Istri Kesayangan Milliader Tampan

Istri Kesayangan Milliader Tampan
• IKMT 8 •


__ADS_3

“Siapa yang berani mengatai Istriku ******?” ujar Gilen yang tiba-tiba mundul di Studio.


“B-bos.”


“Kenapa? Takut? Tadi saja mengatai Istriku seperti itu. Coba ulangi apa yang kau katakan tadi?” ucap Gilen kepada Staff Wanita yang bernama Clara.


“M-maafkan saya,” gugup Clara dengan kepala tertunduk.


“Perkataanmu itu bisa membuat reputadi Perusahaan kita menjadi buruk. Leo, Usir dia,” ujar Gilen pada Leo.


“B-bos maafkan saya!” ucap Gilen.


“Apa tidak terlalu berlebihan?” bisik Bianca yang mendekat kearah Gilen dengan wajah terkejut.


“Dia pantas mendapatkan itu. Bagaimana tanggapan orang nanti saat mendengar ada karyawan yang suka berkata kasar?”


“Aku tidak ingin ada satu orang pun yang memiliki mulut kotor seperti dia!”


“Baik bos!”


“Aku pergi dulu,” ucap Gilen kemudian mengecup pucuk kepala Bianca.


“Hati-hati,” ucap Bianca.


Setelah Gilen pergi, Suasana kembali ricuh karena adegan yang baru saja mereka saksikan. “Bi! Kau benar-benar menikah dengan Bos?! Sejak kapan?! Kenapa kau tidak pernah memberitahuku?!” ujar Mauren heboh.


“Sudah 2 tahun. Hanya saja aku tidak mau mempublish hubungan kami karena alasan pribadi,” ujar Bianca.


“Wah pantas saja Bos selalu memiliki perhatian lebih kepadamu,” sahut Staff lainnya.


“Sudah sudah, ayo kembali bekerja,” ujar Bianca menghentikan kehebohan ini.


Sementara Mike, hatinya sangat teriris saat melihat Bianca sudah berniat mengumumkan hubungannya dengan Gilen. Artinya, Hubungan mereka sudah nyata. Bukan sebatas Kontrak lagi.


Hari pun menjelang malam. Bianca dan para Staff lainnya pun mulai membereskan barang mereka dan pulang kerumah masing-masing.


“Besok akan ada Syuting di Kota M. Apa kau ikut?” tanya Mauren pada Bianca.


“Aku akan bertanya dulu pada Gilen,” ucap Bianca sembari memperbaiki tasnya.


“Huh, Bi, untuk apa kau bekerja lagi. Suamimu adalah Bos!” ujar Mauren.


“Kalau aku tidak bekerja lalu apa yang harus aku lakukan?”


“Kau bisa bersantai sepanjang hari, berbelanja sesuka hati. Bukankah itu menyenangkan?” ujar Mauren.


“Memang menyenangkan. Tapi aku tidak terbiasa. Lebih baik aku bekerja dan menghasilkan uang selama aku mampu,” ucap Bianca.


“Pantas saja Bos menjadikanmu Istri. Yasudah, aku pulang dulu ya! Pacarku sudah menunggu hehe. Sampai ketemu besok!” ujar Mauren sembari berlari kearah mobil dan melambaikan tangannya.

__ADS_1


“Iya!” balas Bianca sambil melambaikan tangannya.


Saat Bianca keluar dari Perusahaan, tiba-tiba banyak wartawan yang menyerbu nya untuk dimintai keterangan. “A-ada apa ini?” tanya Bianca yang mulai terdesak oleh para wartawan yang mengerubunginya.


“Nona apakah benar anda adalah Istri Tuan Gilen?”


“Tadi kami mendapat kabar bahwa kalian sudah mengumumkan Hubungan kalian.”


“Iya. Saya memang Istrinya. Kami sudah menikah sejak 2 tahun lalu,” jawab Bianca dengan tenang.


“Kenapa anda baru mempublish hubungan anda sekarang?”


“Karena urusan Pribadi. Saya permisi dulu,” ucap Bianca sembari menerobos kerumunan wartawan dan berlari kearah mobilnya.


Bianca pun segera melajukan mobilnya menuju Mansion. “Gavin kau masih disini?” tanya Bianca saat memasuki Mansion dan mendapati Gavin yang sedang bermain game di ruang tengah.


“Iya. Ada apa?” tanya Gavin.


“Tidak. Kalau begitu aku kekamar dulu ya,” ucap Bianca dan pergi kekamar.


