ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Terjerumus Dunia Bebas


__ADS_3

Pesta pernikahan Dani dan Erliana


ternyata sampai ke telinga Renata. Mendengar kabar tersebut membuat Renata naik


pitam, Renata sangat tidak rela jika wanita yang dinikahi Dani adalah Erliana.


Ada perasaan menyesal yang amat sangat, dalam hati Renata.


Andai saja waktu itu dia tidak


meremehkan perasaan Dani


Andai saja waktu itu dia tidak


menyia-nyiakan cinta Dani


Andai saja...


Hanya kata-kata itu yang selalu


muncul dalam pikirannya. Renata merasa sangat sedih. Diapun memutuskan untuk


keluar rumah mencari angin segar. Sudah berkeliling kota dia tak memiliki arah


tujuan, dia hanya berputar-putar saja. Tapi saat dia melintas didepan klub


malam dia memutuskan untuk pergi kesana. Dia memarkirkan kendaraannya dan menikmati


suasana disana. Dia membebaskan pikirannya disana, dia menari semau hati dia


juga minum-minum. Kala itu saat Renata sedang asik menari dan sudah mulai


mabuk, ada seseorang yang menghampirinya. Dia adalah seorang pria. Pria itu


sangat tampan dan mengajak Renata berkenalan.


“Hai aku Antoni.” Antoni


menjulurkan tangannya mengajak salaman


“Hai Renata.” Renata  membalasnya dengan genit


“Apa?” Antoni bertanya ulang


karena suara Renata tidak terdengar terhalang oleh lantunan musik Remix yang


keras.


“Re-na-ta...” Renata berteriak


juga.


Oh oke, Kau sendirian?” Antoni


sambil menemani Renata menari


“Ya” Renata


“Kalau begiu aku temani, boleh?”


Antoni menawarkan diri


“Tentu saja boleh.” Renata


Mereka berdua terlihat sangat


asik dan larut dibawah lampu gemerlapan. Pakaian Renata saat itu sangat terbuka


membuat Antoni merasa air salivanya akan menetes. GLUK


Antoni membawakan minuman


beralkohol dengan kadar tinggi dan dia memasukan obat perangsang dan diberikanlah


minuman itu pada Renata. Tanpa berpikir panjang Renata yang saat itu sudah


mulai kehausan,, dia minum air yang diberikan Antoni sampai habis. Antoni pun


merasa sangat senang “malam ini aku akan berseneang-senang” Batin Antoni.


Saat Renata sedang asik menari,


Antoni memiliki kesempatan untuk menari lebih dekat dan sedikit


menggesek-gesekan badannya dan Renata ternyata menyambutnya. “WOW ini diluar


dugaan ku, rupanya dia sudah terangsang.” Batin Antoni. Wajah Renata sudah


sangat menggiurkan. Antoni mencoba mengecup bibir Renata untuk memancing


nafsunya. Renata pun merespon nya dengan sangat penuh nafsu. Antonipun tidak

__ADS_1


menyia-nyiakan waktunya, dia membawa Renata ke hotel terdekat dan menikmatinya


disana. 4 jam berakhir Renata tertidur pulas, namun sepertinya Antoni belum


puas menikmati Renata. Baru kali ini dia merasakan seorang wanita yang sangat


mempesona dan lekuk tubuhnya sangat indah. Diapun menghubungi beberapa temannya


untuk sama-sama menikmati tubuhnya Renata.


Teman-teman Antoni pun tiba,


salah satu dari mereka memasukan obat perangsang lagi pada minuman Renata.


Disaat Renata dipaksa untuk bangun, dia terkejut. “Kenapa banyak laki-laki


disini" Batin Renata setengah sadar. Rupanya pengaruh alkoholnya masih ada.


Renata juga dipaksa untuk minum minuman yang sudah disiapkan. Renata merasa


sangat geli dibagian bawahnya ingin rasanya dia merasakan seperti tadi lagi.


Singkat cerita saat dia tersadar


kepalanya terasa berat dia melihat keadaanya sangat kacau dia mencium bau amis


dimana-mana, rambutnya berantakan dia merasakan tubuhnya sangat sakit apalagi


dibagian bawahnya depan dan belakangnya juga. Ada rasa perih. Dia tidak


langsung beranjak dari tempat tidurnya, dia merenungkan nasibnya.


“Kenapa aku begini?” Hiks...hiks...hiks...Renata merasa hidupnya sangat buruk


dan terpuruk. Dalam keadaan tak berbusana dia berdiri didepan cermin di kamar


mandi dia melihat disekujur tubuhnya banyak tanda kissmark dan juga memar. Dia


sangat meratapi hidupnya kini. Dia merasa hidupnya hancur dan tidak berguna.


