ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Adit dan Friska


__ADS_3

Kantor Dani


Friska saat itu sedang


membereskan beberapa dokumen dimejanya, dia melihat atasannya keluar dari


ruangan kerja. Namun sepertinya atasannya itu sedikit kurang sehat karena teman


kerjanya Rian membantunya berjalan. Friska berdiri, menganggukan kepalanya


hormat. Setelah itu Friska mendengar seorang wanita berteriak didalam ruangan


atasannya, Friska memutuskan untuk melihatnya. Friska terkejut, Adit terlihat


sedang memeluk mantan kekasih atasannya dulu sekaligus teman SMPnya. Dengan


terang-terangan Friska menunjukkan rasa tidak sukanya pada Adit.


“Sedang apa kalian?” Friska.


Karena Adit tidak merasa bersalah, Adit terus saja menahan Renata agar tetap


tenang.


“Sayang tutup pintunya.” Perintah


Adit. Renata menoleh kearah Adit, Renata terkejut bahwa Adit menjalin hubungan


dengan Friska.


“Apa kau bilang? Sayang? Kau dan


Friska? Ha ha ha ha ...Ya ampun Adit. Kau sudah kehabisan stok wanita kah?


Friska saja kau pacari, asal kau tahu dia ini orang aneh dan dia pernah


mengalami gangguan jiwa.” Renata bicara seenaknya.


PLAK


Tamparan Friska sangat keras, sedari dulu Friska ingin melakukan ini kepada


Renata tapi dia tidak punya keberanian. Tapi kali ini dia sudah merasa muak


atas semua sikap Renata terhadapnya. Pipi Renata memerah, sedikit perih


rasanya.


“Beraninya kau?” Hardik Renata.


Tenaga Renata cukup kuat karena dia sudah sangat emosi, hampir saja Adit


kewalahan. Adit terus saja menahan Renata. Adit tahu bagaimana watak seorang Renata


yang sangat keras. Lama Renata meronta-ronta akhirnya Adit pun melemparkan


Renata ke atas sofa disana. Jengah juga mendengar kekasihnya dihina oleh


Renata. Friska yang sekarang bukanlah Friska yang dulu.


FLASHBACK ON


Sejak sekolah dasar Friska memang


selalu terdiam.  Saat jam istirahat,dia


lebih suka melihat teman-temannya bermain daripada dirinya ikut bermain. Begitu


juga disekolah menengah pertama, saat Friska satu kelas dengan Renata yang


waktu itu Friska memiliki julukan kutu buku karena frestasinya yang cukup


unggul dibandingkan siswa lainnya. Renata dan temannya selalu membuli Friska


dengan sebutan orang aneh atau wanita jelek. Alasan Renata membuli Friska


karena gaya Friska yang tidak pernah berubah. Voninya sehalis,rambut ikal


dikuncir satu, kacamata bulat dengan batang berwarna merah, gigi behel, switer


rajutan dan rok dibawah lutut. Ejekan Renata dan temannya itu membuat Friska


mengalami sedikit depresi dan tidak mau masuk sekolah. Dia minder. Friska saat itu


sangat sakit hati terhadap Renata dan temannya. Friska memohon kepada ibunya


untuk pindah sekolah. Saat dia masuk sekolah baru, terdapat salon wanita disana


yang kebetulan sekali salon itu milik ibu teman sebangkunya. Friska bercerita


atas bulian terhadapnya, mendengar cerita Friska ibu temannya itu memiliki ide


untuk merubah penampilan Friska. Mulai dari gaya rambut, mengajakannya cara berpakaian,


bermake-up dan lain-lain. Dan hasilnya membuat Friska sangat percaya diri. Dari


saat itu Friska mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang skretaris.


Friska dan Renata bertemu kembali


di perusahaan Dani, dan waktu itu Friska maupun Renata memutuskan untuk tidak


saling mengenal.


FLASHBACK OFF


Renata terkejut saat menyatakan

__ADS_1


bahwa Friska adalah calon istrinya, tidak hanya Renata saat itu Friska pun


terkejut. Tidak disangka jika Adit akan menyatakan hal itu di depan Renata


pastinya, dihati paling dalam dia senang luar biasa. Bagaimana Friska tidak


senang Adit adalah pria yang dia sukai sejak pertama bekerja dikantor tersebut.


