Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
46. Salah kamar


__ADS_3

Setelah selesai makan Rio pun berpamitan kembali ke penginapannya dia sangat ingin menikmati liburannya dan ingin mencoba berkencan dengan wanita timur tengah.


" Kalian bawa obat ambeien?" tanya Rio pada Sanny dan Betran.


" Tuan ... " Lindam memberi kode pada tuannya jika jangan begitu lancang.


" Aku hanya mengkhawatirkan mereka berdua, kalian harus punya dokter khusus!" ujar Rio yang memang terlihat tampan peduli pada Sanny dan Betran.


" Tuan Rio apa yang anda bicarakan?, kami tidak kena ambeien." ujar Sanny.


" Bagus, tapi hati-hati ya ... kalian masih sangat muda, jangan terlalu bersemangat!" ujar Rio.


Betran dan Sanny tidak mengerti dengan ucapan Rio sama sekali.


" Aku ada dokter yang biasa menangani Ambien kok, hubungi aku kalau kalian mungkin membutuhkan dokter hebat, kakak ipar juga dokter meski belum resmi tapi aku yakin dia juga tidak bisa diremehkan, tapi mungkin kalian malu, aku akan menge Allan dokternya pada kalian, jadi jangan sungkan, Ayo Lindam!" ajak Rio segera kembali ke kamarnya.


" Tuan anda terlalu jelas tadi!" ujar Lindam.


"Mereka pasti merasa malu, jadi pura-pura tidak mengerti, yang penting aku sudah memberi mereka jalan, kenapa aku malah membantu mereka yang sesat astaga, Tuhan berdosa kah aku?" ujar Rio.


Lindam merasa senang karena tuannya ingat Tuhan, karena permasalahan Sanny dan Betran itu.


Lindam memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


" Lindam, tolong cari wanita yang cantik yang pinggangnya ramping dan dadanya montok!" ujar Rio pada Lindam.


Baru saja Lindam merasa lega karena tuannya sudah bertobat, ini malah langsung request.


" Tuan ini Dubai, bukan di Amerika, suami istri saja juga tidak boleh bermesraan di depan umum di sini!" ujar Lindam pada tuannya.


Lindam menyarankan untuk pindah ke kota lain karena sudah jelas peraturan di Dubai meski bebas tapi ada aturan yang harus di patuhi.


Rio pun mengikuti saran Lindam pindah ke kota lain yaitu ke Manama, di mana kota tersebut adalah kota terbebas paling tinggi di timur tengah bahkan di dunia.


Mereka pun segera pergi juga malam itu menuju Kota Manama.


Seperti biasa Lindam harus mencari wanita yang aman, dan dibawalah dulu ke rumah sakit untuk tahap pemeriksaan mendalam jika hasilnya bersih maka bisa di bawa pada tuannya.


Sebelum itu mereka sudah memberitahu Betran dan Sanny jika mereka akan pergi ke Manama, padahal Betran dan Sanny masih bingung dengan maksud Rio yang tadi, ini malah orangnya sudah pergi ke Manama.


" Tuan Rio pergi ke Manama, pasti mau coba wanita timur tengah." ujar Betran.


" Apa sih maksudnya Rio itu aku merasa kedua anak itu memandang ke arah kita dengan aneh!" ujar Sanny.


" Memang anaknya begitu Sanny, jangan dipikirkan, kita siap-siap menyusul Tuan dan adik kita ke Swiss." ujar Betran.

__ADS_1


" Ya, baiklah!" mereka pun segera berkemas agar besok tinggal cabut saja dari Dubai ke Swiss.


Keesokan paginya.


Rio terbangun, rupanya gadis sewaannya masih tertidur pulas di sampingnya.


Sebenarnya Rio masih terkejut gadis yang di bawa Lindam rupanya masih perawan, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini.


Tapi memang sebelum berhubungan Rio biasa banyak minum jadi suka tidak ingat dengan siapa dia berhubungan, ketika sudah selesai mereka akan pergi sebelum Rio bangun.


Tapi kali ini berbeda, wanita itu masih terkulai lemas di samping Rio saat berdiri Rio mendapati bercak darah cukup banyak di spray.


Rio segera menghubungi Lindam, untuk mengurusi wanita bayarannya itu.


" Maaf Tuan, tumben sekali, padahal sudah jelas dengan kesepakatan semalam, jika anda sudah tidur dia harus pergi." ujar Lindam segera menuju kamar Rio.


" Tuan, ... " Lindam mengetuk pintu kamar tuannya.


Rio segera membukanya, dan menyuruh Lindam masuk untuk mengusir wanita itu, tapi saat melihat wajah wanita itu Lindam terkejut.


