
“Tidak. Aku ada urusan lain,” ujar Gilen seraya pergi meninggalkan Kedua Temannya itu.
***
“Hai Mau!” sapa Bianca pada Mauren.
“Bianca! Kamu kerja lagi?”
“Ngga. Aku cuma mau menyerahkan surat pengunduran diri,” ujar Bianca dengan senyuman manisnya.
Wanita itu kemudian berbincang dengan Mauren sebelum akhirnya ia pergi menyerahkan surat pengunduran diri dan pergi. Saat ia hendak melangkah kaki keluar dari Perusahaan, ia menatap sendu Semua sudut di perusahaan itu.
Wanita itu kemudian pergi dengan senyuman manisnya dan bertekad untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang.
Bianca Calista. Seorang Wanita berumur 23 tahun yang sudah berstatus sebagai Istri dari Pria Kaya di Kota ini. Awalnya, Wanita itu hanyalah Gadis Biasa yang hidup sederhana di tengah kota. Ia hidup sebatang kara, karena Kedua Orang Tuanya sudah meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat ia berumur 17 tahun.
Wanita itu kemudian harus hidup mandiri untuk terus bertahan hidup, sampai akhirnya ia bertemu dengan Ketiga Pria yang dijumpainya dibar. Gilen, Gavin, dan Mike. Saat itu, Bianca sedang berkunjung bersama Temannya dan siapa sangka ia bisa menjadi dekat dengan Ketiga Pria tadi.
Bianca awalnya sama sekali tidak tertarik terhadap Ketiga Pria tersebut. Tapi, Ketiga Pria itu terus mengejarnya. Sampai akhirnya, Gilen memberikan penawaran terbaik. Yaitu, untuk menikah dengannya dan ia akan menjamin hidupnya. Selain itu, Gilen punya maksud tertentu mengapa ia ingin menikahi Bianca.
Tentu saja karena desakan Kedua Orang Tuanya yang ingin ia segera menikah. Kalau ia tidak mau, Kedua Orang Tuanya akan memilih Wanita untuk dinikahi Gilen. Terlebih lagi, Sang Ayah tidak mau memberi warisan kepada Gilen jika ia belum menikah. Pada saat itu juga, Bianca sedang berada dititik terendahnya. Dimana ia harus bekerja siang malam demi melunasi utang Kedua Orang Tuanya dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Alice?” gumam Bianca saat melihat Alice yang tengah mencium seorang Pria di tepi jalan.
“T-tunggu, Itu sepertinya bukan Gavin?”
Bianca kemudian segera menepikan mobilnya untuk memperjelas apa yang ia lihat barusan. “Aku yakin itu bukan Gavin,” gumam Bianca sembari terus mencoba mencari tahu siapa Pria yang bersama dengan Alice.
Saat Alice berbalik badan, betapa terkejutnya Bianca bahwa Pria yang bersama Alice saat itu adalah Gilen. Suaminya. Bianca kemudian segera turun dan menghampiri kedua Orang itu dengan raut wajah yang menahan emosi.
“Hai, apa enak berciuman ditengah jalan?” ujar Bianca sembari melipat tangannya didada.
__ADS_1
Gilen yang melihat Bianca datang langsung membulatkan kedua matanya. “Caca, kau ada disini?”
“Iya kebetulan lewat. Kalian terlihat sangat serasi ya. Pantas saja kau tidak ingin menikah dengan Gavin. Rupanya kau simpanan Gilen yang menyamar jadi Pacar Gavin,” gertak Bianca pada Alice.
“Heh, Aku ini Cinta Pertamanya Gilen. Dia sangat mencintaiku. Mana mungkin dia berpaling padamu yang tidak bisa dibandingkan denganku,” ujar Alice tak terima.
“Oh? Cinta lama bersemi kembali. Rupanya kau Mantan Gilen yang sangat disayangi. Baguslah kalau kau sudah kembali. Setidaknya, Suamiku ini bisa tidur dengan tenang Malam ini,” ujar Bianca dengan senyuman manisnya.
“Ca, kau ini bicara apa?” ucap Gilen sembari memegang lengan Istrinya itu.
“Jangan sentuh aku. Aku tidak mau bersentuhan dengan Orang yang suka Selingkuh. Sudah ya. Aku ada urusan yang lebih penting. Selamat bersenang-senang,” ujar Bianca kemudian menepis tangan Gilen dan segera pergi menuju mobilnya yang berada diseberang.
