ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Rindu


__ADS_3

Kantor Dani


Semua orang yang ada dikantor itu menunduk hormat kepada Renata, karena semua


penghuni kantor sudah tahu siapa wanita ini. Ya wanita ini adalah calon istri dari pemilik perusahaan ini.


"Selamat siang Nona Renata, Pak Dani sudah menunggu." Friska Sekretaris Dani


Renata pun masuk keruangan calon suaminya itu. Tapi Dani terlihat lesu sekali.


Dia terlihat tidak bersemangat dan melamun.


"Sayang, hey sayang." Renata


Dani terkejut dan terbangun dari lamunannya. Dani segera bangkit dan menyambar Renata. Dia memeluk calon istrinya itu dengan penuh kerinduan. Pertamanya sedikit kasar sehingga Renata sulit bernapas, tapi dalam waktu sekejap pelukan itu menjadi hangat dan nyaman.


"Sayang aku rindu, aku sangat - sangat rindu." Dani


Dani menatap lekat wajah calon istrinya, dia seolah-olah tak percaya dia akan menikahi wanita tercintanya ini.


"Kenapa dia melihat ku seperti ini. Membuat ku tidak nyaman saja." Batin Renata.


Wuh... Renata menghembuskan napasnya. Dani mengedipkan matanya dan mulai


mendekati wajah kekasihnya itu. Perlahan-lahan hidung mereka menempel, Dani


mengecupkan bibir nya sekali, Renata mengerti apa yang diinginkan Dani. Renata


pun menutup matanya dan menerima sentuhan calon suaminya. Dani dan Renata memadu kasih, entah berapa lama mereka tenggelam, napasnya sudah mulai berubah. Intonasi napas mereka menjadi cepat. Dani menuntun tubuh Renata supaya duduk dimeja kerjanya.


Ceklek.


"Ups sorry." Adit teman semasa kuliah Dani yang sekarang bekerja di perusahaan Dani. Selain teman dekat di juga termasuk orang


kepercayaan nya.


Sontak mereka terkejut dan menghentikan adegan panas mereka.”Sial.” Bisik


Dani kesal. Entah sengaja atau kebetulan bila Dani dan Renata sedang seperti


itu pasti saja Adit datang.


“Ha ha ha ha...sorry salah sendiri pintu nya tidak dikunci.” Adit tertawa

__ADS_1


sambil menutup mulutnya dengan tanganya. Bukannya pergi Adit sengaja masuk kedalam ruangan atasanya. “Ada apa? Sana keluar mengganggu


saja.” Dani pun duduk disofa hitam mengkilat miliknya. Membuang napasnya dengan


kasar. Disusul dengan Renata, “Sayang kenapa mukanya lusuh begitu?.” Tanya


Renata yang sebenarnya sudah penasaran sejak tadi. “Tidak apa-apa.” Kembali


memeluk Renata.


“Ya ampun, kalian anggap aku ini apa, bisakah kalian berhenti bersikap


romantis didepan ku. Menyebalkan sekali. Mentang-mentang bulan depan akan


menikah.” Adit memonyongkan mulutnya. “Ha ha ha ha....” Puas rasa Dani


menertawakan Adit, meskipun dia playboy yang dengan mudah sekali mendapatkan


wanita tetap saja sampai saat ini Adit menjomblo alias masih sendiri, Adit


merasa tidak berani kalau harus melangkahi sahabatnya itu. Karena dia sudah


menganggap Dani adalah saudaranya. Dani merasa lebih hebat dibandingkan


“Ayo sayang, biarkan si playboy ini sendirian disini.” Beranjaklah Dani dan


Renata meninggalkan Adit karena mereka sudah sepakat akan makan siang bersama. “Kalian?


Hai...wah...Benar-benar...Sial aku benar ditinggal.Cih ...dasar kau Dani.


Selamat bersenang-senang.” Adit melambaikan tangannya dia turut bahagia melihat sahabatnya bahagia.


Selama kuliah dulu Danilah yang selalu membantu nya saat senang maupun susah,


mereka selalu bersama. Dia ingat saat dia diusir oleh ibu kos.


Flashback On


“Hai nak, maaf ya ibu tidak bisa menyewakan kamar ini lagi padamu. Ambil


barang-barangmu itu dan tinggalkan secepatya karena nanti siang akan ada yang


meyewa kamar ini.” Ibu kos

__ADS_1


“Bu tolonglah berikan saya waktu untuk mendapatkan kamar kos yang baru.”


Adit


“Sudah 3 bulan aku bersabar, karena aku kasihan padamu. Tapi aku juga butuh


uangku. Aku juga punya anak kuliah sepertimu.”


“Tapi bu, saya harus pindah kemana?”


“Maaf ya nak, aku akan membersihkan kamar ini.”


“Bu...”


“Aku tidak mau cari masalah dengan mu nak, sana pergi dari sini, ku mohon.”


Dengan berat hati Aditpun pergi meningalkan tempat itu. Temannya memang


banyak karena Adit orangnya yang mudah sekali bersosialisasi, banyak yang suka


padanya. Saat dia sangat terpuruk hanya Danilah yang menolong nya. Dani mengajak Adit untuk tidur satu kos denganya sampai lulus kuliah. Dani pun ikut membantu Adit


dalam hal apapun. Yah Dani kan anak satu-satunya dari pemillik perusahaan


keluarga Prayoga. Kenyamanan kebersamaannya bersama Adit, Dani sudah anggap Adit sebagai saudaranya. Ekonomi Dani tidak pernah kurang sedikitpun. Dani merasa Adit sosok kawan setia menurutnya Adit adalah satu-satunya teman yang paling


mengerti dia.


Sedangkan dipikiran Adit, Adit merasa sudah menjadi kewajibannya untuk selalu setia kawan pada temannya Dani. Jasa Dani tidak akan pernah dilupakan oleh Adit. Hidup itu tidak ada yang sempurna karena kesempuranaan hanya milik


Allah SWT.  Adit hidup dengan ekonomi


pas-pasan tapi masih punya banyak teman pria apalagi wanita. Adit itu


sebenarnya mahasiswa yang cukup populer dikalangan mahasiswi. Selain tampan dia


itu mulutnya manis. Banyak wanita yang jatuh hati padanya. Berbeda dengan Dani


super dingin, acuh, pendiam jarang bergaul seperti orang lain , cenderung suka


menyendiri.


Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2