
Tatapannya dingin. "Kau ini kenapa?" Tanya Adit.
"Kau mengantarkan gadisku itu khan?...Tatapan Dani masih
mengerikan.
"Oh maksudmu Erliana, tentu saja aku mengantar kan nya pulang."
Adit mengangkat halis nya sebelah sambil miringkan kepalanya.
"Dia tinggal dimana? Coba ceritakan apa kau bertemu dengan ibu nya?
Apa ibunya marah gara-gara dia pulang telat? Kau tidak lupa menceritakan kecelakaan ini pada orang tua nya kan!". Pertanyaan Dani terlalu banyak, sehingga Adit pun kebingungan harus jawab yang mana dulu. "Sikap Dani kenapa begini?" Batin Adit keheranan
Dani merebahkan tubuhnya di atas kasur pasien dan tersenyum, menghembuskan
napasnya pelan.
__ADS_1
"Dit sepertinya aku menyukai bocah cantik itu, aku punya tugas untuk mu. Cari tau tentang bocah cantik itu. Malam ini juga." Perintah Dani. Senyum terus mengembang, tapi Adit mengingatkannya bahwa dia akan segera
menikah dengan Renata. Sontak Dani tidak suka saat Adit menyebutkan nama wanita
itu. Adit pun mulai curiga "Apakah yang menyebabkan Dani lupa pada Renata,
Apa Renata lah yang menyebabkan kan trauma ini, aku harus cari tau." Batin
Adit.
Singkat cerita tanpa sepengetahuan sahabatnya itu, Adit mencari
tau tentang ini diam-diam.
Malam hari
Adit menyerahkan laporan yang dipinta Sahabat sekaligus atasannya itu.
__ADS_1
Secara perlahan Dani membuka lembaran demi lembaran dan dia baca secara mendetail . Ekspresi wajah nya
terkadang tersenyum kadang berubah menjadi dingin. Senyum lagi berubah lagi.
Adit semakin gusar, "Benar-benar orang yang sedang jatuh cinta dia." Adit
“Ah jadi Erliana itu sudah tidak punya orang tua, apa ini alasannya dia harus bekerja paruh waktu. Dia bekerja di tempat Arga Sanjaya bukan? Kenapa harus disana? Apa yang membuatnya bekerja ditempat Arga. Apa Erliana kenal dekat dengan Arga? Apa mungkin mereka ada hubungan dekat. Aahh...tidak mungkin.” Dani mengusap wajahnya kasar. “Selain pamannya apa dia tidak punya siapa-siapa lagi?” Dani mengusap-usap dagunya dengan telunjuknya. “Erliana kau seorang gadis yang kuat ya, kau semakin membuatku terkesan. Aku semakin
menyukai mu, aku benar-benar penasaran tentang mu.” Dani
“Dit apa kau bisa membawa Erliana untukku?” Dani mendekap laporan-laporan itu seolah-olah kertas itu adalah Erliana sambil menatap langit-langit dia mencoba berpikir untuk mencari cara agar dapat mendapatkan Erliana dan mengeluarkan Erliana dari tempat Arga. Entah kenapa Dani kurang suka kalau Erliana berada ditempat Arga. Hanya membayangkan nya saja Dani sudah tidak sanggup, "Aku iri pada Arga, apa Arga dan Erliana setiap hari selalu bertemu?" Batin Dani
"Bagaimana dengan Renata Dan? " Adit memberanikan diri untuk membahas tentang ini. Karena masalah ini terasa beban berat buat nya. "Ini masalah pernikahan sobat bukan apa-apa." Jerit batin Adit
" Batalkan pernikahan ku dengan nenek sihir itu, bagaimana pun caranya aku tidak suka pada nya. Kau sudah lama mengenal ku kan mana mungkin aku menyukai wanita macam itu. Dia sama sekali bukan tipe ku. Aku menyukai Erliana. Kau paham ."
Sambil membayangkan "Kenapa aku bisa menyukai wanita seperti Renata. Kalau pun memang iya aku akan menikahi Renata, bagaimana bisa Aku jatuh cinta kepada wanita itu? apa aku dihipnotis sampai-sampai aku mau jadi suaminya." Tubuh Dani merinding dia pun menggelengkan kepala nya, seolah-olah menyingkirkan semua ucapannya.
__ADS_1