Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
62. Penyesalan Payah


__ADS_3

" Sa--sa--sanny?" Larisa tentu sangat terkejut.


" Kakak, kembalikan uangku!" wanita itu mengambil uangnya kembali dari Larisa.


Keduanya berebutan, tak karuan untuk uang 5 juta itu.


" Ini biar kakak yang simpan, kau tidak akan bisa mengatur keuangan." Larisa terus mempertahankan uang itu.


" Kalian kakak adik?" tanya Sanny.


" Ya, dia Kakak jahat yang sudah menggadaikan rumah peninggalan orang tua ku!" sahut wanita itu.


" Naya, Kakak menggadaikan karena untuk membayar hutang, kau tahu kakak sedang kesulitan." ujar Larisa.


" Kau yang terlibat hutang, kenapa merepotkan orang, kemana suamimu?, suruh dia kerja jangan hanya tahu makan tidur!" ujar Naya.


" Sudah Naya, kau berikan uang ini pada kakakmu, aku akan menggantinya!" ujar Sanny.


Naya pun melepaskan uang itu dengan berat hati, air matanya langsung mengalir begitu derasnya.


" Aku akan ganti lebih banyak lagi, sekarang tenangkan dirimu Naya." ujar Sanny.


" Hiks hiks hiks, pergi sana bawa uang itu, makan uang itu, kau selalu menyusahkan ku!" ujar Naya menangis.


" Sanny, apa uang ini darimu?" tanya Larisa.


" Ya, Dia juga yang membantuku menebuskan sertifikat rumah Ibu!" sahut Naya.


Larisa sangat terkejut, bagaimana bisa Sanny memiliki uang sebanyak itu, padahal Larisa tahu Sanny hanya anak dari seorang petani di kampung, dia dulu bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan ternama.


Tapi Larisa malah kenal dengan anak seorang pengusaha, dia pun meninggalkan Sanny untuk anak pengusaha itu, yang kini menjadi beban hidupnya karena menganggur setelah keluarganya bangkrut.


Memang dari dulu suaminya menganggur, hidupnya bergantung pada kedua orang tuanya.


Saat bangkrut sudah kelimpungan sendiri Larisa untuk menghidupi anak-anaknya dan makan sehari-hari sampai akhirnya hutangnya menggunung.


" Dari mana uangmu Sanny?, apa hubunganmu dengan Naya?" tanya Larisa.


Sanny langsung menarik pinggang Naya mendekat padanya.


" Aku kekasih Naya Larisa, kebetulan sekali!" Sanny mengode Naya.


Naya adalah orang yang mengerti balas Budi, jadi dia tahu harus berbuat apa.


" Ehmm, maaf Kakak adikmu dapat pria baik, dia adalah pewaris utama dari keluarga Zenta." ujar Naya.


" Apa?" Larisa sangat terkejut dengan apa yang di dengarnya, bagaimana bisa.


" Bukankah, kau hanya seorang anak petani?" ujar Larisa.


" Maaf Larisa, itu hanya identitas tersembunyi, kau bisa ambil uang itu." ujar Sanny.

__ADS_1


Larisa langsung mengembalikan uangnya pada Naya, Larisa langsung memegang tangan Sanny.


" Sanny, maafkan aku, ... Maafkan aku ..." ujar Larisa penuh dengan air mata.


Naya langsung kesal melihat drama Chanel ikan teri kakaknya itu.


" Menjijikan!, jangan sentuh kekasihku!" ujar Naya.


" Kau ini merebut Sanny dariku, adik macam apa kau!" Larisa langsung mendorong Naya.


" Larisa, rasanya aku sangat menyesal pernah menggilaimu, kau sangat jahat, kau yang meninggalkanku, kenapa kau menyalahkan Naya?" Sanny benar - benar merasa ilfil pada Larisa, sangat mengerikan.


" Maafkan aku, aku yang bodoh tapi kenapa kau harus dengan Naya, aku tahu kau pasti ingin aku kembali padamu kan?, aku mau, aku mau." Larisa sangat tidak tahu diri.


" Larisa, aku tidak akan kembali padamu, meskipun di dunia ini hanya tersisa dirimu seorang!" tegas Sanny.


" Dengarkan itu Kakak, kau jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin makannya jangan gila uang, makan sana anak pengusaha itu !" Naya terlihat sangat puas.


Naya langsung menarik Sanny masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu.


" Hahaha ... " Naya tertawa sangat puas melihat kakaknya sangat menderita.


" Kau tampak puas Naya." ujar Sanny.


" Tuan terimakasih, aku tidak menyangka kau adalah mantan kekasih kakakku, bersyukurlah anda tidak menikahinya, dia sejak kecil hanya bisa menyusahkan orang tua dan saudaranya." ujar Naya.


" Ceritakan padaku tentang Larisa, aku akan memberimu uang." ujar Sanny.