Wanita itu kemudian segera membersihkan dirinya dan memakai wewangian ditubuhnya agar dia bisa istirahat dengan nyaman. Saat ia sedang bersolek didepan cermin, Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Gilen masuk kekamar sambil melonggarkan dasinya.


“Kau sudah pulang?”


“Iya. Aku dengar tadi kau didatangi oleh wartawan?” tanya Gilen sambil memeluk tubuh Bianca dari belakang.


“Baguslah kalau begitu,” ujar Gilen kemudian mengecup bahu Sang Istri.


“Sayang, besok ada Syuting di Kota M. Apa aku boleh pergi?”


“Hm. Caca, sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi liburan,” ujar Gilen.


“Kapan? Kenapa tiba-tiba?” ucap Bianca sedikit terkejut.


“Minggu depan aku ada kerjaan di Luar negeri. Aku ingin membawamu sekalian berlibur,” ucap Gilen.


“Wah pasti menyenangkan! Kau kan belum pernah membawaku honeymoon!” ujar Bianca dengan sangat antusias.


“Makanya aku ingin membawamu kesana. Siapa tahu Keluarga kita bisa bertambah,” goda Gilen sembari meraba perut rata Bianca itu.


“K-kau ini,” gugup Bianca dengan wajah memerah.


“Yaampun kau ini menggemaskan sekali! Kemana Bianca yang suka mengomel hm?”


“Sudahlah. Bersihkan dirimu lalu kita makan malam. Aku sudah lapar,” ujar Bianca kemudian mendorong pelan tubuh Daniel.


“Aku hanya ingin memakanmu Ca,” ucap Gilen sambil terus mengecup bahu mulus Istrinya itu.


“Mandi dulu!” racau Bianca.

__ADS_1


Gilen pun menuruti perkataan Istrinya itu dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Bianca, Ia sudah turun ke dapur untuk membuat beberapa makanan.


“Wah Wangi sekali!” ujar Gavin yang tiba-tiba muncul di belakang Bianca.


“Kau ini mengagetkan saja!” ujar Bianca kesal.


“Gavin, apa kau sudah menghubungi Mike untuk makan bersama?”


“Sudah. Dia sedang dalam perjalanan kesini,” ucap Gavin.


“Syukurlah. Aku kira dia tidak bisa datang. Kalau begitu, cepat bantu aku untuk menghidangkan ini!” ujar Bianca.


“Baik Nyonya!” ujar Gavin kemudian membantu membawa makanan untuk dihidangkan dimeja makan.


“Sayang, kau masak apa?” tanya Gilen yang tiba-tiba datang sambil memeluk pinggang Istrinya.


“Memasak apa yang aku bisa. Sudah sana duduk. Sebentar lagi ini selesai,” ucap Bianca.


“Baiklah Istriku!” ujar Gilen kemudian pergi ke meja makan.


Gavin dan Gilen kemudian berbincang sembari menonton TV yang berada di ruang makan. Berita hari itu dipenuhi oleh Gilen dan Bianca yang sudah mengumumkan hubungan mereka hingga membuat Gavin terkejut.


“Akhirnya hubungan kalian go public juga ya,” ujar Gavin.


“Tidak mudah untuk memutuskan ini,” ucap Bianca sambil menghidangkan makanan.


“Maaf aku sedikit terlambat,” ujar Mike yang baru saja tiba.


“Tidak apa. Duduklah kita baru saja mau makan,” ujar Bianca.


“Kau terlihat tambah kurus saja Bro! Apa Gilen tidak memberimu istirahat Hahaha!” ejek Gavin.


“Tidak. Dia memberiku jadwal yang padat!” ketus Mike.


“Hei, bukankah bagus jadi kau bisa semakin terkenal?” ujar Gilen tak terima.


“Kasihanilah dia. Berilah dia istirahat untuk mencari Pacar!” celetuk Gavin.


“Tidak ada gunanya. Lebih baik aku tidur seharian didalam kamar,” ujar Mike.


“Oh? Minggu depan aku dan Bianca akan ke luar negeri untuk urusan bisnis. Kau bisa minta izin cuti dan tinggal disini bersama Gavin,” ujar Gilen.


“Baiklah. Kalau Bos sudah mengizinkan maka aku akan lakukan,” ujar Mike.


“Hehehe. Kita harus menghancurkan Mansion ini Mike!” ujar Gavin.


“Heh, coba saja kalau berani,” ujar Gilen dengan tatapan tajam.


“Hei, Kami bahkan bisa membakar Villamu. Apa kamu lupa? Hahaha!”

__ADS_1


__ADS_2