ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Dendam Renata part 2


__ADS_3

Ha ha ha ha ha “Rasakan dasar


bocah tengil”. Renata dan kedua temannya sedang merayakan keberhasilan aksi


mereka siang tadi. Renata merasa yakin tidak akan ada yang tahu tentang


peristiwa ini. Disaat mereka sedang menikmati pesta nya tiba-tiba ponsel Renata


berdering, tanda  pesan masuk. Pesan itu


berasal dari supir pribadinya. Renata melotot melihat ke arah kedua temannya,


sedangkan teman Renata saling pandang tak paham. Ponselnya Renata lempar ke


atas meja, “Ahh...sial...” Teriak Renata. Renata benar-benar emosi tingkat


tinggi mengahadapi Erliana.


“Renata kau kenapa? Tenangkan


dirimu.” Teman Renata 1


“Lihatlah kita sudah menjadi


pusat  perhatian orang.”  Teman Renata 2


“Erliana, seharusnya kau...”


Renata kesal setengah mati


“Ada apa dengan Erliana?” Tanya


teman Renata 1


“Lihat saja sendiri!.” Renata


menunjukan beberapa gambar kepada teman-temannya. Gambar yang baru saja dia


terima dari supir pribadinya. Kedua temannya terkejut, dengan penampilan


Erliana yang baru, membuat kedua teman Renata paham kenapa Renata semarah itu.


Erliana terlihat lebih cantik, imut dan mempesona. Mereka melihat gambar


tersebut satu persatu. Gambar pertama memperlihatkan Dani dan Erliana keluar


dari E-Salon saling bergandengan tangan, gambar kedua Dani dan Erliana masuk


kedalam restoran XW yang terkenal sangat bergengsi. Dan yang ketiga gambar itu


menunjukan didalam restoran Dani dan Erliana duduk berhadapan, dan disana Dani


nampak sedang menyentuh bibir Erliana mungkin mengusap makanan yang nempel di


bibir Erliana.


Renata geram, pikirannya kalut


kali ini. Dia memutar otaknya bagaimanapun dia harus berhasil mendapatkan Dani


kembali. Apapun caranya.


“Sudahlah, lupakan Dani. Kau ini


cantik, sangat mudah untuk mendapatkan pria yang lebih dari Dani mu itu.” Teman


Renata 1


“Oke, pria yang lebih dari Dani


mungkin banyak. Tapi Dani itu salah satu sponsorku.” Renata


“Kau gila, lalu kenapa kau


menjahati Erliana?” Teman Renata 1. “Andai saja Dani tahu bahwa kaulah yang


menjahati kekasihnya itu. Habislah kau!.” Tambahnya


“Maka dari itu, kejadian tadi


siang tidak boleh ada yang tahu. Ini adalah rahasia kita. Apa kalian paham?”


Renata. Kedua temannya hanya menganggukan kepala. Renata menggebrak meja lalu


berdiri dan pergi meninggalkan kedua temannya disana. Tapi sebelum Renata


pulang kerumahnya, Renata menghubungi seseorang dan mengajak lawan bicaranya


untuk ketemuan di taman kota malam ini. Seperti biasa Renata diantar dengan


supir pribadinya, sang supir diperintahkan hanya duduk dibelakang setir dan


tidak perlu turun. Supir itu memperhatikan nona mudanya sedang bertemu dengan


seorang pria. Dengan sorotan lampu taman yang samar-samar  Renata seperti menerima sesuatu dari seorang


pria. Setelah Renata menerima nya, pria itu memeluk Renata dan sedikit mempermainkan


Renata dengan beberapa kecupan di dahi, pipi, bibir dan lehernya. Renata


menyudahi permainan itu dan meninggalkan pria itu, Renata pun masuk mobil.


