ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Dijodohkan


__ADS_3

Dani dan Erliana saling berpelukkan, kini Erliana tidak memiliki siapa-siapa. Rumah peninggalan


orangtuanya pun kini,  entahlah...Erliana merasa kalau rumah itu kini bukan miliknya lagi. Selain dia


menurut kepada Dani kepada siapa lagi pikirnya, kini Dani adalah satu-satunya harapan Erliana. Dialah satu-satunya senderan hidupnya.


Dani amat sangat bahagia malam ini, Erliana kini telah menjadi miliknya. Jatuh cinta kepada gadis berumur 17


tahun, sedikit lucu bagi Dani. Namun dia sungguh sangat menyayangi anak ini. “Gadis cantik kau adalah milikku.” Bisik Dani tepat ditelinga Erliana, hingga Erliana merasa geli dan diapun tersipu malu.


Drrttt...drrttt...drrttt...


PonselDani bergetar


“Hallo...iya ibu aku akan segera pulang.” Dani menutup sambungannya


“IBU?” Erliana


“Ah...aku belum bercerita perihal ibu, kau ingat saat Adit tiba-tiba datang waktu itu.” Dani


Erlian mengangguk


“Dia datang kerumah untuk memberin kabar bahwa ibu akan pulang. Dia sengaja tidak menelpon karena dia berencan untuk menginap dan akan menjemput ibu dibandara bersama.” Dani  “Maka dari itu selama kau tertidur aku bawa kau kesini.” Dani


Rumah Dani


Dan tibalah dihalaman rumah, Dani melihat ada 1 unit mobil yang tidak dia ketahui.


“Mobil siapa ini?, tamu kah? ini kan sudah malam.” Pikirnya


Ha ha ha ha seisi rumah asikbercengkrama.


“ Ya ampun nak, kenapa baru pulang. Sampai tidak enak hati ibu kepada tante Detty.” Sang Ibu sebari menarik tangan putranya untuk dudukbersama disampingnya.


“Wah Dani sudah lama kita tidakbertemu.” Ucap tante Detty


“Iya tante, apa kabar?” Tanya Dani dan menyalami tante Detty


“Baik nak, masihkah kau ingat dengan Misya?” Tante Detty menunjuk putrinya itu


Misya adalah seorang wanita


berumur 27 tahun, dia sudah menyelesaikan studinya sebagai dokter kandungan. “Hai


Dani, wah...tambah tampan saja ...” goda Misya


“Hai, kau juga sekarang rupanya tambah tinggi ya.” Dani berdiri disamping Misya dan mencoba mensejajarkan


bahunya dengan bahu Misya.


“Isshhh...Kau ini meledek ya...” Cubit Misya dan mereka kini tertawa bersama.


“Lihat anak-anak kita bukankah mereka tampan dan cantik.” Sang ibu


“Iya, aku rasa mereka memang cocok. Bagaimana kalau kita berbesan.” Tante Detty


“Kita jodohkan saja mereka.” Sang ibu


“Apa dijodohkan?” Dani dan Misya saling menatap. Mendengar pernyataan sang ibu, dunia seakan runtuh.


D U A R R R


“Bu maaf, apa maksud dari perbincangan kalian?” Dani


“Nak kau ini sudah sepantasnya menikah, ibu tahu kau pasti merasa sedih atas batalnya pernikahan mu waktu itu.

__ADS_1


Tapi alangkah baiknya jika kau lupakan masa lalu mu dan menikah lah dengan Misya, ibu yakin kedepannya kalian akan saling mencintai. Dari dulu kau sangat dekat dengan Misya kan? Lagipula Misya ini anak yang baik.” Mendengar pernyataan ibu nya Dani tante Detty tersenyum bangga. Mereka memang mengharapkan pernikahan ini terjadi. Namun diantara Dani dan Misya tidak pernah terpikirkan untuk menikah, memang mereka dekat tapi kedekatan mereka hanyalah sebagai teman saja tidak lebih. Muka mereka berdua pucat, saling menatap kosong.


