
Kamar rawat Dani
“Hai jadi kau sedari tadi yang menemani ku disini ya, Terimakasih bocah cantik boleh aku tau siapa namamu?” Tanya Dani sambil meraba leher dan tenggorokannya yang
terasa kering.
“Apa kakak mau minum? (Erliana secara reflek mengambilkan air minum untuk
Dani dan memberikannya, Dani tersenyum tampan dan menganggukkan kepala).
“Terima kasih.” Dani menghabiskan air dalam gelas tersebut. Tenggorokannya kini terasa sejuk sekali.
“Sama-sama kak, namaku Erliana.”
“Aku Dani (dia menyodorkan tanganya, Erliana pun membals nya) oh iya pukul berapa ini?” Dani mencari jam dinding.
“Ah ya ampun ini sudah larut malam kak, (Ternyata waktu sudah menunjukkan
pukul 9 malam) Aduh bagaimana ini, Maaf aku harus pulang, Eh tapi aku tidak bisa meninggalkan kakak disini sendirian. Hm...begini saja setelah saudara kakak itu kembali aku pamit pulang ya kak.”
“Baiklah, tapi malam-malam begini bocah seumuran mu pulang sendirian apa tidak
berbahaya.” Dani mengkhawatirkan Erliana.
“Tidak apa-apa kak, aku bisa naik kendaraan umum.” jawabnya santai seolah-olah tidak ada yang perlu di khawatirkan
“Apa kau bilang naik kendaraan umum, tidak-tidak, tunggu Adit biarkan dia mengantarkanmu pulang oke. Dan jangan membantah dasar bocah cantik." (Baru
saja Erliana mau mengatakan “Tidak perlu repot-repot kak, aku bisa pulang
__ADS_1
sendiri.” Tapi Dani sudah memperingati nya untuk tidak menolak.) Entah kenapa
setiap dikatai kalau Erliana itu bocah cantik Erliana merasa malu wajahnya saja terasa panas "apa muka ku merah saat ini, malu sekali." Erliana pun menuggu Adit kembali.
“Bagaimana pun aku harus bertanggung jawab atas keselamatan mu bocah
cantik, kau kan yang sudah membantuku.(Tersenyum) aku tidak mau ibu mu atau
keluargamu khawatir dan berpikir yang tidak-tidak terhadap mu. Aku ini baik kan?.” Ha ha ha ha tawanya ringan. Erliana hanya ikut tersenyum dan mengangguk "ya ya ya kali ini kakak memang baik." batinnya
“Itu apa?Apa itu makanan,(Dani menunjuk pada kantong putih diatas meja) Erliana aku lapar.”
“Ah iya kebetulan Erliana tadi habis membeli kue, kakak mau?” (Tanpa berpikir pajang, Erliana menawarkan kuenya pada Dani dan Dani pun mengangguk).
“Mau”
Renata datang. Adit dan yang lainnya heran “Kita yang panik kenapa dia baik-baik saja?” Batin Adit
"Ya ampun sayang kenapa kamu ini? Apa yang terjadi, kenapa kamu membawa mobil sendiri? Memangnya pak Didin kemana?.” Renata sibuk menyimpan tas nya dan
memburu Dani sambil memeluknya.
Tapi Dani secepat kilat menolak pelukan Renata, padahal dia itu kekasihnya.
Renata heran “kenapa dia, kenapa dia menolakku?” Batin Renata “Sayang jangan
bilang kalau kau tidak ingat padaku, aku ini Renata kekasih mu, calon istri mu?(matanya berkaca-kaca) Kita juga akan segera menikah sayang.” Renata sedih dan khawatir.
“Apa kau bilang? Aku akan segera menikah dengan mu. Ha ha ha ha ha ha “
__ADS_1
Dani teratawa sampai-sampai tawanya itu mengisi seluruh ruangan. “Dokter periksalah
dia.” Pinta Adit dokter itu menganggukkan kepalanya.
“Maaf sudah mengganggu rupanya Pak Dani sedang makan kue ya.” Doktertersenyum simple “Boleh saya periksa keadaan bapak dulu.”
“Saudara bapak bilang kalau bapak tidak ingat peristiwa yang dialami bapak saat ini.” Tanya dokter “Hm...” jawab Dani singkat “Tapi apakah bapak kenal siapa saja yang ada diruangan ini.” Dani melihat orang-orang disekitar nya.
“Aku kenal, dia Adit, ini Erliana, ( sambil tersenyum) tapi siapa wanita ini (sambil menunjuk) aku tidak tau. Dan jangan sembarangan mengakui kalau aku ini adalah calon suami mu aku tidak suka. Adit apakah ini kekasih mu?” Tanya Dani
“Dani, dia adalah Renata kekasih mu
calon istri mu bulan depan kalian akan segera menikah”. Penjelasan Adit Sebari
memeluk Renata yang sedang menangis
“Kau bercanda aku akan menikah dengan
wanita seperti nenek sihir ini, wah kau menghina ku ya. Sudah berani kau ya,
apa kau mau aku pecat. Hah....” Dani marah
Mata Renata membelalak saat Dani
memanggilnya nenek sihir. Dia tidak bisa terima dengan sebutan itu. Dia marah
dan mengamuk. “Apa kau bilang aku nenek sihir?"
“Renata sudahlah kita lihat saja dulu perkembangan kesehatannya, kita tidak boleh memaksakan Dani saat ini. Keadaan Dani saat ini berbeda. Sabar ya kita juga belum tau kan apa yang sebenarnya terjadi. Dokter tolong jelaskan sesuatu.” Pinta Adit
__ADS_1