
"Aku pikir seprtinya luka mu benar-benar parah, dengar ya tapi jangan
memotong pembicaraan ku. Kau sangat mencintai Renata, kau tergila-gila padanya,
bahkan kau akan mengabulkan semua permintaan nya meskipun menurutku terkadang permintaanya itu tidak masuk akal. contohnya dihari ulang tahunnya dia meminta
mobil sport padahal umur pacaran kalian baru saja berjalan 2 bulan. Satu lagi kau mengabulkan permintaan nya saat dia ingin berlibur ke negara S bersama teman-temannya selama 2 pekan. Dan yang parah nya lagi kau tidak boleh ikut bersamanya dengan alasan mereka semua wanita." ishhhh...Adit
Dani terlihat terdiam setelah mendengarkan ocehan sahabatnya itu, dia merasa ada yang sakit di hatinya. Dia terlihat sedang menahan marah nya dalam-dalam. Sikapnya itu terbaca oleh Adit.
"AARRGGGHHH......." Bangkit Dani dari tempat tidurnya dan merlempar-lemparkan selimut, bantal, guling ke depan pintu. "BUKK" ..."AWWW..." pekik Renata tangannya sibuk mengusap-usap wajahnya. Adit terkekeh melihat peristiwa itu, sedangkan Dani memasang wajah tak suka dengan kedatangan nya.
"Sayang kau kenapa? Apa kau merasakan ada yang sakit?" Renata menghampiri dan mendekati Dani setelah memunguti selimut, bantal dan guling yang sudah Dani lempar. Renata pun bergelayut manja pada lengan kekasihnya itu. "Apa ini?" Renata mencoba mengambil berkas-berkas di atas kasur Dani. Mata Dani melotot. Saat dia akan membaca nya Adit merebutnya dan dia bilang kalau itu hanyia berkas kerja saja.
__ADS_1
Renata pikir Dani sakit karena dia harus mengurusi pekerjaannya. "Kau ini keterlaluan Dit, Dani ini masih sakit kenapa kau menyuruhnya bekerja." Sayang dengar kan aku jangan dulu memikirkan pekerjaan kau kan masih sakit, harusnya kau ini beristirahat. Nanti setelah membaik baru kau memikirkan pekerjaan mu lagi. Lagi pula aku tidak mau kau sakit lama-lama, sebentar lagi kita kan akan menikah. Kau harus cepat sembuh sayang." Renata memeluk Dani dan mencoba mengecup bibir Dani, Tapi Dani menghindari nya. mendorongnya dengan kasar.
Beruntung Renata tidak terjatuh karena Adit berhasil menangkap nya, "Dit kenapa dengan dia, kenapa dia sangat membenci ku apa yang sudah kau katakan tentang ku pada nya?" Tangis Renata
"Aku tidak mengatakan apa pun, aku hanya cerita padanya kalau kau ini calon istri nya hanya itu."
"Dengarkan aku nenek sihir tidak akan ada pernikahan diantara kita, sampai kapan pun aku tidak mau menikah dengan mu. Lebih baik kau pergi dari sini, karena aku tidak sudi jika harus melihat mu. Pergi dari hadapan ku." Usir Dani tapi Renata memang wanita yang keras kepala, dia tidak akan semudah itu diusir. Dia bersi keras tetap tinggal. "Kau lupa pintu nya dimana?" Ucap Dani
"Dit tunjukkan pintu keluarnya, kalau dia tetap tidak mau pergi seret dia. Cepat...." Teriak Dani
Arga Sanjaya. "Ada apa ini, kenapa kau seret Renata keluar seperti ini?." Arga
"Kau, kau mau apa kesini?" Dani
__ADS_1
"Tentu saja aku menjengukmu, Kau kira aku kesini mau apa?" Arga
"Tidak perlu menengok aku sudah baikan aku juga ingin pulang, bosan aku." Dani
"Ah...jadi kau sudah membaik. wah baguslah....Tadinya aku mengkhawatirkan mu." Arga
"Dit kenapa kau seret dia seperti itu, bukan kah dia ini calon dari bos mu?" Arga
Dani sangat geram atas ucapan Arga. Dia pun menarik kerah baju nya Arga. Tatapan nya menunjukkan kalau dia sangat tidak suka terhadap Arga. Padahal Arga itu adalah salah satu sahabatnya ketika mereka kuliah dulu dan juga rekan kerja. Hubungan mereka juga tidak buruk tapi semenjak Dani kecelakaan, sebagian sikap Dani berubah. Ya ini karena disebabkan oleh trauma itu. Arga juga terheran kenapa Dani bertindak kasar terhadapnya, Dia merasa tidak pernah diperlakukan seperti ini. Dia merasa tidak ada masalah.
Adit benar-benar berpikir keras sebenarnya trauma apa yang sudah dialami oleh sahabatnya itu. Renata masih terlihat sedih dan sesegukkan. "Kau lihat kan sayang dia berubah?" batin Renata terhadap Arga
Arga yang sudah tau tentang ini dari cerita Renata kemarin. Dia merasa yakin kalau Dani benar-benar hilang ingatan. Karena sejak dulu Dani tidak pernah sekasar ini. Adit mengajak keluar Arga dan juga Renata, Agar Dani dapat beristirahat.
__ADS_1
"Bagaimana pun pernikahan ini harus batal aku tidak sudi jika kau harus menikah dengan nenek sihir itu." Dani
Singkat cerita tidak ada lagi pernikahan diantara Dani dan Renata. Pernikahan mereka batal. Renata sangat marah, kesal dia merasa sakit hati dan tentunya sangat malu atas pembatalan itu. "Gagal gagal gagal...aku batal menikah dengan Dani, aku batal menjadi nyoya Dani. Padahal tinggal satu langkah lagi aku akan berhasil menguasai nya. Kenapa harus kecelakaan juga sih...." Renata sangat prustasi semua make up yang ada di atas meja rias miliknya itu. Dia hempaskan dan terjatuh berceceran dilantai. Renata menjerit dan mengacak-ngacak rambutnya. Tangisnya mejadi-jadi sehingga air matanya ikut meluluh lantah kan make up yang ada pada wajahnya itu. Habis semua bak pantai terhantam tsunami....