ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Pria sombong


__ADS_3

“Ya, aku harus bisa cari kerja


paruh waktu”. Dengan semangat yang tinggi dia beranjak pergi dari sekolah dan


mencari pekerjaan. Keluar masuk rumah makan, swalayan dan toko-toko belum dia


dapatkan. “Huh...teryata susah cari kerja itu, mereka bilang tidak menerima


anak pelajar.”  Erliana tidak langsung


pulang kerumahya saat itu, padahal saat itu waktu sudah sore. Dia lihat banyak


anak-anak sedang bermain dilapangan, letak lapangan itu berada ditengah-tengah


komplek dekat rumahya.


“Anak-anak itu sedang bermain


bola ya...”. Erliana adalah anak gadis berumur 18 tahun. Parasnya yang cantik,


hidungnya mancung, kulit putih, tinggi,  rambut panjang lurus hitam berkilau. Selama ibunya


masih hidup Erliana selalu mendapatkan perawatan tubuh dari ibuya, dengan


herbal-herbalan. Tapi badanya kurus berat badanya hanya 40kg dan Erliana


sedikit tomboy. Maklum setelah ayahnya meninggal Erliana kadang suka membantu


ibunya angkat ini dan itu. Sehingga sesekali sang ibu dapat mengandalkan dia dalam beberapa tugas laki-laki.


“hei, kak tolong tendang bola itu


pada kami.” Seru anak-anak. “Baiklah...” nging..........Bola itu Erliana


tendang. Sup....tidak disangaka bola itu masuk ke salah satu halaman rumah mewah yang


ada dikomplek itu. “Yaaahhhh....kakak ini bagaimana, tolong kembalikan bola


kami ka.” “Ah iya,iya “ kata Erliana. “Kakak harus bertanggug jawab”. “Oke-oke

__ADS_1


kalian ini cerewet sekali, aku ambilkan kallian tunggu saja”.


Erliana mencoba membuka pintu


gerbang rumah itu. “Permisi ...Permisi apa ada orang? Apa kau boleh masuk?Aku


hanya ingin ambil bola” Erliana teriak. “Wah gerbangnya saja sudah hebat begini


bagaimana dengan isinya ya,” pikir Erliana. “Kak ayo cepat sebentar lagi gelap


...” “iya sabar “ Erlianapun nekat membuka gerbang itu, “Harus megeluarkan


tenaga besar juga nih untuk membuka gerbangnya.”


“Akhirnya dapat juga bolanya”


dengan cepat dia berlari sambil membawa bola tersebut. Tapi tiba-tiba. “Hai kau mencuri ya,”. Tentu saja Erliana tidak terima dituduh sebagai pencuri. Saat


dia membalikan badannya, dia melihat sosok laki-laki yang tampan. Ah tidak bahkan


sangat tampan pikir Erliana Badanya tinggi sekitar 180 cm, kekar, kulitnya


sedikit gelap. “Hai kau sedang apa dirumah ku, kau mencuri ya?” “Maaf pa, aku


permisi-permisi tapi tidak ada yang menyahut.” “Bohong kau.” “Aku berkata jujur


pa.” Bapak-bapak enak saja dia panggil aku ini bapak, memangnya aku setua itu


apa? Batin Dani. "Ih...meyebalkan tampan sih tapi sombong" batin Erliana.


Dani Prayoga


Tatapan mereka seakan-akan mau


perang. “Maaf ya bapak yang tampan, aku bukan mau mencuri. Tapi...” “Kak mana


bola kami, gara-gara kakak lama ambil bola kami harus pulang, hari sudah gelap"


“AH...iya maaf.” “Huh....Sekarang bapak percaya kan, kalau aku hanya

__ADS_1


ambil bola, kalau begitu aku permisi.” “Harusnya kau izin dulu kalau masuk


rumah orang lain.” “Tadikan...” Tanpa peduli Dani pergi meninggalkan Erliana.


“Ah ya ampun, benar-benar menyebalkan sekali itu orang.Fuhh.....”.  "Hai, jangan


lupa tutup gerbangnya." "His iya baik pak dasar


sombong" batin Erliana.


Dani seorang pemuda tampan berumur 29 tahun, dia akan segera menikah dengan


kekasih tercinta. "Siapa sayang?" Renata kekasih Dani yang Cantik,


tinggi 170cm, berkulit putih bersih dan mulus terawat, rambut ikal menggantung.


Sempurna jelas dia sangat memperhatikan penampilan nya karena Renata adalah


seorang model yang cukup terkenal.


"Bukan siapa2 hanya anak-anak yang sedang bermain bola". Dani


meraih pinggul Renata dan memeluknya dari belakang dagunya menempel di bahu


Renata. "Sayang kau  manja sekali". Dani pun membalas dengan


senyuman manis dan mengecup pipinya Renata dengan gemas. "Aw


...sayang."


Dunia ini serasa milik mereka berdua saja, padahal disitu ada pak Didin


yang sedang membereskan peralatan kebunnya. "Tuan, saya permisi."


Sambil tersenyum melihat tingkah tuannya itu.


"Semoga tuan muda bahagia dengan istrinya kelak." Batin pak


Didin.

__ADS_1


 


 


__ADS_2