Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Hari Pertama magang


__ADS_3

Singkat waktu, dan tepat hari ini hari dimana untuk pertama kalinya arabella akan melangsungkan masa magang dan belajar bekerja di perusahaan.


Dengan setelan yang cukup simple arabella berdiri memandang perusahaan yang akan menjadi tempatnya bekerja, seperti biasa arabella menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya masuk ke dalam.


Dengan ramah arabella menyapa para staff disana untuk memberikan kesan keramahannya.


"Nona bella." langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita memanggil namanya dan berjalan ke arah dirinya berada.


"Iya saya."


"Perkenalkan saya risa secretaris tuan dave." ucapnya sembari mengulurkan tangannya yang dengan segera bella jabat.


"Saya arabella."


"Saya di tugaskan tuan dave untuk mengantarkan nona ke ruangan yang akan menjadi tempat anda bekerja."


"Ohh ya terimakasih."


"Lewat sini nona." dengan sangat anggun risa berjalan menuntun bella ke arah lift dan menekan tombol lantai yang sama seperti dulu ia ke lantai dimana ruangan ceo berada.


Risa mengajak bella ke sebuah ruangan yang tak jauh dari ruangan dave berada, disana ruangan cukup luas dengan dinding kaca yang menjadi penghalangnya. Meja, kursi dan satu sofa sudah berada disana.


"Apa ini ruangan ku seorang?" tanya bella dengan pandangan melihat-lihat sekitar yang hanya


"Tentu nona, karena ruangan ini yang paling dekat dengan ruangan tuan dave jadi akan memudahkan kalian jadi tuan dave membutuhkan anda." ucapnya yang di angguki oleh bella.


"Sebagai seorang asisten saya akan memberitahu beberapa hal yang harus kamu lakukan di sini."


Arabella memperhatikan sang secretaris yang berjalan ke arah jendela kaca dengan membelakanginya, "Pertama kau harus berangkat lebih pagi sebelum tuan dave dan buatkan secangkir coffee di mejanya untuk dia minum saat datang nanti."


"Lalu saat makan siang kau belikan makanan untuk tuan dave karena dia tidak suka keluar untuk mencari makan," ucapnya yang dengan siap siaga bella catat di buku note'nya agar tidak lupa.


Risa membalikan tubuhnya, "Hanya itu saja, dan semoga kau bisa dengan baik memanfaatkan masa magangmu bella."


"Siap nona."


"Kalau begitu aku akan kembali, jika butuh sesuatu kau bisa datang ke ruangan ku." ucapnya sebelum akhirnya pergi dari euangan bella.


...******...


Sementara di tempat lain sebuah mobil hitam berhenti di depan sebuah gedung perusahaan dan saat pintu terbuka tampaklah seorang Nicholas yang mulai keluar dari mobil.


Para penjaga dan juga staff membungkukan tubuhnya saat Nicholas berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Senyuman dan sapaan orang-orang hanya Nicholas balas dengan wajah datar tanpa ekpresi, hal yang sudah biasa dilihat oleh mereka.

__ADS_1


Nicholas berjalan masuk ke dalam lift khusus untuk dirinya sendiri dan pergi ke ruangannya di lantai paling atas.


Tok tok tok....


Baru saja dirinya mendudukan tubuhnya di kursi seseorang mengetuk pintu.


"Masuklah!!" ucapnya.


Dan seorang karyawan laki-laki bername tag adi pun masuk ke dalam.


"Maaf mengganggu sir, para mahasiswa magang sudah datang kemari." beritahu adi.


Nicholas yang tadinya tidak berminat kini menatap ke arah adi, "Suruh mereka masuk!" perintah nya.


"Baik sir."


Sekepergiannya Adi Nicholas membenarkan dasi dan pakaiannya yang sudah cukup rapi, laki-laki itu berdehem saat pintu kembali terbuka dan para mahasiswa magang mulai berdatangan satu persatu.


Dengan gayanya yang sok angkuh Nicholas berdiri dan berjalan ke hadapan para calon karyawannya yang kini berdiri dengan pandangan menunduk.


