
" Apa kakak kenal Luna?" tanya Farah memberanikan diri.
" Kenal, dia adalah teman masa kecil Rio." jawab Bulan tersenyum.
" Tapi tenang saja, dia tidak akan mengganggu rumah tanggamu dengan Rio kok." ujar Bulan.
" Lagian juga aku tidak suka dengan Rio Kak, ..." ujar Farah.
" Hahahah, jangan bilang begitu... Aku dan James juga di jodohkan, kami pada akhirnya saling mencintai." ujar Bulan.
" Begitukah?" Farah seakan tak percaya.
" Ya, awalnya James sangat kaku, dingin, juga galak, tapi setelah beberapa waktu bersama, kami saling mengenal satu sama lain, tumbuhlah benih cinta dihati kami, dan mengetahui jati diri satu sama lain, dan kami semakin jatuh cinta lagi." ujar Bulan.
" Jadi kalian benar-benar tidak saling kenal?" tanya Farah.
" Ehmm, ya begitu juga bisalah, tapi memang dari awal aku tidak melihat pernikahan kita ini hanya perjodohan, aku memberikan semua cintaku dan kasih sayangku lebih dulu pada pria keras kepala itu, sampai akhirnya dia benar - benar jatuh hati padaku." ujar Bulan.
Bulan terlihat sangat bahagia dan membuat Farah terus bertanya tentang semua perjalanan cinta Bulan dan juga James.
" Awalnya juga aku menangis karena aku punya kekasih Farah, tapi aku harus menurut pada orang tuaku, saat aku mencoba menerima dan berdamai dengan semuanya, perlahan semua berjalan dengan baik, dan aku sangat bahagia dengan perjodohan ini Farah." ujar Bulan.
" Apa aku juga bisa sepertimu Kak, sedangkan Rio seperti itu, dia melihatku hanya sebagai alat pemuas nafsunya saja." Farah merasa sangat sedih.
Bulan mendekati Farah dan memegang perutnya,
"Farah aku berharap kau dan Rio memiliki anak, mungkin anak bisa merubah semuanya, aku berharap kecelakaan diantara kau dan Rio juga akan berbuah manis, semua itu pasti akan ada hal indah yang menanti dalam setiap kesulitan yang kita hadapi." ujar Bulan.
" Kak, jujur saja aku masih sangat mencintai mantan kekasihku." Farah menangis karena memang dia sangat mencintai mantan kekasihnya.
"Aku mohon lupakan dia, fokuslah pada Rio, kau harus berada di pihaknya, maka dia akan melindungimu, kau menurut saja padanya, aku akan membantumu berbicara saat dia membuatmu kesal nanti, belajarlah menerima posisimu sekarang, sekarang dia masih melihatmu sebagai alat, tidak masalah sentuhan fisik setiap hari akan menumbuhkan perasaan satu sama lain, kau harus mengembangkan dengan perlakuan yang istimewa kepadanya, kau jangan takut pada siapapun kecuali pada suamimu, mertuamu itu cobalah kau hormati sekali dua atau tiga kali, jika dia tetap tidak menerimamu, maka kau boleh melawannya." ujar Bulan.
" Kak, tolong arahkan aku agar aku tetap bertahan hidup di keluarga ini, aku tidak kenal siapa-siapa di sini, Ayah mertua baik, tapi aku tetap sungkan, tapi Kakak Bulan kau adalah orang yang ku percaya di tempat ini tolong kakak bantu Farah ya." Farah terlihat sangat tak berdaya, hal itu juga pernah dia rasakan saat pertama kali tiba di kediaman Yomana ini.
" Asal kau tidak ada niat buruk pada kami, aku akan membantumu Farah." ujar Bulan menenangkan.
" Ayo kita segera bawa ke meja makan, nanti kau coba layani suamimu itu, jika dia menolak aku akan membantumu!" ujar Bulan.
__ADS_1
Setelah makanan di tata mereka pun segera bergabung ke ruang makan, Bulan memberikan kode pada Farah untuk mengambilkan makanan.
" Suamiku, kau mau lauk apa?" tanya Farah pada Rio.
" Aku bisa makan sendiri, apa kau tidak lihat aku masih punya 2 tangan utuh!" sahut Rio.
