
 Setelah hasrat James benar-benar tersalurkan semuanya, baru James melepaskan Bulan.
" Maaf ya, siapa suruh kau selalu membuatku bergairah, muach." James mengecup kening Bulan dan memeluknya.
Bulan sudah tidak punya tenaga untuk bersuara, apalagi mau protes, Bulan hanya mau tidur untuk melepaskan lelah dan perihnya.
Bulan terlelap begitu saja, James pun juga ikut terlelap karena tenaganya juga sudah habis karena terlalu bersemangat bertempur, kakinya juga berasa linu-linu nyeri yang tandanya harus di istirahatkan.
Sementara di kediaman Yomana.
" Apa?, Abang James ke Dubai?, kenapa tidak bilang-bilang dulu, enak sekali dia berlibur sedangkan aku harus kerja terus!" protes Rio.
"Tuan mau kemana?" tanya Lindam mengikuti langkah Rio.
" Menyusul dong, enak aja!" jawab Rio segera memacking bajunya.
" Tapi Tuan, satu bulan ini kita full jadwal dengan beberapa kolega penting." Ujar Lindam mengingatkan.
" Oh, sialan!, kenapa hanya aku yang tidak bisa menikmati liburan, aku kan Bosnya kenapa aku tidak bisa libur, tidak adil!, aku tidak mau tahu kau saring lagi, jadwalnya aku mau ke Dubai!" tegas Rio tidak mau tahu.
Lindam benar-benar di buat pening oleh tuannya yang sangat ke kanak-kanakan.
Lindam pun mengikuti perintah tuannya dan dapatlah hari longgar itu hanya 3 hari saja, itu pun masih menunggu akhir pekan.
" Sialan aku berangkat, nanti Abang dan kakak ipar pulang!" Rio sangat kesal karena tidak bisa langsung menyusul mereka.
Lindam sangat terlalu sabar memiliki bos yang sangat tantrum karena semua keinginannya harus benar-benar dipenuhi.
Betran yang sudah selesai pun juga segera menyusul ke Dubai, tentu juga tidak langsung menemui James dan Luna langsung.
Betran menemui Sanny terlebih dahulu, mereka pun tinggal di hotel yang sama.
" Pada akhirnya semua yang kau upayakan ada jawabannya." ujar Sanny.
Sanny sekarang tidak arogan lagi, dia tahu jika dia itu bukanlah kakak kandung Bulan, tentu tidak ada hak untuk proyek terhadap Bulan lagi.
" Kau tenang saja, Bulan masih adikmu, dia adik kita berdua Sanny, selama ini kau sudah menjaga dengan baik." Betran juga bukanlah orang yang kolot sekali, dia juga tahu berterima kasih, dia tahu Sanny sangat menyayangi Bulan dengan tulus.
Menjaga Bulan bersama Sanny bukanlah hal buruk.
" Aku sangat ingin sekali menemui Lunaku, tapi, dia sedang menikmati waktu honey moonnya bagaimana lagi aku bisa apa selain bersabar!" ujar Betran.
__ADS_1
"Sabar, katanya Tuan James sedang berusaha membuat karya, maka kita akan segera memiliki keponakan!" ujar Sanny.
" Hahah, padahal dulu Tuan James tidak suka di ikuti Luna, sekarang dia menikahi Luna tanpa sengaja." Betran menggeleng kepalanya.
" Memang Bulan dan Luna itu seperti orang berbeda ya?" tanya Sanny.
" Ya, Bulan sangat lembut dan patuh, sedangkan Luna sangat galak dan tidak patuh, apalagi jika dengan Rio, sudah seperti anjingg dan kucing!" ujar Betran.
" Oh ya, tadi Lindam memberitahu jika Tuan Rio akan menyusul akhir pekan!" ujar Sanny memberitahu.
" Dia juga sama saja suka mengintil Tuan James kemana-mana!" Betran tidak terkejut lagi karena sejak kecil ya begitulah Rio.
" Takutnya dia mengganggu waktu Bulan dan Tuan James." ujar Sanny.
" Ya kita tidak usah beritahu di mana mereka, biar saja bersama kita, dia juga pasti nanti pulang duluan, karena tidak mungkin bisa ambil libur lama." ujar Betran.
