ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Bulan Madu


__ADS_3

Erliana terbangun dia melihat ke


samping ke arah suaminya telanjang dada dan masih tertidur lelap. Erliana


menggeliat malas bangun karena hari ini hari minggu. Erliana terkejut dikala


baju piyamanya sudah terbuka setengahnya, Dia melirik Dani dengan rasa curiga.


“Aaahh....” Erliana teriak. Dani


terkejut dengar teriakan Erliana, bangunlah dia dari tidurnya.


“Sayang kau kenapa?” Dani melihat


Erliana sudah berdiri didepan cermin.


“Aku kenapa? Kenapa ini


merah-merah? ....” Erliana menunjukkan nya pada Dani. Ternyata Dani telah


mengerjai Erliana tadi malam. Dengan membuat banyak sekali tanda kissmark


disana. Karena semenjak kejadian waktu itu Dani belum berani menyentuh Erliana


lagi, namun malam tadi Dani benar-benar tidak tahan melihat tubuh istrinya yang


mungil.


“Mungkin alergi.” Dani meraih


tubuh istrinya, dipeluknya erat dan dikecupnya leher Erliana, Erliana hanya


bisa menahan napasnya (“Aku tidak pernah alergi “. Batin Erliana) Tangan Dani sudah mulai nakal,


Erliana berusaha untuk melepasnya.


“Kak aku mau mandi” Erliana berhasil


melepaskan tangan kekasihnya itu.


“Kita mandi bersama sayang.” Dani


menggendong Erliana ke kamar mandi, Dani perlahan membujuk dan merayu Erliana


sampai akhirnya3 jam kemudian mereka barulah turun dari kamarnya. Sedangkan ibu


dan nenek baru saja selesai sarapan.


“Dasar pengantin baru, lihat jam


berapa ini mereka baru turun.” Nenek. Sedangkan sang ibu tersenyum memaklumi.


“Nenek...” Sapa Dani dan memeluk


nenek dengan manja, sedangkan Erliana menghampiri sang ibu yang sudah


melambaikan tangan kearahnya.


“Kemarilah sarapan dulu, buatkan


juga untuk suami mu” Perintah ibu


“Terima kasih bu.” Erliana


“Kau ini sudah memiliki istri


tapi tingkah mu seperti anak kecil.” Nenek memukul tangan Dani


“Aw nenek...boleh kan aku


sesekali bermanja  pada nenek.” Dani


“Dasar anak nakal, Ya tentu saja


boleh. Kau sudah berusaha keras selama ini untuk kami.” Nenek mengusap kedua


pipi cucu kesayangannya.


“Erliana...” Nenek


“Iya nek” Erliana


“Berapa umurmu?” Tanya nenek


“Tahun ini saya 18 tahun nek.”


Erliana


“Dasar anak nakal” Nenek mencubit


tangan Dani.”kau menodai seorang gadis belia” Nenek lagi


“Aw nek ampun..tapi aku


mencintainya." (pekik Dani)" Lagi pula kami saling mencintai. Siapa bilang aku


menodai.” Jawab Dani


“Bohong, aku sudah tahu


semuanya.” Nenek


“Nenek tahu he he he he... tapi


itu kan sebuah kecelakaan.” Dani


“Masih berani menjawab” Nenek


yang siap-siap akan memukul Dani, tapi Dani segera menghindar dan dia duduk


disebelah Erliana. Tidak sungkan-sungkan Danipun memamerkan kemesraan didepan ibu


dan nenek.


“Isshh...anak nakal, Erliana


berapa lama lagi kau lulus sekolah? Tanya nenek


“Sekitar 2 bulan lagi nek”


Erliana


“Lalu kapan resepsi pernikahan


kalian akan digelar?” nenek


“Aku akan menggelar resepsi


pernikahan ku setelah selesai Erlliana sekolah.” Jawab Dani mantap


“Nak aku tahu umurmu masih muda,


tapi bolehkah ibu meminta cucu?” Ibu melirik nenek


“Iya, rumah ini pasti akan ramai


karena ada cicit-cicit ku.” Tambah nenek


“Ha ha ha ha “ Tawa Dani senang

__ADS_1


dapat dukungan seperti itu.


