
" Apa yang ingin kau makan Moon?" tanya James.
" Tidak, aku ingin kau menemaniku di sini." ujar Bulan.
" Tentu aku akan menemanimu, maka cepatlah tidur Moon, agar lekas membaik." ujar James sambil membelai rambut Istrinya dengan lembut.
Bulan pun tak lama tertidur pulas,
" Sudah lama sekali ... Akhirnya aku menemukanmu, setelah kami menyerah untuk mencarimu, kau kembali dengan sendirinya, dan maafkan atas perlakuanku yang begitu kasar di awal pernikahan kita." James mencium punggung tangan Moon atau Bulan atau juga Luna.
James sempat khawatir jika Luna itu adalah Lena, itu akan rumit jika itu Lena.
" Aku tahu kau memang anak baik, sementara ini biar hanya aku, Sanny dan Betran yang tahu identitas aslimu, jika kau kembali dengan identitasmu, maka orang - orang itu pasti tidak akan tahan untuk menyingkirkanmu lagi, di keluargamu yang tersisa hanya kau dan Betran seorang, saat kehilanganmu, kami semua sangat terpuruk, betapa kami bersedih karena kehilanganmu, sekarang tiba-tiba kau sudah kembali dan menjadi istriku Moon." Mendapatkan kenyataan yang sesungguhnya, James semakin jatuh cinta pada istrinya itu, dia gadis kecil yang selalu merengek karena ingin mengikutinya terus-menerus, gadis berisik yang tidak bisa diam walau hanya satu menit.
Luna yang selalu mengatakan ingin menikahi James, padahal umur mereka berbeda jauh.
Tapi di sisi lain Rio juga menyukai Luna, Rio berkali-kali mengajak Luna jika nanti besar menjadi istrinya tapi Luna menolak.
Rio akan merengek pada James, karena Luna menolaknya, tapi James tidak mau menggubrisnya karena mereka masih anak-anak.
Eh sekarang Luna malah sungguhan menikahinya, entah bagaimana nanti Rio tahu jika wanita yang dia sukai sungguh menikahi dirinya.
James tersenyum sendiri mengingat hal itu.
" Bagaimana bisa begitu, hahah ... " James mencubit gemas pipi Bulan.
"Gadis nakal itu masih nakal, dan banyak akal, masih tidak mudah menyerah juga, sekarang sudah sebesar ini." Rasanya konyol untuk James tapi menyenangkan hatinya.
James pun tertidur di kursi rodanya karena melelahkan menjaga orang sakit. Bulan yang terbangun tengah malam dan merasa tubuhnya sudah lebih baik segera berdiri dan membangunkan suaminya untuk pindah ke ranjang.
" Suamiku, ayo pindah." ujar Bulan lembut.
"Ehm ... Aku ketiduran rupanya, jam berapa ini ?" tanya James.
" Ini, sudah jam 2 pagi ..." jawab Bulan.
" Moon apa kau sudah baikan?, membungkuklah, aku ingin memeriksamu!" ujar James pada istrinya.
Bulan pun membungkukkan tubuhnya, James menyatukan keningnya pada kening Bulan. James tersenyum karena rupanya istrinya sudah membaik, James menarik Bulan dan memeluknya dengan erat.
" Aku mencintaimu Moon ... " ujar James.
__ADS_1
" Aku juga mencintaimu suamiku." balas Bulan.
" Pftttt ... " Tiba-tiba James tak kuasa menahan tawa saat mendengarkan Bulan mengatakan aku juga mencintaimu suamiku, sambil membayangkan jika itu Luna kecil yang bicara.
" Apa yang kau ketawa kan?, apa ada yang lucu?" tanya Bulan.
James Langsung berhenti tertawa, dan semakin mengeratkan pelukannya.
" Kau sangat menggemaskan saat cemburu Moon. " ujar James.
" Huh, menyebalkan ... " Bulan jadi agak kesal pada James, dia sudah capek-capek over thinking malah dia menertawakannya.
Bagaimana ekspresi Bulan jika dia tahu jika yang dia over thinking kan dan cemburu i itu adalah dirinya sendiri.
Dalam hati James.
kruyuk kruyuk ...
Terdengar suara perut James begitu keras.
" Hahahahahah ... " Kini Bulan yang tertawa terpingkal - pingkal.
" Tertawa kau, aku pesan gofood saja!" James meraih ponselnya.
James tersenyum bahagia, melihat Bulan benar - benar baikkan.