Adit adalah seorang pria yang tampan dan membuat Renata iri. Dengan sengaja


Adit memperlihatkan kemesraannya dengan Friska didepan Renata, Adit memeluk


Friska dari belakang dan mengecup pipinya.


Rian pun datang dan membawa


beberapa dokumen. Dokumen-dokumen itu ternyata berupa surat-surat kontrak kerja


Renata dengan perusahaan yang tidak akan dilanjut lagi, ada beberapa foto yang


membuktikan kejahatan Renata terhadap Erliana, juga beberapa rekaman CCTV


dimana Erliana diculik didepan gerbang sekolah, menggunakan mobil sewaan yang


satu tipe dengan mobil milik Dani dan no pol itu palsu agar Erliana menyangka


bahwa mobil itu yang selalu menjemputnya. Satu lagi Rian menunjukan rekaman


CCTV dimana Renata mengakui kejahatan itu adalah ulahnya, rekaman beberapa


waktu bersama Dani, disana juga terlihat Renata telah memasukkan sesuatu ke


dalam gelas minum milik Dani.


Renata sama sekali tidak dapat


berkutik, harapannya untuk selalu bekerjasama dengan perusahaan Dani kandas. Entah


bagaimana karir nya kini. Semua iklan produk perusahaan Dani sudah tidak


menggunakan dia lagi. Apalagi untuk mendapatkan Dani kembali rasanya tidak


mungkin. Karena percakapan Rian dan Adit membuat Renata putus asa. Dia sangat


jengah mendengarnya.


“Rian, bagaimana dengna Dani?”


Tanya Adit


“Tentu saja aku antar dia ke


apartemennya.” Rian tersenyum dan memandang Renata yang kesal.


“Erliana maaf ini bukanlah


Adit memeluk kekasihnya itu. “ Siapa bilang kau ini jelek kau adalah istriku


yang cantik” Dikecupnya bibir Friska singkat.


“Renata terima kasih sepertinya pernikahan


antara nona Erliana dan pak Dani tidak lama lagi, berkat kau.” Rian mengejek Renata.


Renata benar-benar jengah melihat orang-orang dihadapannya itu, dia memutuskan


untuk pergi meninggalkan perusahaan. Diperjalanan pulang tepatnya saat mobil Renata


melintas didepan E-Salon Renata melihat papan reklame yang cukup besar disana.


Terpangpang gambar Erliana dengan model rambut pendeknya dan juga Elisa, mereka


berdua sangat cantik. Hal itu membuat Renata semakin kesal. “Aahhh...” Teriak


Renata didalam mobil.


Adit mengajak Friska untuk makan


malam, bukan direstoran mewah tapi restoran itu memiliki suasana yang sangat


romantis. Disana terdapat lampu-lampu tamber berwarna, dan terdapat bunga-bunga


segar. Alunan musik jazz membuat suasana membuat terasa hangat. Adit memberikan


kejutan tak henti-henti, mulai dari buket bungan besar, puisi romantis, sampai


dengan hidangan istimewa kesukaan Friska tentunya. Dimeja itu terdapat banyak


sekali hidangan kesukaan Friska ada steak, sosis bakar, spaghetti, ice cream,


puding dan masih banyak lainnya. “Gagal diet” Batin Friska. Adit tersenyum


karena Friska saat itu hanya makan salad sayur dan buah potong saja.


“Sayang untuk malam ini kau tidak


perlu diet.” Adit menggoda Friska


“Benarkah? Apa boleh? Tapi


bagaimana jika aku gendut, seorang sekretaris itu kan tidak boleh gendut.”


Friska merengek sedih sambil menatap semua hidangan yang ada diatas meja,


salivanya hampir saja menetes.


