
Kantor Dani
Semua orang yang ada dikantor itu menunduk hormat kepada Renata, karena semua
penghuni kantor sudah tahu siapa wanita ini. Ya wanita ini adalah calon istri dari pemilik perusahaan ini.
"Selamat siang Nona Renata, Pak Dani sudah menunggu." Friska Sekretaris Dani
Renata pun masuk keruangan calon suaminya itu. Tapi Dani terlihat lesu sekali.
Dia terlihat tidak bersemangat dan melamun.
"Sayang, hey sayang." Renata
Dani terkejut dan terbangun dari lamunannya. Dani segera bangkit dan menyambar Renata. Dia memeluk calon istrinya itu dengan penuh kerinduan. Pertamanya sedikit kasar sehingga Renata sulit bernapas, tapi dalam waktu sekejap pelukan itu menjadi hangat dan nyaman.
"Sayang aku rindu, aku sangat - sangat rindu." Dani
Dani menatap lekat wajah calon istrinya, dia seolah-olah tak percaya dia akan menikahi wanita tercintanya ini.
"Kenapa dia melihat ku seperti ini. Membuat ku tidak nyaman saja." Batin Renata.
Wuh... Renata menghembuskan napasnya. Dani mengedipkan matanya dan mulai
mendekati wajah kekasihnya itu. Perlahan-lahan hidung mereka menempel, Dani
mengecupkan bibir nya sekali, Renata mengerti apa yang diinginkan Dani. Renata
pun menutup matanya dan menerima sentuhan calon suaminya. Dani dan Renata memadu kasih, entah berapa lama mereka tenggelam, napasnya sudah mulai berubah. Intonasi napas mereka menjadi cepat. Dani menuntun tubuh Renata supaya duduk dimeja kerjanya.
Ceklek.
"Ups sorry." Adit teman semasa kuliah Dani yang sekarang bekerja di perusahaan Dani. Selain teman dekat di juga termasuk orang
kepercayaan nya.
Sontak mereka terkejut dan menghentikan adegan panas mereka.”Sial.” Bisik
Dani kesal. Entah sengaja atau kebetulan bila Dani dan Renata sedang seperti
itu pasti saja Adit datang.
“Ha ha ha ha...sorry salah sendiri pintu nya tidak dikunci.” Adit tertawa
__ADS_1
sambil menutup mulutnya dengan tanganya. Bukannya pergi Adit sengaja masuk kedalam ruangan atasanya. “Ada apa? Sana keluar mengganggu
saja.” Dani pun duduk disofa hitam mengkilat miliknya. Membuang napasnya dengan
kasar. Disusul dengan Renata, “Sayang kenapa mukanya lusuh begitu?.” Tanya
Renata yang sebenarnya sudah penasaran sejak tadi. “Tidak apa-apa.” Kembali
memeluk Renata.
“Ya ampun, kalian anggap aku ini apa, bisakah kalian berhenti bersikap
romantis didepan ku. Menyebalkan sekali. Mentang-mentang bulan depan akan
menikah.” Adit memonyongkan mulutnya. “Ha ha ha ha....” Puas rasa Dani
menertawakan Adit, meskipun dia playboy yang dengan mudah sekali mendapatkan
wanita tetap saja sampai saat ini Adit menjomblo alias masih sendiri, Adit
merasa tidak berani kalau harus melangkahi sahabatnya itu. Karena dia sudah
menganggap Dani adalah saudaranya. Dani merasa lebih hebat dibandingkan
“Ayo sayang, biarkan si playboy ini sendirian disini.” Beranjaklah Dani dan
Renata meninggalkan Adit karena mereka sudah sepakat akan makan siang bersama. “Kalian?
Hai...wah...Benar-benar...Sial aku benar ditinggal.Cih ...dasar kau Dani.
Selamat bersenang-senang.” Adit melambaikan tangannya dia turut bahagia melihat sahabatnya bahagia.
Selama kuliah dulu Danilah yang selalu membantu nya saat senang maupun susah,
mereka selalu bersama. Dia ingat saat dia diusir oleh ibu kos.
Flashback On
“Hai nak, maaf ya ibu tidak bisa menyewakan kamar ini lagi padamu. Ambil
barang-barangmu itu dan tinggalkan secepatya karena nanti siang akan ada yang
meyewa kamar ini.” Ibu kos
__ADS_1
“Bu tolonglah berikan saya waktu untuk mendapatkan kamar kos yang baru.”
Adit
“Sudah 3 bulan aku bersabar, karena aku kasihan padamu. Tapi aku juga butuh
uangku. Aku juga punya anak kuliah sepertimu.”
“Tapi bu, saya harus pindah kemana?”
“Maaf ya nak, aku akan membersihkan kamar ini.”
“Bu...”
“Aku tidak mau cari masalah dengan mu nak, sana pergi dari sini, ku mohon.”
Dengan berat hati Aditpun pergi meningalkan tempat itu. Temannya memang
banyak karena Adit orangnya yang mudah sekali bersosialisasi, banyak yang suka
padanya. Saat dia sangat terpuruk hanya Danilah yang menolong nya. Dani mengajak Adit untuk tidur satu kos denganya sampai lulus kuliah. Dani pun ikut membantu Adit
dalam hal apapun. Yah Dani kan anak satu-satunya dari pemillik perusahaan
keluarga Prayoga. Kenyamanan kebersamaannya bersama Adit, Dani sudah anggap Adit sebagai saudaranya. Ekonomi Dani tidak pernah kurang sedikitpun. Dani merasa Adit sosok kawan setia menurutnya Adit adalah satu-satunya teman yang paling
mengerti dia.
Sedangkan dipikiran Adit, Adit merasa sudah menjadi kewajibannya untuk selalu setia kawan pada temannya Dani. Jasa Dani tidak akan pernah dilupakan oleh Adit. Hidup itu tidak ada yang sempurna karena kesempuranaan hanya milik
Allah SWT. Adit hidup dengan ekonomi
pas-pasan tapi masih punya banyak teman pria apalagi wanita. Adit itu
sebenarnya mahasiswa yang cukup populer dikalangan mahasiswi. Selain tampan dia
itu mulutnya manis. Banyak wanita yang jatuh hati padanya. Berbeda dengan Dani
super dingin, acuh, pendiam jarang bergaul seperti orang lain , cenderung suka
menyendiri.
Flashback Off
__ADS_1