
Ha ha ha ha ha “Rasakan dasar
bocah tengil”. Renata dan kedua temannya sedang merayakan keberhasilan aksi
mereka siang tadi. Renata merasa yakin tidak akan ada yang tahu tentang
peristiwa ini. Disaat mereka sedang menikmati pesta nya tiba-tiba ponsel Renata
berdering, tanda pesan masuk. Pesan itu
berasal dari supir pribadinya. Renata melotot melihat ke arah kedua temannya,
sedangkan teman Renata saling pandang tak paham. Ponselnya Renata lempar ke
atas meja, “Ahh...sial...” Teriak Renata. Renata benar-benar emosi tingkat
tinggi mengahadapi Erliana.
“Renata kau kenapa? Tenangkan
dirimu.” Teman Renata 1
“Lihatlah kita sudah menjadi
pusat perhatian orang.” Teman Renata 2
“Erliana, seharusnya kau...”
Renata kesal setengah mati
“Ada apa dengan Erliana?” Tanya
teman Renata 1
“Lihat saja sendiri!.” Renata
menunjukan beberapa gambar kepada teman-temannya. Gambar yang baru saja dia
terima dari supir pribadinya. Kedua temannya terkejut, dengan penampilan
Erliana yang baru, membuat kedua teman Renata paham kenapa Renata semarah itu.
Erliana terlihat lebih cantik, imut dan mempesona. Mereka melihat gambar
tersebut satu persatu. Gambar pertama memperlihatkan Dani dan Erliana keluar
dari E-Salon saling bergandengan tangan, gambar kedua Dani dan Erliana masuk
kedalam restoran XW yang terkenal sangat bergengsi. Dan yang ketiga gambar itu
menunjukan didalam restoran Dani dan Erliana duduk berhadapan, dan disana Dani
nampak sedang menyentuh bibir Erliana mungkin mengusap makanan yang nempel di
bibir Erliana.
Renata geram, pikirannya kalut
kali ini. Dia memutar otaknya bagaimanapun dia harus berhasil mendapatkan Dani
kembali. Apapun caranya.
“Sudahlah, lupakan Dani. Kau ini
cantik, sangat mudah untuk mendapatkan pria yang lebih dari Dani mu itu.” Teman
Renata 1
“Oke, pria yang lebih dari Dani
mungkin banyak. Tapi Dani itu salah satu sponsorku.” Renata
“Kau gila, lalu kenapa kau
menjahati Erliana?” Teman Renata 1. “Andai saja Dani tahu bahwa kaulah yang
menjahati kekasihnya itu. Habislah kau!.” Tambahnya
“Maka dari itu, kejadian tadi
siang tidak boleh ada yang tahu. Ini adalah rahasia kita. Apa kalian paham?”
Renata. Kedua temannya hanya menganggukan kepala. Renata menggebrak meja lalu
berdiri dan pergi meninggalkan kedua temannya disana. Tapi sebelum Renata
pulang kerumahnya, Renata menghubungi seseorang dan mengajak lawan bicaranya
untuk ketemuan di taman kota malam ini. Seperti biasa Renata diantar dengan
supir pribadinya, sang supir diperintahkan hanya duduk dibelakang setir dan
tidak perlu turun. Supir itu memperhatikan nona mudanya sedang bertemu dengan
seorang pria. Dengan sorotan lampu taman yang samar-samar Renata seperti menerima sesuatu dari seorang
pria. Setelah Renata menerima nya, pria itu memeluk Renata dan sedikit mempermainkan
Renata dengan beberapa kecupan di dahi, pipi, bibir dan lehernya. Renata
menyudahi permainan itu dan meninggalkan pria itu, Renata pun masuk mobil.