Mobil Renata mulai menjauh dari taman kota menuju rumahnya. Setibanya dirumah


Renata melemparkan tasnya, dan membaringkan tubuhnya diatas kasur. “Sayang kita


ketemu besok dikantor” Gumam  Renata dan


membayangkan apa yang akan terjadi esok hari dikantor Dani. Renata mempunyai


siasat agar Dani jatuh lagi dalam pelukannya. “Aku yakin rencana ku kali ini


akan berhasil.” Renata


Apartemen Dani


Dani dan Erliana tiba, namun


disana mereka tidak mendapati bi Sari. Dani pun duduk disofa birunya sedangkan


Erliana pergi kedapur untuk mengambilkan air mineral  untuk mereka berdua.   Erliana


duduk disamping kekasihnya, lalu diminumnya air mineral itu. Dani merangkul


Erliana dari samping. Leher Erliana kini terlihat bebas karena rambutnya yang


pendek, kulitnya yang mulus membuat Dani beberapa kali menelan cairan


salivanya.  Dani menghembuskan napasnya


lembut pada kulit leher kekasihnya, dan dia mencium bau wangi disana. Perilaku


Dani membuat Erliana tidak nyaman, Erliana mencoba untuk melepaskan rangkulan


Dani tapi tangan Dani sangat kuat. “Diamlah” Bisik Dani ketelinga Erliana. Erliana


merinding dibuatnya. Dani mendorong Erliana kebelakang dengan lembut, kini


punggung Erliana bersandar pada sandaran tangan sofa. Dani memandangi Erliana


dengan tatapan tajam, Erliana mencoba melepaskan tapi masih saja belum bisa.

__ADS_1


“Kak?...” Erliana


“Panggil aku sayang, apa kau


lupa.” Dani menempelkan hidungnya pada hidung Erliana


“Sayang, aku risih kalau seperti


ini.” Erliana. Dani merasakan hembusan napasnya Erliana, harum baunya membuat


Dani lupa diri. Dani mengecupkan bibirnya, kali ini rasanya beda Dani


benar-benar sedikit bernafsu. Erliana sudah kehabisan napas, dia mencoba


melepaskan pagutan bibir kekasihnya itu namun masih saja nihil. Kini Dani


semakin keras mengecupkan bibirnya dan sedikit memaksa, sehingga Erliana


gelagapan. Erliana memukul-mukul dada kekasihnya agar dapat lepas. Sejenak dani


menghentikan aktivitasnya. Erliana bernapas terengah-engah. Dani tersenyum


puas, diusapnya dahi Erliana dengan lembut.


Ceklek


Suara pintu terbuka, Dani dan


Erliana mebenahi duduk mereka. Erliana terlihat salah tingkah sedangkan Dani


biasa saja.


“Bi Sari darimana?” Dani


“Tuan dan nona sudah pulang. Saya


dari swalayan tuan, baru membeli persediaan dapur yang sudah habis.” Bi Sari


“Baiklah karena bi Sari sudah


pulang, aku pulang.” Dani pamit


Singkat cerita Dani pulang


kerumahnya. Dia mendapati kabar dari Rian bahwa dia sudah mendapatkan informasi


tentang kejadian yang menimpa Erliana tadi siang.


Keesokan harinya setelah Rian


menjemput Erliana pulang dari sekolahnya, Rian langsung ke kantor,  Dani dan Rian juga Adit merencanakan sesuatu.


Dengan rasa marah Dani ingin menuntaskan masalah ini. Friska memasuki ruangan


pimpinannya itu, untuk memberitahukan bahwa ada Renata. Dani, Adit dan Rian


saling berpandangan dan tersenyum  lalu


menganggukan kepala. Renata masuk ruangan sedangkan Adit dan Rian keluar ruangan.


“Sayang...” Renata


“Mau apa kau?” Jawab Dani dingin


“Aku kesini hanya ingin


memberikan berkas-berkas ku.” Renata menyodorkan beberapa berkas nya


Dani menerimanya dan melihat


berkas milik Renata tersebut, Dani tersenyum sinis.


“Kenapa kau sendiri kemana


kontrak mu?” Dani melemparkan berkas-berkas itu ke atas mejanya.


