Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
59. Rekrut


__ADS_3

Tapi saat keluar Betran malah bertubrukan dengan seorang perawat wanita.


" Maaf Tuan saya buru-buru." Perawat itu segera berdiri dan merapikan pakaiannya.


" Maaf saya yang tidak lihat jalan, apakah ada yang terluka?" tanya Betran.


" Tidak, terimakasih!" Perawat itu segera pergi dengan buru - buru.


Betran pun berjalan searah dengan perawat tadi.


Saat melewati sebuah ruangan terdengar suara barang - barang di lemparkan.


" Aku tidak mau di suntik, kenapa kau masih ingin menyuntikku, aku sudah kesakitan, masih kau suntik lagi!"


Betran hanya menggeleng kepalanya dan melanjutkan langkahnya keluar dari rumah sakit, Betran duduk di bangku taman rumah sakit.


Akhir - akhir ini banyak kejadian diluar nalarnya, membuatnya penuh dengan kejutan.


Keluarga Tuan James, sudah sangat rumit, sekarang keluarga Sanny juga tidak kalah rumit.


Dalam hati Betran.


" Siapa tahu aku dan Luna ini juga masih punya orang tua kandung!" ujar Betran mencandai dirinya sendiri.


Hidup ini dirasa oleh Betran penuh dengan teka-teki dan kejutan yang cukup mengguncang.


" Hiks hiks hiks ... "


Betran menoleh ke belakang, karena mendengar suara tangisan.


Betran berdiri dan melihat di balik pohon besar di belakang bangku yang ia duduki, rupanya itu perawat tadi yang bertabrakan dengannya.


" Maaf Nona, kenapa menangis?, apa kau ada yang terluka karena tertabrak olehku tadi?" tanya Betran yang ikut berjongkok di bawah pohon.


" Hiks hiks, bukan ... saya baru saja di pecat, padahal saya tidak salah tuan." ujar perawat itu.


" Tidak salah kenapa di pecat?" Betran sangat heran.


" Itu karena pasien yang saya tangani tidak puas, jadi saya di pecat!" jawab perawat itu.


" Itu sangat tidak adil, pasti pasienmu seorang konglomerat, kehidupan orang kaya memang cukup sadis, lalu bagaimana rencanamu Nona?" tanya Betran.


" Saya tidak tahu, tapi saya harus bekerja Tuan, karena saya tulang punggung keluarga!" ujar Perawat itu.


" Tenanglah, adikku adalah dokter magang di sini, aku akan tanyakan padanya, bisakah membantumu dalam hal pekerjaan, semoga saja bisa, tapi dia sedang bersama suaminya, mungkin kita harus menunggu 3 jam lagi untuk menemuinya." ujar Betran.

__ADS_1


" Adik anda seorang dokter?, siapa namanya?" tanya perawat itu.


" Kenalkan Tuan, nama saya Chelsea." perawat bernama Chelsea itu mengulurkan tangannya.


Betran tanpa ragu menjabat tangan Chelsea.


" Saya Betran, adikku bernama Bulan, apa kau kenal?" ujar Betran.


" Oh Dokter Bulan, aku hanya mendengar namanya saja, dia dokter magang paling cekatan di rumah sakit ini, tapi saya belum pernah satu shift dengan dokter Bulan." ujar Chelsea.


Betran mengulurkan tangannya untuk membantu Chelsea berdiri dan mengajaknya duduk di bangku taman, untuk melanjutkan obrolannya.


Keduanya pun mengobrol satu sama lain hingga akrab, ini pertama kalinya Betran tidak canggung dengan seorang wanita.


Saat asyik mengobrol, ponsel Betran pun berbunyi, sudah jelas itu panggilan dari Tuannya.


Betran segera menarik Chelsea untuk ikut bersamanya menemui Bulan dan juga James.


James dan Bulan sangat syok melihat abangnya yang anti wanita tiba-tiba datang menggandeng tangan seorang wanita.


" Ehem. " James berdehem.


" Maaf Nona." Betran melepaskan tangan Chelsea segera.


" Kakak, siapa ini?" tanya Bulan.


" Hallo dokter Bulan, saya selalu mendengar kinerja anda yang luar biasa dan cekatan, saya Chelsea." Chelsea mengulurkan tangannya pada Bulan.


Bulan langsung menyambut tangan Chelsea dengan sangat senang.


" Kebetulan, kebetulan, aku butuh orang nanti setelah aku sudah selesai magang, aku ingin membuka klinik, kau bisa membantu sementara di rumah sementara mau?" tanya Bulan.


