Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh

Istri Kesayangan Si Tuan Lumpuh
56. Kebetulan yang membuat penasaran


__ADS_3

" Kalian makanlah, aku akan makan di dalam dengan Luna, aku mau menginap lagi, minta Rio mengurus beberapa pertemuan dengan klien yang terjadwal untuk besok!" pinta James.


Betran menggeleng kepala, sudah hampir satu Minggu James meninggalkan pekerjaannya.


" Sudahlah, kita makan saja Sanny ..." Ujar Betran.


Betran dan Sanny pun makan bersama, keduanya kini sudah seperti saudara, tidak ada hal canggung atau sesuatu yang menyebalkan di antara mereka.


Namun saat setengah makan, tiba-tiba Luna keluar.


" Abang, ayo ikut aku ke rumah sakit, Tuan Moses drop!" ujar Bulan tergesa-gesa, bulan juga terlihat masih mengunyah makanannya, sambil memakai jas putih dan menyahut peralatannya.


James juga segera memakai jaket dan masker tentu dia harus ikut ke rumah sakit, jika terjadi apa-apa dengan Moses James bisa pasang badan untuk istrinya saat mereka menuntut.


Betran dan Sanny juga segera berdiri mereka berempat segera berangkat ke rumah sakit.


Bulan sudah ngos-ngosan sampai di depan pintu ruangan Moses, namun saat dibuka Moses malah terlihat santai dan sedang memakan buah dengan lahap.


" Tuan, kau menipuku?" ujar Bulan kesal.


" Tidak, aku memang ngedrop, karena kehausan." Jawab Moses santai.


Ya, Moses sudah terlihat sangat tua, sifatnya memang kembali seperti anak kecil, tapi anehnya daya ingatnya masih tajam.


" Heh Bulan, kau itu di bayar untuk merawatku, tentu harus stay kapan pun aku butuhkan, ayo temani aku main catur!" ujar Moses.


" Tuan, anda ini sudah mengganggu makan malam adik saya, anda sangat tidak berperasaan!" ujar Sanny.


Moses terkejut saat melihat Sanny.


" Kau, kau siapa?" tanya Moses.


" Aku, adalah Kakaknya Bulan!" ujar Sanny pasang badan.


Betran juga ingin masuk, tapi James mencegahnya, dan mengajaknya duduk menunggu di luar.


Karena ini adalah rumah sakit untuk intership istrinya, jangan sampai membuat masalah.


" Apa kau punya Ayah?" tanya Moses seakan terkejut melihat Sanny.


" Punyalah, jika tidak lalu bagaimana aku lahir?" ujar Sanny terkejut.


" Lihatlah kita sangat mirip!" ujar Moses.


" Mirip?" Sanny terkekeh.


Sanny tidak mau tahu karena Moses sudah tua, jadi dia mengabaikan ucapan Moses, namun tidak dengan Bulan.

__ADS_1


" Tuan Moses, mirip dari mana coba?" tanya Bulan.


" Mana ponsel ku tadi?" Moses mengambil ponselnya di bawah bantal.


Moses memainkan ponselnya, lalu membuka galeri dan menunjukkan foto mudanya saat menikah dengan istri sahnya, karena yang lain hanya simpanannya.


" Lihat aku saat muda sangat mirip dengannya!" ujar Moses menunjukkan pada Bulan.


Bulan meraih ponsel Moses dan menunjukkan pada Sanny, jika mereka terlihat sama.


Sanny sangat terkejut, namun dia juga tidak terlalu menanggapi, karena memang ada orang mirip di dunia ini.


" Ya, wajah pasaran makhlumkan saja!" ujar Sanny.


Tapi Bulan tidak demikian, dia langsung mencabut rambut Moses tanpa permisi, lalu mengambil rambut Abang juga.


Moses mengomeli Bulan yang sangat urakan itu, sangat sembrono tapi Bulan tidak peduli karena sangat penasaran.


" Kalian tunggulah, ini bisa saja kebetulan yang luar biasa!" ujar Bulan.


Bulan segera berlari ke laboratorium, untuk melakukan tes DNA dengan rambut keduanya.


" Ada apa dengan Luna?" tanya Betran.


" Tidak tahu tunggu saja." ujar James santai.


" Tuan tenanglah, ini tidak sakit!" Bulan memegangi tangan Moses dan menjeglok tangannya sampai meneteskan darah lalu segera mengambilnya.


