Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Kegugupan bella


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat, pagi ini di kediaman keluarga Winston para pembantu tengah sibuk melayani para majikan'nya yang sedang menikmati sarapan di meja makan, suara sendok dan garpu yang beradu terdengar di ruangan itu.


"Mama liat akhir-akhir ini kamu sering sekali pulang dini hari, Apa pekerjaan mu begitu banyak nicho?" tanya sang mama memecah keheningan pagi itu.


"Ada proyek besar jadi nicho harus lembur agar cepat selesai." jawab Nicholas dengan tangan yang masih mengaduk-ngaduk makanan di depannya.


"Nicho Nicho, untuk apa punya banyak karyawan jika pekerjaan seperti itu saja masih kau kerjakan sendirian."


"Bukan begitu ma."


"Lantas kapan mama memiliki cucu jika kau terus saja memikirkan pekerjaan mu dan satunya lagi enak-enakan kelayaban gak jelas bersama teman-teman'nya." sindiran pedas itu seketika membuat Nicholas terdiam dan sarah yang sedari tadi diam kini mulai menjatuhkan sendok di tangannya ke atas piring.


"Ma, bisa tidak sehari saja jangan membahasnya, kami juga seperti mama ingin memiliki seorang momongan dan kami juga sudah berusaha dengan segala cara. Jadi bisakah mama stop menyalahkan aku seolah-olah disini akulah yang bersalah." ucap sarah dengan nada yang di tinggikan tanpa takut bahwa yang dihadapinya adalah ibu mertuanya sendiri.


"Jadi kau menyalahkan mama."


"Sudah cukup!! Ini masih pagi, tidak bisakah kalian untuk tetap tenang menikmati sarapan." lerai Nicholas.


Tanpa bicara sarah berdiri dan pergi dari ruang makan.


"Lihatlah istri mu, semakin hari sopan santun'nya semakin hilang,"


Terdengar kembali suara kursi yang terdorong dan di ikuti dengan sang mama yang ikut berdiri, "Sudahlah, mood mama sudah hilang untuk menikmati sarapan." dan pergi meninggalkan Nicholas yang kini mulai menyandarkan tubuhnya di kursi.


Perdebatan yang berakhir dengan sebuah pertengkaran bukan'lah hal yang aneh di rumah ini bahkan para pembantu sekalipun sudah tak heran melihat hal-hal seperti tadi.


Bahkan sudah menjadi pemandangan setiap hari di rumah ini, dimana sang mertua akan menyindir tentang seorang anak pada sang menantu yang memiliki sifat mudah marah yang berakhir dengan sebuah Perdebatan.


...*******...


Prank...


Sarah membanting semua barang-barang di sekitarnya membuat suasana kamar yang tadinya sangat rapih kini menjadi seperti kapal pecah dengan barang-barang yang ada dimana-mana.

__ADS_1


Dadanya naik turun seiring dengan nafasnya yang tak beraturan, kedua tangannya mengepal dengan matanya yang cukup jelas memperlihatkan bahwa dia sudah berada di puncak kemarahan.


"Sudahlah sar, lihatlah sudah berapa alat make up dan parfum yang kau pecahkan minggu ini." ucap Nicholas yang kini mulai masuk dan menutup pintu kamar.


"Aku lelah Nic, ibumu terus saja berbicara seolah-olah akulah yang salah dalam semua hal, tidak hanya anak dia bahkan terus menyalahkan aku hanya karena aku bermain bersama teman-teman ku," sarah melangkah dan mendudukan dirinya di ranjang, "Aku juga'kan bosan terus berada di rumah."


Nicholas berjalan mendekati istrinya dan duduk di sebelah dengan kedua tangan mengusap pundak sarah, "Kau tidak perlu masukan hati ucapan mama, kau kan tahu sendiri bagaimana sifat mama."


"Tapi nick, jika setiap hari begini terus yang ada kuping ku sakit mendengar ocehannya."


"Lalu mau'nya kayak gimana?"


