Istri Kesayangan Milliader Tampan

Istri Kesayangan Milliader Tampan
• IKMT 10 •


__ADS_3

“Hm. Hanya rindu dengan Istri. Apa tidak boleh?” ucap Gilen sambil memeluk pinggang ramping Bianca.


“G-gilen banyak orang,” ujar Bianca sembari melirik sekitar.


“Kenapa? Kau adalah Istriku,” ucap Gilen tak peduli.


Sementara itu, beberapa orang yang menyaksikan mengambil foto mereka secara diam-diam untuk dijadikan berita. Bianca dan Gilen pun masuk kedalam mobil dan segera pergi dari Kota M.


“Kau kemari jauh-jauh hanya untuk membawaku pulang?”


“Iya,” balas Gilen.


Bianca pun memasang raut wajah kesal. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di Bandara yang terletak di pinggiran Kota M.


“Bandara? Kenapa membawaku kesini?” tanya Bianca bingung.


“Bukankah kita akan pergi Honeymoon?” ujar Gilen kemudian mengecup pipi Bianca.


“Benarkah?! Aku mencintaimu!” ujar Bianca sangat antusias kemudian segera turun dari mobil dengan girang.


Mereka pun mulai melakukan prosedur untuk terbang. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka mulai terbang menggunakan jet pribadi milik Gilen.


“Apa kau senang?” tanya Gilen.


Bianca kemudian menoleh dan menyandarkan kepalanya ke Bahu Suaminya itu. “Senang sekali!” jawab Bianca dengan senyuman manisnya.


“Permisi Tuan, Direktur Richard membatalkan pertemuan dan akan dijadwalkan kembali beberapa hari kedepan,” ujar Leo.


“Baiklah. Kalau begitu, aku bisa berlibur terlebih dahulu dengan Nona,” ucap Gilen kemudian menatap Bianca dengan raut wajah senang.


“Baik Tuan,” ucap Leo kemudian pergi.


“Kita akan kemana saja nanti?” tanya Bianca penasaran.


“Kau akan tahu nanti,” ucap Gilen.


“Aku ingin tahu sekarang!” ujar Bianca tak sabar.


Cup.


Gilen mengecup Bibir Bianca. Bianca pun membulatkan matanya karena terkejut. “K-kau ini,” gugup Bianca sembari memalingkan wajahnya kelain arah. Tapi Gilen kembali menangkup pipi Istrinya itu dan mencium nya dengan ganas seperti singa yang sedang kelaparan. Bianca yang tak mampu melawan tenaga dari Suaminya itu pun hanya mengikuti permainan Suaminya.


“Kita pindah,” ujar Gilen kemudian menarik Bianca ke kamar Pribadi yang terletak di private jet itu.


Tak mau berlama-lama lagi, Gilen langsung menindih tubuh Istrinya itu dan mulai mengerayangi tubuh mulusnya dengan rakus.

__ADS_1


“Awh! Pelan!” rintih Bianca.


Kedua Insan itu kemudian menyalurkan cinta masing-masing diantara mereka dengan berolahraga diatas pesawat. Hingga beberapa saat kemudian, Pesawat mendarat dengan selamat di negara B. Gilen dan Bianca kemudian segera turun dari pesawat dan disambut oleh Ayah dan Ibu Gilen yang sudah menunggu.


“Sayang,” sapa Ibu Gilen seraya memeluk Bianca dengan hangat.


“Akhirnya kalian datang,” ujar Ayah Gilen.


“Kau terkejut? Aku sengaja mengajak Ayah dan Inu agar mereka juga bisa Honeymoon!” ujar Gilen.


“Sedikit. Tapi aku sangat senang bisa berkumpul lagi dengan kalian!” ujar Bianca sambil terus memeluk Sang Ibu Mertua yang masih terlihat muda itu.


“Ayo kita ke Villa. Kau pasti lelah kan Nak?” ujar Ibu Gilen pada Bianca.


“Tidak terlalu lelah Bu. Di pesawat aku banyak tidur kok hehehe,” ujar Bianca.


“Ibu, anakmu ada disini,” gerutu Gilen cemburu melihat kedekatan Sang Ibu dengan Istrinya itu.


“Kau ini kekanakan sekali,” ejek Sang Ayah.


Mereka pun kembali ke Villa pribadi milik keluarga Gilen. Keluarga Gilen adalah Keluarga terkaya no 2 di wilayah itu. Jadi tak heran jika mereka memiliki beberapa Villa dan Mansion yang berada dibeberapa daerah bahkan luar negeri.


