
2 hari kemudian....
Biasanya seorang wanita akan nampak bahagia saat menghadapi sebuah pernikahan, namun itu tidak terjadi pada arabella yang hari ini akan melepaskan status lajangnya untuk menjadi seorang istri kedua dari seorang pria yang sangat di kenal banyak orang.
Gaun putih polos itu terlihat indah di tubuhnya, make up natural yang menghiasi wajahnya membuat dirinya semakin tampak elegan dengan rambutnya yang dibiarkan terurai. Namun sayang senyuman bahagia yang seharusnya menghiasi wajahnya malah tergantikan dengan senyuman miris dan kesedihan.
"Arabella cepatlah!! Semua orang sudah menunggumu." ucap joana-saudara tiri arabella dari balik pintu.
"Iya sebentar." arabella memandang kembali dirinya dicermin, hembusan nafas berat kembali terdengar dari mulutnya sebelum akhirnya berdiri dan keluar dari ruangan itu.
Saat membuka pintu ruangan yang akan menjadi saksi pernikahan bella semua orang mulai melihatnya, salah satunya dia pemilik bola mata biru dengan wajah datar.
Untuk pertama kalinya bella melihatnya secara langsung, Nicholas Winston.
Wajahnya nampak datar tanpa ekpresi, dengan tubuh tegap dan kekar di balik jas hitam yang membuat sangat tampan.
"Bella cepatlah jalan!" bisikan sasmita dari tempat duduk yang membuat arabella mengalihkan tatapannya.
Dengan langkah pelan bella pun mulai berjalan ke depan, dimana seorang nichola berdiri bersama seorang laki-laki yang akan menikahkah mereka.
Disana tidak ada satupun teman bella yang terlihat, hanya ada saudara, ibunya dan beberapa saksi yang bella pun tak mengenali siapa mereka.
Sebuah uluran tangan kekar menyambut bella yang ternyata adalah milik Nicholas.
Sejanak bella terdiam dengan keraguan dan pada akhirnya bella pun menyambut uluran tangan yang terasa lebih dingin dari dirinya dan berdiri di sebelah Nicholas dengan sangat gugup.
"Baiklah karena kedua mempelai sudah datang mari kita mulai acaranya." kata seorang laki-laki yang akan menikahkan bella dengan Nicholas.
__ADS_1
Dan saat itulah masa lajang bella berakhir sampai disini, saat sang mempelai wanita dan pria mulai mengucap janji setia seumur hidup, dengan cincin dan ciuman di kening yang menjadi saksi bahwa mereka kini sudah terikat sebagai sepasang suami istri.
...*****...
20:00
Malam itu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya, tidak ada buku, film kesukaan ataupun cemilan yang biasanya selalu menemani malam sunyi arabella.
Rasa gugup dan tak tenang begitu terpancar dari wajah arabella yang saat ini tengah terduduk di ranjang sebuah kamar.
Tadi setelah acara pernikahan yang cukup sederhana selesai arabella di tunjukan oleh sarah pada rumah yang akan di tinggalinya, sebuah rumah berlantai dua dengan gaya klasik yang cukup besar bagi arabella yang hanya tinggal seorang diri itu.
Namun bukan itu yang menjadi masalahnya sekarang tapi keberadaan Nicholas lah yang membuat arabella nampak tak tenang dibuatnya.
Ya, malam ini di rumah baru itu hanya ada Arabella dan juga Nicholas yang kini tengah membersihkan dirinya di dalam kamar mandi, suara gemricik air yang mulai berhenti membuat arabella semakin merasa gugup.
Gadis itu mulai menarik selimutnya dan membaringkan tubuhnya dengan menghadap samping.
Arabella tersentak saat selimut yang menutupi tubuhnya tertarik dengan cukup keras yang ternyata adalah Nicholas pelakunya, "Aku disini tidak untuk menemanimu berpura-pura tidur." ucapnya yang terdengar tidak bersahabat.
Membuat arabella pada akhirnya membuka matanya kembali, "Maaf." lirihnya dengan tubuh yang kembali duduk dan kepala menunduk menatap jari-jarinya yang kini mulai bermain-main sendiri.