“Sayang aku yakin kau adalah


seorang yang profesional, kau tidak akan membawa masalah pribadimu pada pekerajaan


mu kan? Aku ini memang mantan mu tapi bukan berarti kerjasama kita berakhir


kan?” Renata menghampiri kursi Dani dan menggelayutkan tangannya manja. Dani


melepaskan tangan Renata dengan kasar. Diperlakukan seperti itu Renata Nangis


dan berlutut agar Dani mau memaafkannya. Renata memang pintar berakting,


aktingnya membuat seperti meyakinkan. Dani hanya berusaha melepaskan cengkraman


Renata. Renata menangis sejadi-jadinya membuat Dani tidak nyaman. Dengan paksa


akhirnya Dani dapat melepaskan Renata dan pergi ke kamar kecil yang ada


diruangannya. Saat Dani dikamar kecil Renata cepat-cepat memasukkan sesuatu pada


minuman Dani yang berada diatas meja.


“Sayang aku mohon pada mu.”


Renata


“Kau masih disini aku kira kau


sudah pergi.” Dani kembali duduk dikursinya dan meminum minumannya.


GLUK...GLUK...sampai habis. Renata tersenyum sangat senang, “tunggu beberapa


detik lagi Renata, kau akan mendapatkannya  lagi.” Batin Renata.  Renata hanya


terdiam memperhatikan Dani, Dani hanya melihat Renata dengan tatapan yang tidak


suka. Tiba-tiba Renata menyalakan ac supaya suasana ruangan sedikit panas.


“Jawablah pertanyaan ku ?” Dani


menataap Erliana dengan tajam


“Baiklah aku akan jawab semua


pertanyaan mu.” Renata


“Apa kau yang mengerjai Erliana


dipesta ulang tahun Misya?” Dani


“Ya.” Jawab nya singkat


“Apa kau yang mengerjai Erliana


kemarin sepulang sekolah?” Dani lagi


“Ya.” Renata. Dani mengepalkan


tangannya.


“Ya, itu semua perbuatan ku. Aku


seperti ini karena kau sayang, aku sangat mencintai mu. Kau lah yang merubah ku


menjadi seperti ini.” Renata menangis. Dan berpura-pura menyesali perbuatannya.

__ADS_1


Renata mulai melihat ekspresi Dani yang sedang menahan sesuatu, tidak di


sia-siakan kesempatan itu oleh Renata. Renata mulali mendekati Dani,


mengusap-usap punggung Dani.


“Apa yang terjadi dengan ku?”


Batin Dani. Dia merasakan tidak nyaman pada dirinya, Dani merasa sangat


kepanasan, libido nya naik, nafsunya sudah menjalar ke ubun-ubun kepalanya.


Napas Dani mulai tak beraturan, suaranya berat. Dani sangat tersiksa dibuatnya.


“Reaksi Dani begitu cepat” batin Renata. Tanpa ragu Renata mengusap bagian


bawah milik Dani, Dani pun mengerang dan menahan tangannya Renata. Tangan Dani


begitu lemas rasanya, membiarkan Renata meneruskannya.  Renata mengambil lagi kesempatan untuk


mendekap tubuh Dani yang tegap itu, Renata sangat asik saat mempermainkan pria


itu.


“Dani, kalian sedang apa?” Adit


datang tepat pada waktunya, beruntung  sekali pikir Dani kali ini kalau tidak ada sahabatnyanya itu,


mungkin  Dani sudah bersama Renata. Tapi


bagi Renata ini sangat menyebalkan kenapa disaat dia akan mendapatkan Dani ,


Adit harus ada.


“Dit tolong aku.” Dani hampir


terjatuh saat menghampiri Adit. Tapi Adit berhasil menangkapnya.


“Kau kenapa?” Adit menatap wajah


sahabatnya, dia perhatikan Dani. Dan diapun mengerti apa yang telah terjadi.


“Renata, apa yang kau berikan


pada Dani?” Tanya Adit. Renata tidak pedulikan Adit, dia menghampiri Dani dan


menciumnya. Tapi kali ini Dani menolaknya, Dani sadar harus kemana dia


sekarang.


“Bawa aku pada Erliana.” Dani.