" Ah, kau sudah gila aku akan melaporkan tindakan brutalmu pada pasien pada pimpinanmu!" ancam Moses.


Bulan juga mengambil Sempel darah dari Sanny.


Bulan Kembali berlari ke laboratorium, setelah beberapa lama di dalam Bulan pun segera keluar.


" Sayang, sebenarnya kenapa?" tanya James.


" Tunggu 22 jam lagi untuk menunggu hasilnya!" jawab Bulan.


" Apa penyakitnya parah?" tanya James.


" Dia sudah membaik, tapi dia tidak mau pulang ke rumah, dia mau menginap lebih lama lagi katanya!" jawab Bulan.


" Dia cukup merepotkan ternyata !" gumam James.


" Suamiku, aku ke dalam dulu!" Bulan pun segera masuk ke dalam setelah meminta ijin suaminya, namun rupanya Sanny malah sedang asyik menemani Moses bermain catur.


" Hei anak nakal, jika Abangmu ini tidak menemaniku sampai bosan kau akan ku laporkan pada pimpinanmu!" tegas Moses.

__ADS_1


" Tuan, anda kenapa begitu sadis, aku sedang mencoba sesuatu untuk memastikan tapi kau malah mengancamku!" ujar Bulan dengan wajah sedih.


" Hais, trik lama!" ujar Moses sambil lanjut bermain catur dengan Sanny.


Sanny rupanya sangat jago dan membuat Moses kualahan.


" Kenapa kau tidak mengalah sedikit dengan orang tua?" protes Moses.


" Tuan mengajak bermain atau pencitraan?" ujar Sanny.


" Kau menyebalkan memang, ... Sama seperti adikmu itu, sangat secerewet seenaknya sendiri." gerutu Moses.


Setelah membuat Moses bermain 7 ronde, Bulan pun segera meminta Moses segera istirahat.


" Aku belum mau berhenti!" tegas Moses.


" Sudah Tuan, jangan membuat masalah untuk adik saya, sejak kecil dia sangat ingin menjadi dokter tolong yang baik, lagian adikku masih magang, kalau anda masih ingin di rawat Bulan, maka jangan membuat masalah, menurut saja lebih baik bukan?" ujar Sanny.


" Baiklah aku tidur dulu deh!" ujar Moses segera merebahkan tubuhnya, dia segera memejamkan matanya, karena rupanya kalah dalam bermain itu sangat melelahkan untuknya.


" Besok kau bawa Abangmu lagi!" pinta Moses sambil memejamkan matanya.


" Iya." setelah memastikan Moses baik-baik saja Bulan segera keluar, dia, abang-abang dan juga suaminya segera kembali.


"Sebenarnya kau tadi kenapa?" tanya James penasaran pada istrinya.


" Tadi kan aku bercerita tentang tuan Moses yang menginginkan ahli waris, saat tuan Moses melihat ke arah Abang Sanny dia sangat terkejut, katanya mereka sangat mirip, dia memperlihatkan foto mudanya padaku, dan mereka benar - benar bagai pinang dibelah dua.


" Aku melakukan tes DNA untuk keduanya, siapa tahu Abang ini anak konglomerat, itu pasti sangat luar biasa!" ujar Bulan.


" Tidak Bulan, aku adalah anak Rudy!" tegas Sanny.


" Iya, aku juga tetap anak ayah Rudy bang!" sahut Bulan.


" Nah, aku belum sempat membantumu, Bulan sudah sat set rupanya!" sahut Betran.


" Tapi masih menunggu 19 jam lagi, aku mau tidur dulu aku sangat lelah!" ujar Bulan.


Bulan pun segera masuk ke kamarnya, tentu saja sangat lelah, baru selesai melayani suaminya, lalu dia baru mandi dan baru sedikit makan sudah ditelpon darurat dari rumah sakit.


Ternyata di kerjai, tapi tidak apa-apa ada hal yang luar biasa yang akan terjadi, Bulan merasa sangat yakin jika abangnya itu pasti benih yang tercecer milik Moses.


" Kenapa aku tidak bertanya banyak tadi pada Tuan Moses." Ujar Bulan.


" Sudah kita tunggu saja , Sayang ..." ujar James menenangkan Istrinya yang terlihat sangat penasaran.


" Benar juga, aku harus tidur dan segera kembali ke rumah sakit untuk melihat hasilnya besok." ujar Bulan segera memejamkan matanya, tak lama Bulan langsung lelap di pelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2