Istri Kesayangan Milliader Tampan

Istri Kesayangan Milliader Tampan
• IKMT 13 •


__ADS_3

“Perempuan Sialan itu berani-beraninya merebut milikku!” geram Alice sembari mengepalkan tangannya.


Keesokan harinya, Mike datang ke Mansion Gilen untuk sekedar menemui Kedua temannya itu. Mike kemudian masuk kedalam Mansion dan betapa terkejutnya ia saat melihat Alice berada diruang tengah sambil menonton TV.


“K-kau?”


“Apa kabar Mike?”


“Kau sudah kembali?”


“Iya. Kenapa terkejut begitu? Apa aku terlihat jauh lebih cantik?” tanya Alice dengan sangat percaya diri.


“Pagi! Mike? Kau datang?” sapa Bianca yang baru saja turun tangga dengan Gilen.


“I-iya baru sampai,” balas Mike gugup.


“Kau kenapa seperti orang gagap begitu sih?” ejek Bianca kemudian berjalan kearah dapur untuk sarapan.


Mike yang melihat Gilen langsung memberi Kode seolah bertanya kenapa bisa ada Alice disini. Gilen pun menanggapi dengan satu kedipan mata dengan artian dia akan menjelaskannya nanti.


“Aku akan mambangunkan Gavin dulu,” ucap Mike kemudian segera menuju kekamar Gavin.


“Hei! Sadarlah! Kenapa ada Alice disini?” tanya Mike sambil mengubrak-ngabrik tubuh Gavin yang masih tertidur pulas.


“Haduh kau ini mengganggu saja sih!” racau Gavin yang kemudian bangkit dari tidurnya.


“Kalian sudah gila? Alice datang. Apa Bianca tidak marah?”


“Diamlah! Bianca berpikir bahwa Alice adalah Pacarku. Jadi kau jangan membuat keributan. Aku tidak ingin menyakiti hati Wanita itu,” ujar Gavin.


“Syukurlah. Lalu Gilen? Dia tidak mengusir Alice pergi?”


“Entahlah. Kita belum sempat berdiskusi tadi malam,” ujar Gavin.


Setelah berbincang dengan serius, Gavin dan Mike kemudian menyusul ke meja makan untuk sarapan bersama.


“Aku sudah menyuruh Leo untuk mempersiapkan Acara kita,” ujar Gilen.


“Baiklah. Tapi kalau boleh biarkan aku yang memilih konsepnya ya?”


“Tentu saja Sayang,” ujar Gilen kemudian mengacak rambut Bianca dengan mesra hingga membuat Alice mengeluarkan tanduknya.


“Ekhem, Gilen makan ini. Kau sangat suka ini kan?” ujar Alice sembari menyodorkan Gilen udang ke mangkuk milik Gilen.


“Alice maaf, tapi Gilen alergi udang,” ujar Bianca kemudian menyingkirkan udang itu dari mangkuk milik Gilen.


“Hah? Sejak kapan?!”


“Sejak aku menikah dengan Bianca aku jadi alergi udang,” jawab Gilen acuh.


“Selamat pagi!” sapa Gavin kemudian menarik kursi tepat disebelah Alice.

__ADS_1


“Pagi,” balas Bianca dengan senyuman manisnya.


“Pangeran kita baru bangun. Aku sangat iri denganmu,” ujar Bianca.


“Kenapa?” tanya Gavin.


“Iri saja. Aku kan juga ingin menjadi pengangguran kaya raya Hahaha!”


“Kau ini selalu saja mengejekku!” kesal Gavin.


“Bi, apa kau benar-benar akan berhenti bekerja?” tanya Mike.


“Iya! Aku akan memulai bisnisku sendiri!” ujar Bianca bersemangat.


“Sejak kapan kau memikirkan ini?” tanya Gavin.


“Hm, sejak Suamiku memberiku peluang! Hehehe. Itu kan kesempatan bagus yang tidak boleh dilewatkan,” ujar Bianca sembari tersenyum dan melirik kearah Suaminya itu.


“Bianca, kau ingin berbisnis apa? Aku bisa mengajarimu loh!” sahut Alice.


“Hehehe Rahasia! Tapi aku akan mencarimu nanti jika aku membutuhkan bantuan. Terimakasih ya Alice!” ujar Bianca.


“Gadis ini sama sekali tidak tahu ya?” batin Mike yang menatap Bianca dengan tatapan Aneh.


“Sudah. Makanlah dengan baik. Kau akan tersedak nanti,” tegur Gilen.


“Apa sih? Kita jarang loh bisa mengobrol seperti ini. Terlebih lagi dengan Mike yang super sibuk,” ujar Bianca sembari melirik kearah Mike.