Sarah memegang kedua tangan Nicholas dengan tubuh yang kini menghadap ke arahnya, "Lebih seringlah temui Arabella, mungkin saja jika kalian sering melakukan'nya bella akan lebih cepat mengandung anak kita."


Dan kini Nicholas mulai melepaskan tangan sarah dan berjalan ke arah jendela kamar, "Bagaimana bisa kau menyuruh suami mu sendiri untuk sering mengunjungi wanita lain, tidak'kah kau merasa cemburu? Atau jangan-jangan kau sudah tidak mencintaiku?"


Sarah menyusul Nicholas dan memeluk pria itu dari belakang, "Bukan begitu Nick, wanita mana sih yang tidak cemburu jika melihat suaminya bersama wanita lain? Tidak ada Nick. Namun ini semua demi kebaikan kita, untuk keluarga kita. Please!!"


Nick memegang tangan sarah, "Mau bagaimana lagi." ucapnya dan sarah pun tersenyum senang.


Sore hari tiba, kini di rumah sakit Arabella tengah sibuk menyuapi sang ayah yang masih belum memiliki tenaga hanya untuk sekedar bergerak sedikit pun.


"Bella tidak lelah apa, Setiap hari bolak-balik kesini?" tanya sang ayah di sela-sela mengunyahnya.


"Ayah tidak perlu khawatir, bella sama sekali gak lelah bolak-balik sini, malah bella seneng setiap hari bisa liat ayah." bella tersenyum menatap sang ayah yang melihatnya dengan penuh tatapan haru.


"Makasih sayang, ayah senang punya bella di samping ayah."


"Bella juga seneng punya ayah yang selalu sayang sama bella." balasnya sembari memeluk tubuh sang ayah dengan penuh kasih sayang.


"Udah sore, sebaiknya kamu pulang sekarang. Bahaya anak gadis pulang malem-malem." ucap sang ayah setelah pelukan bella lepas.


"Ayah gak papa sendiri? Atau mau aku panggilin ibu buat temenin ayah?"

__ADS_1


"Jangan! Kasihan ibumu pasti lelah, udah ayah mah gak papa sendiri juga, kan ada suster disini."


"Yaudah, kalau begitu bella pamit pulang ya yah?"


"Hati-hati di jalannya."


"Iya."


Setelah mencium pipi sang ayah Arabella pun pergi dari sana.


Ting.


Langkahnya terhenti saat suara notice ponsel'nya berbunyi.


Dan seketika raut wajah ceria Arabella berubah seketika.


***From : nona sarah.


Nanti malam suamiku akan kerumahmu, jadi jangan kemana-mana***.


Sudah dua hari sejak kejadian malam itu memang Nicholas belum kembali lagi kerumah Arabella dan sekarang setelah dua hari dia akan kembali lagi.


Dua hari itu pula memang Arabella sudah mempersiapkan dirinya, menerima bahwa semua ini memang harus ia lakukan, mulai dari dirinya yang sudah menikah sekarang, dan juga menerima keadaan bahwa Nicholas sudah menjadi suaminya.


Namun...Apakah bella sudah siap untuk melakukan hal yang dilakukan suami istri pada umumnya sekarang? Ahhh sungguh berada di ruangan yang sama bersama Nicholas saja bella sangat gugup, apalagi melakukan hal lebih lainnya, apa bella bisa?.


Dan apa yang harus pertama ia lakukan saat Nicholas datang? Tidak mungkin'kan bella berdiam diri sembari menunggu dirinya di apakan oleh Nicholas, itu sama saja seperti bella memang menginginkan untuk di sentuh Nicholas.


...*******...


...***Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk menghargai karya saya. ...


...Dan seperti biasa jika ada kesalahan kata mohon di maafkan dan silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar agar saya bisa memperbaiki tulisan saya. ...

__ADS_1


...Dan juga terima kasih untuk kalian yang memang suka dengan karya pertama saya dan mau memberikan vote'nya untuk membantu cerita saya agar masuk rank itu sudah lebih dari cukup***....


__ADS_2