" Selama ini aku masih terjerat bayang-bayangnya, sekarang sudah tidak, dia membuat ku hancur di masalalu, tapi sudahlah aku tidak jadi ingin tahu!" ujar Sanny.


" Tapi aku akan ceritakan, aku butuh uang!" ujar Naya terus terang.


Sanny pun duduk dengan baik, mendengarkan semua cerita tentang Larisa.


" Jadi sudah dari dulu kakakmu seperti itu?, ya sudah semua sudah berlalu, biarkan dia menuai apa yang dia tanam, aku berikan 50 juta untukmu, setelah ini jangan ganggu kehidupan keluargaku lagi Naya." pinta Sanny.


" Tuan kebanyakan, ..." Naya mengembalikan sebagian uang Sanny.


" Sudah tidak apa-apa, aku memberikan kompensasi karena kau sudah membantuku, aku harus kembali." Sanny pun segera keluar, tapi rupanya Larisa masih menunggunya di luar.


" Sanny ... " Larisa langsung menghadang Sanny.


" Sanny, aku menyesal ... Hidupku sekarang berantakan, aku tidak tahu lagi harus bagaimana, aku sangat menderita Sanny." Larisa sangat tidak tahu diri.


" Apa urusannya denganku?, bukankah kau malu karena ayahku seorang petani?, padahal aku juga sudah bekerja di perusahaan dengan gaji 10 juta , kau malu karena aku hanya seorang karyawan dan ayahku seorang petani kampung, sekarang apa yang ingin kau katakan Larisa?" tanya Sanny.


" Maafkan aku karna bodoh Sanny, maafkan aku, apakah kita bisa memperbaiki hubungan kita?" tanya Larisa.


" Tidak, ... Hiduplah dengan damai bersama keluargamu, dan kau jangan mengganggu Naya lagi." tegas Sanny.


" Naya hanya anak kecil, kenapa kau memilih anak kecil itu?" protes Larisa.

__ADS_1


" Diamlah, jangan banyak bicara yang tidak perlu!" Sanny segera masuk ke dalam mobil mewahnya dan segera pergi meninggalkan Larisa yang terlihat sangat berharap padanya.


" Hahaha, pergi kau jangan datang lagi ke rumahku!" Naya menyiram kakaknya dengan air lalu mengunci gerbang.


" Sialan kau Naya, aku akan membuat hidupmu sengsara!" Larisa benar - benar kesal dengan adiknya itu, karena dia harus segera mengurus anaknya Larisa pun segera memunguti uang yang berjatuhan itu dan pulang.


Kediaman Zenta


" Sanny, ada apa dengan raut wajahmu Nak?" tanya Tere.


" Ma, baru saja Sanny bertemu dengan mantan kekasih Sanny, hidupnya sangat menyedihkan, tapi dia pantas mendapatkannya!" ujar Sanny.


Sanny langsung menceritakan keluh kesahnya pada Tere, tanpa canggung sedikit pun.


" Jangan memberikan kesempatan pada wanita seperti itu Sanny, apa kau lapar?, Mama buatkan makanan untukmu mau?" tanya Tere.


Tere langsung berlari ke dapur, dan tiba-tiba datang membawa cobek dan beberapa bahan -bahan.


" Ma, kau sedang apa?" tanya Sanny.


" Jangan pikirkan mantanmu, Mama buatkan sambal pedas nanti kita makan pakai nugget."


Ujar Tere.


" Bibi, tolong buatkan es teh 2 teko." teriak Tere.


Sanny ikut duduk di lantai melihat Tere yang menghaluskan cabe rawit begitu banyak.


Tak lama si Bibi membawa tahu goreng, nugget goreng dan banyak lagi macamnya, lalu es teh 2 teko.


" Bi, nasinya dong bawa sini." pinta Tere lagi.


Setelah semua siap Tere meminta putra tirinya itu cuci tangan dan makan bersama di lantai dekat tangga.


Keduanya tampak keringatan dan wajah mereka sangat merah bibir mereka juga sudah dower, megap-megap makan sambel gledek buatan Tere.


Sanny sangat bahagia, rupanya ibu tirinya sedang menghiburnya dengan sambel setan buatannya.


Sanny segera mencuci tangannya, setelah itu Sanny langsung memeluk Tere dari belakang.


" Mama, terimakasih." ujar Sanny.


" Jangan bersedih hanya karena wanita, belajarlah dari ayahmu, dia tidak pernah jatuh untuk seorang wanita, kau sangat jelek saat bersedih." ujar Tere.


" Baiklah, aku tidak sedih, Mama bolehkah aku membawakan sambel setan ini untuk adikku Bulan?, dia pasti suka." ujar Sanny.


" Boleh, Mama ikut ya." ujar Tere.


" Gas Ma." jawab Sanny


Akhirnya setelah dipacking, keduanya pun meluncur ke kediaman Bulan yang sudah di aturkan oleh Moses.

__ADS_1


__ADS_2