“Maaf bu, tante, Misya aku permisi naik. Aku belum membersihkan diri.” Dani pun pamit meninggalkan mereka,


segera dia menaiki tangga untuk mengistirahatkan diri. Dani menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur yang berukuran king size itu. Melentangkan kedua tangannya, menatap atap langit-langit kamarnya.


“Kenapa seperti ini?” batin Dani. Terlena dengan lamunannya kini dia merasa kepanasan, dia ingat kalau dia belum mandi.


Danipun beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri. Didalam kamar mandi yang luas, dengan


perabotan serba putih mengkilap, dari mulai bathub, westafel, lantai dan dinding marbel-marbelnya itu terlihat nyaman, rasanya ingin berlama-lama berendam. Danipun mulai mengisi bathub nya dengna air hangat dan ditambah sedikit aroma kesukaannya. Setelah cukup dia pun mulai merendamkan tubuhnya dan memejamkan matanya berpikir apa yang harus ia lakukan.


Terlintas bayangan Erliana tersenyum, menangis, rumah orang tua Erliana, bi Asti kemudian tiba-tiba muncul


bayangan Renata. Saat itu rasa bencinya terhadap Renata masih ada. “Aku akan tunjukkan padamu aku akan jauh lebih bahagia tanpamu, kau akan menyesali atas perbuatan mu.” Batin Dani


Hari ini dikantor memang tidak terlalu sibuk, tapi lama berendam membuat badannya santai dan nyaman, sehingga


dia pun tertidur.


Tok tok tok tok


Pintu kamar mandi diketuk sang ibu.


“Nak kau masih mandi?” tanya sang ibu yang menunggu jawaban dibalik pintu tersebut, tapi tak ada jawaban. Sang ibu mencoba membuka pintu, ternyata pintunya tidak dikunci. Ibu masuk ke dalam kamar mandi, dilihat putranya sedang berendam.


“Apa dia tidur?” Batin Ibu


“Nak apa kau tertidur?” ibu menggoyang-goyangkan tubuh putra satu-satunya itu.


“Kenapa bu?” suara Dani malas. Dia membuka matanya sebentar dan menutup lagi.


“Itu Misya dan ibunya akan pamit pulang.” Ibu


“Ibu sajalah aku belum selesai.”Dani


mulai dingin, tidak baik berendam sampai tertidur. Nanti badan mu kedinginan. Cepat selesaikan mandi mu dan beristirahalah.” Ibu pun pergi


Dani beranjak dari bathub nya, membilas tubuhnya dan memasuki pintu lain yang menghubungkan kamar mandi dengan ruang pakaian. Dia mengenakan t-shirt lengan panjang longgar warna putih polos dan celana training pendek selutut warna navi. Lalu dia mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada sahabatnya Adit.


“Dit malam ini adalah hari jadiku dengan Erliana” Isi pesan. Disimpan ponsel nya diatas nakas. Sejenak dia tatap


ponselnya tidak ada balasan.


“Ah...apa dia sudah tidur?” Bisik Dani. Diapun merebahkan tubuhnya dan tidak lama kemudian Danipun tertidur


pulas.


Kantor Dani


Setibanya Dani, dia mencari sahabatnya. “Adit....” teriak Dani


“Yap, kenapa?” Adit terkejut. Napas Dani cepat. Diapun menarik bahu Adit untuk segera masuk kedalam kantornya.


“Dit, ibu ku menjodohkan aku dengan Misya!” Dani


“Apa?” mata Adit melotot kaget.


“Aku harus bagaimana?” Dani


Memandangi sahabatnya seperti “Tolong aku”. Dia berulang kali mengusap wajahnya kasar. Dani dan Adit saling mondar-mandir didepan meja kerja untuk mencari cara, sehingga mereka saling bertabrakan.


“Isshhh... kau menghalangi jalanku.”Dani


“Kau yang menghalangi jalanku.” Tambah Adit “Dani, Dani kenapa jalan percintaan mu ini rumit.” Adit. Dani tak

__ADS_1


bergeming dia hanya melihat sahabatnya mengoceh.


