ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Dendam Bi Asti Part 2


__ADS_3

Adit pamit pulang, sedangkan Dani


masih menemani Erliana. Gadis cantik nya kini dalam keadaan sangat sulit, Dani


merasa ikut sedih. Diumur yang sangat belia Erliana harus mengalami ini semua


tanpa orang tua, tanpa saudara. Danipun memutuskan untuk menjaganya.


“Bi tolong buatkan makan malam


ya, aku akan ikut makan malam disini bersama.” Perintah Dani


“Baik Tuan.” Bi Sari


Erliana terlihat sangat muram,


Dani mencoba mencairkan suasana dan mencoba menghibur nya. “Sayang jangan sedih


ada aku.” Dani menunjuk hidungnya dengan percaya diri. Lalu dia menyelipkan


rambut Erliana yang tergerai kebelakang telinga Erliana. Erliana memandangi


pria yang duduk disampingnya dengan lekat.


“Apakah benar dengan apa yang


kakak ucapkan? Karena aku takut terlalu banyak berharap pada mu kak, kalau


bukan ada kakak saat ini mungkin aku ....” Batin Erliana, Dani pun menatap


wajah gadis cantiknya itu, di lihat matanya yang hitam kecoklatan, dahi yang


penuh dengan rambut-rambut halus, hidungnya mancung, pipinya putih mulus tanpa


make up, bibirnya mungil berwarna merah muda. Dani benar tidak kuasa untuk


menahan kekaguman nya itu, dia mengecup dahi Erliana dan memeluknya sangat


erat. Seketika itu air mata Erliana jatuh membasahi pipinya dengan


terisak-isak. Tak kuasa untuk menahan kesedihannya.


“Sabar sayang, yakinlah kau akan


baik-baik saja.” Dani berulang kali mengecup rambut Erliana. Pelukan pria itu


sangat nyaman, hanya ini yang dia milikki saat ini. “Ya Allah lindungilah aku.”


Batin Erliana.


Sebelum Dani pulang dia


memutuskan untuk mampir ke rumah orang tuanya Erliana, Dia melihat bi Asti yang


sedang siap-siap meninggalkan rumah itu. Dani pun turun dari mobil nya, saat bi


Asti melihat Dani keluar dari mobil nya bi Asti menyuruh anak-anaknya untuk


masuk kedalam mobil.


“Mau apa kau?” Bi Asti dengan


tatapan tidak suka


“Harusnya bibi itu berterimakasih


padaku, karena rumah ini sudah aku tebus.” Dani


“Hemm...(tersenyum) Baiklah


terimakasih. Berkat kau anak sial itu beruntung. Tapi tak apalah aku tak peduli


lagi, aku akan pergi dari sini. Aku serahkan dia pada mu terserahlah kau mau


apakan dia, selamat tinggal.” Bi Asti pun pergi. “Andai saja tidak ada


laki-laki ini dia pasti sudah menderita” Batin bi Asti


“Ciihhh....sudah miskin, besar kepala.”


Kantor Dani


Adit melihat Dani sudah berada diruangannya.


“Selamat pagi Tuan Dani.” Sapa Adit


“Eh Dit,Sebelum pulang kemarin

__ADS_1


malam aku menemui bi Asti dirumahnya, Dia sudah bersiap-siap pergi meninggalkan


rumahnya. Aku mencurigai sesuatu, kau bisa selidiki ini?” Dani


“Baiklah aku akan suruh Rian untuk menyelidiki nya.” Adit


Singkat cerita, disaat Rian


menemui bi Asti. Rian mendapati rumah mewah disana, bi Asti juga mendaftarkan


anak-anaknya bersekolah. Selain rumah mewah dia juga memiliki toko sembako yang


cukup besar, ada kebun disamping rumahnya. “ Setelah dia ambil uang tunai dari


Lintah Darat, dia pergi ke kampung halamannya di kampung S, kemudian dia bangun


rumah mewah. Bi Asti sengaja tidak melunasi hutangnya itu agar rumah nona


Erliana disita, dan kehilangan semuanya. Disaat itulah dia meninggalkan nona


Erliana. Soal suaminya, bi Asti sudah berencana untuk membuatnya tertekan dan


stres  karena dengan tidak sengaja aku


menemukan sekantong obat penenang dan obat untuk gangguan saraf dalam tong


sampah miliknya. Gerak gerik saat dia membuang kantong hitam itu membuat ku


curiga.” Lapor Rian pada atasannya.