“Tapi hidangan seenak ini

__ADS_1


bagaimana jika tidak dimakan, bukankah sangat disayangkan?” Friska


“Ha ha ha ... sayang makanlah


kalau pun kau menjadi gendut aku tetap mencintaimu.” Adit memberikan steak yang


sudah dia potong-potong  pada Friska.  Dengan lahap Friska memakan semuanya. Karena


sudah hampir 3 bulan kebelakang Friska tidak pernah makan hidangan ini karena dituntut


harus diet. Menurut Friska makanan ini adalah hadiah istimewa. Setelah makan


malam selesai, Adit membawa Friska untuk menyaksikan air mancur menari dan


lazer show. Suasana disana sangat ramai karena banyaknya pengunjung. Dan


diakhir rencana Adit, Friska dibawa ke sebuah taman bunga. Adit menghentikan


langkahnya dan memutarkan tubuhnya menghadap Friska, dia mengeluarkan sesuatu


dari tangannya yaitu sebuah bola kecil berwarna merah. Bola itu berupa gulungan


kecil dari benang wol. Adit memberikan bola kecil itu kepada Friska, diujung


bola itu ada sedikit benang yang disisakan untuk dia tarik. Adit melangkah


mundur menjauh dari Friska perlahan sambil menarik ujung benang itu,


sedikit-demi sedikit benang itu menunjukkan sesuatu yang berkilau. Friska terkejut


ternyata bola itu adalah sebuah cincin. Disaat Friska akan meraih cincinnya,


adit menurunkan benang yang ada padanya sehingga cincin itu menjauh dari jari


Friska. Friska terlihat bingung, sedangkan Adit tersenyum.


“Friska maukah kau menikah dengan


ku?” Adit berteriak. Mereka sudah menjadi pusat perhatian disana. Friska sangat


malu dibuatnya, semua orang disana menyaksikan adegan romantis mereka berdua.


Tanpa banyak bicara Friska menganggukan kepalanya, tentunya Adit merasa senang


lalu diarahkan ujung benang itu ke atas sehingga cincin itu menghampiri jemari


Friska. Adit berlari dan mengenakan cincin itu pada Friska. Dipeluknya sang kekasih


dan dipangku lalu berputar. Orang yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua


pun ikut bersorak senang, ada yang bersiul ada juga yang mengucapkan selamat.


Keesokan harinya


Sebelum berangkat ke kantor Adit


menjemput Calon istrinya itu dan mampir ke rumah kediaman nyonya Prayoga. Adit


mengenalkan Friska kepada wanita yang sudah dianggap ibunya itu sesuai janjinya


waktu itu. Sang  ibu menyambut mereka dengan


hangat dan ramah, mereka pun sarapan bersama. Disaat mereka sarapan sang ibu menanyakan


perihal Dani.


“Adit, kenapa Dani tidak pulang?”


Tanya ibu yang sudah khawatir sejak semalaman “Apa ada masalah dikantor?”


Tambahnya lagi


“Oh iya ibu maaf aku lupa, Dani


kemarin ada sedikit masalah dengan Renata. Itu soal kerjasama antara perusahaan


dan publik figur, dikarenakan perusahaan sudah tidak menggunakan Renata lagi. Tapi


Renata tidak terima akan hal ini. Tapi ibu tidak perlu khawatir.” Adit


menjelaskan. Tapi nurani seorang ibu terhadap anaknya memang tajam. Sang ibu


mencurigai sesuatu apalagi masalah ini menyangkut dengan Renata.


“Lalu dia tidur dimana semalam?


Ibu “Jangan katakan dia pulang ke apartemen? “ Tambahnya


Entah kenapa berhadapan dengan


ibunya ini dia tidak pernah berani untuk berbohong, sang ibu menyentaknya dan


Aditpun menghentikan aktivitas makannya.


“Maaf bu sebenarnya seperti ini.”


Adit menjelaskan kepada sang ibu “Bahwa Renata berusaha untuk mendapatkan Dani


kembali, Renata menjebak Dani dengan minuman yang sudah dimasukkan obat


perangsang. Lalu Dani meminta untuk diantarkan ke apartemen.” Adit


“Ya ampun perempuan itu, rupanya


dia menyesali perbuatannya itu. Untuk masalah Renata tindakan itu sudah benar


tapi bagaimana dengan Erliana sekarang.” Sang ibu mengkhawatirkan keadaan

__ADS_1


Erliana.


__ADS_2