Tanpa menghiraukan ucapan bella Nicholas berjalan dengan tubuh yang hanya dibalut handuk dan menampilkan tubuh atletisnya yang cukup kekar dan putih.
Degup jantung arabella dibuat tak karuan saat Nicholas mematikan lampu kamar yang hanya menyisakan cahaya rembulan yang masuk dari celah-celah jendela kamar.
"Aku tidak suka membuang-buang waktu ku." ucapnya dan tanpa aba-aba lelaki yang sudah sah menjadi suami arabella itu menaiki ranjang yang membuat arabella mencengkram kuat pakaiannya.
__ADS_1
Kaki arabella ditarik dalam satu hentakan membuat tubuh'nya lagi-lagi tersentak di buatnya.
Aroma tubuh yang maskulin, otot-ototn yang begitu sexy dan juga wajah yabg sangat tampan begitu terpampang jelas oleh arabella yang saat ini berada dibawah tubuh Nicholas Winston. Laki-laki yang menjadi incaran banyak wanita meskipun sudah memiliki seorang istri.
"Jika bukan karena sarah yang memaksa, aku tidak akan mungkin mau menghabiskan waktu ku denganmu." bella memalingkan wajahnya saat perkataan yang begitu menusuk itu terdengar di telinganya.
Bukan hanya Nicholas, jika bukan karena ayahnya bella juga tidak ingin berada disini, menghabiskan waktunya bersama laki-laki beristri yang tak pernah sedikit pun bella kenal.
Bella menelan air liurnya sendiri saat satu tangan Nicholas mengunci kedua tangan arabella di atas kepalanya, keringat dingin mulai membajiri pelipisnya saat Nicholas mulai menelusupkan wajahnya di sela-sela leher bella.
Bella memberontak saat sebuah kecupan basah terasa di lehernya, kedua tangannya dengan segera menahan dada Nicholas, "Tunggu!!"
"Ini.... Ini terlalu mendadak, a-aku belum siap. Bisakah kita tidak melakukannya malam ini." bella dengan kegugupannya berbicara.
Nicholas masih tetap sama dengan posisinya, wajahnya masih belum berpindah dari leher arabella namun bibirnya sudah tidak lagi menyentuh kulit leher gadis yang saat ini tengah dilanda rasa gugup yang sangat amat tinggi.
Sampai akhirnya helaan nafas lega keluar dari mulut Arabella saat Nicholas mengangkat kembali tubuhnya dan menjauh dari bella.
Tanpa berbicara sepatahkata apapun Nicholas membenarkan kembali handuknya yang hampir terlempas dab keluar dari kamar, meninggal arabella yang saat ini masih terbaring dengan dada naik turun.
Bella menyentuh kulit lehernya dengan sebelah tangan, rasa geli yang sempat bella rasakan dari lidah Nicholas begitu jelas teringat dalam benaknya yang membuat jantungnya berpacu lebih cepat, lalu bagaimana nanti? Sekarang bella mungkin masih bisa menghindar, lalu nanti? Ahhh entahlah bella pun tak tahu itu.
Yang terpenting sekarang dia masih bisa menggunakan waktunya yang entah diberi sampai kapan oleh Nicholas tapi Setidaknya itu mungkin lebih dari cukup untuk Arabella mempersiapkan dirinya sendiri melayani Nicholas sebagai seorang istri.
...******...
Buat kalian yang suka dengan cerita ini jangan lupa, like, vote and comment untuk sekedar menghargai penulis.
__ADS_1
Dan jika ada kesalahan kata maupun tanda baca kalian bisa kasih saran di kolom komentar apapun itu pasti akan saya perbaiki sebisa mungkin, karena disini juga saya masih belajar untuk memperindah tulisan dan juga cerita yang sedang saya buat.
Sekali lagi untuk kalian para pembaca 'Istri kedua Mr. Billionaire' terimakasih dan beri vote and comment untuk menyemangati saya sebagai penulis.