Satu persatu Nicholas memandang mereka, sampai keningnya berkerut saat tak melihat keberadaan wanita yang di kenalnya, "Adi!" panggilnya.


"Iya sir."


"Sudah semua sir." Nicholas kembali melihatnya dan sosok wanitanya tidak terlihat sama sekali.


"Kenapa hanya ada sebelas? Bukankah semuanya ada dua belas mahasiswa?"


Adi kembali mengingat-ngingat, "Ohh iya saya lupa, sebenarnya ada satu mahasiswa dari kampus +++ yang menolak untuk magang disini."


Ekpresi wajah Nicholas berubah, laki-laki itu menatap adi dengan garis wajah mengkerut, "Menolak?" beonya. "Kenapa?"


"Maaf sir saya kurang tahu."


"Ya sudah, kau bawa mereka semua untuk berkeliling sekarang." perintah Nicholas lagi sembari kembali ke tempat duduknya.


"Anda tidak ingin mengucapkan sesuatu pada mereka?" tanya adi.


"Tidak."


"Baik sir, kalau begitu saya permisi untuk membawa mereka."


Nicholas terdiam di ruangannya, dengan banyak pertanyaan yang terbesit di kepalanya.


Banyak dari orang di luar sana memimpikan bekerja di perusahaan Nicholas, memiliki gaji yang sangat besar, fasilitas yang di sediakan kantor untuk para pegawainya dan masih banyak hal lain yang membuat orang-orang begitu mendambakan bekerja disana.

__ADS_1


Namun, kenapa arabella menolaknya? Padahal Nicholas bisa dengan mudah memperkerjakan arabella tanpa seleksi seperti para magang lainnya, apa bekerja di perusahaannya sama sekali tidak menarik untuk Arabella?.


...******...


"Permisi tuan." bella mengetuk dan membuka pintu ruangan bosnya.


"Bella, masuklah." perintah sang bos sembari menutup berkas yang berada di tangannya.


"Ini makan siang anda tuan, mau di taruh dimana?"


"Ohh, taruhlah disana." tunjuk dave ke arah sofa dengan meja yang terletak di pojok.


Bella mengangguk dan mulai berjalan ke arah meja disana, dengan telaten bella menaruh makanan itu di piring yang ia bawa dari bawah tadi


"Bagaimana hari pertama mu bekerja?" tanya dave yang kini berjalan dan duduk di sofa.


"Emm.. Cukup menyenangkan." jawab bella dengan canggung.


"Kau tidak akan bilang begitu jika sudah merasakan tugas yang menumpuk." ucap dave.


"Benar tuan, maka dari itu bisakah kau mulai beri aku tugas. Sudah berjam-jam aku duduk di ruangan tanpa melakukan apapun." keluh bella membuat dave terkekeh pelan.


"Baru kali ini aku melihat pegawai yang ingin segera mengerjakan tugas," guman dave.


"Karena sangat bosan jika tidak melakukan apapun."


"Kau ambilah berkas kuning disana." ucap dave menunjuk pada meja kerjanya yang di penuhi dengan beberapa kertas dokumen.


Dengan cepat bella mengambilnya, "Disana ada data-data yang cukup berantakan dan kalau bisa tolomg kau perbaiki sesuai demgan tanggal dan waktunya."


Senyuman di wajahnya terlihat, karena setelah duduk dan tak melakukan apapun dari pagi akhirnya arabella bisa mengerjakan sesuatu yang membuat rasa bosannya mungkin akan menghilang.


"Baiklah tuan, kalau begitu saya akan kembali ke ruangan. Nikmati makanan anda tuan." ucap bella dengan raut wajah yang sangat bahagia.


Dan dave lagi-lagi terkekeh geli setelah arabella keluar dengan membawa berkas di tangannya.


Gadis itu seperti seorang anak kecil yang sehabis diberi hadiah oleh orang lain.


...******...


...***Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk menghargai saya sebagai seorang penulis. ...


...Dan jika ada kesalahan kata maupun tanda baca mohon dimaafkan. ...


...Sekali lagi untuk para pembaca 'Istri kedua Mr. Billionaire' terimakasih dan semoga selalu suka dengan karya tulis saya***. ...

__ADS_1


__ADS_2