Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
41. Rangsangan


__ADS_3

Sanny mengusap kedua matanya seakan tak percaya.


" Tuan James?" Sanny segera tersadar saat James meneriakinya untuk membantu menariknya.


Sanny segera menarik tangan James dan meraih Bulan yang sudah lemas, baru Sanny menarik James ke atas.


" Moon ... " James segera memberikan breating pada istrinya sampai Bulan terbatuk-batuk dan mengeluarkan air dari mulutnya.


"Uhuk - uhuk ... hahahaha ..." Bulan tersadar, James segera menggendong Bulan.


" Sanny bawa kursi roda ku, dan cepat ke rumah sakit!" teriak James.


Sanny masih tak percaya jika James sudah bisa berlari dengan menggendong adiknya dengan begitu cepat.


Setelah sampai di rumah sakit James meminta membawa Bulan masuk ke IGD terlebih dahulu lalu kembali padanya.


" Sanny, jangan beritahu siapapun jika aku sudah bisa berjalan, sekarang bantu aku duduk di kursi roda!" pinta James.


" Baik!" Sanny segera membawa James masuk.


" Sanny, kau urus masalah tadi, jangan sampai ada berita keluar tentang kejadian tadi, cepat urus!" pinta James.


" Baik!" Sanny pun segera pergi mengurus hal yang di minta James dengan segera.


Setelah Bulan mendapatkan perawatan dokter dan sudah sadarkan diri.


" Moon ... " Panggil James.


Bulan melihat menatap dengan tajam ke arah James.


" Ada apa sayang?" tanya James khawatir.


" Abang James, ... " ujar Bulan.


James terbelalak, ada apa dengan panggilan dan tatapan istrinya itu.


" Abang James, aku sungguh menikahimu." ujar Bulan lirih.


Air mata James langsung mengalir dengan deras, rupanya bukan hanya dirinya saja yang mengalami rangsangan, rupanya Bulan juga mengalami rangsangan yang memulihkan ingatannya.


" Apa kau mengingat semua Moon?" tanya James.


Bulan pun terbangun,


"Aku ingat kita mengalami kecelakaan hebat, aku terpental jauh masuk ke sungai, saat aku bangun aku sudah ... agh ..." Kepala Bulan tiba-tiba terasa sangat sakit saat mencoba mengingat semuanya.


" Cukup, jangan diingat lagi, siapapun dirimu, kau tetaplah istriku, Moon ... sembunyikan semuanya, tetaplah dengan identitas Bulan, karena kita masih belum menemukan orang yang berencana membunuh kita!" ujar James lirih.


" Ya suamiku ... " jawab Bulan tersenyum.

__ADS_1


" Aku panggil dokter dulu ... untuk memeriksamu lagi!" James segera memanggil dokter untuk memeriksa Bulan.


Tidak ada masalah serius, karena tidak ada masalah Bulan pun meminta untuk pulang.


Setelah urusan nya selesai Sanny segera menjemput James dan Bulan untuk kembali ke kediaman James.


Setelah masuk ke kamar, Bulan langsung bersemangat.


" Suamiku, ayo cepat berdiri!" pinta Bulan.


James pun tersenyum, James segera beranjak dari kursi rodanya.


" Wah, suamiku ... kau sungguh tinggi sekali!" Ujar Bulan yang harus mendongak ke atas melihat wajah suaminya.


Karena baju James masih basah, Bulan segera mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya.


" Ayo aku bantu ganti baju!" Ujar Bulan, yang terbiasa membantu suaminya berganti pakaian saat masih lumpuh.


Setelah sadar jika suaminya bisa berdiri, Bulan langsung melemparkan pakaian pada James.


" Pakai sendiri, aku tunggu di luar!" Wajah Bulan tampak memerah.


James langsung menarik istrinya ke dalam pelukannya.


" Ah ... lepaskan!" ujar Bulan.


Bulan menghindari tatapan James karena sangat malu.


" Tapi kau sudah bisa pakai sendiri." ujar Bulan.


" Tapi aku mau dilayani, apa kau mau membantah perintah suamimu?" ujar James.


Dengan wajah memerah dan sangat malu, dan juga hati berdebar, Bulan membantu suaminya berganti pakaian lengkap.


Rasanya ketampanan dan kharisma suaminya bertambah 10 kali lipat ketika sudah bisa berdiri lagi, membuat hati Bulan kacau tak menentu.


