ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Dendam Bi Asti part 1


__ADS_3

Keesokan harinya


Apartemen Dani


Erliana terbangun badannya terasa


nyaman, hangat dan lembut. Erliana enggan membuka mata, dia merasakan bau wangi


khas buah strawbery kesukaannya. Bibirnya mengembang mungkin, dia sedang


bermimpi. “Biarlah aku bermimpi seperti ini, rasanya nyaman sekali.” Batinnya


“Ceklek”


Erliana mendengar suara pintu terbuka, tapi Erliana tidak membuka matanya. Dia


perhatikan dengan pendengarannya apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia


mendengar ada seseorang melangkah dan menaruh sesuatu disampingnya. Lalu


melangkah lagi dan menutup pintu.


Erliana akhirnya memutuskan untuk


membuka matanya. Dia terkejut saat melihat di sekeliling nya. Erliana


memperhatikan dengan seksama, kamar yang cukup luas, furnitur yang classy dan


juga elegan. “Dimana aku?” Batin Erliana “Lalu siapa yang barusan masuk?”


tambahnya. Dilihat disamping sudah ada segelas air putih, lalu dia meraihnya


dan meneguknya. “Aahh...segar nya.” Ucap Erliana tapi erliana terkejut saat


sadar jika bajunya sudah ganti. “Siapa yang menggantikan baju ku?” Erliana


ketakutan, jantungnya berdebar, dia memejamkan mata nya dan mencoba merasakan,


“Tidak ada yang sakit dalam tubuh ku, syukurlah.” Batinnya.Erlian menarik napas


dalam-dalam dan menghembuskannya.


Diapun berkeliling dalam kamar


itu, Suasana nya mewah. Karena dihiasi dengan perabotan Vintage disertai aneka


dekorasi berupa permadani, Lampu dan berbagai barang antik yang penuh kemewahan.


Dilihat diatap lampu Chandilier mewah dan furnitur tua yang menambah


kesan unik.


Lalu berjalan kearah depan disana terdapat tirai yang masih menutup terjuntai ke lantai, Erliana pun membukanya, matanya silau, ternyata itu adalah  jendela yang


besar, dia merlihat pemandangan yang indah. Dia membuka pintu, dan melihat bantal


pola bergaris biru dan putih diatas sofa yang mewah. Dilihat lagi sekitarnya


dekorasi dan interior ruangan yang digunakan pun mengandung unsur kayu membuat mata menjadi sejuk.


Ini merupakan yang pertama kali bagi  Erliana melihat rumah semewah ini.


“Aku dimana?”


“Nona Erliana sudah bangun?” Bi

__ADS_1


Sari ART


“Ibu siapa?” Tanya Erliana sopan.


“Saya bi Sari, saya ART, saya diperintahkan tuan Dani untuk menemani Non Erliana disini.” Bi Sari


“Tuan Dani, ini rumah ka Dani?”


Erliana


Bi Sari menceritakan kejadian


semalam, termasuk yang menggantikan pakaiannya  dan Erliana kini merasa tenang. Bi sari pamit


ke dapur untuk membuat sarapan. Entah kenapa saat itu Erliana merasa sangat


senang. Dia membuka jendela sedikit dan angin pun masuk menerpa rambut hitamnya


yang panjang. Angin dan cahaya matahari pagi menyentuh kulitnya yang putih,


rasanya dingin kemudian menjadi hangat. Dia melihat ke arah jam dinding, waktu


sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


“Bukankah aku harus ke sekolah?”


ucapannya terdengar oleh bi Sari.


“Kata tuan Dani non Erliana tidak


perlu masuk sekolah hari ini dan juga besok, karena tuan Dani sudah membuatkan


izin ke sekolah. Non Erliana beristirahat saja.” Bi Sari


Erliana mengangguk dan terenung


sarapan. Selesai sarapan dia pun pergi mandi dan mengotak-atik ponselnya. Dia


mencoba menghubungi bibi nya tetapi tidak pernah diangkat. Erliana terus


mencobanya, namun kali ini dia direject.


“Kenapa?” Batin Erliana


Inginnya Erliana pergi tapi bi Sari mencegahnya, rupanya Erliana tidak diizinkan untuk keluar apartemen. Saat


bi Sari pamit  keluar Erliana dikunci.


Erliana tidak dapat melakukan apapun, dia hanya dapat menunggu bi Sari kembali.


Erliana mencoba menghubungi Dani tapi sibuk. Padahal Dani dengan sengaja tidak


mengangkat panggilan Erliana, karena dia ingin menuntaskan urusannya.


“Sabar sayang aku urus ini dulu.” Dani


Jam 5 sore


“Cklek” pintu terbuka. Erliana berdiri


penasaran siapa yang datang. Erliana hapal siapa pria itu dan diapun tersenyum


senang. Dani tersenyum mendekati Erliana dan memeluknya. Sudah berapa kali Dani


memeluk Erliana, sehingga terasa tidak canggung lagi bagi Erliana. Dani memeluk

__ADS_1


Erliana dengan mengusap puncak kepalanya yang sudah seperti ritual baginya.


“Cantik” Bisik Dani


“ehem-ehem...Jangan lupakan kami Tuan.” Adit yang sudah ikut masuk ke dalam. Erliana melihat ke arah suara


berasal di lihat ada Adit dan bi Asti.Ekspresi Erliana kini berubah menjadi muram.


“Bi Asti...” Erliana


Tanpa penyesalan bi Asti angkatbicara.


“Neng, Bibi akan pindah karena


bibi sudah tidak punya apa-apa lagi disini. Bibi akan pulang ke kampung. Jaga


diri mu baik-baik.” Bi Asti langsung pergi tapi Adit mencegahnya. “Jangan


buru-buru bi.” Adit


Hiks hiks hiks “Lalu Erliana dengan siapa bi?” Erliana


“Tidak tahu, urus saja diri mu


sendiri, aku tidak sudi mengurus mu. Kau sudah tau dari awal kan kalau aku


tidak pernah mau merawat mu.” Bi Asti


“Kenapa?” Erliana


“Kau ingin tau kenapa?” Bi Asti


FLASHBACK On


Dulu Asti seorang gadis yang


cantik di kampung nya, banyak pria yang mengejarnya. Tetapi Asti tidak pernah tertarik


terhadap pria-pria itu. Dia hanya tertarik pada satu pria yaitu ayahnya


Erliana. Asti dan ibunya Erliana bersahabat. Karena Ayahnya Erliana bersahabat


dengan Anton, sehingga mereka sering bertemu. Saat Asti ingin mengutarakan isi


hatinya, dia melihat Ayah dan ibu nya Erliana sedang bercengkrama di teras belakang


rumah. Pemandangan itu membuat Asti tidak enak hati. Ya dia cemburu. Lebih


singkat nya Asti dan ibu  nya Erliana


menyukai ayah Erliana, Namun ibu nya Erliana bermaksud untuk mengalah. Akan


tetapi ayah Erliana hanya ingin menikah dengan ibu nya. Dan dengan berat hati


Asti pun merestui mereka. Namun setelah kepergian ayahnya Erlliana restu itu


berubah menjadi benci.


FLASHBACK OFF


“Aku tidak mau mengurus mu, aku


sudah lelah. Aku tidak peduli apa pun tentang mu.” Bentak bi Asti lalu dia pergi


Erliana menangis, Haruskah dia

__ADS_1


hidup sebatang kara disini. “Aku dengan siapa?”


__ADS_2