
"Kau tahu posisiku saja masih belum stabil di perusahaan, aku juga akan kalah jika Moses mencari masalah dengan Luna." ujar James.
" Benar juga Tuan." Betran sangat mengerti posisi tuannya masih belum stabil di keluarga Yomana.
Andaikan James tidak mengalami kecelakaan mungkin Yomana sudah berada di atas keluarga Moses Zenta.
Di ruangan Moses.
" Tuan, Tuan ..." panggil Bulan perlahan.
" Ada apa?" tanya Moses.
" Itu Tuan, Abang saya akan memikirkan lagi untuk menjadi pewaris anda!" ujar Bulan.
" Aku harus mendengarnya langsung dari mulut anak ini, dia seorang laki-laki, apa pantas menyuruh wanita mewakilinya berbicara!" tegas Moses.
" Tuan, aku akan pikirkan lagi untuk menjadi pewaris anda, tapi saya tidak mau bersaing ketat di keluarga anda, saya tidak mau berebut jabatan atau apa yang membuat saya, repot nantinya!" ujar Sanny.
" Banyak sekali wanita yang membawa bayi dan mengaku bahwa itu benihku, tapi setiap kali tes DNA rupanya bukan, kenapa kau ini malah tidak mau?" Moses sangat kesal.
Sanny terdiam, dia juga pasti sangat syok dengan identitas aslinya sendiri, kenapa Moses begitu santai, tidak syok, tidak berusaha keras mengulang tes DNA lagi, bagaimana jika dia ditipu.
" Aku ini meski pun sudah tua, juga tidak bodoh, kau mengira aku ini sembarangankan, jika aku orang yang sembarangan, aku tidak akan bertahan lama di dunia bisnis, hanya memang kelemahan pria kaya itu wanita cantik." ujar Moses.
" Tuan, Abangku sudah mau loe, jadi pewaris anda, tolong bantu saya dong, biar saya cepat selesai magang dengan baik, katakan yang baik-baik ya pada atasan saya." bujuk Bulan.
Sejak kecil cita-cita ingin sekali menjadi dokter memakai jas putih dengan rambut diikat.
" Pelayanmu buruk sekali, mana boleh aku berbohong!" ujar Moses.
" Tuan, aku sudah membujuk Abangku loe, sekarang dia mau, anggap saja Tuan membayar jasaku!" bujuk Bulan.
" Abangmu mau menjadi pewarisku, kenapa kau tidak mau menjadi anakku sekalian?" tanya Moses.
" Kalau Tuan mau mengangkat Bulan menjadi anak Tuan, saya sangat siap menjadi pewaris anda!" sahut Sanny.
" Tidak, tidak, aku tidak mau, aku tidak mau, Abang aku hanya ingin menjadi dokter saja sudah cukup, suamiku sudah cukup kaya, aku tidak ingin lebih lagi, aku tidak mau titik!" Bulan langsung menolak mentah-mentah.
__ADS_1
Moses tersenyum melihat kedua anak itu, mereka sangat sederhana, tidak gelap mata, saling melindungi satu sama lain, dan cukup pintar.
" Kau sudah menikah anak kecil?" ujar Moses.
" Sudah Tuan, suamiku bernama James Yomana!" jawab Bulan.
" James Yomana, anak itu ... Bukankah dia lumpuh Karena kecelakaan?" ujar Moses.
" Bagaimana anda tahu Tuan?' ujar Bulan terkejut.
" Dia juga pasti tahu aku, kau mau menikahi pria lumpuh?, sangat luar biasa!" ujar Moses.
" Aku akan berusaha menyembuhkan kakinya, makanya aku berusaha keras menjadi dokter untuk suamiku!" tegas Bulan.
Meskipun james sudah bisa berjalan, tetap Bulan harus merahasiakannya.
" Keluarga Yomana juga tidak kalah rumit dengan Zenta, jika dia bisa bertahan sampai sekarang dia memang anak yang hebat, kau tidak bodoh rupanya!" ujar Moses memuji Bulan.
" Jika aku bodoh aku tidak akan di sini Tuan!" protes Bulan.
Moses segera mengambil ponselnya, dia terlihat nampak menghubungi seseorang.
" Ini putraku, Sanny kenalkan mereka adalah orang kepercayaan Ayah, mulai sekarang kau akan di bimbing dalam memahami keadaan perusahaan Ayah saat ini, dia Paman Harun dan Raka, ikuti saja arahnya dia tidak akan menyesatkan mu!" tegas Moses.
