menyukainya?"
"Bisa saja, tapi mungkin... Aku akan meminta gaji tambahan." bella melucu membuat mereka berdua tertawa bersama dalam ruangan.
......******......
Sore harinya setelah pulang dari bekerja Arabella pergi ke cafe yang biasa ia dan kedua sahabatnya datangi, hari ini memang mereka bertiga sudah janjian untuk bertemu di sore hari setelah beberapa hari tidak bertemu dan saling mengobrol bersama karena kesibukan masing-masing.
"Bella aku sangat merindukan mu." cessa memeluk bella dengan begitu dramatis saat gadis itu baru saja datang ke meja mereka.
Dan bella hanya tersenyum paksa meresponnya.
"Dasar drama." cetus riana.
Dan mereka berdua pun duduk di kursi masing-masing.
__ADS_1
"Sepertinya diantara kita bertiga hanya kau ya yang sangat senggang ces, bahkan kau ada waktu untuk menguplod story di Instagram setiap menit." cetus bella saat mengingat ribuan pemberitahuan dari instagram nya.
Cessa cengengesan meresponnya, "Habisnya aku bosan di kantor, tidak ada teman berbicara ayahku juga menyuruhku untuk tetap disana sampai jam kerja habis, jadinya ya begitu." keluh cessa membuat kedua sahabatnya menggeleng melihat tingkahnya.
"Dan kau, apa kau sudah menemukan teman baru bella? Aku lihat di instastory mu kau sangat asik dengan orang-orang di kantor tempatmu bekerja."
Bella mengangguk sembari mengaduk-ngaduk minuman di hadapannya, "Ya, orang-orang di tempat kerjaku sangat ramah, kami saling mengenal dengan sangat cepat." jawab bella membuat cessa memanyunkan bibirnya.
"Aku sangat iri, bagaimana jika aku pindah saja ke perusahaan mu? Pasti aku tidak akan bosan."
"Dan merepotkan arabella disana." sahut riana yang langsung mendapat tatapan sinis dari cessa.
Cessa berdiri dari tempatnya, "Ahh aku sangat malas denganmu, sudahlah aku akan toilet dulu." dan membalikan badannya dengan manja.
Arabella terkekeh melihat tingkah salah satu sahabatnya itu.
"Bell!" panggil riana membuat bella seketika menengok.
"Hmmm." dehemnya dengan sebelah alis terangkat.
"Apa kau.... Mengenal tuan Nicholas secara pribadi?" pertanyaan tiba-tiba itu membuat bella terbatuk kecil.
"Apa maksudmu? K-kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Arabella dengan sedikit gugup.
"Jawab aku dulu."
"T-tentu saja tidak, bagaimana bisa aku mengenal orang-orang seperti mereka." bohong arabella tersenyum canggung.
"Begitukah? Ohh mungkin aku yang salah."
"Memangnya ada apa?" tanya Bella yang penasaran kenapa tiba-tiba riana menanyakan itu.
__ADS_1
"Sebenarnya kemarin tanpa sengaja aku melihat tuan Nicholas memandang sebuah foto yang sangat mirip denganmu di ponselnya, tapi mungkin aku salah melihat." ucapnya sembari menggaruk belakang tengkuknya dengan penuh kebingungan.