“Sebenarnya ibu dan nenek ini


berdiri di pihak siapa?” Batin Erliana. Sebenarnya Eliana belum siap hamil


“Seperti apa menjadi ibu itu?” Batin Erliana Tapi Erliana tidak dapat menolaknya. Perasaan


Erliana memang senang saat keluarga suaminya dapat menerimanya. “Baiklah semoga


aku bisa menjadi yang terbaik bagi keluarga ku.” Batin Erliana


Selesai sarapan Erliana meminta


Dani untuk jalan-jalan disekitar rumahnya.


“Sayang bolehkah aku melihat


rumah orang tua ku?” Pinta Erliana


“Oh iya, aku melupakan sesuatu


tentang itu. Kau ingat beberapa bulan yang lalu aku akan memberikan kejuatan


padamu.” Dani


“Iya aku ingat” erliana.


“Baiklah sekarang aku akan


menunjukannya padamu.” Dani menuntun Erliana keluar rumah. Mereka berdua


berjalan santai bergandengan tangan menuju rumah Erliana, yang kini sudah


berhasil di renovasi menjadi sebuah 1 unit rumah cukup mewah 2 lantai seluas


800m2 berarsitektur modern tropis minimalis, tampil megah dengan halaman yang


cukup luas pada bagian depan dan belakang rumah. Tapi rumah itu sudah 95%


selesai.


“Sayang ini rumah...?” Erliana


terlihat bingung, haru, senang semuanya ada.


“Ya sayang ini adalah rumah ibumu


dan pamanmu dijadikan satu. Apa kau senang?” Dani merangkul Erliana dari


belakang.


“Terima kasih sayang. Aku senang


sekali” Erliana membalas manja pada suaminya.


“Kau ingin tinggal dirumah ini?” Tanya


Dani. Sebenarnya Erliana ingin tinggal dirumah ini, tapi dia tidak enak hati


kepada ibu mertuanya, ibunya berharap agar Erliana  tinggal bersama karena


dia merasa kesepian.


“Maaf sayang, rumah ini sangat


bagus. Tapi aku tidak berani meninggalkan ibu dan nenek, aku pun merasa nyaman


tinggal bersama mereka. Mereka begitu baik padaku, melihat ibu seperti ibuku


sendiri. Kau tahu aku tidak merasa keberatan memberikan mereka cucu dan cicit.”


“Benarkah?...”Dani


“HM...”Erliana


“Kalau begitu aku tidak akan


sungkan untuk memakan mu setiap saat.” Dani mencubit dagu istrinya


“Iiihh...dasar mesum” Erliana


“Sayang kita bulan madu yuk?”


Ajak Dani


“Bulan madu??” Erlliana. Hari


minggu masih panjang pikir Dani, Dia membawa Erliana ke apartemennya. Merasa


Erliana sudah memberikan lampu hijaul. Dani tidak menyia-nyiakan kesempatan itu


dia merasa ingin mengerjai Erliana sampai puas. Sebelum ke apartemennya Dani


membeli beberapa makanan instan dan minuman kaleng. Lalu mengajak Erliana ke


salah satu mall yang dekat dengan apartemennya. Erliana bingung kenapa dia


harus masuk ke toko pakaian dalam. Disaat Erliana diperintahkan Dani untuk


mencoba beberapa pakaian tidur yang sangat asing bagi Erliana.


“Cobalah...” Perintah Dani


“Pakaian apa ini?” Erliana


menggelengkan kepalanya enggan


“Nurut saja sayang.” Ucapan itu


sangat ampuh untuk Erliana. Erlliana pun mencoba satu persatu mulai dari


langeri warna merah, hitam lalu putih dan biru.


“Ah ya ampun baju apa ini, sama


saja seperti tidak pakai baju, kainnya transparan sekali pendek pula.” Gerutu


Erliana


“Pas tidak?” Tanya Dani


“Sayang sebenarnya baju apa ini?”


Keluh Erliana


“Coba aku lihat” Dani membuka


tirainya sedikit tapi ditahan Erliana


“Jangan aku malu” bisik Erlliana


“Sedikit saja coba aku lihat.”


Dani membuka sedikit tirainya dan Erliana pun menunjukan nya dengan rasa malu


“Wow...oke lepas dan sekarang


kita pulang” Dani. Erliana cepat-cepat melepaskan langeri itu dan menggunakan

__ADS_1


pakaiannya lagi. Semua langeri tadi Dani pinta dan di bawanya ke kasir.


“Tunggu, apa semua ini kakak


belikan untukku?” Erliana merasa malu karena disana ada seorang kasir dan


beberapa pelayan lagi.