“Bianca ini ibu buatkan susu. Ini bagus untuk menjaga kesuburan!” ujar Ibu Gilen sembari menyodorkan segelas susu hangat pada Bianca yang sedang bersantai di ayunan dekat kolam renang.


“Terimakasih Bu. Kau memang yang terbaik!” ujar Bianca dengan mengulas senyuman manisnya.


“Tentu saja Ayah. Gilen selama ini sangat menghargai semua keputusanku. Jadi saat kami mempublish hubungan kami ya itu tandanya aku sudah setuju!” ujar Bianca menjelaskan.


“Gadis baik. Kau pasti menjadi kerepotan karena harus berurusan dengan media ya Nak?” ucap Ibu Gilen.


“Sedikit. Tapi aku bisa mengatasinya kok,” ujar Bianca.


“Istriku bukanlah Wanita lemah. Dia bisa menghadapi semuanya jika aku disampingnya,” sahut Gilen yang tiba-tiba muncul kemudian mengecup pipi Bianca.


“Dasar anak muda. Bersenang-senanglah semoga pulang dari sini keluarga ini bisa bertambah!” ujar Ayah Gilen kemudian pergi diikuti dengan Istrinya.


“Kau dengar kan? Sepertinya kita harus berusaha keras,” bisik Gilen seduktif.


“Jangan membuatku merinding,” ujar Bianca sambil menjauhkan sedikit tubuhnya dari Gilen.


***


Keesokan harinya.


“Selamat pagi Ayah! Ibu!” sapa Bianca dengan wajah girang diikuti Gilen yang berjalan dibelakangnya.

__ADS_1


“Pagi sayang,” balas Ibu Gilen dengan senyuman manisnya.


“Pagi Bianca,” balas Ayah Gilen.


“Hari ini kami akan pergi berlayar. Mungkin baru akan kembali beberapa hari kedepan,” ujar Gilen sembari menyuap sepotong roti kedalam mulutnya.


“Oh ya? Berhati-hatilah kalian. Gilen, kau harus menjaga Bianca dengan baik!” ujar Ibu Gilen.


“Ibu tenang saja,” ujar Gilen.


Pukul 10 pagi, Gilen dan Bianca mulai berangkat menuju dermaga yang terletak tak jauh dari Villa. Saat turun dari mobil, Bianca langsung bisa melihat pemandangan kapal mewah yang akan dinaikinya beberapa hari kedepan.



“Berlama-lama disini pun aku rela,” ucap Bianca sambil mengagumi kapal mewah dihadapannya itu.


Gilen kemudian merangkul pinggang Istrinya dan membawa Bianca naik kekapal sebelum akhirnya kapal berlayar ke tengah lautan yang indah. Siang ini, Bianca hanya menggunakan bikini berwarna putih dan selendang tipis yang membuat dirinya terlihat lebih sexy.


“Kau ingin menggodaku hm?” ujar Gilen tiba-tiba sambil mengunci pergerakan Bianca dipinggiran kapal.


“T-tidak tuh,” gugup Bianca dengan wajah memerah.


Gilen kemudian menarik tubuh Bianca mendekat ke tubuhnya kemudian mencium bibir Istrinya itu.


“Kau ini tidak bisa menahan nya sebentar ya?” ejek Bianca.


“Mana mungkin aku bisa menahan godaan seperti ini,” ujar Gilen.


“Hah sudahlah. Nikmati pemandangan dulu saja. Waktu masih panjang. Kita bisa melakukannya nanti,” ujar Bianca kemudian membalikkan badannya membelakangi Gilen.


“Baiklah. Jangan salahkan aku jika kau tidak bisa berjalan nanti,” bisik Gilen kemudian menggigit telinga Bianca.


“Ouch! Kau ini!” kesal Bianca kemudian memukuli dada bidang milik Suaminya itu.


“Pantas saja banyak yang iri aku menikah denganmu. Ternyata kau tampan juga ya?” ujar Bianca sembari menatap dalam wajah Gilen.


“Kau baru sadar bahwa aku sangat tampan hm?” ucap Gilen kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Bianca.


“Selama ini aku tidak pernah menatap jelas Wajahmu. Tapi sekarang kau adalah Milikku. Aku harus memperhatikan setiap detail dari tubuhmu. Hahaha!”


“Aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya padamu Caca,” goda Gilen.


“Iyuh. Jangan berkata seperti itu! Menjijikkan sekali!” racau Bianca.


Gilen kemudian menarik Bianca masuk kedalam pelukannya. Kedua Pasangan itu menikmati pemandangan dan hangatnya tubuh dari satu sama lain.

__ADS_1


“Aku mencintaimu,” bisik Bianca.


__ADS_2