Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
54. Kabar baik


__ADS_3

Setelah Farah melakukan tes dan di USG, hasilnya benar - benar positif, Farah benar-benar hamil.


" Selamat Nyonya dan Tuan, atas kehamilannya." ujar Dokter memberikan selamat.


" Beneran hamil dok?, anakku?" tanya Rio seakan tak percaya.


" Iya sudah 3 Minggu usianya Tuan, ini saya berikan vitamin dan juga untuk mualnya ya." Ujar dokter memberikan saran dan arahan pada Farah dan juga Rio.


Setelah mengambil vitamin mereka pun segera keluar, Rio diam saja sejak keluar dari dokter tadi.


" Apa kau tidak senang?" tanya Farah.


" Aku senang, aku sampai bingung harus berekspresi seperti apa, aku tidak menyangka jika aku akan menjadi Ayah, kali ini aku lebih unggul dari Bang James." ujar Rio begitu bangga.


" Lindam sudah mendapatkan rumah untuk kita, tapi minimalis, kau lihat dulu kalau cocok kita tempati." ujar Rio.


" Iya ..." jawab Farah.


Mereka pun sampai di kediaman yang sudah di carikan oleh Lindam, Lindam sudah di sana.


" Silahkan Nyonya, anda lihat dulu baik-baik, jika tidak puas saya masih ada pilihan lain." Ujar Lindam.


Rumah minimalis itu cukup nyaman untuk Farah, karena tidak terlalu besar hanya ada ruang keluarga 2 kamar, dapur dan halaman belakang yang minimalis untuk menjemur.


" Suka, aku tidak capek kalau mau ke dapur karena dekat, dan tidak naik turun." ujar Farah senang dan puas.


" Satu kamar itu untukmu, mulai besok kalau cari asisten rumah tangga untuk menghandle pekerjaan rumah ,jangan sampai istriku kelelahan, dan rahasiakan dulu soal kehamilannya, kau tahu Ibumu bagaimana!" tegas Rio pada Lindam.


" Baik Tuan." Jawab Lindam.


" Farah, kau bisa katakan pada Lindam untuk apapun yang kau butuhkan, semuanya." ujar Rio.


" Iya terima kasih Rio, aku sangat lelah juga lapar aku mau makan dan istirahat!" ujar Farah.


" Katakan padaku apa yang ingi kau makan?" tanya Rio.


" Aku mau buah-buahan saja dan beberapa sayuran aku ingin membuat salad, aku tidak bisa makan nasi, membayangkan saja sangat mual." ujar Farah.


" Baik, saya belikan Nyonya!" ujar Lindam.


" Tidak, kau temani Farah, dan tanyakan apa saja yang dia butuhkan, untuknya dan isian rumah ini, aku yang akan pergi membeli karna dia mengandung anakku!" Rio segera pergi untuk membeli apa yang ingin Farah makan.


Lindam merasa senang karena tuannya sudah mulai berubah sedikit demi sedikit, semenjak ada Farah dia tidak repot lagi mencari wanita untuk tuannya.

__ADS_1


" Nyonya, tolong katakan apa saja yang anda butuhkan, saya akan catat dan beli!" ujar Lindam.


Farah mengatakan semua apa yang dia butuhkan, dari peralatan dapur, isian dapur, furniture dan masih banyak lagi.


Setelah mencatat semua kebutuhan Nyonyanya Lindam segera pergi untuk membelanjakannya.


" Nyonya saya tinggal sebentar, di depan ada orangku, anda bisa meminta bantuan padanya sementara saya tidak ada." ujar Lindam.


" Terimakasih Lindam." Farah pun segera masuk ke dalam kamarnya, karena rasanya Farah hanya ingin rebahan saja.


Farah sangat senang memiliki rumah sendiri yang hanya ada suami dan dirinya, tidak dengan mertua atau saudara lainnya, rasanya tidak ada kecanggungan, mau bangun kapan saja , mau ngapain saja, mau santai ruang keluarga atau depan teras bebas.


" Seharusnya seperti ini kan keluarga?" ujar Farah.


Tiba-tiba ponsel Farah berdering.


" Hallo ayah, ..." jawab Farah.


Rupanya Matriks menelponnya saat mengetahui menantu keduanya itu tidak ada di rumah.