Dia sangat prustasi saat dia mencoba untuk mengingat kejadian semalam, berapa


banyak laki-laki yang sudah menikmati tubuhnya.


Semenjak hari itu kehidupan


Renata semakin tak terarah, dia selalu menghabiskan waktunya di klub malam mabuk-mabukan,


sex bebas dan menggunakan obat-obatan terlarang.


Erliana bersama teman-teman


sedang merayakan kelulusannya. Seperti biasa mereka mencoret seragamnya didalam


kelas. Saat semua temannya akan pergi ke Danau kota dimana semua anak SMU


merayakan kelulusannya disana dan berkumpul bersama. Erliana lebih memilih


untuk pulang karena dia sadar dia tidak mungkin ikut, dia ingat anak dalam


perutnya. Erlianapun pulang terlebih dahulu setelah berpamitan ke semua


temannya, namun Erliana tidak langsung pulang ke rumah dia lebih memilih mampir


ke kantor suaminya.


Dikantor


“Selamat siang Bu Erliana.” Sapa


Friska


“Kak Friska.” Erliana. Mereka


saling menyapa senang, Friska pun membimbing Erliana ke dalam kantor atasannya


yang kebetulan saat itu sedang tidak banyak pekerjaan.


“Hai sayang, Kenapa kesini?” Dani


“Kenapa, aku tidak boleh ya


mengunjungi suamiku dikantor?” Erliana


“Tentu saja boleh, bukankah hari


ini hari kelulusan mana seragammu?” Dani terheran karena istrinya itu tidak


berseragam sekolah.


“Seragamnya ku ganti, aku  malu kalau harus menemui suamiku dikantor

__ADS_1


dengan seragam sekolah.” Erliana menghampiri suaminya dan duduk dipangkuan


suaminya dan merangkulnya dengan manja.


“Ah ya ampun, kau ini.” Dani menyambut


istrinya hangat


“Sayang sekarang kau terasa


berat, lihat juga pipi mu mulai cabi” Dani


“Apa, benarkah?” Erliana


celingukan meencari cermin.Melihat sikap istrinya itu, Dani tertawa dan


menjentikan jarinya ke kening Erliana. Dani menaikkan Erliana ke atas meja


kerjanya, dia menyentuh kedua pipi istrinya dan mengecupnya mesra. Erliana pun


membalasnya sehingga mereka saling berpagut mesra. Namun tiba-tiba Adit datang


.


Ceklek


“Uups maaf.” Adit menutupi


wajahnya dengan berkas-berkas yang dia bawa.


“Kau ini, harusnya kau ketuk


dulu.” Dani


“Salah sendiri pintunya tidak


dikunci.” Adit masa bodoh. Dan dia masuk untuk menyimpan berkas-berkas itu


dimeja. Dan keluar.


“Hei, kunci pintunya.” Adit


mengingatkan dan pergi sambil terkekeh.


Danipun cepat-cepat mengunci


pintunya dan membawa Erliana ke ruangan lain. Ternyata disana terdapat sebuah  kamar, kamar itu diperuntukan Dani istirahat


jika dia kerja lembur.  Setelah 1 jam berseling,


mereka pun keluar ruangan untuk makan siang.


Adit terkekeh memperhatikan


kelakuan bosnya itu. Semua orang kantor tertunduk hormat kepada Dani dan


Erliana.


“Sayang aku ingin mempercepat


pernikahan kita.” Adit


“Kenapa tiba-tiba.” Friska


“Aku iri pada mereka, aku sudah


tidak sabar ingin seperti mereka.” Adit menggoda wanitanya.


Baru kali ini Erliana tertarik


lagi makan nasi, Dani sangat bersyukur melihat Erliana makan dengan lahap.


“Makan yang banyak sayang, agar


anak kita juga sehat.” Dani mengelus perut Erliana


“Sayang mulai sekarang hindari


pakaian seperti ini, melihatnya terasa sesak. Kasihan kan anak kita...” Dani


“Iya” Erliana


Sebelum mengantarkan istrinya


pulang Dani mampir terlebih dahulu ke suatu butik dan membelikan Erliana


beberapa pakaian ibu hamil dan keperluan lainnya.


Ditempat parkir Renata melihat


Dani sedang membukakan pintu mobil dan membawa banyak sekali belanjaan.

__ADS_1


Pemandangan itu membuat Renata cemburu. Dalam pengaruh obat-obatan terlarang


Renata sempat berpikir bagaimana caranya untuk menyingkirkan Erliana dari  kehidupannya.


__ADS_2