" Tuan, bukan wanita ini yang aku bayar semalam." ujar Lindam terkejut, bagaimana bisa berubah wajahnya Lindam sangat ingat wanita itu berambut lurus ini kenapa berubah juga rambutnya bergelombang.


" Apa?, yang benar saja, wanita ini semalam yang mengetuk pintu kamarku, aku langsung unboilxing lah, aku kira dia yang kau bayar!" Rio sangat terkejut.


Rio dan Lindam mondar - mandir, mau kabur pasti juga tertangkap, kalau tetap tinggal juga pasti bermasalah.


" Lalu kemana wanita yang kau bayar?" tanya Rio.


Lindam segera menghubungi nomer wanita itu.


" Nona, apakah anda tidak datang semalam?" tanya Lindam.


" Aku mengetuk berkali-kali tidak ada yang membuka pintu Tuan, jadi aku kembali, aku sudah menunggu 30 menit di depan kamar." jawab wanita itu.


Lindam langsung mengakhiri panggilannya, dan mengatakan pada Rio jika wanita yang dibokingnya tidak datang karena tidak dibukakan pintu.


Terdengar suara rintihan dari wanita yang masih di ranjang.


Lindam langsung menghampiri wanita itu, dan menanyakan siapa sebenarnya wanita itu. Tapi wanita itu malah menangis dan menunjuk-nunjuk ke arah Rio.


Lindam mencoba menjelaskan situasinya pada gadis itu, lalu bertanya sebenarnya apa yang terjadi ada perlu apa gadis itu mengetuk kamar Rio.


" Aku mengetuk kamar kekasihku, aku mengikutinya diam-diam tapi kenapa jadi dia?" ujar gadis itu menunjuk ke Rio.


" Di nomer berapa kekasihmu tinggal?" tanya Rio.

__ADS_1


" 801." jawabnya.


" Nona ini kamar 802!" ujar Lindam.


Rio dan Lindam langsung bernafas lega, jadi bukan salah Rio sepenuhnya jika begitu, karena gadis itu salah mengetuk kamar.


" Lagian kenapa kau diam-diam mengikuti kekasihmu?" ujar Rio kesal.


" Sudahlah Lindam, kau berikan dia uang yang banyak dan urusan kita selesai!" ujar Rio wanita itu langsung berdiri, menutupi tubuhnya dengan selimut, langkahnya terjatuh karena tubuhnya masih sakit karena Rio semalam menghajarnya tanpa ampun.


Gadis itu berdiri lagi, jatuh berdiri lagi, sampai dia berada dihadapan Rio dan menampar wajah Rio dengan keras.


" Aku bukan pelacur Tuan!" ujar wanita itu sambil menangis.


Lindam benar-benar panik, ini adalah masalah yang rumit dan gadis itu kekasih orang, Lindam segera mengambil kemeja Rio dan meminta wanita itu, mandi dan memakai baju dulu, baru berbicara baik-baik.


Setelah mandi dan duduk wanita itu teringat kekasihnya, dia langsung berlari keluar hanya dengan kemeja putih milik Rio, dan langsung menggedor kamar 801.


Tak lama pintu kamar itu terbuka, namun yang membuka seorang wanita yang hanya berbalut handuk.


Gadis itu langsung masuk dan menghampiri pria yang masih terlelap itu.


" Moyen ... bangun siapa wanita itu?" gadis itu mengoyak tubuh kekasihnya.


" Farah?" pria itu terkejut melihat kekasihnya sudah berada di depannya.


" Siapa dia?" tunjuk Farah pada wanita di dekat pintu.


" Aku bisa jelaskan, ini hanya salah paham Farah, tapi ada apa dengan pakaianmu?" tanya Moyen.


Farah langsung menampar kekasihnya, dan mengatakan semua ini salahnya dan Farah pun memutuskan kekasihnya saat itu juga dan pergi keluar kamar.


Moyen masih mengejar Farah dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi Farah sudah tidak mau tahu dan terjadilah pertengkaran hebat antara Moyen dan Farah.


Moyen melihat banyak sekali tanda merah di leher Farah.


" Kau tidur dengan siapa?, selama ini bahkan kau tidak mau ku sentuh, rupanya kau hanya berpura-pura suci, kau adalah pelacur!" Moyen mendorong Farah sampai terjatuh.


Moyen langsung memukul Farah karena merasa kecewa dengan Farah.


Rio langsung pasang badan untuk Farah.


"Dia mengikutimu diam-diam dan salah mengetuk pintu kamarku, aku mengira dia adalah wanita bokinganku, jika kau tidak selingkuh hal ini tidak akan terjadi, kau sendiri kotor mau wanita yang suci, mimpi!" Rio mendorong Moyen.


Keduanya pun terjadi baku hantam dan masalah mereka sampai ke kantor polisi. Tentu saja Rio kalah karena dia adalah turis, Rio pun di tahan di kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2