
“Ya, aku harus bisa cari kerja
paruh waktu”. Dengan semangat yang tinggi dia beranjak pergi dari sekolah dan
mencari pekerjaan. Keluar masuk rumah makan, swalayan dan toko-toko belum dia
dapatkan. “Huh...teryata susah cari kerja itu, mereka bilang tidak menerima
anak pelajar.” Erliana tidak langsung
pulang kerumahya saat itu, padahal saat itu waktu sudah sore. Dia lihat banyak
anak-anak sedang bermain dilapangan, letak lapangan itu berada ditengah-tengah
komplek dekat rumahya.
“Anak-anak itu sedang bermain
bola ya...”. Erliana adalah anak gadis berumur 18 tahun. Parasnya yang cantik,
hidungnya mancung, kulit putih, tinggi, rambut panjang lurus hitam berkilau. Selama ibunya
masih hidup Erliana selalu mendapatkan perawatan tubuh dari ibuya, dengan
herbal-herbalan. Tapi badanya kurus berat badanya hanya 40kg dan Erliana
sedikit tomboy. Maklum setelah ayahnya meninggal Erliana kadang suka membantu
ibunya angkat ini dan itu. Sehingga sesekali sang ibu dapat mengandalkan dia dalam beberapa tugas laki-laki.
“hei, kak tolong tendang bola itu
pada kami.” Seru anak-anak. “Baiklah...” nging..........Bola itu Erliana
tendang. Sup....tidak disangaka bola itu masuk ke salah satu halaman rumah mewah yang
ada dikomplek itu. “Yaaahhhh....kakak ini bagaimana, tolong kembalikan bola
kami ka.” “Ah iya,iya “ kata Erliana. “Kakak harus bertanggug jawab”. “Oke-oke
__ADS_1
kalian ini cerewet sekali, aku ambilkan kallian tunggu saja”.
Erliana mencoba membuka pintu
gerbang rumah itu. “Permisi ...Permisi apa ada orang? Apa kau boleh masuk?Aku
hanya ingin ambil bola” Erliana teriak. “Wah gerbangnya saja sudah hebat begini
bagaimana dengan isinya ya,” pikir Erliana. “Kak ayo cepat sebentar lagi gelap
...” “iya sabar “ Erlianapun nekat membuka gerbang itu, “Harus megeluarkan
tenaga besar juga nih untuk membuka gerbangnya.”
“Akhirnya dapat juga bolanya”
dengan cepat dia berlari sambil membawa bola tersebut. Tapi tiba-tiba. “Hai kau mencuri ya,”. Tentu saja Erliana tidak terima dituduh sebagai pencuri. Saat
dia membalikan badannya, dia melihat sosok laki-laki yang tampan. Ah tidak bahkan
sangat tampan pikir Erliana Badanya tinggi sekitar 180 cm, kekar, kulitnya
sedikit gelap. “Hai kau sedang apa dirumah ku, kau mencuri ya?” “Maaf pa, aku
permisi-permisi tapi tidak ada yang menyahut.” “Bohong kau.” “Aku berkata jujur
pa.” Bapak-bapak enak saja dia panggil aku ini bapak, memangnya aku setua itu
apa? Batin Dani. "Ih...meyebalkan tampan sih tapi sombong" batin Erliana.
Dani Prayoga
Tatapan mereka seakan-akan mau
perang. “Maaf ya bapak yang tampan, aku bukan mau mencuri. Tapi...” “Kak mana
bola kami, gara-gara kakak lama ambil bola kami harus pulang, hari sudah gelap"
“AH...iya maaf.” “Huh....Sekarang bapak percaya kan, kalau aku hanya
__ADS_1
ambil bola, kalau begitu aku permisi.” “Harusnya kau izin dulu kalau masuk
rumah orang lain.” “Tadikan...” Tanpa peduli Dani pergi meninggalkan Erliana.
“Ah ya ampun, benar-benar menyebalkan sekali itu orang.Fuhh.....”. "Hai, jangan
lupa tutup gerbangnya." "His iya baik pak dasar
sombong" batin Erliana.
Dani seorang pemuda tampan berumur 29 tahun, dia akan segera menikah dengan
kekasih tercinta. "Siapa sayang?" Renata kekasih Dani yang Cantik,
tinggi 170cm, berkulit putih bersih dan mulus terawat, rambut ikal menggantung.
Sempurna jelas dia sangat memperhatikan penampilan nya karena Renata adalah
seorang model yang cukup terkenal.
"Bukan siapa2 hanya anak-anak yang sedang bermain bola". Dani
meraih pinggul Renata dan memeluknya dari belakang dagunya menempel di bahu
Renata. "Sayang kau manja sekali". Dani pun membalas dengan
senyuman manis dan mengecup pipinya Renata dengan gemas. "Aw
...sayang."
Dunia ini serasa milik mereka berdua saja, padahal disitu ada pak Didin
yang sedang membereskan peralatan kebunnya. "Tuan, saya permisi."
Sambil tersenyum melihat tingkah tuannya itu.
"Semoga tuan muda bahagia dengan istrinya kelak." Batin pak
Didin.
__ADS_1