
Suara burung berkicau pertanda pagi sudah mulai datang, di celah-celah gorden yang masih tertutup itu sebuah sinar matahari masuk menyinari wajah Arabella yang kini mulai membuka matanya.
Gadis itu masih terdiam dengan posisi menatap ke langit-langit, merasakan otot-otot tubuhnya yang terasa sakit di tambah pengar dan pusing di kepalanya.
Dengan perlahan Bella mendudukan dirinya dengan bersender di kepala ranjang, tubuhnya yang hanya di tutupi selimut tanpa ada pakaian yang berada di tubuhnya kembali mengingatkan dirinya kejadian semalam.
Meskipun Bella hanya mengingat separuh tapi bella tahu dia sudah melakukannya dengan Nicholas, terbukti dari bercak merah di tubuhnya dan juga rasa perih di sekitar selangkangannya.
Dan Nicholas? Melihat dari baju dan kunci mobil yang sudah tidak ada di atas nakas membuat bella yakin pasti dia sudah pergi pagi-pagi tadi, seperti kemarin.
Ahh entah kenapa hal seperti ini malah mengingatkan bella pada wanita bayaran yang akan di tinggal setelah melakukan hubungan intim.
Apa bella juga termasuk? Entahlah.
Helaan nafas terdengar, dengan wajah menahan rasa perih bella berdiri dan melangkah menuju kamar mandi dengan selimut yang masih ia pegang dengan erat.
Pagi ini dia masih harus melihat ayahnya dan pergi kuliah.
...*******...
Di sisi lain ada Nicholas yang tengah berkutat dengan semua kerjaannya.
Tok tok..
"Masuklah!!" ucap Nicholas tanpa mengalihkan padangannya dari berkas-berkas di tangannya.
Pintu pun terbuka dan sesosok wanita anggun dengan pakaian yang serba ketat yang tak lain adalah secretaris disana datang dengan membawa berkas lain di tangannya.
"Tuan ini daftar para mahasiswa yang terpilih tahun ini, anda bisa melihatnya jika ada mahasiswa yang tidak cocok bagi anda." ucap sang secretaris menaruh berkas yang di bawanya.
'Winston company'
Perusahaan besar yang tak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya, banyak seleksi ketat dan juga persyaratan yang harus di lakukan untuk bekerja di perusahaan itu.
Dan perusahaan juga telah bekerja sama dengan salah satu kampus beberapa kampus untuk memperkerjakan para mahasiswa terbaik disana.
Dan setiap tahun para mahasiswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan akan di rekomendasi'kan oleh perusahaan seperti hal'nya saat ini.
Nicholas mengambil berkas itu dan mulai membaca satu persatu data para mahasiswa disana.
Halaman demi halaman laki-laki itu membukanya, sampai tangannya berhenti menatap data salah satu mahasiswa yang membuat sedikit tertarik.
'Arabella claritta adelina'
Tanpa sadar laki-laki itu menyentuh foto bella yang terpampang di berkas itu dan menatapnya tanpa berkedip.
Ingatan-ingatan semalam kembali terngiang di kepalanya, tentang ekpresi gugup gadis itu saat berada dekat dengan Nicholas dan perubahan drastis'nya saat sudah mabuk.
Arabella mengingatkan dirinya pada seana, adik perempuannya yang meninggal dua tahun yang lalu. Sangat pendiam dan kepalanya selalu tertunduk saat berada satu ruangan dengan Nicholas, bahkan saking pendiamnya seana hanya akan mengangguk dan menggelengkan kepalanya saat Nicholas berbicara.
__ADS_1
Seperti seorang anjing yang takut pada majikannya.
"Tuan apakah ada yang lucu?" tanya secretaris itu saat tanpa sengaja melihat bosnya yang terkenal dengan wajah datar kini tersenyum tipis melihat berkas yang dia berikan.
Dan Nicholas dengan cepat berubah dengan ekpresi datarnya kembali, dia menutup kembali berkas itu, "Ehemm.. Tidak ada, dan ini." Nicholas memberikan kembali berkas itu.
"Kapan acara seleksi ini di mulai?" tanya Nicholas.
"Seperti biasa tuan, dua bulan sebelum acara kelulusan dan mungkin jika tidak ada halangan apapun kita akan melakukan penyeleksian seminggu lagi."
