
" Adikmu tinggal di dekat perusahaan ya?" Tanya Tere.
" Ayah yang mengaturnya!" jawab Sanny.
Tere segera turun, Tere merangkul tangan Sanny mengikuti langkah Sanny menuju kediaman yang di huni oleh Bulan.
Sanny pun menekan tombol bel pintu, tak lama pintu pun terbuka.
" Oh Tuan Sanny, ..." ujar Chelsea.
" Apa Bulan sudah pulang kerja?" tanya Sanny pada Chelsea.
" Sudah, Dokter sedang mandi ayo silahkan masuk, siapa ini Tuan?" tanya Chelsea pada Sanny.
" Mamaku, mah .. Kenalkan dia adalah asisten adikku." ujar Sanny.
" Hallo, aku Tere ... Senang sekali bertemu denganmu Nak." Tere sangat friendly rupanya.
" Iya Nyonya, saya juga senang, silahkan duduk, mau minum apa ?" tanya Chelsea.
" Apa kau yang menyiapkan?, kau kan asisten adik Sanny, jangan melakukan yang bukan pekerjaanmu Nak." ujar Tere.
" Ayah kan memberikan kalian pelayan." ujar Sanny.
" Iya benar, tapi ini jam istirahat mereka Tuan, hanya membuat minuman saya juga tidak masalah." ujar Chelsea.
" Siapa yang datang Chelsea?" tanya Bulan.
Bulan masih mengenakan handuk di kepalanya.
" Abang, ... " ujar Bulan.
Bulan melihat ke arah Tere dan meminta penjelasan Abangnya dari mana wanita yang begitu lengket padanya itu.
" Bulan, ini mamahku, istri ayahku!" ujar Sanny.
" Oh, lalu aku harus memanggil siapa?" tanya Bulan.
" Panggil Mama lah, kau kan akan menjadi keluarga Zenta, bukankah begitu Sanny?" tanya Tere.
__ADS_1
" Ya, kau harus memanggilnya Mama, tapi Ma ... Sanny agak serakah apakah boleh?, Bulan memilik Abang yang baik, aku dan abangnya sudah seperti saudara juga, apakah Ayah mau mengangkat Abang kandung Bulan sebagai anak juga?" tanya Sanny.
" Apakah ayahmu sudah bertemu dengan kakak kandung Bulan?" tanya Tere.
" Belum Ma, ..." jawab Sanny.
" Temukanlah dulu kakak kandung Bulan dengan Moses, mama tidak bisa membawa orang masuk tanpa persetujuan ayahmu!" ujar Tere.
" Tapi kalau semisal Ayah mau apakah, mamah setuju?" tanya Sanny.
" Ah, melihat adikmu yang cantik ini aku bisa membayangkan wajah abangnya, dia pasti bertubuh tinggi, memiliki bahu yang tegap, dan juga cukup tampan." ujar Tere.
" Dia lebih tampan dariku Ma." ujar Sanny.
" Oh ya, benarkah?, tapi bagaimana jika Abang Bulan ini jadi menantuku saja!" ujar Tere.
" Apa?" tiba-tiba Chelsea terkejut.
" Hehehe, apa kau menyukai Abangnya Bulan?" tebak Tere pada Chelsea.
" Ah, tidak Nyonya, saya tidak berani." ujar Chelsea.
" Tidak dokter, tidak hehehe." ujar Chelsea keringat dingin serasa diinterogasi oleh polisi.
" Hahahaha, lucu sekali ..." Tere sengaja mengatakan hal itu karena melihat gelagat chelsea yang terlihat bersemangat setiap kali abangnya Bulan di sebutkan.
" Mama, kau pasti sengaja!" ujar Sanny.
" Maafkan saya ya, Nak Chelsea." ujar Tere.
" Wah, aku punya Mama yang asyik!" Bulan langsung duduk menempel pada Tere.
" Oh iya dong, aku punya 4 anak hebat sekarang!" ujar Tere sangat bahagia.
" Abangku kan belum dapat ACC dari Ayah Moses." ujar Bulan.
" Tenang saja, Sanny adalah orang yang bisa bernegosiasi dengan ayahmu Moses." ujar Tere.
" Mama, aku berpikir jika Abang akan kesulitan saat masuk ke dalam keluarga Zenta, aku kira dia harus berebut kekuasaan dengan orang - orang di keluarga Moses, aku sempat khawatir, sekarang aku tidak khawatir lagi, mama sangat baik sekali, aku jadi tenang dan senang." ujar Bulan.