“Hai, kenapa kau panggil Rian?” Adit menyiku lengan Dani


“Oh itu, aku lupa kalau pak Didin belum bisa kembali, jadi aku tugas kan Rian untuk menemani Erliana pergi


sekolah.” Dani


Datanglah sekretaris Dani untuk memberitahukan jika mitranya sudah tiba dan meeting akan dimulai.


Apatemen Dani


Bi Sari memberitahukan Erliana jika Rian sudah menjemput. Erliana bergegas keluar. Rian pun menunduk hormat,


mempersilahkan Erliana memasuki lift dan membukakan pintu mobil untuknya. Selama dalam perjalanan suasana masih canggung. Ini kali pertamanya bagi Erliana diperlakukan seperti itu, padahal siapalah dia. Rasanya statusnya kini berubah 180 derajat. Dan Erliana pun memberanikan diri untuk berbicara.


”Maaf anda ini siapa?” Erliana


“Saya Rian, saya yang akan mengantar dan menjemput anda kesekolah nona.” Rian


“Bukankah kak Dani memberitahuku bahwa pa Didinlah yang akan mengantar dan menjemputku?” Erliana


Rian pun menjelaskan kenapa pak Didin digantikan. Rian adalah salah satu orang kepercayaan Dani. Rian juga


salah seorang yang mengetahui latar belakang Erliana. Erliana meminta agar Rian menghentikan mobilnya sedikit lebih jauh dari sekolahnya. Karena dia tidak ingin orang-orang yang ada disekolahnya tahu tentang dia. “Pasti teman-teman kubanyak bertanya ini dan itu. Nanti aku harus jawab apa pada mereka?” Batin Erlian.


Rian melihat Erliana di kaca spion, Erliana menggigit bibir bawahnya termenung. Rian menjelaskan bahwa


Erliana tidak perlu khawatir. Saat dia izin 2 hari, Rian datang ke sekolah untuk mengaku sebagai walinya. Sebelum Erliana turun dari mobil, tidak lupa Rian memberikan dompet lipat mini berwarna hitam Balenciaga kepada Erliana.


“Apa ini?” Erliana


“Itu titipan dari pak Dani.” Rian


Erliana menerimanya dan dilihatnya ada uang tunai dan juga kartu kredit.


“Apa ini kartu kredit” batin Erliana menutup mulutnya, dibacanya pada kartu itu terdapat tulisan Creditcard gold


“shopping card” gumam nya. Dia lihat lagi diujung kiri kartu itu ada gambar buah strawberry kesukaannya.


“Itu kartu kredit nona, kata pak Dani jika nona Erliana membutuhkan sesuatu nona dapat menggunakan kartu itu.”


Rian. Mata Erliana berbinar-binar dan berdecak kagum dilihat dikartu itu terdapat namanya ERLIANA PUTRI.


“Apakah ini yang dimaksud dengan kejutan untukku?” Pikir Erliana


Erliana segera merapihkan diri, Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Erliana.


“Terima kasih” Erliana


“Masuklah itu teman-teman mu sudah menunggu mu.” Rian menunjuk ke belakang Erliana, disana ada indri dan


yulia melambaikan tangan.


Drrttt...drrttt...drrttt...


Ponsel bergetar. “Hallo...baik pak.” Ucap Rian dan pergi meninggalkan halaman sekolah.


Rumah Dani


“Bi Nia kemana bi Sari?” Tanya majikannya. Karena Nyonya prayoga ini belum mendapati bi Sari semenjak kepulangannya. Bi Sari adalah ART yang paling lama dirumah ini.


“Maaf nyonya, untuk sementara ini bi Sari tinggal di apartemennya tuan Dani?” Bi Nia


“Kenapa harus tinggal disana?” tanya nyonya prayoga

__ADS_1


“Karena bi Sari harus menemani nona Erliana, nyonya.” Bi Nia


“Nona Erliana, siapa dia?” Nyonya Prayoga


__ADS_2