Mobil Renata mulai menjauh dari taman kota menuju rumahnya. Setibanya dirumah
Renata melemparkan tasnya, dan membaringkan tubuhnya diatas kasur. “Sayang kita
ketemu besok dikantor” Gumam Renata dan
membayangkan apa yang akan terjadi esok hari dikantor Dani. Renata mempunyai
siasat agar Dani jatuh lagi dalam pelukannya. “Aku yakin rencana ku kali ini
akan berhasil.” Renata
Apartemen Dani
Dani dan Erliana tiba, namun
disana mereka tidak mendapati bi Sari. Dani pun duduk disofa birunya sedangkan
Erliana pergi kedapur untuk mengambilkan air mineral untuk mereka berdua. Erliana
duduk disamping kekasihnya, lalu diminumnya air mineral itu. Dani merangkul
Erliana dari samping. Leher Erliana kini terlihat bebas karena rambutnya yang
pendek, kulitnya yang mulus membuat Dani beberapa kali menelan cairan
salivanya. Dani menghembuskan napasnya
lembut pada kulit leher kekasihnya, dan dia mencium bau wangi disana. Perilaku
Dani membuat Erliana tidak nyaman, Erliana mencoba untuk melepaskan rangkulan
Dani tapi tangan Dani sangat kuat. “Diamlah” Bisik Dani ketelinga Erliana. Erliana
merinding dibuatnya. Dani mendorong Erliana kebelakang dengan lembut, kini
punggung Erliana bersandar pada sandaran tangan sofa. Dani memandangi Erliana
dengan tatapan tajam, Erliana mencoba melepaskan tapi masih saja belum bisa.
__ADS_1
“Kak?...” Erliana
“Panggil aku sayang, apa kau
lupa.” Dani menempelkan hidungnya pada hidung Erliana
“Sayang, aku risih kalau seperti
ini.” Erliana. Dani merasakan hembusan napasnya Erliana, harum baunya membuat
Dani lupa diri. Dani mengecupkan bibirnya, kali ini rasanya beda Dani
benar-benar sedikit bernafsu. Erliana sudah kehabisan napas, dia mencoba
melepaskan pagutan bibir kekasihnya itu namun masih saja nihil. Kini Dani
semakin keras mengecupkan bibirnya dan sedikit memaksa, sehingga Erliana
gelagapan. Erliana memukul-mukul dada kekasihnya agar dapat lepas. Sejenak dani
menghentikan aktivitasnya. Erliana bernapas terengah-engah. Dani tersenyum
puas, diusapnya dahi Erliana dengan lembut.
Ceklek
Suara pintu terbuka, Dani dan
Erliana mebenahi duduk mereka. Erliana terlihat salah tingkah sedangkan Dani
biasa saja.
“Bi Sari darimana?” Dani
“Tuan dan nona sudah pulang. Saya
dari swalayan tuan, baru membeli persediaan dapur yang sudah habis.” Bi Sari
“Baiklah karena bi Sari sudah
pulang, aku pulang.” Dani pamit
Singkat cerita Dani pulang
kerumahnya. Dia mendapati kabar dari Rian bahwa dia sudah mendapatkan informasi
tentang kejadian yang menimpa Erliana tadi siang.
Keesokan harinya setelah Rian
menjemput Erliana pulang dari sekolahnya, Rian langsung ke kantor, Dani dan Rian juga Adit merencanakan sesuatu.
Dengan rasa marah Dani ingin menuntaskan masalah ini. Friska memasuki ruangan
pimpinannya itu, untuk memberitahukan bahwa ada Renata. Dani, Adit dan Rian
saling berpandangan dan tersenyum lalu
menganggukan kepala. Renata masuk ruangan sedangkan Adit dan Rian keluar ruangan.
“Sayang...” Renata
“Mau apa kau?” Jawab Dani dingin
“Aku kesini hanya ingin
memberikan berkas-berkas ku.” Renata menyodorkan beberapa berkas nya
Dani menerimanya dan melihat
berkas milik Renata tersebut, Dani tersenyum sinis.
“Kenapa kau sendiri kemana
kontrak mu?” Dani melemparkan berkas-berkas itu ke atas mejanya.