__ADS_1
" Oh, syukurlah aku kalian terima dengan baik, aku hanya orang tua yang lemah, bagaimana aku harus keras pada anak-anak malang seperti kalian, tapi memang kalian tidak boleh tenang, karena persaingan itu ada, saudara ayah kalian masih hidup dan mereka sejak dulu ingin mengambil alih posisi ayah kalian ini, makanya aku juga sulit, karna aku hanya memiliki anak perempuan dan dia tidak bisa kami andalkan, makanya aku berdiam diri saat ayahmu berusaha keras ingin memiliki anak laki-laki dari wanita lain, asal mereka tidak mengambil tempat ku aku tidak masalah, dan aku senang karena ada Sanny, setibanya Sanny, semua wanita ayahmu di usir dengan sendirinya." ujar Tere.
" Mama, bagaimana bisa kau tenang di dalam kediaman yang sangat rumit, suamimu dimiliki banyak wanita lain, kau bahkan tidak marah." ujar Bulan.
" Ya, ayahmu marah karena Ibu tidak mau melahirkan lagi, kau tahu di kediaman kami itu semua saudara bebas keluar masuk, aku tidak yakin jika aku memiliki anak laki-laki, dia akan bertahan hidup sampai dewasa itu aku sangat tidak yakin Bulan, makanya Ibu lebih baik tidak memiliki putra yang nyawanya terancam di kediaman itu." ujar Tere.
" Begitu mengerikan persaingan itu Ma, tapi apakah Abang juga akan bertahan?" ujar Bulan khawatir.
" Ayahmu berani membawa pulang kalian, dia pasti cukup percaya dengan kemampuan kalian, untuk melawan saudara-saudaranya." ujar Tere.
" Rupanya begitu." Bulan mengangguk mengerti.
"Kalian sudah tumbuh dilingkungan keras, untuk bertahan hidup dikeluarga Zenta sudah pasti kalian siap." ujar Tere.
" Sudah jangan bahas masalah keluarga yang rumit lagi, Bulan mama membuat sambal setan, cobalah kau pasti suka!" ujar Sanny.
" Oh iya, mama lupa dengan tujuan awal Mama, ini mama bawakan sambal setan kata Abangmu, heheh dia baru saja bertemu dengan mantannya, dan sangat kesal, mama tidak tega melihat wajah galaunya Mama buatkan saja sambal penangkal kegalauan ini hihihi ... " ujar Tere.
" Apa?, Abang ketemu Larisa?, cepat sekali ketemunya, bagaimana bisa begitu Abang jadi anak Moses kenapa Larisa muncul?" ujar Bulan. Heran.
" Iya juga ya?" Sanny baru sadar hal itu.
" Tapi ini juga gara-gara ayah, masak dia juga mau main dengan wanita muda, dia belum sempat dapat giliran tapi sudah diusir padahal dia berharap ingin dapat uang untuk menebus sertifikat rumah yang digadaikan, wanita itu menerobos masuk dan malah menawarkan dirinya padaku, aku hanya membantu menebuskan sertifikat rumahnya, kau tahu rupanya dia adik Larisa." Sanny menceritakan semuanya pada adiknya.
" Wanita itu tidak tahu malu, aku harus menjambak rambutnya!" Bulan sangat kesal dengan Larisa.
" Yang penting Abangmu tidak menanggapi tidak masalah, cari wanita seperti nak Chelsea ini loe San." ujar Tere menggoda Chelsea.
" Saya ini hanya wanita kampung Nyonya, hehehe mana pantas dengan Tuan Sanny." ujar Chelsea.
" Nah yang begini ini mama demen San." ujar Tere.
" Chelsea sudah buat Betran saja ma, Sanny masih mau fokus saja membantu ayah menangani perusahaan dan fokus dengan Bulan saja." tegas Sanny.
" Adikmu bukan cuma Bulan loe San." ujar Tere mengingatkan.
" Iya, tapi Silya tidak mau menganggap Sanny abangnya ma." ujar Sanny.
" Nanti juga akan menerima kok, anak itu sama dengan mama kok, kalau sudah cocok sangat penyayang, kasihan loe dia selama ini sendirian tidak punya teman, dia sudah malas berteman karena temannya hanya memanfaatkannya saja, akhirnya dia kemana-mana sendiri saja " ujar Tere.
__ADS_1
" Wah, kita akan berusaha menyayanginya Ma!" ujar Bulan bersemangat dia sangat senang punya 2 Abang dan satu saudara perempuan nantinya.