Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
25. Mengabaikan


__ADS_3

Paul pun segera pamit dengan alasan ada urusan yang harus dia selesaikan.


"Suamiku, aku tidak ada apa-apa lagi dengan Paul, kau jangan salah paham ya!" Bulan langsung menjelaskan, agar suaminya tidak salah paham.


James tersenyum mendengar Istrinya mencoba menjelaskan hal itu, meskipun James juga tahu.


"Aku percaya pada istriku, sekarang makan sebelum masuk!" ujar James.


" Maaf ya, aku tidak bisa memasak untuk kalian, aku harus mengejar jam tambahan, ini penting untuk kesembuhanmu!" ujar Bulan sambil melahap bekal yang dibawakan suaminya.


" Kami tidak masalah, kau tahu dengan pasti ada yang gelisah setengah mati karena tidak ada bekal darimu!" ujar James.


" Oreo pastikan, biar saja ... " Bulan bodo amat dengan Rio.


" Selama 2 minggu ini kau sibuk jadi tidak usah repot memikirkan kami, belajarlah yang tekun, dan jangan terlambat makan okey?" ujar James.


" Siap Ndan." Bulan menikmati makanannya.


James menunggu Bulan selesai makan, setelah selesai James pun berpamitan kembali.


Bulan pun memberi kecupan dipipi James sebagai tanda terima kasih lalu berlari melambaikan tangan pada James.


James nampak bahagia karena mendapatkan kecupan dari istrinya. James segera mengajak Betran kembali ke perusahaan.


" Tuan, anda belum makan." ujar Betran mengingatkan.


" Hem, kantin perusahaan suruh memasakan makanan seafood 3 porsi." pinta James.


" Untuk siapa saja Tuan?" tanya Betran bingung.


" Aku, kau dan Oreo." James menjawabnya sambil tersenyum.


Betran pun ikut tersenyum melihat tuannya senyum-senyum.


Berkat Bulan, hubungan Rio dan James kini sangat baik, meskipun ibu Rio masih mengangkat bendera perang dengan James.


Makanan pun siap, Betran memanggil Rio untuk makan bersama di ruangan tuannya.


Rio tampak girang karena dia kira kakak iparnya membawakan bekal meskipun sangat terlambat.


" Kakak ipar mana?" tanya Rio.


"2 minggu ini tidak ada masakan kakak ipar, ayo duduk makan dengan Abang seadanya!" pinta James.


" Ah, tidak ... Tidak mau!" Rio tampak kesal dan tidak puas karena rupanya tidak sesuai harapan.


" Makan atau tidak usah makan!" tegas James.


Rio pun langsung duduk dan makan dengan terpaksa.


Baru akan memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba Lindam datang, dengan sangat gelisah.

__ADS_1


" Tuan, Ibu anda membuat keributan lagi di lantai dasar!" ujar Lindam.


Rio langsung menjatuhkan sendoknya dengan kesal dan segera berdiri dan pergi menemui ibunya.


" Putraku, aku ini ibumu, bagaimana bisa mereka menghalangiku masuk?" ujar Lala.


" Bu, aturannya kan jelas Ibu?, jika ada perlu telpon Rio, Rio akan ke bawah!" ujar Rio.


Rio merasa malu karena ibunya begitu bar-bar, benar - benar membuatnya kehilangan muka.


"Kau adalah CEO di sini, kenapa semua malah mengikuti James?" Lala sangat tidak terima karena aturannya seakan sengaja dibuat untuk dirinya.


Tapi berkat aturan itu Rio juga tidak bermain wanita di kantornya.


"Ibu pulanglah dulu nanti kita bicara di rumah lagi!" Ujar Rio segera meminta Lindam mengantarkan ibunya.


Lindam pun mengantarkan Lala pulang, namun saat di tengah jalan Lala meminta Lindam menurunkannya di tengah jalan.


"Turun sini saja, aku mau ke rumah temanku!" tegas Lala.


Lindam pun menurut, segera berhenti.


Lindam pun diam - diam mengikuti tanpa sepengetahuan Lala.


Lala dijemput oleh seorang pria tidak tahu siapa, wajah Lala berseri - seri saat bertemu dengan pria itu.