Mendengar ucapan Dani Renata jelas menahannya, Obat yang dia suguhkan bukan


untuk tidur dengan Erliana tapi dia harap Dani akan tidur dengannya. Adit pun


segera memanggil Rian untuk mengantarkan Dani ke apartemen. Sedangkan Renata


ditahan oleh Adit. Renata menjerit yang membuat seisi kantor terganggu. Setelah


Rian mengantarkan Dani, dia langsung kembali ke kantor.


Renata saat ini sedang dalam


situasi yang buruk, Rian dan Adit sudah membeberkan kejahatannya terhadap


Erliana, termasuk hari ini yang rencananya ingin menjebak Dani dan gagal. CCTV


saat dia menjawab pertanyaan Dani pun sudah terekam dan menjadi salah satu


bukti untuk membuatnya semakin terpuruk. Berkas-berkas yang Renata bawa sudah


tidak diterima oleh pihak perusahaan, karena pihak perusahaan sudah


menggantikannya dengan figur yang lain. Tak satu pun produk dari perusahaan


Dani mensponsori nya lagi, Renata dan perusahaan Dani sudah berakhir. Padahal


perusahaan inilah satu-satunya yang membuat karirnya naik.


“Terima kasih Renata, bagaimana


pun berkat dirimu mungkin pernikahan Dani dan Erliana akan dipercepat.” Dani


memandang Renata  dengan penuh


kemenangan. Adit dan Rian tertawa. Renata memukul-mukul Adit, karena Adit kesal


terhadap Renata, dia memanggil keamanan untuk menyeret Renata keluar.


Apartemen Dani


Erliana sedang merendamkan


tubuhnya di bathub airnya sedikit panas dan meneteskan sedikit cairan aroma


strawberi kesukaannya, otot nya terasa pegal-pegal karena disekolah tadi


Erliana melakukan olahraga yang cukup berat. Disaat Erliana sedang berendam


tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sangat keras. Erliana sangat terkejut, dia


mendapati Dani yang sudah telanjang dada. Erliana menjerit dan segera


menyilangkan tangannya di depan dadanya. Erliana berusaha untuk membujuk Dani


agar tidak mendekatinya, tapi karena efek obat yang telah Dani minum sangatlah


kuat. Dani sudah tidak bisa menahannya lagi. Dani meraih tubuh Erliana dari


bathub itu, dia angkat dengan sekuat tenaganya. Entah karena tenaganya yang


sangat kuat ataukah karena tubuh Erliana yang kurus sehingga dengan mudahnya


Dani mendapatkan tubuh kekasihnya. Dia turunkan Erliana diatas kasur itu dan


menindihnya, Erliana sebisa mungkin menolak Dani tapi semakin dia meronta


semakin kuat Dani menahannya. “Maafkan aku sayang, aku mohon tolonglah aku.”


Suara Dani begitu berat napasnya tak beraturan. Dani mengecup bibir Erliana


yang tipis ini serasa manis, dengan sedikit memaksa dan sedikit kasar akhirnya


Erliana berhasil dia dapatkan saat itu juga. Erlliana menggigit bahu bagian


kiri Dani dan menjerit kesakitan, dia merasakan sangat sakit dan perih dibagian


bawahnya. Awalnya Erliana marah sekali terhadap Dani karena dia merasa bahwa


Dani sudah menganggapnya sebagai wanita murahan, tapi disitu juga Erliana


merasakan takut, mengingat sudah begitu banyak pengorbanan Dani untuknya. Tentu


saja Erliana tidak mau kehilangan Dani, yang kini menjadi satu-satunya orang


tercintanya. Tubuh Erliana sudah kehabisan tenaga, apa yang dilakukan Dani


terhadapnya Erliana hanya menerimanya dan menururtinya saja. 4 jam berselang


Dani baru saja menyudahi permainan nya, dia rebahkan tubuhnya disamping

__ADS_1


kekasihnya yang sudah tak berdaya. Dani merangkul Erliana. Dan mereka pun


tertidur


__ADS_2