" Kau ini kurang ajar Rio, istrimu sangat baik tapi kau tidak tahu diri!" Matriks sangat kesal pada putra keduanya itu.
" Ayah, aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini!" Jawab Rio bodo amat.
" Rio!" Matriks sudah kehabisan kata-kata untuk putra keduanya.
" Ayah, tenanglah ... Kau keluarlah jangan ikut makan di rumah kami!, jika kau mau makan biar Farah yang mengambilkan!" tegas Bulan.
" Kakak ..." Rio masih membelot.
" Jangan makan, kalau kau tidak bisa menghargai kebaikan istrimu, aku ini juga seorang istri, itu sangat menyakitkan tahu!" ujar Bulan.
" Ya, cepat ambilkan aku makan!" tegas Rio pada Farah.
" Yayaya, maafkan aku." ujar Rio.
" Aku tidak mau itu, cepat kau ambilkan lelet sekali." ujar Rio.
Bulan langsung melemparkan buah apel ke kepala Rio karena ikut kesal dengan sikap Rio.
Rio langsung diam menjaga sikap, Farah menahan tawanya melihat sikap terpaksa menurutnya itu.
" Farah sudah, jangan kau ladeni terus orang susah itu, kau makan yang kenyang, pikirkan kesehatanmu." Ujar Matriks dengan lembut.
" Iya Ayah." Farah segera duduk dan makan.
Suasananya sangat hangat dan membahagiakan untuk Matriks akhirnya dia bisa makan bersama dengan anak-anak dan menantunya tanpa ada keributan besar, itu hanya drama kecil yang membuat suasananya tampak sangat kekeluargaan.
Matriks baru menyadari jika Paul terus memperhatikan Bulan yang sedari tadi mengurus James.
" Paul, apanya kau lihat ayo makan!" ajak Matriks.
__ADS_1
" Eh, oh ya ... Uncle, hehehe kapan Paul juga menikah!" ujarnya.
" Memangnya kau tidak punya pacar Paul?" tanya Rio.
" Punya, tapi dia menikah dengan orang lain!" jawab Paul.
" Wah pacarmu sangat tidak setia, bagaimana bisa dia pacaran denganmu tapi menikahi orang lain?" ujar Rio tanpa berpikir.
James langsung menyiapkan capit kepiting ke mulut Rio dengan kasar, sehingga Rio tidak dapat berbicara lagi.
" Bicaralah yang baik, jika kau tidak tahu keadaan orang lain, bisa saja wanita itu dipaksa karena perjodohan, bukan begitu Paul?" tanya James dengan wajah mode perang.
" Ya, Kak ... Dia dijodohkan orang tuanya, dia sangat penurut." jawab Paul.
Paul pun membalas tatapan tajam pada James, seakan mengatakan semua karenamu.
Rio mengeluarkan capit itu dari mulutnya.
" Abang, kau kasar sekali, aku kan hanya berargumen kenapa Abang yang kesal padaku?" Ujar Rio mengomel.
" Lihatlah kisahmu dulu dengan Farah, baru kau mengomentari kisah orang lain, andaikan kau ini bukan pria bajiingan kau tidak akan menodai kekasih orang!" sahut James.
" Apa, kekasihnya juga selingkuh, itu artinya aku justru menyelamatkannya dari pria busuk itu kan!" Ujar Rio sangat bangga.
Matriks sangat malu, bagaimana bisa dia punya anak seperti Rio ini, ibu dan anak benar - benar adalah cobaan dalam hidupnya.
" Tolong jangan dimasukkan ke hati nak Farah." ujar Matriks pada Farah.
" Tidak Ayah, saya sangat berterima kasih pada putra anda, berkatnya saya jadi tahu jika pria itu tidak pantas untuk saya." jawab Farah.
James dan Bulan tersenyum mendengar jawaban Farah.
" Nah, ... dengarkan itu Ayah, aku ini bajingan tapi kan terang-terangan, aku tidak munafik seperti kekasihnya itu." sahut Rio.
" Bagaimana bisa kau membanggakan hal seperti itu, Oh Tuhan." Matriks menepuk jidatnya.
Semua tertawa melihat Matriks mengeluhkan kelakuan putra keduanya itu, menyebalkan tapi juga lucu.
__ADS_1