" Sudah, aku mau masak dulu ..." Bulan tidak bisa tinggal di dalam bersama suaminya lama-lama, karena tidak kuat dengan aura ketampanan suaminya itu.


" Siapa tadi yang buru-buru memintaku berdiri dan sekarang buru-buru mau melarikan diri?" ujar James segera menarik dan memeluk Bulan yang kini hanya setinggi dadanya.


" Haiyah, rupanya kau tidak tumbuh dengan baik Luna, kenapa kau masih sangat kecil?" Ledek James.


" Ih, menyebalkan, kenapa kalau tidak tumbuh dengan baik, mentang-mentang kau sudah bisa berdiri kau boleh menghinaku?" Bulan langsung marah pada James.


James mengeratkan pelukannya dan menjatuhkan tubuh mereka ke ranjang.


" Luna ... aku sangat merindukanmu, sekarang kau sudah mengingatku dengan baik, dan kau sudah menang karena menikahiku." James mencium aroma tubuh Bulan dengan dalam, semuanya sangat serba diluar dugaan.


" Abang James, kau sudah menikah dengan 3 wanita sebelum menikah denganku, kau curang!" ujar Bulan.

__ADS_1


" Maafkan aku, tapi aku tidak bisa menyentuh mereka karena keterbatasan fisikku, apa kau percaya padaku?" ujar James.


" Tidak!, katamu hal seperti itu bisa dilakukan asalkan wanitnya di atas!" Bulan tidak percaya pada James.


" Hahahaha, iya kalau aku mau ... di pernikahan kita adalah ciuman pertamaku juga, kau kira di upacara pernikahan sebelumnya aku mencium mempelai wanitanya?, tidak kau bisa tanya pada Rio atau Lindam juga Betran!" ujar James.


" Kenapa kau menciumiku?" tanya Bulan.


" Tidak tahu juga, saat itu aku ingin menciummu!" jawab James.


" Abang, dulu saat kecil kau ingin memberikanku pada Rio, karena dia aku tolak dan menangis, apa sekarang kau juga akan memberikanku pada Rio, jika nanti dia menangis?" tanya Bulan.


Bulan mengingat semua kenangan masa kecil mereka, dan hal menyebalkan itu yang diingat Bulan, James akan memberikannya pada Rio agar tidak menangis.


James langsung menindih tubuh Bulan, wajah mereka saling menatap begitu dalam.


" Tidak, kau istriku sekarang, aku sangat mencintamu." tegas James.


" Siapa yang kau sayangi dan kau cintai?, Luna atau Bulan?" tanya Bulan pada James.


"Aku sangat menyayangi Luna, dan aku jatuh cinta pada Bulan." James langsung menyambar bibi Bulan.


"Jangan pernah meninggalkanku Luna maupun Bulan keduanya sangat berarti, jadi bagaimana Moon saat kau tahu jika yang kau cemburui itu adalah Luna?" tanya James tersenyum.


" Sepertinya hanya aku yang menyemburui diri sendiri, hahahaha" Bulan menertawakan dirinya.


" Moon, aku sudah bisa berdiri ...apa kau sudah siap?" tanya James.


" Abang, kau baru bisa berdiri jangan terlalu bersemangat, bagaimana jika aku mencoba memeriksa dulu kakimu?" tanya Bulan.


James segera duduk.


"Ayo periksalah!" pinta James.


Bulan segera mengambil alat untuk memeriksa kaki suaminya, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, semua memang baik-baik saja tidak ada masalah apapun.


" Bagaimana dokter?, apakah kakiku sudah siap untuk membantuku mencetak karya cinta?" tanya James.


Bulan tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, Bulan langsung duduk dipangkuan James.


" Abang, kau dulu sangat kaku, sekarang sangat tidak tahu malu!" ujar Bulan.


" Panggil aku suami, kau sudah terlalu banyak Abang, aku sekarang hanya akan menjadi suamimu saja!" tegas James.


" Suamiku, lihat sekarang kau bahkan juga cinta sepenuh hati pada gadis yang selalu kau coba singkirkan saat terus mengikutimu!" Bulan melingkarkan tangannya ke leher suaminya.


"Memang gadis yang luar biasa, bukan sepenuh hati, tapi juga sepenuh nyawaku untuknya, Moon aku mencintaimu." bisik James.


"Aku juga mencintaimu suamiku." Bulan kini yang mulai mencium bibir suaminya.

__ADS_1


Rasanya luar biasa, mereka terpisah begitu lama dan disatukan kembali, dan sudah dalam ikatan suci suami istri.


__ADS_2