
" Sekarang Sanny jadi asisten mu?" tanya James yang memperhatikan Sanny sedang menginput data dengan sangat serius dan hati-hati.
" Ya, rupanya Abang cukup bisa diandalkan, kami sedang mengangani pasien berumur, dia galak sekali, tapi dia sebenernya baik, dia bercerita jika dia itu tidak memiliki putra, hanya memiliki anak perempuan satu dan itu pun tidak bisa diandalkan, sekarang dia sakit saudara-saudaranya mulai mengincar posisinya." ujar Bulan.
" Wah, rumit juga! Tapi itu bukan urusanmu Moon, kau hanya fokus menyembuhkannya." ujar James.
" Dia sangat keras kepala, dia bilang aku masih hidup tapi pada wanitaku sudah menanyakan berapa banyak kekayaan yang akan dia dapatkan jika dia meninggal!" Lanjut Bulan bercerita.
" Bahahah, dia punya banyak wanita tapi kenapa hanya punya satu anak saja, dasar pemain wanita." ujar James.
" Iya aku juga heran, kenapa dia hanya memiliki satu putri saja." Bulan pun juga keheranan.
" Hemm, dari keluarga mana dia?" tanya James penasaran.
" Dia dari keluarga Zenta." ujar Bulan.
" Wah, apa namanya Moses Zenta?" tanya James.
" Benar, orang - orang di rumah sakit sangat menghormati tuan Moses, tidak ada yang berani menanganinya, makanya di serahkan padaku, karena aku anak magang aku tidak bisa menolak." ujar Bulan.
" Iyalah, jika terjadi apa-apa padanya, kau akan dituntut habis-habisan oleh keluarganya, rumah sakit akan melemparkan semua padamu, mereka lebih kaya dari keluarga ku, kau harus berhati-hati, tapi jika mereka berani berbuat macam-macam padamu, aku juga tidak takut!" tegas James.
" Sayang, aku mencintaimu ... aku sangat sedih karena harus LDR an, tapi kau selalu datang seminggu sekali membuatku sangat bahagia, terimakasih kasih ya." Bulan memeluk suaminya.
James langsung berdiri dan menarik istrinya masuk ke kamar dan langsung mengunci pintu.
Betran dan Sanny langsung keluar.
" Bagaimana kabarmu Sanny?" tanya Betran.
" Tentu saja baik, karena Bulan denganku!" ujar Sanny senang.
" Aku percayakan Bulan padamu, hubungi aku jika ada yang menyakitinya!" pinta Betran.
" Siap." jawab Sanny.
__ADS_1
" Apakah Rio benar - benar pindah rumah?" tanya Sanny.
" Iya, Tuan Matriks juga tidak tinggal di kediaman Yomana lagi." ujar Betran memberitahu.
" Kemana?" tanya Sanny.
" Dia menempati kediaman Ibu Tuan James." jawab Betran.
" Kenapa kehidupan orang kaya sangat rumit, eh tidak juga, kehidupan keluargaku juga sama rumitnya." ujar Sanny.
" Ya begitulah hidup San, aku dan Luna juga kehilangan kedua orang tua kami sejak kecil, lalu kami diterima baik oleh ibu Tuan James, dan aku kehilangan adikku satu-satunya, tapi aku senang dia akhirnya kembali." Betran terlihat sangat bahagia saat menyebut nama adiknya.
" Semua orang mudah menyayangi Bulan, aku juga sangat menyayanginya dan lebih menyayanginya ketimbang Lena!" ujar Sanny.
" Terimakasih karena sudah menjaga Luna untukku Sanny, maaf atas sikapku yang kasar pertama kali padamu!" ujar Betran.
" Tidak masalah, tapi aku juga ikut merasa sedih, karena saat Bulan mendengar Farah hamil dia agak sedih karena dia sampai saat ini belum ada tanda kehamilan." ujar Sanny
" Katakan pada Bulan, rejeki orang berbeda-beda, jika sudah waktunya pasti akan diberikan." Ujar Betran.
" Aku juga mengatakan itu pada Bulan, dia bilang juga tidak apa-apa, tapi saat malam dia sudah melamun sendiri." ujar Sanyy.
" Iya, aku juga berharap dia tidak terlalu berlebih dalam memikirkan hal itu, lagian dia juga sangat sibuk setiap hari, jika tidak ku ingatkan makan dia pasti akan lupa." Sanny benar - benar kualahan dengan Adiknya yang sangat sibuk.