Sementara mereka asik berbincang, Alice terus menerus menatap Bianca dengan kesal. Gavin pun memperhatikan raut wajah Alice yang terlihat tak senang.


“Wanita ini sedikit menghawatirkan,” batin Gavin.


“Hei Gavin sudah memiliki Kekasih! Kau kapan?” tanya Bianca pada Mike.


“Aku tidak punya waktu untuk itu,” ujar Mike.


“Besok aku akan pergi ke negara M untuk menghadiri acara keluarga. Kalian jangan rindu padaku ya!” ujar Gavin tiba-tiba.


“Kau tidak mengajak kami?” tanya Gilen.


“Datanglah jika kau diundang Hahaha. Ini acara keluarga inti saja. Lain kali aku akan mengundang kalian!” ujar Gavin.


“Wah wah, jangan-jangan kalian mau bertunangan tanpa sepengetahuan kami ya?” ujar Bianca sembari menyipitkan matanya dan menatap Gavin dan Alice secara bergantian.


“Hah? Gila saja kau,” celetuk Alice.


“Loh kenapa? Memang kalian tidak mau menikah?” tanya Bianca dengan topik yang semakin serius.


“Tidak usah membahas itu. Aku dengar kalian akan mengadakan Pesta Ulang Tahun Pernikahan kalian ya?” ucap Gilen mengalihkan pembicaraan.


“Iya. Aku akan sangat sibuk,” ujar Bianca.

__ADS_1


“Kau tidak perlu melakukan apapun Sayang. Aku akan mengatur semuanya,” ujar Gilen.


“Baiklah Suamiku. Kau memang yang terbaik!” ucap Bianca kemudian bergelayutan manja di tubuh Suaminya itu.


Melihat kemesraan Pasangan Suami Istri itu membuat Alice muak. Alice pun pergi tanpa berkata sepatah kata pun dan langsung menuju kamar dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.


“Ada apa dengannya?” tanya Bianca kemudian menatap Gavin.


“D-dia memang suka seperti itu,” ucap Gavin terbata-bata.


“Gavin, kau ini kenapa sih? Kau pasti masih canggung ya dengan Pacarmu?” ujar Bianca.


“Tidak tuh,” tukas Gavin.


“Sialan. Ini demi Kau dan Gilen tahu,” batin Gavin kesal.


“Hari ini kalian kenapa sih? Kenapa mendadak menjadi gagap semua?” tanya Bianca sambil memicingkan sebelah matanya.


“Itu hanya perasaanmu saja Ca,” ujar Gavin yang diangguki oleh Mike.


Setelah selesai makan, Bianca memilih untuk kembali kekamar untuk membersihkan diri dan bersiap untuk mengajukan pengunduran diri dari Perusahaan. Sementara ketiga Pria itu berdiskusi untuk membawa Alice pergi karena takut ketahuan oleh Bianca.


“Bianca paling sensitif soal mantan Gilen yang satu ini,” ujar Mike.


“Heh, kau tahu segalanya tentang dia ya?” ujar Gilen.


“Dia selalu curhat padaku asalkan kau tahu!” gerutu Mike.


“Sudahlah. Aku akan membawa dia pergi. Lagipula, aku dan Alice masih 1 keluarga. Aku bisa membawanya kembali kesana dengan alasan urusan Keluarga,” ujar Gavin.


“Ini semua demi Bianca bukan demi kau. Jadi jangan geer,” ujar Gavin pada Gilen.


“Kalian ini sangat perhatian sekali pada Istriku ya?” ejek Gilen.


“Aku tidak ingin melihat dia sakit hati karenamu bodoh,” ujar Gavin.


“Kalian sedang membicarakan apa sih?” tanya Bianca yang tiba-tiba muncul.


“Kau ini mengejutkan saja!” ujar Mike.


“Hehehe. Maaf! Habisnya kalian terlihat sangat serius,” ujar Bianca.


Ketiga Pria itu kemudian menatap Bianca dari atas hingga bawah. “Ada apa? Apa penampilanku aneh?” tanya Bianca kemudian memandangi dirinya sendiri.


“Tidak kau sangat Cantik,” puji Gilen kemudian mengecup pucuk kepala Istrinya itu.


“Hah, lagi-lagi mereka selalu bermesraan didepan kita,” ujar Gavin.


“Sudahlah. Aku pergi dulu. Bye!” ujar Bianca kemudian pergi sembari melambaikan tangannya.


“Kau tidak ikut?” tanya Mike pada Gilen yang hanya menatap kepergian Istrinya itu.

__ADS_1


“Tidak. Aku ada urusan lain,” ujar Gilen.


__ADS_2