
Kantor Dani
Friska saat itu sedang
membereskan beberapa dokumen dimejanya, dia melihat atasannya keluar dari
ruangan kerja. Namun sepertinya atasannya itu sedikit kurang sehat karena teman
kerjanya Rian membantunya berjalan. Friska berdiri, menganggukan kepalanya
hormat. Setelah itu Friska mendengar seorang wanita berteriak didalam ruangan
atasannya, Friska memutuskan untuk melihatnya. Friska terkejut, Adit terlihat
sedang memeluk mantan kekasih atasannya dulu sekaligus teman SMPnya. Dengan
terang-terangan Friska menunjukkan rasa tidak sukanya pada Adit.
“Sedang apa kalian?” Friska.
Karena Adit tidak merasa bersalah, Adit terus saja menahan Renata agar tetap
tenang.
“Sayang tutup pintunya.” Perintah
Adit. Renata menoleh kearah Adit, Renata terkejut bahwa Adit menjalin hubungan
dengan Friska.
“Apa kau bilang? Sayang? Kau dan
Friska? Ha ha ha ha ...Ya ampun Adit. Kau sudah kehabisan stok wanita kah?
Friska saja kau pacari, asal kau tahu dia ini orang aneh dan dia pernah
mengalami gangguan jiwa.” Renata bicara seenaknya.
PLAK
Tamparan Friska sangat keras, sedari dulu Friska ingin melakukan ini kepada
Renata tapi dia tidak punya keberanian. Tapi kali ini dia sudah merasa muak
atas semua sikap Renata terhadapnya. Pipi Renata memerah, sedikit perih
rasanya.
“Beraninya kau?” Hardik Renata.
Tenaga Renata cukup kuat karena dia sudah sangat emosi, hampir saja Adit
kewalahan. Adit terus saja menahan Renata. Adit tahu bagaimana watak seorang Renata
yang sangat keras. Lama Renata meronta-ronta akhirnya Adit pun melemparkan
Renata ke atas sofa disana. Jengah juga mendengar kekasihnya dihina oleh
Renata. Friska yang sekarang bukanlah Friska yang dulu.
FLASHBACK ON
Sejak sekolah dasar Friska memang
selalu terdiam. Saat jam istirahat,dia
lebih suka melihat teman-temannya bermain daripada dirinya ikut bermain. Begitu
juga disekolah menengah pertama, saat Friska satu kelas dengan Renata yang
waktu itu Friska memiliki julukan kutu buku karena frestasinya yang cukup
unggul dibandingkan siswa lainnya. Renata dan temannya selalu membuli Friska
dengan sebutan orang aneh atau wanita jelek. Alasan Renata membuli Friska
karena gaya Friska yang tidak pernah berubah. Voninya sehalis,rambut ikal
dikuncir satu, kacamata bulat dengan batang berwarna merah, gigi behel, switer
rajutan dan rok dibawah lutut. Ejekan Renata dan temannya itu membuat Friska
mengalami sedikit depresi dan tidak mau masuk sekolah. Dia minder. Friska saat itu
sangat sakit hati terhadap Renata dan temannya. Friska memohon kepada ibunya
untuk pindah sekolah. Saat dia masuk sekolah baru, terdapat salon wanita disana
yang kebetulan sekali salon itu milik ibu teman sebangkunya. Friska bercerita
atas bulian terhadapnya, mendengar cerita Friska ibu temannya itu memiliki ide
untuk merubah penampilan Friska. Mulai dari gaya rambut, mengajakannya cara berpakaian,
bermake-up dan lain-lain. Dan hasilnya membuat Friska sangat percaya diri. Dari
saat itu Friska mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang skretaris.
Friska dan Renata bertemu kembali
di perusahaan Dani, dan waktu itu Friska maupun Renata memutuskan untuk tidak
saling mengenal.
FLASHBACK OFF
Renata terkejut saat menyatakan
__ADS_1
bahwa Friska adalah calon istrinya, tidak hanya Renata saat itu Friska pun
terkejut. Tidak disangka jika Adit akan menyatakan hal itu di depan Renata
pastinya, dihati paling dalam dia senang luar biasa. Bagaimana Friska tidak
senang Adit adalah pria yang dia sukai sejak pertama bekerja dikantor tersebut.