“Sayang aku yakin kau adalah
seorang yang profesional, kau tidak akan membawa masalah pribadimu pada pekerajaan
mu kan? Aku ini memang mantan mu tapi bukan berarti kerjasama kita berakhir
kan?” Renata menghampiri kursi Dani dan menggelayutkan tangannya manja. Dani
melepaskan tangan Renata dengan kasar. Diperlakukan seperti itu Renata Nangis
dan berlutut agar Dani mau memaafkannya. Renata memang pintar berakting,
aktingnya membuat seperti meyakinkan. Dani hanya berusaha melepaskan cengkraman
Renata. Renata menangis sejadi-jadinya membuat Dani tidak nyaman. Dengan paksa
akhirnya Dani dapat melepaskan Renata dan pergi ke kamar kecil yang ada
diruangannya. Saat Dani dikamar kecil Renata cepat-cepat memasukkan sesuatu pada
minuman Dani yang berada diatas meja.
“Sayang aku mohon pada mu.”
Renata
“Kau masih disini aku kira kau
sudah pergi.” Dani kembali duduk dikursinya dan meminum minumannya.
GLUK...GLUK...sampai habis. Renata tersenyum sangat senang, “tunggu beberapa
detik lagi Renata, kau akan mendapatkannya lagi.” Batin Renata. Renata hanya
terdiam memperhatikan Dani, Dani hanya melihat Renata dengan tatapan yang tidak
suka. Tiba-tiba Renata menyalakan ac supaya suasana ruangan sedikit panas.
“Jawablah pertanyaan ku ?” Dani
menataap Erliana dengan tajam
“Baiklah aku akan jawab semua
pertanyaan mu.” Renata
“Apa kau yang mengerjai Erliana
dipesta ulang tahun Misya?” Dani
“Ya.” Jawab nya singkat
“Apa kau yang mengerjai Erliana
kemarin sepulang sekolah?” Dani lagi
“Ya.” Renata. Dani mengepalkan
tangannya.
“Ya, itu semua perbuatan ku. Aku
seperti ini karena kau sayang, aku sangat mencintai mu. Kau lah yang merubah ku
menjadi seperti ini.” Renata menangis. Dan berpura-pura menyesali perbuatannya.
__ADS_1
Renata mulai melihat ekspresi Dani yang sedang menahan sesuatu, tidak di
sia-siakan kesempatan itu oleh Renata. Renata mulali mendekati Dani,
mengusap-usap punggung Dani.
“Apa yang terjadi dengan ku?”
Batin Dani. Dia merasakan tidak nyaman pada dirinya, Dani merasa sangat
kepanasan, libido nya naik, nafsunya sudah menjalar ke ubun-ubun kepalanya.
Napas Dani mulai tak beraturan, suaranya berat. Dani sangat tersiksa dibuatnya.
“Reaksi Dani begitu cepat” batin Renata. Tanpa ragu Renata mengusap bagian
bawah milik Dani, Dani pun mengerang dan menahan tangannya Renata. Tangan Dani
begitu lemas rasanya, membiarkan Renata meneruskannya. Renata mengambil lagi kesempatan untuk
mendekap tubuh Dani yang tegap itu, Renata sangat asik saat mempermainkan pria
itu.
“Dani, kalian sedang apa?” Adit
datang tepat pada waktunya, beruntung sekali pikir Dani kali ini kalau tidak ada sahabatnyanya itu,
mungkin Dani sudah bersama Renata. Tapi
bagi Renata ini sangat menyebalkan kenapa disaat dia akan mendapatkan Dani ,
Adit harus ada.
“Dit tolong aku.” Dani hampir
terjatuh saat menghampiri Adit. Tapi Adit berhasil menangkapnya.
“Kau kenapa?” Adit menatap wajah
sahabatnya, dia perhatikan Dani. Dan diapun mengerti apa yang telah terjadi.
“Renata, apa yang kau berikan
pada Dani?” Tanya Adit. Renata tidak pedulikan Adit, dia menghampiri Dani dan
menciumnya. Tapi kali ini Dani menolaknya, Dani sadar harus kemana dia
sekarang.
“Bawa aku pada Erliana.” Dani.