Lindam pun mengikuti Lala dengan hati - hati, Lindam sangat terkejut sejauh 2 jam mengikuti nyonya besarnya, rupanya nyonya besarnya cek in ke sebuah hotel dengan pria itu.


Lindam mengambil foto itu diam-diam, Lindam pun segera kembali ke perusahaan.


Mood Rio terlihat sangat tidak baik, Lindam pun tidak berani menyampaikan kabar itu pada tuannya.


" Maaf Tuan, bannya bocor tadi." Lindam berbohong pada Rio.


"Aku tidak ingin pulang cari wanita dan pesankan hotel!" pinta Rio.


Rio pasti seperti itu dia akan melampiaskan semua kekesalannya pada wanita.


Lindam pun segera mencarikan wanita dan memesan hotel untuk tuannya.


"Apa kau sungguh bersih?, tidak penyakitan?" tanya Lindam pada wanita panggilan yang di dapatnya.


" Bersih, aku sehat!" jawabnya.


" Nanti malam pukul 7 datang di hotel ini, ini kartu hotelnya, di nomer 709." Lindam memberikan kartu kamar itu pada wanita itu.


Malam pun tiba.


Bulan tetap memasak untuk makan malam, karena suaminya juga lembur, akan pulang jam 7 malam.


Saat selesai pas sekali suaminya pulang.


Bulan membantu suaminya berganti pakaian setelah itu membawa suaminya ke ruang makan.

__ADS_1


" Kak kau panggil Rio dong!" pinta Bulan pada Betran.


"Siap!" Betran pun segera pergi mencari Lindam, namun Lindam tidak ada.


Betran pun menelpon Lindam, rupanya Lindam sedang menunggu tuannya sedang cek in di hotel.


Betran pun kembali dan mengatakan hal itu pada Bulan.


James cukup kesal pada Rio yang terlalu ceroboh, banyak wanita menargetkan dia.


"Sayang, aku mau menyusul Rio dan membawanya pulang ya?, apa boleh?" ujar Bulan.


" Aku ikut!" ujar James.


Akhirnya mereka pun pergi menyusul Rio ke hotel. Lindam sangat terkejut melihat James dan Bulan datang.


Akhirnya Lindam pun mengantar mereka ke kamar 709.


Betran langsung mendobrak kamar itu.


" Agh..."


Bulan dan Betran terkejut melihat wanita yang ada dihotel itu adalah kakak Bulan si Lena.


Rupanya Rio sudah dibius oleh Lena, entah apa niatnya itu pada Rio.


James meminta Lindam segera membawa Rio ke rumah sakit terdekat.


" Kakak, kau apakan Rio?" tanya Bulan.


"Bulan, kenapa kau selalu mengacau?, kau merusak rencanaku, jika aku hamil anaknya aku juga akan kaya!" ujar Lena.


"Lancang!, berani-beraninya kau menargetkan adikku, apa kau sudah bosan hidup?" James tampak marah.


" Oh jadi ini suamimu Bulan, suamimu sungguh lumpuh?, hahahah kau orang lumpuh bisa apa?" ujar Lena.


Lena sangat meremehkan James.


"Jika suamimu lumpuh bukankah kau sangat kesepian, lalu kenapa kau menikah?, aku kira kau cukup beruntung, karena ku kira dia suamimu!" Ujar Lena menunjuk Betran.


" Betran, jebloskan dia ke penjara!" pinta James.


" Baik." Betran pun segera mengamankan Lena dan segera memanggil polisi.


Lena baru ketakutan, dia meminta ampun pada James dan meminta tolong pada Bulan untuk melepaskannya.


" Bulan, apa kau ingin menyelamatkan kakakmu?" tanya James.


" Jika kau meminta aku melepaskannya, aku akan melepaskannya." sambung James.


" Tidak, Sayang semenjak aku masuk ke dalam keluarga Yomana, hanya kau, Abang dan juga kak Betran saja keluargaku!, ayo kita pergi lihat Rio saja!" ujar Bulan.


James sangat puas dengan jawaban istrinya, Bulan pun mendorong suaminya meninggalkan kamar 709.

__ADS_1


Dia tidak peduli lagi pada Lena, meskipun Lena berteriak-teriak memohon maaf dan meminta bantuan pada Bulan, Bulan mengabaikannya.


__ADS_2