Bulan sangat terkejut, secepat itu Moses menerima Sanny tanpa banyak syarat ini itu atau menuntutnya.
" Dan dia akan menjadi putri angkatku setelah nanti aku mengumumkan Sanny adalah pewaris sah keluarga Zenta." Moses menunjuk arah Bulan.
Bulan langsung mundur dan memberikan kode menolak keras.
" Yomana, akan mengalami krisis parah karena aku tahu siapa Lala, jika kau mau membantu suamimu mendapatkan kembali harta ibunya, sebaiknya kau menurut saja ini aku sedang membalas Budi karena kau sudah mau membujuk Sanny." ujar Moses.
" Anda cenayang?, kenapa anda bisa memprediksikan hal hal itu?" ujar Bulan terkejut.
" Anak-anak tidak tahu permainan orang dewasa, maka ikuti saja arahan orang tua."tegas Moses.
Saat membahas hal yang begitu penting Moses terlihat begitu berwibawa.
__ADS_1
Sanny terlihat sangat puas karena Bulan akan masuk dalam satu keluarga dengannya.
" Tapi Tuan, ..." ujar Sanny.
" Panggil aku Ayah!" tegas Moses.
" Tapi Ayah, aku tidak ingin ibuku mengetahui ini semua, dia pasti akan datang menggangguku!" ujar Sanny.
" Ibumu biar aku yang tangani, kau hanya cukup mengurus apa yang harus kau urus!" tegas Moses.
" Kalau begitu Abang, kau lanjutkan saja pembicaraan dengan ayahmu dan orang-orang ayahmu, aku kembali ke ruangan ku dulu!" Bulan segera pamit dan kembali ke ruangannya.
" Sebenarnya ada apa Moon?" tanya James.
" Aku sudah berhasil membujuk Abang Sanny, eh malah sekarang aku juga ikut di angkat menjadi anak angkat keluarga Zenta, aku kan tidak mau terlibat perang keluarga!" ujar Bulan kesal.
" Apa?, kenapa semudah itu?, Moses ini bukan orang yang mudah percaya pada orang lain Sayang." James sampai heran.
" Aku juga tidak tahu suamiku, aku sudah menolak, tapi dia malah bicara soal krisis yang akan dihadapi keluarga Yomana ke depannya, apa dia itu cenayang?" ujar Bulan.
" Dia bukan Cenayang, tapi dia tentu tahu rencana-rencana buruk dari ibu tiriku, dia itu pemain lama, mungkin ibu tiriku sedang merencanakan sesuatu yang melibatkan perusahaannya, jadi dia tahu dengan jelas." ujar James.
" Rumit sekali keluarga kalian, lalu aku harus bagaimana?" tanya Bulan.
" Tidak ada yang bisa menentang Moses dikeluarga Zenta secara terang-terangan, kecuali putrinya, tapi juga putrinya tidak pandai dalam mengatur strategi, dia hanya menunjukkan sifat aslinya saja, dan niatnya secara terbuka, identitasmu sebaiknya dikubur dulu identitas Luna, kau bisa masuk mengikuti arahan Moses, tapi kalau kau mau sayang, aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau, dia memilihmu pasti juga tahu kemampuanmu!" ujar James.
Bulan langsung mendekati James dan memegang tangan James.
" Jika ini sungguh bisa menyelamatkan semua harta Ibumu aku akan maju sayang!" ujar Bulan.
" Kau masih punya Kakak, kau minta ijinlah pada Betran dulu, karena kau satu-satunya keluarganya." ujar James.
" Yang terbaik, meskipun kau harus berpura-pura tidak mengenali kakak, kakak akan mendukungmu, jika kau menjadi putri angkat Moses, Lala tidak akan berani menyentuhmu!" tegas Betran.
" Apa sungguh seberpengaruh itu ?" Bulan seakan tak percaya dengan apa yang terjadi pada orang - orang terdekatnya termasuk dirinya sendiri.
" Pikirkan lagi, jangan buru-buru Moon, aku tidak ingin kehilanganmu lagi, aku hanya ingin kita hidup bahagia!" ujar James.
__ADS_1
" Tenang saja, aku tidak akan kemana-mana, aku sangat mencintaimu!" Ujar Bulan.
Melihat gelagat bucin Bulan dan James, Betran segera keluar untuk memberikan ruang bagi pasangan bucin sementara dia yang jomblo menyingkir saja.