Mendengar ucapan Dani Renata jelas menahannya, Obat yang dia suguhkan bukan
untuk tidur dengan Erliana tapi dia harap Dani akan tidur dengannya. Adit pun
segera memanggil Rian untuk mengantarkan Dani ke apartemen. Sedangkan Renata
ditahan oleh Adit. Renata menjerit yang membuat seisi kantor terganggu. Setelah
Rian mengantarkan Dani, dia langsung kembali ke kantor.
Renata saat ini sedang dalam
situasi yang buruk, Rian dan Adit sudah membeberkan kejahatannya terhadap
Erliana, termasuk hari ini yang rencananya ingin menjebak Dani dan gagal. CCTV
saat dia menjawab pertanyaan Dani pun sudah terekam dan menjadi salah satu
bukti untuk membuatnya semakin terpuruk. Berkas-berkas yang Renata bawa sudah
tidak diterima oleh pihak perusahaan, karena pihak perusahaan sudah
menggantikannya dengan figur yang lain. Tak satu pun produk dari perusahaan
Dani mensponsori nya lagi, Renata dan perusahaan Dani sudah berakhir. Padahal
perusahaan inilah satu-satunya yang membuat karirnya naik.
“Terima kasih Renata, bagaimana
pun berkat dirimu mungkin pernikahan Dani dan Erliana akan dipercepat.” Dani
memandang Renata dengan penuh
kemenangan. Adit dan Rian tertawa. Renata memukul-mukul Adit, karena Adit kesal
terhadap Renata, dia memanggil keamanan untuk menyeret Renata keluar.
Apartemen Dani
Erliana sedang merendamkan
tubuhnya di bathub airnya sedikit panas dan meneteskan sedikit cairan aroma
strawberi kesukaannya, otot nya terasa pegal-pegal karena disekolah tadi
Erliana melakukan olahraga yang cukup berat. Disaat Erliana sedang berendam
tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sangat keras. Erliana sangat terkejut, dia
mendapati Dani yang sudah telanjang dada. Erliana menjerit dan segera
menyilangkan tangannya di depan dadanya. Erliana berusaha untuk membujuk Dani
agar tidak mendekatinya, tapi karena efek obat yang telah Dani minum sangatlah
kuat. Dani sudah tidak bisa menahannya lagi. Dani meraih tubuh Erliana dari
bathub itu, dia angkat dengan sekuat tenaganya. Entah karena tenaganya yang
sangat kuat ataukah karena tubuh Erliana yang kurus sehingga dengan mudahnya
Dani mendapatkan tubuh kekasihnya. Dia turunkan Erliana diatas kasur itu dan
menindihnya, Erliana sebisa mungkin menolak Dani tapi semakin dia meronta
semakin kuat Dani menahannya. “Maafkan aku sayang, aku mohon tolonglah aku.”
Suara Dani begitu berat napasnya tak beraturan. Dani mengecup bibir Erliana
yang tipis ini serasa manis, dengan sedikit memaksa dan sedikit kasar akhirnya
Erliana berhasil dia dapatkan saat itu juga. Erlliana menggigit bahu bagian
kiri Dani dan menjerit kesakitan, dia merasakan sangat sakit dan perih dibagian
bawahnya. Awalnya Erliana marah sekali terhadap Dani karena dia merasa bahwa
Dani sudah menganggapnya sebagai wanita murahan, tapi disitu juga Erliana
merasakan takut, mengingat sudah begitu banyak pengorbanan Dani untuknya. Tentu
saja Erliana tidak mau kehilangan Dani, yang kini menjadi satu-satunya orang
tercintanya. Tubuh Erliana sudah kehabisan tenaga, apa yang dilakukan Dani
terhadapnya Erliana hanya menerimanya dan menururtinya saja. 4 jam berselang
Dani baru saja menyudahi permainan nya, dia rebahkan tubuhnya disamping
__ADS_1
kekasihnya yang sudah tak berdaya. Dani merangkul Erliana. Dan mereka pun
tertidur