
Keesokan harinya
Apartemen Dani
Erliana terbangun badannya terasa
nyaman, hangat dan lembut. Erliana enggan membuka mata, dia merasakan bau wangi
khas buah strawbery kesukaannya. Bibirnya mengembang mungkin, dia sedang
bermimpi. “Biarlah aku bermimpi seperti ini, rasanya nyaman sekali.” Batinnya
“Ceklek”
Erliana mendengar suara pintu terbuka, tapi Erliana tidak membuka matanya. Dia
perhatikan dengan pendengarannya apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia
mendengar ada seseorang melangkah dan menaruh sesuatu disampingnya. Lalu
melangkah lagi dan menutup pintu.
Erliana akhirnya memutuskan untuk
membuka matanya. Dia terkejut saat melihat di sekeliling nya. Erliana
memperhatikan dengan seksama, kamar yang cukup luas, furnitur yang classy dan
juga elegan. “Dimana aku?” Batin Erliana “Lalu siapa yang barusan masuk?”
tambahnya. Dilihat disamping sudah ada segelas air putih, lalu dia meraihnya
dan meneguknya. “Aahh...segar nya.” Ucap Erliana tapi erliana terkejut saat
sadar jika bajunya sudah ganti. “Siapa yang menggantikan baju ku?” Erliana
ketakutan, jantungnya berdebar, dia memejamkan mata nya dan mencoba merasakan,
“Tidak ada yang sakit dalam tubuh ku, syukurlah.” Batinnya.Erlian menarik napas
dalam-dalam dan menghembuskannya.
Diapun berkeliling dalam kamar
itu, Suasana nya mewah. Karena dihiasi dengan perabotan Vintage disertai aneka
dekorasi berupa permadani, Lampu dan berbagai barang antik yang penuh kemewahan.
Dilihat diatap lampu Chandilier mewah dan furnitur tua yang menambah
kesan unik.
Lalu berjalan kearah depan disana terdapat tirai yang masih menutup terjuntai ke lantai, Erliana pun membukanya, matanya silau, ternyata itu adalah jendela yang
besar, dia merlihat pemandangan yang indah. Dia membuka pintu, dan melihat bantal
pola bergaris biru dan putih diatas sofa yang mewah. Dilihat lagi sekitarnya
dekorasi dan interior ruangan yang digunakan pun mengandung unsur kayu membuat mata menjadi sejuk.
Ini merupakan yang pertama kali bagi Erliana melihat rumah semewah ini.
“Aku dimana?”
“Nona Erliana sudah bangun?” Bi
__ADS_1
Sari ART
“Ibu siapa?” Tanya Erliana sopan.
“Saya bi Sari, saya ART, saya diperintahkan tuan Dani untuk menemani Non Erliana disini.” Bi Sari
“Tuan Dani, ini rumah ka Dani?”
Erliana
Bi Sari menceritakan kejadian
semalam, termasuk yang menggantikan pakaiannya dan Erliana kini merasa tenang. Bi sari pamit
ke dapur untuk membuat sarapan. Entah kenapa saat itu Erliana merasa sangat
senang. Dia membuka jendela sedikit dan angin pun masuk menerpa rambut hitamnya
yang panjang. Angin dan cahaya matahari pagi menyentuh kulitnya yang putih,
rasanya dingin kemudian menjadi hangat. Dia melihat ke arah jam dinding, waktu
sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
“Bukankah aku harus ke sekolah?”
ucapannya terdengar oleh bi Sari.
“Kata tuan Dani non Erliana tidak
perlu masuk sekolah hari ini dan juga besok, karena tuan Dani sudah membuatkan
izin ke sekolah. Non Erliana beristirahat saja.” Bi Sari
Erliana mengangguk dan terenung
sarapan. Selesai sarapan dia pun pergi mandi dan mengotak-atik ponselnya. Dia
mencoba menghubungi bibi nya tetapi tidak pernah diangkat. Erliana terus
mencobanya, namun kali ini dia direject.
“Kenapa?” Batin Erliana
Inginnya Erliana pergi tapi bi Sari mencegahnya, rupanya Erliana tidak diizinkan untuk keluar apartemen. Saat
bi Sari pamit keluar Erliana dikunci.
Erliana tidak dapat melakukan apapun, dia hanya dapat menunggu bi Sari kembali.
Erliana mencoba menghubungi Dani tapi sibuk. Padahal Dani dengan sengaja tidak
mengangkat panggilan Erliana, karena dia ingin menuntaskan urusannya.
“Sabar sayang aku urus ini dulu.” Dani
Jam 5 sore
“Cklek” pintu terbuka. Erliana berdiri
penasaran siapa yang datang. Erliana hapal siapa pria itu dan diapun tersenyum
senang. Dani tersenyum mendekati Erliana dan memeluknya. Sudah berapa kali Dani
memeluk Erliana, sehingga terasa tidak canggung lagi bagi Erliana. Dani memeluk
__ADS_1
Erliana dengan mengusap puncak kepalanya yang sudah seperti ritual baginya.
“Cantik” Bisik Dani
“ehem-ehem...Jangan lupakan kami Tuan.” Adit yang sudah ikut masuk ke dalam. Erliana melihat ke arah suara
berasal di lihat ada Adit dan bi Asti.Ekspresi Erliana kini berubah menjadi muram.
“Bi Asti...” Erliana
Tanpa penyesalan bi Asti angkatbicara.
“Neng, Bibi akan pindah karena
bibi sudah tidak punya apa-apa lagi disini. Bibi akan pulang ke kampung. Jaga
diri mu baik-baik.” Bi Asti langsung pergi tapi Adit mencegahnya. “Jangan
buru-buru bi.” Adit
Hiks hiks hiks “Lalu Erliana dengan siapa bi?” Erliana
“Tidak tahu, urus saja diri mu
sendiri, aku tidak sudi mengurus mu. Kau sudah tau dari awal kan kalau aku
tidak pernah mau merawat mu.” Bi Asti
“Kenapa?” Erliana
“Kau ingin tau kenapa?” Bi Asti
FLASHBACK On
Dulu Asti seorang gadis yang
cantik di kampung nya, banyak pria yang mengejarnya. Tetapi Asti tidak pernah tertarik
terhadap pria-pria itu. Dia hanya tertarik pada satu pria yaitu ayahnya
Erliana. Asti dan ibunya Erliana bersahabat. Karena Ayahnya Erliana bersahabat
dengan Anton, sehingga mereka sering bertemu. Saat Asti ingin mengutarakan isi
hatinya, dia melihat Ayah dan ibu nya Erliana sedang bercengkrama di teras belakang
rumah. Pemandangan itu membuat Asti tidak enak hati. Ya dia cemburu. Lebih
singkat nya Asti dan ibu nya Erliana
menyukai ayah Erliana, Namun ibu nya Erliana bermaksud untuk mengalah. Akan
tetapi ayah Erliana hanya ingin menikah dengan ibu nya. Dan dengan berat hati
Asti pun merestui mereka. Namun setelah kepergian ayahnya Erlliana restu itu
berubah menjadi benci.
FLASHBACK OFF
“Aku tidak mau mengurus mu, aku
sudah lelah. Aku tidak peduli apa pun tentang mu.” Bentak bi Asti lalu dia pergi
Erliana menangis, Haruskah dia
__ADS_1
hidup sebatang kara disini. “Aku dengan siapa?”