James pun menyusul Bulan ke dapur, melihat Bulan memasak dengan cekatan sambil bersenandung ria, menambah rasa berbunga-bunga dalam hati James.
Sudah lama sekali dia tidak merasakan kebahagiaan yang begitu indah.
" Eh, kenapa ke sini, tunggu saja di ruang Tv ya, sebentar lagi selesai, apa sudah tidak tahan?" ujar Bulan yang semakin tergesa - gesa untuk menyelesaikan memasaknya.
James tetap memperhatikan Bulan memasak sampai selesai.
" Kenapa sih?" Bulan merasa aneh karena suaminya berbeda sejak dia bangun dari pingsan.
" Ayo, ayo kita makan, nasi goreng sajalah ya ..." ujar Bulan membawa satu piring porsi besar untuk di makan berdua dengan suaminya.
Bulan menyuapi James dan menyuapkan untuk dirinya sendiri makan sepiring berdua sungguh manis rasanya.
Namun suasana romantis itu Langsung hilang saat Rio tiba dengan Lindam.
__ADS_1
" Nah, benarkan Kakak ipar yang memasak!" ujar Rio.
" Astaga, kau bisa tahu aku memasak?' Bulan sangat terkejut, karena jarak rumah James dan Kediaman utama cukup jauh, bagaimana bisa dia tahu jika sedang memasak.
" Wah, benar ... Bau enak ini ternyata dari Nyonya Bulan ..." Sahut Lindam bersemangat.
Bulan setiap kali berhadapan dengan Rio sudah seperti kucing galak, mengeluarkan taringnya, pantas saja Bulan dan Rio bawaanya bertengkar setiap hari, memang begitulah tampilan mereka sejak kecil, tapi Rio tetap menyayangi Bulan meskipun Bulan selalu galak dan tega padannya.
" Kakak ipar, mana bagian kami?" pinta Rio.
" Tidak ada, aku dan suamiku kelaparan, buatlah sendiri!" Bulan menyembunyikan piring nasi gorengnya.
Rio mencoba meraih, nasi goreng yang disembunyikan oleh Bulan itu.
" Mana aku mau, aku lapar kakak!" pinta Rio berusaha keras.
Akhirnya nasi goreng itu tumpah, Bulan langsung menjitak kepala Rio dengan sendok berkali-kali karena kesal setengah mati dengan Rio yang sangat menyebalkan.
"Sudah ku bilang, aku dan suamiku lapar!, kenapa ada orang begitu menyebalkan seperti dirimu?, kau membuatku kesal setiap saat!" Teriak Bulan dengan kemarahannya.
" Kalau kakak memberi kami, itu juga tidak akan tumpah!" ujar Rio tanpa rasa bersalah.
" Hihhhhhhh ... " Bulan sungguh ingin menendang wajah Rio sampai jadi keset.
" Sayang, sudah ... jangan marah-marah kau baru baikkan. " James mencoba meredakan amarah istrinya.
" Jangan terus membela saudaramu ini, dia tidak boleh merebut sesuatu yang bukan miliknya, mana boleh seperti itu kau benarkan, didik dengan baik jangan apa-apa sudahlah, sudahlah, kau sama menyebalkannya, aku lelah kalian bersihkan semua!" Bulan kini yang merajuk dan mengunci diri di kamar James.
" Kalian ini kalau marah suka sekali mengurung diri!" gumam Rio.
" Rio, sini sebentar!" ujar James lembut.
Rio mendekati James tanpa ragu, James Langsung menjewer telinga Rio dengan keras.
Rio merintih kesakitan dan meminta ampun pada abangnya.
" Sekarang aku harus tidur di luar gara-gara kau!, cepat bereskan kekacauan yang kau perbuat!" Tegas James kini menampakkan kekesalannya, padahal niatnya tidak membela Rio, James hanya takut jika Bulan akan jatuh sakit lagi karena marah-marah, marah-marah kan tidak baik untuk kesehatan.
Rio dengan patuh memunguti nasi yang tumpah bersama Lindam, James teringat dengan kata-kata istrinya tadi.
" Rio, ... kau tidak boleh merebut sesuatu yang bukan milikmu lain kali." ujar James.
__ADS_1
" Iya, iya maaf ... " Jawab Rio sambil membersihkan nasi yang berserakan lagi.
Maksud James sebenarnya, adalah jangan sampai nanti Rio merebut Bulan darinya.