
Erliana terbangun dia melihat ke
samping ke arah suaminya telanjang dada dan masih tertidur lelap. Erliana
menggeliat malas bangun karena hari ini hari minggu. Erliana terkejut dikala
baju piyamanya sudah terbuka setengahnya, Dia melirik Dani dengan rasa curiga.
“Aaahh....” Erliana teriak. Dani
terkejut dengar teriakan Erliana, bangunlah dia dari tidurnya.
“Sayang kau kenapa?” Dani melihat
Erliana sudah berdiri didepan cermin.
“Aku kenapa? Kenapa ini
merah-merah? ....” Erliana menunjukkan nya pada Dani. Ternyata Dani telah
mengerjai Erliana tadi malam. Dengan membuat banyak sekali tanda kissmark
disana. Karena semenjak kejadian waktu itu Dani belum berani menyentuh Erliana
lagi, namun malam tadi Dani benar-benar tidak tahan melihat tubuh istrinya yang
mungil.
“Mungkin alergi.” Dani meraih
tubuh istrinya, dipeluknya erat dan dikecupnya leher Erliana, Erliana hanya
bisa menahan napasnya (“Aku tidak pernah alergi “. Batin Erliana) Tangan Dani sudah mulai nakal,
Erliana berusaha untuk melepasnya.
“Kak aku mau mandi” Erliana berhasil
melepaskan tangan kekasihnya itu.
“Kita mandi bersama sayang.” Dani
menggendong Erliana ke kamar mandi, Dani perlahan membujuk dan merayu Erliana
sampai akhirnya3 jam kemudian mereka barulah turun dari kamarnya. Sedangkan ibu
dan nenek baru saja selesai sarapan.
“Dasar pengantin baru, lihat jam
berapa ini mereka baru turun.” Nenek. Sedangkan sang ibu tersenyum memaklumi.
“Nenek...” Sapa Dani dan memeluk
nenek dengan manja, sedangkan Erliana menghampiri sang ibu yang sudah
melambaikan tangan kearahnya.
“Kemarilah sarapan dulu, buatkan
juga untuk suami mu” Perintah ibu
“Terima kasih bu.” Erliana
“Kau ini sudah memiliki istri
tapi tingkah mu seperti anak kecil.” Nenek memukul tangan Dani
“Aw nenek...boleh kan aku
sesekali bermanja pada nenek.” Dani
“Dasar anak nakal, Ya tentu saja
boleh. Kau sudah berusaha keras selama ini untuk kami.” Nenek mengusap kedua
pipi cucu kesayangannya.
“Erliana...” Nenek
“Iya nek” Erliana
“Berapa umurmu?” Tanya nenek
“Tahun ini saya 18 tahun nek.”
Erliana
“Dasar anak nakal” Nenek mencubit
tangan Dani.”kau menodai seorang gadis belia” Nenek lagi
“Aw nek ampun..tapi aku
mencintainya." (pekik Dani)" Lagi pula kami saling mencintai. Siapa bilang aku
menodai.” Jawab Dani
“Bohong, aku sudah tahu
semuanya.” Nenek
“Nenek tahu he he he he... tapi
itu kan sebuah kecelakaan.” Dani
“Masih berani menjawab” Nenek
yang siap-siap akan memukul Dani, tapi Dani segera menghindar dan dia duduk
disebelah Erliana. Tidak sungkan-sungkan Danipun memamerkan kemesraan didepan ibu
dan nenek.
“Isshh...anak nakal, Erliana
berapa lama lagi kau lulus sekolah? Tanya nenek
“Sekitar 2 bulan lagi nek”
Erliana
“Lalu kapan resepsi pernikahan
kalian akan digelar?” nenek
“Aku akan menggelar resepsi
pernikahan ku setelah selesai Erlliana sekolah.” Jawab Dani mantap
“Nak aku tahu umurmu masih muda,
tapi bolehkah ibu meminta cucu?” Ibu melirik nenek
“Iya, rumah ini pasti akan ramai
karena ada cicit-cicit ku.” Tambah nenek
“Ha ha ha ha “ Tawa Dani senang
__ADS_1
dapat dukungan seperti itu.