“Tentu saja untukmu, kau kan


istri ku” Dani


Karyawan disana saling pandang


tersenyum genit. Sesampainya diapartemen, Dani meminta Erliana untuk mengenakan


langeri warna merah. Sebenarnya Erliana enggan untuk memakai pakaian transparan


itu, tapi dia tidak bisa menolak keinginan suaminya itu. Selama Erliana


mengganti pakaiannya Dani menyusun beberapa makanan dimeja makan lalu mengikuti


Erliana ke kamar untuk bersiap juga. Erliana sangat cantik dan menggairahkan,


membuat Dani meneguk salivanya.


GLUK


“Sayang kemarilah” Pinta Dani yang sudah telanjang dada. Erliana mendekati


suaminya dengan rasa malu.


“Cantiknya istri ku” Dani meraih


lengan Erliana lalu dipangku dalam pangkuannya, mereka pun saling berhadapan.


“Ayo sayang” Ajak Dani genit


“Ayo apa?” Erliana lugu


“Kau ini.” Dani mencubit pinggang


Erliana. Dani sudah tidak sabar untuk melakukan pertarungan wajib dengan


istrinya. Dani pun memberikan analog kepada Erliana.


“Sayang anggap saja punyaku ini


adalah seorang narapidana, dan punyamu itu adalah penjara. Kau tahu kan


narapidana itu harus diapakan?” Dani


“Narapidana itu harus dimasukan


ke penjara.” Erliana


“Nah itu dia. Ayo kita masukan


narapidana ini kepenjara.” Dani menempelkan dahinya ke dahi Erliana. Setelah


selesai dan Dani pun merasa kelelahan, sehingga dia membaringkan tubuhnya


disamping Erliana. Erliana menggigit bibirnya dan menghadap ke arah suaminya.


“Sayang narapidananya kabur! Ayo


masukkan lagi kepenjara.” Erliana


“He he he he (Dani tersenyum


senang) baiklah..., mari kita tangkap narapidana itu dan kita masukan lagi ke


penjara.” Dani semangat. Setelah selesai untuk kedua kalinya Dani


kelelahan Erliana menggigit bibirnya dan duduk diatas Dani.


"Sayang narapidanya kabur lagi!


Tangkap dan masukan lagi kepenjara.” Erliana agresif


“Iya sayang ayo kita masukan


lagi.” Dani. Setelah selesai ketiga kalinya Erliana menggigit bibirnya dan menghadap


ke arah Dani, diusapnya peluh suaminya Dani pun tersenyum puas.


“Sayang lagi-lagi narapidanya


kabur! Kita masukan lagi kepenjara atau bagaimana?” Erliana


“Sayang istri ku, kali ini


biarkan narapidananya bebas! Dia tidak dihukum seumur hidup kok.” Dani menindih


Erliana, dielus rambut istri tercintanya.


“Sayang kau sudah puas?” Erliana


“Hm..” Dani mengangguk singkat,


Erliana tersenyum membelai rambut suaminya yang basah berkeringat.


“Kau sudah terbiasa menerima


serangan dari ku” Dani menggoda Erliana


“Sayang aku lapar” Erliana


“Aku juga” Dani “Ayo kita bangun


dan membuat makanan.” Dani


“Tidak mau aku lelah, kakak saja


yang buat.” Erliana


“Tidak, ayo kita buat makanan


bersama-sama.” Dani membangunkan Erliana dan membersihkan diri lalu mereka


membuat makanan. Dani merebus mie instan dan Erliana menyiapkan sosis siap


makan berukuran besar dan memotong beberapa buah-buahan seperti semangka, melon


dan strawberi kesukaannya. Mereka menikamati makanan nya dengan menonton film


romantis. Setelah dicukupkan tenaganya pulih kembali Dani memerintahkan Erliana


untuk mengenakan langeri warna hitam. Langeri hitam itu terlihat lebih


menantang membuat Dani menggebu-gebu ingin segera memakan Erliana. Namun kali


ini mereka tidak melakukannya diatas tempat tidur mereka melakukannya di kursi


biru dengan alunan musik instrumen romantis. Satu ronde pertama Erliana sudah


sangat kelelahan, Erliana meminta untuk membersihkan diri namun Dani belum


merasa puas akhirnya Dani mengikuti Erliana ke kamar mandi dan mengerjai

__ADS_1


Erliana disana sampai puas. Setelah selesai mereka pun tidur.


__ADS_2