" Sebenarnya Rio itu bosnya atau karyawan?" ujar Sanny heran.
Betran hanya tertawa saja mendengar pertanyaan Sanny.
Di tempat James dan Bulan tinggal.
" Sayang, ayo bangun kau belum mandi dan makan seharian." James membangunkan istrinya yang masih terlelap.
" Makanya mandi biar enakan!" James langsung membawa istrinya ke kamar mandi meletakkan istrinya di bathtub dan memandikannya dengan perlahan.
Bulan benar-benar masih mengantuk saat dimandikan pun Bulan masih tertidur pulas, James tersenyum sambil menggeleng kepala melihat istrinya masih terkantuk-kantuk saat mandi.
Setelah selesai mandi James mengeringkan tubuh istrinya dan segera memakaikan pakaian.
" Inikah yang namanya bayi berkedok istri, astaga." Ujar James.
James membuatkan susu hangat dan roti, perut istrinya tidak kosong.
James membujuk istrinya agar makan sedikit, Bulan pun makan sambil merem, minum juga sambil merem.
Akhirnya James menemukan kelakuan minuse istrinya, yang selama ini sangat sempurna tak bercela.
"Ya sudah, yang penting sudah terisi kau bisa tidur lagi!" ujar James membiarkan istrinya untuk lanjut tidurnya.
James juga memakluminya, karena ini pengalaman pertama istrinya, James juga belum sempat mengganti spray semalam tapi istrinya saja sangat lengket dengan kasur setelah melayaninya.
__ADS_1
James mengecek ponsel istrinya, ini pertama kalinya James kepo dengan ponsel istrinya.
Ternyata banyak sekali pesan dari Paul yang tidak dibaca istrinya.
" Rupanya Paul belum menyerah, kenapa kau begitu keras kepala, dan kau terlalu pengecut bersaing di belakangku." Gumam James.
James harus mengurus Paul setelah kembali dari Dubai, jika dibiarkan takutnya menjadi Boomerang untuk nya ke depan.
Baru akan meletakkan ponselnya, pesan dari Paul masuk lagi.
" Apa kau pergi dengan Kak James?" Pesan dari Paul.
" Ya kami sedang Honey moon." Balas James.
"Kalian sungguh bisa melakukannya?" Balasan dari Paul.
James sangat syok dengan pertanyaan Paul pada Bulan.
" Pertanyaan, macam apa ini, anak ini sangat meragukan kemampuanku, dia belum tahu apa aku sudah membuat istriku tak berdaya." James benar-benar kesal.
James pun segera meletakkan ponsel Bulan, dia tidak mau menanggapi Paul itu, membuat orang sakit kepala saja.
James hanya ingin menikmati waktu dengan istrinya tanpa ada gangguan apapun.
Sudah 3 hari Bulan istirahat dengan baik, kini tenaganya sudah kembali, meskipun masih nyeri-nyeri sedikit.
"Suamiku, kau melihat ponsel ku?" tanya Bulan pada suaminya.
" Ya, Paul masih tidak menyerah rupanya!" jawab James.
" Tapi aku tidak menanggapinya kok!" Bulan khawatir suaminya berpikir macam-macam.
" Aku tahu sayang, terima kasih ... kau memang istri yang baik, ngomong-ngomong hasil karya ku sudah jadi belum ya?" ujar James mengusap perut istrinya.
" Kau kira membuat roti langsung ada hasilnya." Bulan menepuk jidatnya.
" Ya kan siapa tahu, kalau aku ini sekali goyang jadi!" James terus mengusap perut istrinya.
Jika sudah jadi kan biar Paul tahu jika James ini sangat mampu dan tidak diragukan lagi kehebatannya.
"Apa kau sangat tidak sabar?" tanya Bulan.
__ADS_1
" Ya, aku ingin lihat seperti apa anak kita nanti!" jawab James.
" Suamiku, kemana saat kau pelajaran biologi?, jika pun jadi itu masih panjang selama sembilan bulan dulu di perut, baru dilahirkan kau baru bisa melihat rupanya, kau kira membuat anak itu instan seperti membuat mie rebus?" Bulan mencubit pipi suaminya sangking gemasnya dengan suaminya itu.