" Nak, sekarang kau di mana?" tanya Matriks.


" Ayah, aku dan Rio tinggal di rumah bagus, meskipun tidak sebesar di sana, Farah senang di sini.". Ujar Farah.


" Hiks hiks, Iya Ayah terimakasih Ayah selalu baik pada Farah, Farah baik-baik saja, karena Rio tadi membela dan melindungi Farah dari Ibunya, Ayah maafkan aku membuat kekacauan di keluarga Yomana, maaf Ayah." ujar Farah.


" Tidak, sebelum kau datang kami sudah sangat kacau, karena Rio peduli padamu, Ayah menjadi sangat lega." ujar Matriks benar-benar lega, sekarang dia putranya sudah agak terkendali, meskipun harus berpencar.


"Rio sangat baik Ayah, dia memperlakukanku dengan sangat penuh perhatian, dia selalu menepati janjinya Ayah." ujar Farah memuji Rio di hadapan Matriks.


Tanpa di sadari Farah Rio ternyata berada di belakangnya.


" Bagus Nak, berikan Ayah alamat rumahmu yang baru, agar Ayah bisa berkunjung." ujar Matriks.


" Iya Ayah, kalau begitu sudah dulu Ayah."


Panggilan mereka pun berakhir.


" Apa pak tua itu menelponmu?" tanya Rio tiba-tiba dan mengagetkan. Farah.


" Oh Tuhan, Rio kau membuatku terkejut." ujar Farah.


Rio hanya nyengir saja, dan memberikan salad sayu dan salad buah pada Farah.

__ADS_1


" Tinggal makan saja, ayo cepat makan jangan, biarkan anakku kelaparan!" tegas Rio.


" Ya, ... Rio tadi ayah telpon dan menanyakan, dimana kita sekarang?, dia ingin berkunjung." ujar Farah.


" Beritahu tidak apa-apa, dia meskipun kaku tapi tidak sejahat ibuku!" ujar Rio.


" Iya, ibumu jahat!" ujar Farah.


" Sekarang kau aman, dia tidak akan mengganggumu selama dia tidak tahu tempat tinggal kita."


Ujar Rio.


" Aku percaya, kau akan melindungi ku!" ujar Farah.


" Makanlah, aku ingin pergi sebentar mengurus sesuatu!" ujar Rio.


Rio pun segera pergi.


Di kota B


Akhirnya selama 6 bulan itu Bulan intership di puskemas di kota B, setelah selesai dia dipindahkan di rumah sakit daerah di kota B.


Selama waktu yang cukup agak lama itu membuat James harus bolak - balik ke kota B saat merindukan istri tercintanya.


" Apa, Farah sudah hamil?" Bulan terkejut.


" Sudah lama, usianya mungkin sudah hampir 6 bulan, aku juga baru tahu saat mengunjunginya ke rumah barunya." ujar James.


" Baguslah kalau Rio bertanggung jawab dan membawa Farah pergi dari sana, aku lega." ujar Bulan, tapi Bulan tampak sedih.


" Benar, kenapa kau terlihat sedih?" tanya James.


Bulan langsung memeluk James dengan erat, Bulan menangis terisak-isak.


" Maaf, aku belum bisa cepat memberikanmu anak Sayang." ujar Bulan sambil terisak-isak.


" Kita itu kan LDR an Sayang, jadi maklum aja, lagian aku juga baru proses menyembuh, aku juga banyak mengkonsumsi obat yang mungki mempengaruhi bibit ku heheh" James mencoba menghibur istrinya.


" Maaf suamiku." ujar Farah.


" Kenapa?, kau tidak salah sayang, kita masih banyak waktu, kau juga masih masa intership, kau fokus saja, anak itu bukan kita yang tentukan, semua kehendak Tuhan, jadi kau tenang saja, kejar cita-citamu dan segera kembali bersama, oke?" ujar James.


" Iya, kau tidak boleh selingkuh loh ... Awas kalau selingkuh aku akan membuat kaki dan senjatamu tidak bisa berdiri selamanya!" ancam Bulan.

__ADS_1


James hanya tertawa, dia juga tidak akan selingkuh, istrinya sudah cukup sempurna untuknya.


__ADS_2