" Dia masih magang sudah pasti pekerjaan dilimpahkan padanya semua." Betran sangat mengerti dunia permagangan.
Betran dan Sanny sudah hampir 10 jam berada di luar, tapi belum ada panggilan dari James.
" Berapa ronde mereka itu?" Ujar Betran.
" Makhlumkan saja, LDR an." sahut Sanny.
" Ya, kau sudah masuk usia pernikahan apa tidak ada wanita yang ingin kau ajak berkeluarga?" tanya Betran.
" Sepertinya aku tidak ingin berkeluarga melihat keadaan diri yang masih belum mapan, dan juga sejarah keluarga ku yang sangat berantakan, aku bahkan tidak tahu apakah aku ini anak ibu dan ayahku atau bukan." ujar Sanny.
__ADS_1
" Coba tes DNA!" ujar Betran.
" Aku belum siap menerima kenyataan, jika aku bukan anak Ayahku, lalu aku anak siapa?, kasihan sekali ayahku!" ujar Sanny.
" Kau harus mencari tahu sekarang, jika tidak kau akan menyesal, kau sudah tahu bagaimana ibumu, informasi yang kau punya itu baru setengah, sangat nanggung, kau harus mengupasnya, sampai tuntas." Betran memberikan saran pada Betran
" Nanti saja kalau Bulan sudah selesai magang, aku akan mencari tahu." ujar Sanny.
" Mau aku bantu, aku juga mau melakukan tes DNA, biar sekalian!" Betran menawarkan bantuannya.
" Apa tidak merepotkan?" tanya Sanny.
" Tidak, karena sekarang kita adalah saudara, kita adalah kakak Luna, tentu aku akan membantumu sampai tuntas!" ujar Betran.
" Kalau begitu aku terimakasih, tapi kalau boleh tahu kau akan melakukan Tes DNA apalagi ?" Sanny sangat penasaran.
" Tuan Rio, sepertinya bukan anak dari Tuan Matriks, tapi ini baru praduga saja." ujar Betran.
" Astaga, tidak ada bedanya dengan keluarga ku jika begitu!" sahut Sanny.
" Tapi Tuan James, juga sama sepertimu, dia takut dengan kenyataan yang pahit, bahwa Rio bulan adiknya, meskipun mereka berbeda Ibu, dan jarang akur tapi Tuan James sangat menyayangi Tuan Rio." ujar Betran.
" Itu sama halnya seperti aku dan Bulan, tapi yang lebih pahit lagi adalah Tuan Matriks, jika memang Tuan Rio bukan darah dagingnya itu pasti sangat menyakiti hatinya, dia sudah dibohongi, dan sudah jelas niat Lala adalah ingin menguasai harta keluarga Yomana menggunakan Rio." ujar Sanny .
" Itu sangat benar, Tuan Matriks akan sangat menyesal karena adanya ibu Tuan Rio, Tuan Matriks kehilangan istrinya dan jika memang dalang dibalik kecelakaan Tuan James itu ulah Lala, maka Tuan Matriks telah membawa boom dalam keluarganya sendiri.* ujar Betran.
" Tipu daya wanita sangat mengerikan itu kenapa aku tidak mau mengenal wanita lagi, karena dulu aku juga termasuk korban tipu daya, lalu bagaimana denganmu Betran?" tanya Sanny juga penasaran.
" Aku tidak pernah dekat dengan wanita sejak dulu, aku hanya dekat dengan adikku saja, aku tidak bisa memulai pendekatan pada wanita, mereka sangat rumit, aku tidak mengerti tentang wanita, dan tidak ingin ikut dalam kerumitan." ujar Betran.
" Bahahaha, sungguh tidak pernah dekat?" Sanny seakan tidak percaya.
" Tanyakan pada Tuan James, kalau tidak percaya." Betran hanya tersenyum.
"Aku percaya." jawab Sanny.
__ADS_1
Tak lama ponsel Betran berbunyi, rupanya James menelponnya , meminta untuk di belikan makan, karena kelaparan, berhubung Bulan sangat lelah, jadi tidak bisa memasak.
" Aku beli makan malam dulu San, kau kembalilah, mereka sudah selesai!" ujar Betran segera pergi untuk membeli makan malam untuk semua.