Adit adalah seorang pria yang tampan dan membuat Renata iri. Dengan sengaja
Adit memperlihatkan kemesraannya dengan Friska didepan Renata, Adit memeluk
Friska dari belakang dan mengecup pipinya.
Rian pun datang dan membawa
beberapa dokumen. Dokumen-dokumen itu ternyata berupa surat-surat kontrak kerja
Renata dengan perusahaan yang tidak akan dilanjut lagi, ada beberapa foto yang
membuktikan kejahatan Renata terhadap Erliana, juga beberapa rekaman CCTV
dimana Erliana diculik didepan gerbang sekolah, menggunakan mobil sewaan yang
satu tipe dengan mobil milik Dani dan no pol itu palsu agar Erliana menyangka
bahwa mobil itu yang selalu menjemputnya. Satu lagi Rian menunjukan rekaman
CCTV dimana Renata mengakui kejahatan itu adalah ulahnya, rekaman beberapa
waktu bersama Dani, disana juga terlihat Renata telah memasukkan sesuatu ke
dalam gelas minum milik Dani.
Renata sama sekali tidak dapat
berkutik, harapannya untuk selalu bekerjasama dengan perusahaan Dani kandas. Entah
bagaimana karir nya kini. Semua iklan produk perusahaan Dani sudah tidak
menggunakan dia lagi. Apalagi untuk mendapatkan Dani kembali rasanya tidak
mungkin. Karena percakapan Rian dan Adit membuat Renata putus asa. Dia sangat
jengah mendengarnya.
“Rian, bagaimana dengna Dani?”
Tanya Adit
“Tentu saja aku antar dia ke
apartemennya.” Rian tersenyum dan memandang Renata yang kesal.
“Erliana maaf ini bukanlah
Adit memeluk kekasihnya itu. “ Siapa bilang kau ini jelek kau adalah istriku
yang cantik” Dikecupnya bibir Friska singkat.
“Renata terima kasih sepertinya pernikahan
antara nona Erliana dan pak Dani tidak lama lagi, berkat kau.” Rian mengejek Renata.
Renata benar-benar jengah melihat orang-orang dihadapannya itu, dia memutuskan
untuk pergi meninggalkan perusahaan. Diperjalanan pulang tepatnya saat mobil Renata
melintas didepan E-Salon Renata melihat papan reklame yang cukup besar disana.
Terpangpang gambar Erliana dengan model rambut pendeknya dan juga Elisa, mereka
berdua sangat cantik. Hal itu membuat Renata semakin kesal. “Aahhh...” Teriak
Renata didalam mobil.
Adit mengajak Friska untuk makan
malam, bukan direstoran mewah tapi restoran itu memiliki suasana yang sangat
romantis. Disana terdapat lampu-lampu tamber berwarna, dan terdapat bunga-bunga
segar. Alunan musik jazz membuat suasana membuat terasa hangat. Adit memberikan
kejutan tak henti-henti, mulai dari buket bungan besar, puisi romantis, sampai
dengan hidangan istimewa kesukaan Friska tentunya. Dimeja itu terdapat banyak
sekali hidangan kesukaan Friska ada steak, sosis bakar, spaghetti, ice cream,
puding dan masih banyak lainnya. “Gagal diet” Batin Friska. Adit tersenyum
karena Friska saat itu hanya makan salad sayur dan buah potong saja.
“Sayang untuk malam ini kau tidak
perlu diet.” Adit menggoda Friska
“Benarkah? Apa boleh? Tapi
bagaimana jika aku gendut, seorang sekretaris itu kan tidak boleh gendut.”
Friska merengek sedih sambil menatap semua hidangan yang ada diatas meja,
salivanya hampir saja menetes.