" Apa tidak apa-apa, aku sangat merepotkan." ujar Chelsea.


" Ini namanya jodoh tahu, jadi syukurlah karena Abangku yang biasa membantuku akan sibuk, kau bisa membantuku sekarang, untuk gaji mungkin berbeda ya dengan di rumah sakit!" ujar Bulan.


" Tidak apa-apa, yang penting saya bisa kirim uang ke kampung Dok, terimakasih!" Chelsea terlihat sangat bahagia.


Bulan tahu, semua yang bekerja di sini sudah jelas adalah yang terbaik, jika sampai dipecat memang itu apesnya saja mendapatkan pasien yang semena-mena karena banyak cuan.


Rumah sakit ini sangat baik, sangking baiknya pasienlah yang bisa menentukan seorang dokter dan perawat tetap bekerja atau tidak, sesuai dengan kepuasan mereka.


" Rumah sakit ini hanya berpihak pada pasien yang beruang, kasihan sekali nasib orang yang bekerja di sini, tidak dihargai!" ujar James.


" Itu sudah ada perjanjian memang sebelum kami menandatangani kontrak kerja, pihak rumah sakit tidak bisa menjamin pekerjaan kita, semua bergantung pada kepuasan pasien." ujar Chelsea.

__ADS_1


" Oh seperti itu." James mengangguk.


" Kalau begitu, kau tolong baik-baik dengan istriku, aku harus segera kembali ke kotaku sekarang juga!" James melihat ke arah jam tangannya.


" Apa kita langsung kembali Tuan?" tanya Betran.


" Kalau tidak sekarang, takutnya aku berubah. Pikiran lagi!" ujar James menarik Bulan dalam pelukannya dan mencium keningnya.


" Aku pulang dulu, jangan nakal!" ujar James.


" Ya sayang, hati-hati jika sudah sampai tolong kabari!" Bulan mencium tangan suaminya.


James pun segera pergi, Betran melambaikan tangan pada Bulan dan juga Chelsea.


" Tuan, terimakasih!" ujar Chelsea.


" Sama-sama." Betran pun segera mengikuti langkah kaki tuannya meninggalkan ruangan Bulan.


" Chelsea, tolong kau baca ini dan siapkan untuk jadwalku!" pinta Bulan memberikan catatan pada Chelsea.


Chelsea yang sudah lebih lama bekerja di rumah sakit itu pun dengan cekatan membantu Bulan.


"Sementara ini aku keliling sendiri, kau istirahatlah di ruanganku." ujar Bulan.


Chelsea pun mengerti, lagian dia juga sudah dipecat, jika ikut berkeliling dengan Bulan takutnya akan menjadi masalah untuk Bulan.


Sanny pun kembali ke ruangan Bulan, dan terkejut melihat Chelsea.


" Siapa kau?, lancang masuk ke ruangan adikku, apa kau berniat jahat!" Sanny menarik baju Chelsea dengan kasar.


" Tuan tunggu tuan, saya sekarang bekerja dengan Dokter Bulan, tapi saya tidak ikut berkeliling, karena saya baru saja di pecat dan langsung di tampung dokter Bulan." jelas Chelsea.


" Cepat sekali dia menggantikan posisiku dengan orang lain!" Ujar Sanny agak kesal.


Tapi Sanny langsung meminta maaf pada Chelsea karena kasar.


" Ya sudah aku akan mencari Bulan." Sanny segera keluar karena tidak nyaman berada satu ruangan dengan lawan jenis.


Sanny segera mencari Bulan untuk membantu Bulan seperti biasa sebelum dia nanti sibuk dan tidak bisa membantu Bulan lagi.


" Bulan, kau kenapa cepat sekali mendapatkan pengganti Abang?" protes Sanny.


" Itu karena kak Betran, aku langsung merekrutnya saja, untuk jaga-jaga!" jawab Bulan.


" Hemmm, aku sekarang harus pusing dengan banyak hal, aku sudah meminta pak tua itu menjamin keselamatanmu selama aku tidak di sisimu!" ujar Sanny.

__ADS_1


" Aku baik-baik saja Abang jangan khawatir, pekerjaan ku hari ini sudah selesai ayo kita pulang dan makan bersama." ajak Bulan.


" Baiklah!" Sanny mengikuti Bulan kembali ke ruangannya dan mereka pun bersiap pulang dan mereka tetap mengajak Chelsea untuk ikut dengannya juga.


__ADS_2