
1 bulan setelah pernikahan itu batal
Kantor Dani
Waktu sudah sore waktunya pulang. Adit memasuki ruangan dimana Dani berada.
“Ayo kita pulang Tuan muda, ini sudah sore. Harus sampai kapan aku akan menjadi supir pribadimu? Berapa lama Supir mu itu cuti.” Adit malas
“Aku berikan dia waktu cuti selama 2 pekan , karena istrinya harus dirawat di rumah sakit. Kau harus ikut bersama ku kemana saja aku pergi. Ha ha ha ha....” tawa Dani tangannya menepuk-nepuk pipi Adit. Adit membuang napas nya dengan kasar.
Dani pun beranjak dari tempat duduknya, dia tak peduli dengan keluhan sahabatnya itu. Senyumnya puas.
Adit berjalan dibelakang Dani (Ya lah dia kan bos nya hi hi hi) samua karyawan menunduk hormat “Selamat sore pa,” “Sore, kalian cepatlah pulang dan selamat beristirahat.” bos mereka tersenyum ramah dengan langkah santai menuju mobilnya yang sudah siap sedari tadi. Dengan sigap Adit membukakan pintu mobil untuk bosnya, dan segera keluar dari perusahaan menuju kediaman bosnya. Semua orang yang ada disana menunduk hormat pada atasannya. Salah satu karyawati disana ada yang merasa sedih pada atasannyanya itu, “Bos kenapa musibah ini menimpa mu? Setelah kecelakaan bos juga batal nikah sekarang bos putus dengan model itu. Hh...Cobaan yang menimpamu itu pasti sangat berat.” “Bos ku yang tampan itu sangatlah kuat maka nya Allah menguji nya seperti itu. Bukannya Allah akan menguji umat nya sesuai dengan kemampuan. Berarti bos ku itu kuat. Betul tidak?” “Iya bener.” “Ayo kita pulang.”
Sampai detik ini juga Dani masih jadi trend topik dikantornya. Dan sebagian karyawati yang berstatus masih sendiri merasa punya kesempatan. Ya siapa tau dilirik bos, pikir mereka. (Ha ha ha ha ngarep). Tapi semenjak kecelakaan itu bos mereka sekarang menjadi ramah, murah senyum pokok nya enak dilihat. Dani sekarang lebih pengertian juga terhadap karyawan-karyawannya.
__ADS_1
Tempat kerja Erliana
“Terima kasih selamat sore.” Erliana yang sudah melayani pembeli.
“Selamat datang pak, mau di isi berapa?” Erliana tersenyum ramah meyapa semua para pelanggan, senyumnya yang tulus membuat banyak orang yang menyukai nya. Tidak terkecuali bosnya sendiri yang diam-diam selalu memperhatikan Erlliana. Termasuk hari ini, sejak tadi Arga memperhatikan Erliana, sampai-sampai Arga tidak menyadari bahwa Renata sudah berdiri disampingnya dan ikut memperhatikan Erliana di balik jendela.
“Sayang kau ini kenapa sih, serius sekali memperhatikan anak itu.” Mulut Renata monyong, sontak Arga kaget. “Coba jelaskan padaku kenapa anak itu bekerja disini? Sejak kapan? Kenapa aku baru lihat?” “jelas kau tidak pernah lihat Erliana kau kan sibuk dengan Dani.” Batin Arga. Renata masih tak suka pada Erliana. Dia masih sakit hati atas perlakuan Dani terhadanya. Dani ingat Erliana tapi pada nya Dani tidak ingat. Renata sebenarnya merasa penasarana, Erliana itu siapa? Kenapa bisa kenal dengan Dani dan sekarang Erliana juga kerja di tempat Arga. Renata menggelayutkan tangannya dan bersender di bahu Arga manja.“Aku mohon hentikan Renata, aku malu jika ada karyawan ku yang melihat ini.” Tolak Arga dan melepaskan tangannya dari gandengan Renata. “ Renata jelas tidak suka dengan Arga yang seperti ini, “Kau ini kenapa?” Tanya Renata. “Aku ingin kita harus putus.” Arga
“Apa kau bilang,putus.” Renata kaget, karena Arga tiba-tiba minta putus.