“Tapi hidangan seenak ini
__ADS_1
bagaimana jika tidak dimakan, bukankah sangat disayangkan?” Friska
“Ha ha ha ... sayang makanlah
kalau pun kau menjadi gendut aku tetap mencintaimu.” Adit memberikan steak yang
sudah dia potong-potong pada Friska. Dengan lahap Friska memakan semuanya. Karena
sudah hampir 3 bulan kebelakang Friska tidak pernah makan hidangan ini karena dituntut
harus diet. Menurut Friska makanan ini adalah hadiah istimewa. Setelah makan
malam selesai, Adit membawa Friska untuk menyaksikan air mancur menari dan
lazer show. Suasana disana sangat ramai karena banyaknya pengunjung. Dan
diakhir rencana Adit, Friska dibawa ke sebuah taman bunga. Adit menghentikan
langkahnya dan memutarkan tubuhnya menghadap Friska, dia mengeluarkan sesuatu
dari tangannya yaitu sebuah bola kecil berwarna merah. Bola itu berupa gulungan
kecil dari benang wol. Adit memberikan bola kecil itu kepada Friska, diujung
bola itu ada sedikit benang yang disisakan untuk dia tarik. Adit melangkah
mundur menjauh dari Friska perlahan sambil menarik ujung benang itu,
sedikit-demi sedikit benang itu menunjukkan sesuatu yang berkilau. Friska terkejut
ternyata bola itu adalah sebuah cincin. Disaat Friska akan meraih cincinnya,
adit menurunkan benang yang ada padanya sehingga cincin itu menjauh dari jari
Friska. Friska terlihat bingung, sedangkan Adit tersenyum.
“Friska maukah kau menikah dengan
ku?” Adit berteriak. Mereka sudah menjadi pusat perhatian disana. Friska sangat
malu dibuatnya, semua orang disana menyaksikan adegan romantis mereka berdua.
Tanpa banyak bicara Friska menganggukan kepalanya, tentunya Adit merasa senang
lalu diarahkan ujung benang itu ke atas sehingga cincin itu menghampiri jemari
Friska. Adit berlari dan mengenakan cincin itu pada Friska. Dipeluknya sang kekasih
dan dipangku lalu berputar. Orang yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua
pun ikut bersorak senang, ada yang bersiul ada juga yang mengucapkan selamat.
Keesokan harinya
Sebelum berangkat ke kantor Adit
menjemput Calon istrinya itu dan mampir ke rumah kediaman nyonya Prayoga. Adit
mengenalkan Friska kepada wanita yang sudah dianggap ibunya itu sesuai janjinya
waktu itu. Sang ibu menyambut mereka dengan
hangat dan ramah, mereka pun sarapan bersama. Disaat mereka sarapan sang ibu menanyakan
perihal Dani.
“Adit, kenapa Dani tidak pulang?”
Tanya ibu yang sudah khawatir sejak semalaman “Apa ada masalah dikantor?”
Tambahnya lagi
“Oh iya ibu maaf aku lupa, Dani
kemarin ada sedikit masalah dengan Renata. Itu soal kerjasama antara perusahaan
dan publik figur, dikarenakan perusahaan sudah tidak menggunakan Renata lagi. Tapi
Renata tidak terima akan hal ini. Tapi ibu tidak perlu khawatir.” Adit
menjelaskan. Tapi nurani seorang ibu terhadap anaknya memang tajam. Sang ibu
mencurigai sesuatu apalagi masalah ini menyangkut dengan Renata.
“Lalu dia tidur dimana semalam?
Ibu “Jangan katakan dia pulang ke apartemen? “ Tambahnya
Entah kenapa berhadapan dengan
ibunya ini dia tidak pernah berani untuk berbohong, sang ibu menyentaknya dan
Aditpun menghentikan aktivitas makannya.
“Maaf bu sebenarnya seperti ini.”
Adit menjelaskan kepada sang ibu “Bahwa Renata berusaha untuk mendapatkan Dani
kembali, Renata menjebak Dani dengan minuman yang sudah dimasukkan obat
perangsang. Lalu Dani meminta untuk diantarkan ke apartemen.” Adit
“Ya ampun perempuan itu, rupanya
dia menyesali perbuatannya itu. Untuk masalah Renata tindakan itu sudah benar
tapi bagaimana dengan Erliana sekarang.” Sang ibu mengkhawatirkan keadaan
__ADS_1
Erliana.