Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Merindukan tubuh mu


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan sangat cepat, bella begitu menikmati harinya bersama sang ayah sampai waktu untuknya tinggal di rumah pun habis dan bella mau tak mau harus kembali pulang ke rumahnya yang sekarang.


Dengan membawa tas kecil yang berisikan baju-baju dirinya arabella menuruni tangga bersama sang ayah yang kini sudah bisa berdiri dan jalan.


"Sering-sering kesini jenguk ayah." ucap sang ayah saat mereka sampai di depan pintu rumah.


Bella memegang kedua tangan sang ayah sembari tersenyum. "iya ayah, nanti bella usahakan buat sering kesini."


Bella di tarik dan di peluk sang ayah sembari mencium dengan penuh kasih sayang kepala putrinya, dan bella membalas pelukan sang ayah sembari memejamkan matanya merasakan kehangatan yang tak akan pernah ia dapatkan dari laki-laki manapun.


"Jaga makanmu dan istirahat yang benar, ayah tidak mau jika nanti kamu bekerja dan malah sakit." pesan sang ayah sembari mengusap puncak rambut putrinya.


"Iya ayah."


Tinn...


Taksi yang di pesan Arabella datang.


"Kalau begitu bella pergi sekarang ya yah." pamit bella dan sang ayah pun mengangguk.


"Kabari jika sudah sampai."


"dah ayah."


Arabella berjalan dan masuk ke dalam mobil.


"Jalan sekarang nona?"


"Iya."


Dan sang supir pun mulai menjalankan taksinya.

__ADS_1


Namun....


Cittt....


Sebuah mobil tiba-tiba datang dari arah belakang dan berhenti tepat di depan mobil taksi membuat sang supir mengerem mobilnya secara mendadak.


"Ada apa pak?" tanya bella sembari mengusap keningnya yang terpentok dengan kursi di depan.


"Ada mobil yang tiba-tiba berhenti non."


Arabella menatap ke arah depan dan refleks gadis itu menutup mulutnya saat melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


"T-tuan Nicholas?"


Nicholas berjalan ke arah taksi dan mengetuk kaca mobil itu dan dengan cepat bella membukanya dan keluar dari sana.


"Tuan Nicholas, bagaimana anda bisa disini? Bagaimana jika ada yang melihatnya?" bella bertanya dengan pandangan menatap ke arah sekeliling.


Tanpa basa-basi Nicholas mengambil tas bella yang berada di jok belakang dan menarik tangan gadis itu masuk ke dalam mobilnya.


"Kenapa anda bisa berada disini tuan?" tanya bella setelah Nicholas masuk dan melajukan mobilnya.


"Sarah memberitahu ku bahwa hari ini kau pulang dan kebetulan aku sedang berada di daerah sini jadi sekalian menjemputmu." jawabnya dengan wajah datar.


"Benarkah? Lalu dari mana anda tahu rumah saya disini?" Nicholas terdiam saat mendengar pertanyaan gadis itu.


Wajahnya tampak tak tenang, "Emm... Aku.. Aku tadi melihat mu keluar dari rumah itu makanya aku tahu." jawab Nicholas.


Dan Arabella pun mengangguk mengerti, "Maaf jika merepotkan." ucapnya.


Dan Nicholas tidak berbicara.

__ADS_1


...******...


Mereka sampai di rumah, arabella Segera turun dengan membawa tasnya di susul dengan Nicholas.


Gadis itu membuka pintu dan masuk ke dalam.


Tubuhnya tersentak kaget saat tiba-tiba Nicholas menarik tangannya dan mengurung dirinya di balik pintu yang sudah tertutup rapat.


"T-tuan kenapa?" tanya bella menatap bola mata Nicholas yang kini berubah menjadi penuh dengan gairah.


"Bisakah kita melakukan sekarang, aku menginginkannya."


Arabella menelan salivanya sendiri, "Tapi ini masih sor..."


Tanpa sempat menyelesaikan ucapannya Nicholas memangut bibir Arabella dan melahapnya dengan sangat agresif membuat arabella yang tak siap pun kewalahan dan mendorong tubuh Nicholas dengan tenaganya.


Dan perlawanan arabella berhasil, Nicholas berhenti menciumnya.


Kening mereka sama-sama tertempel dengan suara nafas mereka yang saling bersahutan akibat perbuatan Nicholas yang bruntal.


"Please bella!" mendengar Nicholas memohon untuk pertama kalinya membuat arabella terdiam sejenak.


"Baiklah." Arabella mengalungkan kedua lengannya di leher Nicholas dan mencium laki-laki itu lebih dulu, tanpa menunggu lama Nicholas membalas ciuman Arabella dan mengangkat tubuh ringan gadis itu yang dengan refleks mengalungkan kakinya di tubuh Nicholas.


Laki-laki itu membawa Arabella ke atas masuk ke dalam kamarnya, dia menutup pintu dengan kakinya.


Nicholas menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang dengan pangutan bibir mereka yang tak pernah di lepaskan.


Nicholas melepaskan pakaiannya dan juga pakaian bella dan melemparkannya ke sembarang arah.


Gadis itu terus mengerang saat Nicholas ******* bagian dirinya yang sensitiv, dan hal itu juga yang membuat Nicholas semakin semangat untuk menyentuh setiap inci tubuh gadis itu.

__ADS_1


Sepertinya beberapa hari berpisah dengan bella membuat Nicholas tidak sabar untuk merasakan kembali tubuh gadis itu dan sepertinya juga Nicholas sudah mulai terobsesi dengan tubuh bella, sampai laki-laki itu sama sekali tidak berhenti bahkan sedetik hanya untuk merasakan setiap inci kulit wanita itu.


__ADS_2