
Arabella melirik ke arah luar saat mobil Nicholas berhenti namun bukannya di rumah bella tapi di parkiran sebuah restoran, "Kenapa tuan berhenti disini?" tanya bella melihat ke arah Nicholas.
"Tentu saja untuk makan." jawab Nicholas mencabut kunci mobilnya.
"Tapi.. Tadi saya sudah makan siang bersama.."
"Aku belum makan siang, jika kau tidak ingin menemaniku kau bisa tunggu disini." Potong nya dengan nada bicara yang tiba-tiba menjadi dingin.
Dan setelah itu Nicholas keluar membuat arabella terdiam atas sikapnya yang tiba-tiba berubah dari hangat menjadi dingin, namun.. Tak berselang lama akhirnya arabella pun keluar dari mobil dan menyusul Nicholas yang sudah berjalan lebih dulu di depannya.
...*******...
Sembari menemani Nicholas yang kini sedang makan Arabella meminum coklat hangat kesukaannya yang beberapa menit lalu ia pesan.
Di meja itu tak ada pembicaraan sama sekali membuat suasana terasa sangat canggung di buatnya, beberapa kali arabella mengetuk-ngetuk jari jemarinya di atas meja dengan kedua kaki bergoyang-goyang di bawah meja untuk mengatasi suasana yang begitu tak mengenakan.
Pikiran berkelana bertanya-tanya ada apa dengam Nicholas? Laki-laki itu berubah sikap menjadi Nicholas yang pertama kali arabella kenal waktu itu dingin dan menakutkan.
__ADS_1
Sepanjang jalan perasaan Arabella tidak melakukan kesalahan apapun padanya, bicara pun arabella tidak sembarangan, tapi kenapa sikap Nicholas seakan-akan menandakan bahwa Arabella telah melakukan suatu kesalahan.
Sampai acara makan dan perjalanan pulang di lanjut lelaki itu masih tetap diam tanpa ada tanda-tanda bahwa akan berbicara.
Tak berselang lama mobil Nick pun sampai di halaman rumah bella, "Tuan, mau mampir atau langsung pulang?" tanya bella basa-basi.
"Mobil siapa itu? Apa kau membawa orang lain ke dalam rumah ini?" bukannya menjawab lelaki itu malah bertanya balik membuat arabella ikut melihat ke arah pandangan Nick yang tertuju pada mobil berwarna biru.
"Ohh itu milik ken, kemarin dia mabuk dan aku mengantarkan nya pulang, lalu orang tua ken menyuruh ku untuk membawa mobilnya karena sudah terlalu malam." jawab bella.
Dan mungkin itu juga penyebab bella mengalami masuk angin.
"Kau minum bersama seorang pria mabuk?" tanya Nick yang kini menatap dirinya dengan tatapan cukup menakutkan.
"T-tidak, aku hanya menemaninya saja." jawab bella dengan gugup.
"Kau menemani dia minum dan mengantarkannya saat sedang mabuk?" Nick melepaskan sealbeatnya dan memajukan tubuhnya mendekati bella, membuat gadis itu mencengkram erat tali selempangnya sendiri.
__ADS_1
"Y-ya."
"Apa yang kau pikirkan, bella?"
"M-maksud tuan? A-aku tak mengerti."
Nick memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya kembali mendudukan dirinya ke posisi semula yang membuat arabella akhirnya bisa bernafas lega.
"Bella, dia laki-laki dan kau perempuan, tidakkah kau takut jika dia bisa saja memperkosamu saat itu." ucap nick dengan nada yang terdengar emosi.
"Tuan tenang saja, dia ken sahabat ku dan aku percaya dia tidak akan berani melajukan hal yang macam-macam padaku." sanggah bella.
"Arabella, orang mabuk tidak akan pernah sadar apa yang mereka lakukan meskipun itu pada sahabatnya sendiri." Nick menatap bella dengan pandangan yang di penuhi emosi.
"Tapi... "
"Sudahlah, lebih baik kau keluar sekarang, aku akan menjemput sarah." Potong nick dan Arabella pun mengangguk pelan.
__ADS_1
Nick melajukan mobilnya saat arabella keluar dari mobil.