“Oh ya satu lagi, aku akan mengurus perceraian. Jangan takut, kalian bisa kembali bersama,” ujar Bianca kemudian mengulas senyumannya.
“Caca dengarkan aku dulu Hey!” ujar Gilen mencoba menahan Bianca.
Tapi Alice langsung menahan Gilen yang tengah ingin mengejar Istrinya itu. Bianca pun pergi dengan rasa sakit yang menumpuk di Dadanya. Seketika pikirannya kosong, ia melamun sambil terus berjalan kearah mobilnya tanpa melihag kekiri dan kekanan. Sampai akhirnya, sebuah Bus melaju dari arah berlawanan.
CKIIITTTT\~ BRUKKK\~
Gilen kemudian segera menepis tubuh Alice dan berlari kearah Bianca yang sudah tergeletak lemah dan bersimbuh darah. Para masyarakat yang menyaksikan itu pun langsung mengerumuni Bianca. Gilen pun langsung menghubungi Ambulance untuk segera datang mengevakuasi Istrinya yang sudah tak berdaya itu.
“Apa?!”
“Ada apa sih?” tanya Gavin pada Mike.
“B-bianca kecelakaan,” lirih Mike.
Gavin dan Mike yang terkejut langsung melempar stick ps nya kesembarang arah dan langsung mencari kunci mobil untuk mereka menuju rumah sakit tempat Bianca berada.
Selang beberapa saat, Gavin dan Mike mendapati Gilen yang tengah berada didepan ruang operasi dengan keadaan yang sangat kacau. Bajunya penuh dengan darah Bianca. Ekspresinya kosong, ia bahkan tak merespon Gavin dan Mike saat mereka datang.
__ADS_1
“Kenapa bisa seperti ini?” tanya Mike pada Gilen.
“Eh? Kalian sudah datang?” ujar Alice yang tiba-tiba muncul sembari membawa sebotol minuman.
“Kenapa kau bisa muncul disini?” tanya Mike pada Alice dengan wajah emosi.
“Heh, memangnya tidak boleh?” ujar Alice kemudian duduk disebelah Gilen sembari menyodorkan minuman.
“Siapa suruh berani merebut Priaku,” gumam Alice yang dapat didengar oleh Gavin dan Mike.
Mendengar itu, Mike yang mulai kesetanan langsung mencekik leher Alice tanpa ampun.
“KAU YANG MENCOBA MEMBUNUH DIA?!” murka Mike sambil terus mencekik leher Alice tanpa ampun.
Gavin yang melihat itu langsung menarik tubuh Mike dan mencoba menenangkan Temannya itu. Sedangkan Gilen, ia langsung membantu Alice.
“Kau lihat kan? Dia bahkan bermesraan disaat Istrinya sedang dalam keadaan sekarat seperti ini! Bajingan!” murka Mike dengan emosi yang menjadi-jadi.
“Coba kau ceritakan. Kenapa bisa sampai seperti ini?” tanya Gavin pada Gilen yang berusaha berbicara dengan otak dingin.
“Salah Paham. Dia berpikir kami berciuman dipinggir jalan. Dia melihatku kemudian ingin menceraikanku,” jelas Gilen dengan raut wajah penyesalan.
“Kau memang gila! Kau bahkan berciuman dengan Wanita ini di pinggir jalan?!” rutuk Mike.
“Gilen. Kau memang sudah gila ya?” ujar Gavin kemudian tertawa renyah sembari menepuk pundak Gilen.
“Sekarang kau banyak berdoa saja, semoga Istrimu itu masih bisa diselamatkan supaya kau bisa menebus semua dosa-dosamu Padanya,” ujar Gavin kemudian terduduk lemah sembari mengusap wajahnya frustasi.
“Jangan harap aku akan membiarkan dia Kembali padamu saat dia sadar nanti,” ancam Mike pada Gilen.
“Ambil saja Wanita itu kalau kalian mau. Aku akan membawa Gilen pergi bersamaku,” ujar Alice dengan manja sembari bergelayutan dilengan Gilen.
__ADS_1
Siapa sangka, semua perseteruan itu disaksikan oleh Kedua Orang Tua Gilen sejak tadi. Betapa Shocknya Sang Ibu saat mengetahui Gilen berselingkuh dibelakang Bianca hingga membuat Bianca sekarat seperti ini.
“Apa ini yang Kami ajarkan kepadamu?” ucap Ayah Gilen yang membuat semua orang terkejut.