Renata tentu saja tidak bisa terima atas apa yang diucapkan Arga, Dia berteriak dan menangis. “Aku tidak mau, kenapa harus sekarang kau minta putus setelah aku batal nikah dengan Dani. Kenapa tidak dari dulu.” Hiks hiks hiks. Arga tau ini tidak adil untuk Renata dia sadar dia egois. Tapi dia sudah jenuh. Dia benar-benar meminta maaf terhadap Renata. Memang saat itu dia sangat menyukai Renata tapi dia tidak pernah bisa memlikinya. Bahkan saat bersama pun dia harus berhati-hati karena takut ketahuan. Sebenarnya selama ini Arga tidak pernah merasa ada kepuasan dan kenyamanan. (Ya lah namanya juga pacaran sama orang lain). Seharusnya Arga sekarang merasa senang karena kekasihnya itu batal menikah dan dia bisa segera memiliki nya, tapi kenyataan nya Arga tidak seantusian dulu. Kejenuhan ini lah yang membuat Arga sudah tidak tertarik lagi pada Renata. Renata sangat tidak terima keputusan Arga. PLAK....Renata menampar pipi Arga dengan keras, sampai –sampai tangannya itu merasa kesakitan. Dan Renata pun pergi dari tempat itu.
Sesaat mobil tiba Dani tiba didepan Erliana
“Selamat datang pak, mau diisi berapa?” Sapa Erliana. Adit pun membuka kaca dan tersenyum “Hai Tuan putri. Tolong diisi full.” Adit
__ADS_1
Erliana tersipu malu.”Oh kak Adit. Dikira siapa? Silahka matikan mesinnya kak, Erliana isi dulu.” Saat Erliana sedang mengisi bahan bakar, kemudian kaca belakang terbuka. Tepat dimana disana ada wajah Erliana.
Zzzttttt....Erliana sangat terkejut saat didepannya tiba-tiba nampak sosok pria tampan yang sudah lama tak bertemu. “Hai bocah cantik...lama tak bertemu” Dani menggoda nya. Muka Erliana memerah dia merasakan wajahnya panas. Erliana tunduk menyembuyikan wajahnya karena malu. Dani pun turun dari mobil nya. “Ok sudah terima kasih. Kalian ngobrol dulu saja aku akan memidahkan mobil dulu.” Ucap Adit Erliana pun mengangguk. Dani turun dari mobilnya dan mulai mendekati Erliana dengan menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah Erliana.
Erliana salah tingkah jantungnya berdebar kencang, jantungnya seperti ingin melompat keluar. Dani memandangi gadis yang ada didepannya dengan penuh kagum. Ah sepertinya bukan hanya kagum tapi Dani juga menyukai nya. Erliana sedikit mundur dan memalingkan mukanya.
“Kak Dani kenapa? Melihat aku seperti ini. Ada yang aneh dengan wajah ku?.” Erliana bingung dan meraba-raba wajahnya. Erliana lupa kalau tangannya kotor, sehigga kotoran yang ada ditangannya itu meninggalkan bekas hitam. Kulit wajahnya yang putih mulus seperti kertas dinodai tinta. Ha ha ha ha ha Dani seketika itu tertawa terpingkal. Erliana semakin bingung.
Dani mendekati wajah Erliana dan mengeluarkan sapu tangan yang ada disaku celananya, perlahan Dani membersihkan kotoran itu dengan lembut. Tubuh Erliana terasa kaku, dia merasa terkunci. Dani melihat Erliana sangat lucu, “Ah nodanya tidak mau hilang rupanya, tidak bisa dibersihkan pakai ini, kau harus mencucinya. Sambil terus mencoba membersihkan. “Katanya disuruh cuci muka.” Batin Erliana hhhmmmm....Erliana tersenyum “Sudahlah kak aku akan cuci muka ku.” Erliana melepaskan tangan Dani, yang sedari tadi sibuk membersihkan mukanya.
Saat Renata hendak keluar langkahnya terhenti, Dia tau mobil yang berada didepannya, karena disana sudah ada Adit dan Dani. Mantan kekasihnya. Renata pun memperhatikan dari kejauhan karena penasaran. Dia melihat Dani sangat dekat dengan Erliana. Emosinya semakin meningkat melihat itu. “Sebenarnya siapa gadis itu?” Batin Renata
Dikejauhan Renata merasa kan sakit hatinya, dia sangat tidak suka ya dia marah. Dengan tatapan benci Renata menghampiri Erliana yang hendak mengambil air. Dengan sekuat tenaga Renata mendorong Erliana hingga terjatuh. Erliana terlempar cukup keras, sehingga lutut, sikut dan telapak tangan bagian kanannya menyentuh aspal dan menimbulkan luka.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian. “Sebenarnya kau ini siapa?” bentak Renata
__ADS_1
“Cukup, Dia punya ku.”