“Dasar wanita licik, Buatlah


surat pernyataan bahwa rumah yang aku tebus resmi menjadi milikku. Tandatangani


olehnya diatas materai. Setelah selesai tugas cepatlah kembali aku akan


memproses nya. Dani “Lebih cepat lebih baik.” Batin Dani


“Baik pak.” Rian


Sepulang kerja Dani akan mampir


ke apartemennya. Erliana sedang menyiapkan makanan dimeja makan. Memperhatikan


Erliana seperti itu, Dani merasa memiliki istri,  pulang kerja disiapkan makanan masakan istri


“Kak, ayo kita makan.” Ajak Erliana.


“Oke.” Dani mengecup pipi


Erliana. Erlian terkejut tubuh nya mematung. Dani berhasil membuat Erliana


gugup, tidak peduli Dani duduk dikursi makan. Merekapun duduk dan makan bersama


kebetulan bi Sari sedang pamit keluar saat itu. Setelah makan Erliana mengajak


Dani duduk disofa.


“Kak sampai kapan Erliana akan


tinggal dirumah ini?” Tanya Erliana


“Sampai semuanya membaik.” Dani


“Sekolah ku?” Erliana


“Berangkat dan pulang sekolah kau


akan di jemput oleh supir kakak, Pak Didin.” Dani


“Apa yang terjadi dengan rumah


orang tuaku?” Erliana


Sebelum Dani mulai bicara, Dani


mengeluskan tangannya dipuncak kepala Erliana. Lalu kedua tangannya menyentuh


wajah Erliana, dipandangi nya dengan lekat sebalik nya dengan Erliana.


“Sayang aku sungguh-sungguh


menyayangi mu, aku jatuh hati pada mu.” Dani


“Benarkah itu kak?” Erliana. Dani mengangguk


“Bagaimana dengan mu terhadap ku?”

__ADS_1


Dani. Erliana tersenyum dan tersipu malu menundukkan kepala. Lalu Erliana


menaggukkan kepalanya. Mereka kini saling memandangi dan tersenyum satu sama


lain. Perlahan wajah Dani mendekat, memiringkan kepalanya hidungnya kini


menempel pada hidung Erliana. Erliana pun memejamkan matanya, dengan lembut


Dani mengecup bibir Erliana sedetik, dua detik hingga sepuluh detik lamanya.


Kemudian di kecup dahi gadis cantiknya. Mereka pun saling berpelukan. Suasana


yang hangat saat itu, dunia ini serasa akan menjadi milik mereka.


“Terimakasih kak atas semuanya,


aku kira aku sudah serakah saat ini. Karena aku mendambakan ini, aku selalu


mengharapkan ini dari mu kak.” Erliana


“Jangan sungkan sayang, kau kini


milik ku. Begitu juga aku adalah milik mu.” Dani


“Kakak, belum jawab pertanyaan


ku, bagaimana dengan rumah orang tua ku?” Erliana


FLASHBACK ON


“Biar aku tebus, berapa semuanya?”


Dani. Rey pun bertepuk tangan


“Wah...hebat ada seorang pahlawan


rupanya. Baiklah aku tak peduli siapa kau, yang penting masalah  ini terselesaikan. Aku ingin kau menebus


jaminan ini dengan 2x lipat beserta bunga nya dan juga dendanya.” Rey


“Oke.” Dani. Namun saat itu bi


Asti melarang nya untuk melakukan itu, karena alasan dia tidak ingin berhutang


budi pada siapa pun. Lebih baik dia kehilangan rumah itu. Tapi Dani tetap menebusnya,


ekspresi bi Asti saat itu terlihat tidak menyukainya.


“Kenapa dia? Seharusnya dia itu


senang karena rumah nya selamat.” Dani


FLASHBACK OFF


“Jadi rumah itu selamat dari


sitaan lintah darat kak, syukurlah. (Erliana tersenyum senang) Tapi aku rasa


kini rumah itu bukan milikku lagi, atau aku akan bekerja dan aku lunasi hutang


ku pada mu kak, dengan cara dicicil. Bagaimana?” tawar Erliana


“Ha ha ha ha...kau mau kerja,


(Erliana mengiyakan) tidak,  lupakan saja


tentang pekerjaan. Kau cukup lah bersekolah, jangan banyak tingkah, menurut apa


kata-kataku. Itu sudah akan menyelamatkan hidup mu.” Dani


“Apakah rumah itu kosong


sekarang?” Erliana


“Iya, aku akan memberikan mu


kejutan nanti.” Dani


“Apa itu?” Erliana penasaran.


Bibirnya dikecup Dani sang kekasih


“Nanti kau juga akan tahu, jika


waktunya sudah tiba.” Dani mengangkat alis kiri nya. Erliana semakin penasaran.


Drrttt...drrttt...drrttt.....

__ADS_1


"Halo...iya ibu aku akan segera pulang." Dani mutup ponselnya


__ADS_2