“Sebenarnya ibu dan nenek ini
berdiri di pihak siapa?” Batin Erliana. Sebenarnya Eliana belum siap hamil
“Seperti apa menjadi ibu itu?” Batin Erliana Tapi Erliana tidak dapat menolaknya. Perasaan
Erliana memang senang saat keluarga suaminya dapat menerimanya. “Baiklah semoga
aku bisa menjadi yang terbaik bagi keluarga ku.” Batin Erliana
Selesai sarapan Erliana meminta
Dani untuk jalan-jalan disekitar rumahnya.
“Sayang bolehkah aku melihat
rumah orang tua ku?” Pinta Erliana
“Oh iya, aku melupakan sesuatu
tentang itu. Kau ingat beberapa bulan yang lalu aku akan memberikan kejuatan
padamu.” Dani
“Iya aku ingat” erliana.
“Baiklah sekarang aku akan
menunjukannya padamu.” Dani menuntun Erliana keluar rumah. Mereka berdua
berjalan santai bergandengan tangan menuju rumah Erliana, yang kini sudah
berhasil di renovasi menjadi sebuah 1 unit rumah cukup mewah 2 lantai seluas
800m2 berarsitektur modern tropis minimalis, tampil megah dengan halaman yang
cukup luas pada bagian depan dan belakang rumah. Tapi rumah itu sudah 95%
selesai.
“Sayang ini rumah...?” Erliana
terlihat bingung, haru, senang semuanya ada.
“Ya sayang ini adalah rumah ibumu
dan pamanmu dijadikan satu. Apa kau senang?” Dani merangkul Erliana dari
belakang.
“Terima kasih sayang. Aku senang
sekali” Erliana membalas manja pada suaminya.
“Kau ingin tinggal dirumah ini?” Tanya
Dani. Sebenarnya Erliana ingin tinggal dirumah ini, tapi dia tidak enak hati
kepada ibu mertuanya, ibunya berharap agar Erliana tinggal bersama karena
dia merasa kesepian.
“Maaf sayang, rumah ini sangat
bagus. Tapi aku tidak berani meninggalkan ibu dan nenek, aku pun merasa nyaman
tinggal bersama mereka. Mereka begitu baik padaku, melihat ibu seperti ibuku
sendiri. Kau tahu aku tidak merasa keberatan memberikan mereka cucu dan cicit.”
“Benarkah?...”Dani
“HM...”Erliana
“Kalau begitu aku tidak akan
sungkan untuk memakan mu setiap saat.” Dani mencubit dagu istrinya
“Iiihh...dasar mesum” Erliana
“Sayang kita bulan madu yuk?”
Ajak Dani
“Bulan madu??” Erlliana. Hari
minggu masih panjang pikir Dani, Dia membawa Erliana ke apartemennya. Merasa
Erliana sudah memberikan lampu hijaul. Dani tidak menyia-nyiakan kesempatan itu
dia merasa ingin mengerjai Erliana sampai puas. Sebelum ke apartemennya Dani
membeli beberapa makanan instan dan minuman kaleng. Lalu mengajak Erliana ke
salah satu mall yang dekat dengan apartemennya. Erliana bingung kenapa dia
harus masuk ke toko pakaian dalam. Disaat Erliana diperintahkan Dani untuk
mencoba beberapa pakaian tidur yang sangat asing bagi Erliana.
“Cobalah...” Perintah Dani
“Pakaian apa ini?” Erliana
menggelengkan kepalanya enggan
“Nurut saja sayang.” Ucapan itu
sangat ampuh untuk Erliana. Erlliana pun mencoba satu persatu mulai dari
langeri warna merah, hitam lalu putih dan biru.
“Ah ya ampun baju apa ini, sama
saja seperti tidak pakai baju, kainnya transparan sekali pendek pula.” Gerutu
Erliana
“Pas tidak?” Tanya Dani
“Sayang sebenarnya baju apa ini?”
Keluh Erliana
“Coba aku lihat” Dani membuka
tirainya sedikit tapi ditahan Erliana
“Jangan aku malu” bisik Erlliana
“Sedikit saja coba aku lihat.”
Dani membuka sedikit tirainya dan Erliana pun menunjukan nya dengan rasa malu
“Wow...oke lepas dan sekarang
kita pulang” Dani. Erliana cepat-cepat melepaskan langeri itu dan menggunakan
__ADS_1
pakaiannya lagi. Semua langeri tadi Dani pinta dan di bawanya ke kasir.
“Tunggu, apa semua ini kakak
belikan untukku?” Erliana merasa malu karena disana ada seorang kasir dan
beberapa pelayan lagi.