"Baiklah ku serahkan semuanya padamu."
"Baik tuan, kalau begitu saya undur diri."
"Hmmm."
Setelah kepergian sang secretaris, Nicholas kembali ke pekerjaan dengan sudut bibir yang tertarik ke atas memperlihatkan sebuah smirk yang entah sedang memikirkan apa.
...*******...
Kembali lagi ke Arabella, kini gadis itu tengah duduk di salah satu meja kantin di kampus bersama dengan kedua temannya yang kini fokus melihat ponsel masing-masing.
"Sepertinya orang-orang sedang bergosip di grup kampus." gurau bella melihat ponselnya yang terus memberikan notice pesan.
"Dan Cessa salah satunya." celutuk riana.
"Kalian para wanita membosankan tidak akan pernah tahu asiknya bergosip." Ketus Cessa sembari menikmati minuman yang di pesannya.
"Tidak, karena kami bukan wanita asik yang suka bergosip." potong riana yang membuat cessa menatap sinis ke arahnya tanpa riana pedulikan.
"Sudah, jangan mulai!" Ucap bella yang sudah tahu kebiasaan kedua sahabatnya.
"Kau tahu perusahaan Company Winston?" Tanya cessa menatap bella.
"Winston? Perusahaan Nicholas Winston?"
"Yap." cessa menjentikan jarinya.
"Setiap tahun para mahasiswa ekonomi yang terpilih akan di rekomendasi untuk mencoba bekerja di perusahaan itu dan jika mereka yang di rekomendasi mampu menyelesaikan seleksi disana selama sebulan maka mahasiswa itu akan bisa bekerja disana."
"Terpilih? Maksud mu yang seperti...?"
"Berbakat tentunya." jawab cessa dengan cepat.
"Mereka yang bekerja disana pasti sangat beruntung, setiap hari bisa bertemu Nicholas dan melihat wajahnya yang sangat tampan, ahhh aku iriiiii" ucap cessa dengan bibir yang mengerucut.
"Pantas saja nilaimu hancur semua karena di otakmu hanya ada laki-laki dan laki-laki." sindir riana tanpa memalingkan pandangan dari ponsel.
"Ya suka-suka dong."
__ADS_1
"TEST..."
Sebuah suara dari arah kantor dosen terdengar membuat semua para mahasiswa terdiam dalam sekejap.
"*UNTUK PARA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI YANG DISEBUTKAN NAMANYA HARAP MENGHADAP KE KANTOR SEKARANG JUGA!!"
"STEVE ALBERT KEITH"
"TAYLOR CALONDRIA"
"MICHAEL ARLONA"
"RIANA AMORA SALVADI"
"BRYAN SMITH"
"ARABELLA ClARITA ADELINA*"
Dan nama arabella menjadi yang terakhir di sebutkan.
"Astaga! Sepertinya kalian menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih." cessa mulai heboh dengan dirinya sendiri.
"Benarkah? Kurasa bukan itu." ucap bella dengan ragu.
"Tentu bella, kaukan salah satu mahasiswa dengan nilai tertinggi." yakin cessa memegang sebelah bahu bella.
"Kita tidak akan tahu jika kita hanya berdiam disini dengan semua rasa penasaran." riana berdiri, "Ayo bell kita kesana sekarang!!"
"Emm Baiklah." dengan masih ada keraguan bella mengambil tas selempangnya, "Cess kita duluan."
"Cepat kembali dan beritahu aku, oke?"
"Oke."
Dengan langkahnya bella menyusul dan berjalan di samping riana, "Kenapa ekpresi mu terlihat tidak suka?" tanya riana yang menyadari ekpresi bella mulai berubah.
"Tidak, aku hanya malas berjalan." sanggah bella dengan senyum tipisnya.
"Kita hanya berjalan beberapa langkah bella."
'Company Winston?'
...********...
...***Jangan lupa vote and comment sebanyak-banyaknya untuk menghargai saya sebagai penulis....
...Dan maaf jika ada salah kata maupun bahasa di dalam cerita ini....
...Dan jika nada menyukai cerita saya tolong tinggalkan jejak (like, coment, atau memberikan vote)....
__ADS_1
...Terima kasih***....