Istri Kesayangan Milliader Tampan

Istri Kesayangan Milliader Tampan
• IKMT 7 •


__ADS_3

“Sayang, mana mungkin aku berbohong,” goda Gilen sambil mengecup telinga Bianca.


“Hei! Menjauhlah! Kita masih dikantor!” racau Bianca sembari menepis tubuh Gilen.


“Hah, baiklah,” ucap Gilen pasrah.


Tiba-tiba Bianca mengecup pipi Gilen sambil tersenyum. “Suamiku, jangan marah ya?” bujuk Bianca.


“Tidak. Untuk apa aku marah? Aku menghargai keputusanmu,” ucap Gilen kemudian menepuk kepala Bianca.


Pintu ruangan pun diketuk. “Masuk,” ujar Gilen.


Bianca yang panik pun langsung berdiri menjauh dari Gilen. Pintu pun terbuka dan memperlihatkan Leo yang diikuti beberapa orang dibelakangnya dengan membawa makanan. Setelah semua orang keluar, Bianca kembali duduk disebelah Gilen dan makan bersama Suaminya itu.


“Kapan Mike kembali?” tanya Bianca tiba-tiba.


“Kenapa ingin tahu?” tanya Gilen dengan nada kesal.


“Hari ini dia ada Syuting. Tapi sepertinya harus tertunda karena dia tidak datang,” jawab Bianca.


“Oh? Aku akan menyuruhnya segera kembali,” ucap Gilen.


“Ada apa denganmu?” tanya Bianca sambil memicingkan matanya.


“Tidak,” jawab Gilen singkat.


“Ekspresimu ini seperti sedang cemburu?”


“Mana mungkin!” ketus Gilen.


“Hahaha! Kau ini sangat kekanakan sekali!” ejek Bianca.


“Apa urusanmu?” ketus Gilen.


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan candaan ringan. Selesai makan, Bianca langsung kembali ke Studio untuk memantau proses Syuting yang sedang berlangsung.


“Mike? Kau sudah kembali?” ujar Bianca saat melihat Mike sedang berdiri didalam studio sembari meneguk sebotol air putih.


“Baru saja tiba,” ucap Mike sambil tersenyum.


Bianca pun mendekat kearah Mike dan keduanya pun berpelukan. “Syukurlah kau kembali. Aku pikir Syuting akan ditunda lagi karena kau belum kembali,” ujar Bianca.


Para Staff disana yang melihat keduanya begitu akrab pun menjadi bertanya-tanya. Sebenarnya apa hubungan diantara mereka berdua.


“Bianca!” panggil Mauren.


“Aku pergi dulu Dah!” ucap Bianca sambil melambaikan tangan pada Mike.


“Bi! Beberapa Properti untuk syuting belum tiba. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Mauren dengan wajah panik.


“Kenapa bisa? Aku akan segera menghubungi sopir yang membawa,” ujar Bianca kemudian dengan segera menghubungi seseorang.

__ADS_1


Mike yang melihat Bianca bekerja dengan keras pun tersenyum. Senyuman yang memancarkan aura kesedihan. “Alangkah baiknya jika kau menjadi pendampingku Bi,” batin Mike.


“Hei kenapa kau belum tiba juga?!” ujar Bianca.


“Apa?! Bagaimana bisa?! Kau tahu kan Properti itu sangat penting untuk syuting!” bentak Bianca.


Mauren yang mendengar itu semakin panik dan khawatir. Bianca kemudian menutup telepon dan mencoba menenangkan dirinya sambil mencari cara. “Aku akan segera kembali,” ucap Bianca pada Mauren.


“Bi! Aduh apa yang harus kukatakan nanti?!” gumam Mauren.


“Mauren! Kemana perginya Bianca?” tanya Ketua Will.


“A-anu Ketua, Properti untuk syuting telah dicuri!” ujar Mauren.


“Brengsek! Bagaimana bisa? Cepat suruh Bianca kembali kesini!” umpat Ketua Will.


Sementara disisi lain, Bianca sedang menuju ruangan Gilen untuk meminta bantuan Suaminya itu. “Gilen!”


“Aku tahu. Aku sudah menyuruh orang bertransaksi disana,” ujar Gilen tiba-tiba.


“Apa maksudmu?”


“Perampokan itu ditujukan untuk memintaku agar menyerahkan barang mereka. Dan aku sudah mengutus beberapa orang kesana,” ucap Gilen dengan tenang.


“Aku pasti akan dimarahi Ketua nanti,” gumam Bianca sembari mendudukkan pantatnya disofa.


“Ada apa Sayang?” tanya Gilen yang sudah berada disebelah Bianca.