“Tentu saja untukmu, kau kan
istri ku” Dani
Karyawan disana saling pandang
tersenyum genit. Sesampainya diapartemen, Dani meminta Erliana untuk mengenakan
langeri warna merah. Sebenarnya Erliana enggan untuk memakai pakaian transparan
itu, tapi dia tidak bisa menolak keinginan suaminya itu. Selama Erliana
mengganti pakaiannya Dani menyusun beberapa makanan dimeja makan lalu mengikuti
Erliana ke kamar untuk bersiap juga. Erliana sangat cantik dan menggairahkan,
membuat Dani meneguk salivanya.
GLUK
“Sayang kemarilah” Pinta Dani yang sudah telanjang dada. Erliana mendekati
suaminya dengan rasa malu.
“Cantiknya istri ku” Dani meraih
lengan Erliana lalu dipangku dalam pangkuannya, mereka pun saling berhadapan.
“Ayo sayang” Ajak Dani genit
“Ayo apa?” Erliana lugu
“Kau ini.” Dani mencubit pinggang
Erliana. Dani sudah tidak sabar untuk melakukan pertarungan wajib dengan
istrinya. Dani pun memberikan analog kepada Erliana.
“Sayang anggap saja punyaku ini
adalah seorang narapidana, dan punyamu itu adalah penjara. Kau tahu kan
narapidana itu harus diapakan?” Dani
“Narapidana itu harus dimasukan
ke penjara.” Erliana
“Nah itu dia. Ayo kita masukan
narapidana ini kepenjara.” Dani menempelkan dahinya ke dahi Erliana. Setelah
selesai dan Dani pun merasa kelelahan, sehingga dia membaringkan tubuhnya
disamping Erliana. Erliana menggigit bibirnya dan menghadap ke arah suaminya.
“Sayang narapidananya kabur! Ayo
masukkan lagi kepenjara.” Erliana
“He he he he (Dani tersenyum
senang) baiklah..., mari kita tangkap narapidana itu dan kita masukan lagi ke
penjara.” Dani semangat. Setelah selesai untuk kedua kalinya Dani
kelelahan Erliana menggigit bibirnya dan duduk diatas Dani.
"Sayang narapidanya kabur lagi!
Tangkap dan masukan lagi kepenjara.” Erliana agresif
“Iya sayang ayo kita masukan
lagi.” Dani. Setelah selesai ketiga kalinya Erliana menggigit bibirnya dan menghadap
ke arah Dani, diusapnya peluh suaminya Dani pun tersenyum puas.
“Sayang lagi-lagi narapidanya
kabur! Kita masukan lagi kepenjara atau bagaimana?” Erliana
“Sayang istri ku, kali ini
biarkan narapidananya bebas! Dia tidak dihukum seumur hidup kok.” Dani menindih
Erliana, dielus rambut istri tercintanya.
“Sayang kau sudah puas?” Erliana
“Hm..” Dani mengangguk singkat,
Erliana tersenyum membelai rambut suaminya yang basah berkeringat.
“Kau sudah terbiasa menerima
serangan dari ku” Dani menggoda Erliana
“Sayang aku lapar” Erliana
“Aku juga” Dani “Ayo kita bangun
dan membuat makanan.” Dani
“Tidak mau aku lelah, kakak saja
yang buat.” Erliana
“Tidak, ayo kita buat makanan
bersama-sama.” Dani membangunkan Erliana dan membersihkan diri lalu mereka
membuat makanan. Dani merebus mie instan dan Erliana menyiapkan sosis siap
makan berukuran besar dan memotong beberapa buah-buahan seperti semangka, melon
dan strawberi kesukaannya. Mereka menikamati makanan nya dengan menonton film
romantis. Setelah dicukupkan tenaganya pulih kembali Dani memerintahkan Erliana
untuk mengenakan langeri warna hitam. Langeri hitam itu terlihat lebih
menantang membuat Dani menggebu-gebu ingin segera memakan Erliana. Namun kali
ini mereka tidak melakukannya diatas tempat tidur mereka melakukannya di kursi
biru dengan alunan musik instrumen romantis. Satu ronde pertama Erliana sudah
sangat kelelahan, Erliana meminta untuk membersihkan diri namun Dani belum
merasa puas akhirnya Dani mengikuti Erliana ke kamar mandi dan mengerjai
__ADS_1
Erliana disana sampai puas. Setelah selesai mereka pun tidur.