
Rumahnya Erliana
Sampai saat ini keadaannya masih aman, administrasi untuk bulan depan sudah
dipersiapkan oleh Erliana rencananya besok dia akan ke TU. Tiba-tiba paman dan
bibi nya datang berkunjung karena selama 2 hari ini mereka tidak melihat Erliana.
"Pamanmu ini sangat mengkhawatirkan kamu Neng. Apakah ada masalah
dengan sekolah mu?" tanya bibi Asti
"Maaf paman, bibi kalau aku sudah membuat kalian khawatir. Soal
sekolah sama sekali tidak ada masalah, aku hanya sedikit banyak tugas sehingga
aku harus banyak diam diperpustakaan." Erliana berbohong
"Apa Neng masih punya uang jajan?" Paman Anton sambil merogok saku
dikemejanya. Namun Erliana menghentikan pamannya itu. sebari tersenyum dan menggelengkan kepala. Memberikan isyarat bahwa itu tidak perlu, Dia merasa sangat tidak enak hati kepada keluarga adik dari ibunya ini.
"Paman tidak usah, uang jajan ku masih cukup." Erliana menegaskan kepada paman dan bibinya.
"Neng maafkan kami yang kurang memperhatikan mu ya."Bi Asti mengelus pucuk kepala keponakannya.
"Jangan begitu bi, justru bibi dan paman lah yang sudah terlalu banyak membantu
aku." Erliana
Erliana merahasiakan soal kerja paruh waktu. Dia hanya bilang bahwa uang dari orang tua nya masih cukup.
"Kalau bagieu kami pulang dulu, kamu jaga diri. Jangan sungkan, Kalau
ada apa-apa datanglah pada kami.." Paman Anton
__ADS_1
"Terimakasih paman."
1 bulan berlalu, hari-hari sudah dilalui. Setiap pulang sekolah Erliana
selalu pergi kerja paruh waktu. Dia sangat rajin, semangat kerja nya tinggi. Bahkan semua orang ditempat kerja banyak yang menyukai nya. Dia merasa kan kenyamanan saat bekerja.
Dia senang sekali saat menerima gaji pertama nya.
Rumah Dani
"Tuan mau kemana?" Tanya Pak Didin
"Aku akan pergi makan malam bersama calon istriku." Tersenyum
"Hati-hati Tuan." pak Didin
Dani pun pergi dengan menyetir sendiri mobil nya. Tanpa memberikan kabar pada Renata dengan maksud dia ingin memberikan kejutan padanya. Tidak lupa Dani memepersiapkan buket bunga mawar yang cukup besar. Tapi sebelum sampai di kediaman Renata, Dani
melihat sosok calon istri nya yang baru saja keluar dari swalayan.
Tapi Renata tidak sendiri. "Dengan siapa dia" Dani merasa gusar. Alangkah terkejutnya dia, melihat pemandangan itu. Renata nampak menggelayut manja pada pria itu. Dan pria itu membelai serta mengecup rambut Renata.
mengepal, ya dia amat sangat marah.
Renata dengan pria bertopi dan masker itu pergi meninggalkan swalayan. Dan
Dani mengikuti mereka secara diam-diam. Dani penasaran siapa pria yang bersama
kekasihnya itu. Renata dan pria itu menuju hotel bintang 5. "Kenapa kesini
sayang, kau mau apa? Ada urusan apa kau dengan pria itu?" Batin Dani yang sudah daritadi menahan napas karena kesal. Semakin penasaran Dani ikut masuk kedapam hotel tersebut. Sesampainya di lobby
Mereka berdua menaiki lift sedangkan Dani mencari ruang kerja cctv, dengan segenap kekuasaannya dia berhasil masuk dan mencari kekasihnya lewat layar monitor. Beberapa saat kemudian di salah satu layar monitor dia melihat kekasihnya keluar dari lift.
Tempat kerja Erliana
__ADS_1
"Selamat malam semuanya aku pulang dulu." Erliana
"Ya, hati-hati cantik. Selamat menikmati gaji pertama mu." goda Ferry sebagai senior nya
"Oh iya kak, kenapa yang memberikan aku gaji adalah kakak. Memangnya kemana bos
kita?" Erliana sambil celingukan mencari bosnya.
"Hei, kau jangan genit. Mau apa cari-cari dia?" Ferry
"Aku hanya tanya saja, aku hanya mau mengucapkan terimakasih..., Baiklah kalau begiti aku pulang. Daaahh....kak Ferry...semangat kerja nya ya..." Erliana berlari kecil menuju jalanan
Erliana sangat senang, dia berpikir sejenak dan menatap amplop yang ada di
tangannya. Lalu dia punya ide untuk membeli 1 kotak kue untuk dia makan bersama
keluarga pamannya.
Setelah apa yang sudah dilihatnya, Dani bergegas memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan
penuh. Dia tidak sadar kalau itu sangat membahayakan dirinya, dia marah
sejadi-jadinya. Rahangnya mengatup keras, tangannya terus saja memukul setir.
"Aaaarrrggghh....." Teriak Dani. Sakit. Padahal mereka akan segera menikah tapi kenapa kekasihnya tega mengkhianati cintanya. Sudah 2 tahun padahal mereka menjalin
kasih, hanya dengan 1 malam ini hatinya remuk dan hancur seketika. Dia tak bisa
menahan sakitnya itu, hingga dia menangis... kecepatan mobilnya masih belum berubah. Emosi nya mbuat dia kalang kabut tidak konsentrasi dalam menyetir. Dia tidak sadar sudah mengambil jalan orang lain dari arah lawan terlihat ada truk. seketika itu Dani membuang setir dan akhirnya Braakkk....mobilnya membentur pada tiang lampu jalanan.
"Ah ya ampun ada kecelakaan." Erliana kaget
Orang orang disekitar lokasi kejadian serempak mendekati mobil itu.
"Ada orang didalam, nampaknya dia tidak sadarkan diri."
__ADS_1
Bug...bug...bug... dengan bantuan petugas mereka berhasil mengeluarkan Dani.
Saat itu Erliana melihat pria itu bersimbah darah.