“Oh ya aku lupa memberitahu. Mike sudah kembali,” ujar Bianca antusias.


“Oh,” jawab Gilen singkat.


“Gilen, kenapa setiap aku membahas Mike kau langsung bersikap seperti itu?” tanya Bianca.


“Apa aku harus berterus terang bahwa aku Cemburu?”


“Heheh. Sayang kenapa kau cemburu? Dihatiku saat ini hanya ada kau!” bujuk Bianca.


“Hm. Sejak kapan kau pandai merayu seperti ini?” ujar Gilen kemudian mengangkat tubuh Bianca keatas pangkuannya.


“Bos! Properti telah dicuri!” ujar seseorang yang tiba-tiba menerobos masuk keruangan Gilen.


Orang yang menerobos masuk itu ternyata adalah Production Designer dari Departemen Artistik yaitu Marcell Nicholas. Marcell yang melihat Gilen dan Bianca sedang bermesraan langsung membulatkan matanya dan terkejut.


“Aku sudah tahu. Kembalilah,” ujar Gilen dengan wajah muram.


“B-baik Bos!” ucap Marcell gugup kemudian segera keluar dari ruangan dengan jantung yang berdebar kencang.


“Bianca?” gumam Marcell.


“Selesai sudah!” racau Bianca.

__ADS_1


“Caca, Maaf aku tidak tahu dia akan menerobos masuk seperti itu,” ujar Gilen merasa bersalah.


Bianca pun menatap mata Gilen yang memasang wajah bersalah itu. Ia kemudian menghela nafas dan memeluk erat Suaminya itu.


“Kenapa kau yang minta maaf? Seharusnya aku. Aku yang salah karena menyembunyikan hubungan kita demi kepentingan ku sendiri,” lirih Bianca.


“Gilen, aku akan mengumumkan hubungan kita ini,” bisik Bianca.


“Kau serius? Kau tidak perlu melakukannya jika itu membuatmu tidak nyaman,” ujar Gilen.


“Aku sudah memutuskan. Toh kita sekarang sudah menjadi Pasangan Beneran kan? Hehehe,” ujar Bianca dengan senyuman manisnya.


“Baiklah jika itu maumu,” ucap Gilen kemudian mengecup bibir Istrinya itu.


Beberapa saat kemudian, Properti Syuting akhirnya berhasil tiba di Perusahaan. Bianca pun segera kembali ke Studio untuk kembali bekerja.


“Bi!” panggil Mauren.


“Ada apa denganmu? Ketua Marcell melihatmu sedang menggoda Bos!” bisik Mauren.


“Pantas saja menghilang saat keadaan sedang genting. Ternyata sedang menggoda Bos! Apa kau tidak malu menggoda Pria saat jam bekerja?” gertak Ketua Will.


“Maaf Ketua saya hanya melakukan yang terbaik untuk mengembalikan Properti kita,” ucap Bianca meminta maaf sambil membungkuk.


“Kau tidak perlu melakukan hal seperti itu hingga merelakan harga dirimu! Kau pikir kita tidak bisa mengatasinya?!” bentak Ketua Will.


“Hei hei ada apa ini?” ujar Mike yang tiba-tiba datang.


“Wanita ini mencoba menggoda Bos!” sahut beberapa Staff yang berada disana.


“Apakah kalian tidak punya kerjaan lain selain menggosipi orang?” ujar Mike yang membuat semua orang terdiam.


“Sudahlah Mike biarkan saja mereka. Memangnya ada yang salah jika aku menggoda Suamiku? Hahaha,” ujar Bianca dengan tawa renyahnya yang membuat semua orang terkejut.


“Bi! Kau?” ucap Mike terkejut.


“Aku sudah memutuskan untuk membiarkan mereka mengetahui hubunganku dengan Gilen,” ujar Bianca.


“Kau tidak sedang menghalu kan Bi?” ucap Mauren.


“Mana mungkin Bos mau dengan Wanita seperti mu!”


“Oh? Ternyata banyak juga yang membenciku?” ucap Bianca.


“Apa kalian iri karena aku bisa menjadi Istri Bos dan kalian tidak?” gertak Bianca.


“Jangan bermimpi terlalu tinggi. Kau hanya Wanita biasa. Mana mungkin Bos mau denganmu. Kau pasti menggodanya! ****** sepertimu mana mungkin bisa mendapatkan Bos!”


“Heh, Memangnya kenapa kalau aku hanya Wanita biasa? Lihatlah aku. Bukankah aku sangat cantik dan berbakat?” ejek Bianca kepada salah satu Staff Wanita yang mengatainya.


“Siapa yang berani mengatai Istriku ******?” ujar Gilen yang tiba-tiba mundul di Studio.

__ADS_1


__ADS_2