ISTRI KU 18 TAHUN

ISTRI KU 18 TAHUN
Terungkap


__ADS_3

Renata, Arga dan Adit terkejut


saat Dani menyatakan bahwa Erliana adalah miliknya. Yang lebih jauh kaget lagi yaitu


Erliana matanya membulat “Maksud kakak?” bisik Erliana. Sedangkan Dani


memberikan kode dengan cubitan kecil  dipinggang rampingnya Erliana.


“Sebenarnya ada apa dengan


kalian?” tanya Renata. Arga hanya tersenyum namun batinnya kesal sekali, kenapa


setiap perempuan yang dia sukai pasti Dani akan mendahului. “Jangan sembarangan


kalau bicara!.” Ucap Arga


“ Aku tidak sembarangan, Erliana


ini memang milikku.” Menatap Erliana yang masih tertunduk. Dia membenamkan


kepalanya dalam dekapan Dani yang seolah-olah  dia mengatakan iya. “Jangan-jangan selama ini


kau?” duga Renata sambil menunjuk jarinya kehadapan wajah Dani.


“Maksud mu? Apa aku ini selingkuh


dengan dia? Ha ha ha ha bukan...Aku tidak pernah selingkuh. Justru kalian lah


yang berselingkuh dari ku selama ini.” Dani. Renata celingukan, Dani menatap ke


arah Arga, hingga Arga salah tingkah.


“Tunggu, apa maksudmu?” tanya


Adit


Dani kembali memperhatikan


Erliana yang sedang ingin mengusap air matanya, Erliana terlihat kebingungan


saat itu. Dia lupa bahwa tangannya belum dia bersihkan, sehingga dia memutuskan


untuk membersihkan air matanya dengan lengannya. Melihat gadis cantiknya


seperti itu, Dani merasa lucu dan diapun membantu Erliana mengusap pipi Erliana


dengan jemarinya. Tiba-tiba jantung Erliana merasa berdegub kencang, dia


menjadi gugup. Wajahnya sekarang  memerah.


Ada rasa  “Wah...apa ini. Kak Dani.” Batin


Erliana.


“Lihat lukamu!”. Seraya Dani


berlutut didepan Erlian untuk melihat keadaan lukanya. Celana panjang Erliana


sedikit sobek karena terjatuh ke aspal tadi. Dan mengeluarkan darah namun tidak


banyak.


“Aku tidak apa-apa kak, “ ucap


Erlian dan memundurkan kaki nya agar tidak terlalu dekat dengan Dani. “Luka ini


memang sedikit sakit dan perih, kak. Tapi sakit ini tidak seberapa dibandingkan


dengan malu ku”. Batin Erliana. Sekarang dia sadar sudah menjadi perhatian


orang.


Singkat cerita di dalam ruangan


milik Arga tentunya, Dani memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya sekarang.


Sedangkan Arga segera dengan cepat membawakan Erliana kotak P3K, dan ingin


mengobati luka Erliana. Namun disaat Arga membuka kotak P3K tersebut Dani


merebutnya. Tentu saja Arga merasa geram. Terlihat pada wajahnya Arga. “Apa


gara-gara Erliana juga Arga ingin putus dari nya?” menyebalkan batin Renata.


Selesai Dani merawat Erliana,


Danipun menjelaskan semuanya Bla bla bla bla bla Dani menceritakan saat dia


melihat Renata bersama Arga keluar dari swalayan dan mengikuti mereka sampai ke


hotel. Renata beranjak mendekati  Dani.  “Sayang aku minta maaf, aku memang salah, aku


sungguh sangat menyesal. Kita bisa seperti dulu lagi bukan? Aku janji aku tidak


akan mengulanginya lagi.”


 Dani melihat Renata memelas seperti itu

__ADS_1


hatinya terasa sangat sakit. “Kalau kau sangat mencintai ku kenapa kau bisa


selingkuh dari ku?” Dani memalingkan wajahnya dan kembali menatap ke arah


Erliana. “Sayang aku minta maaf, hiks hiks hiks” rengek Renata. Arga merasa


jijik melihat Renata seperti itu. Tapi Arga merasa malu tehadap Dani, dia sudah


ketahuan.


“Erliana kalau merasa masih


sakit, besok tak usah masuk kerja dulu. Beristirahtlah.” Perhatian Arga “Ciihh....”


Dani “Sok perhatian” batin Dani dengan memandang tajam terhadap Arga.


“Sorry Dan, jangan salah paham


bagaimanapun Erliana itu pegawai ku, dan dia mengalami seperti ini di tempat


ku. Bukan kah itu sudah menjadi kewajiban ku untuk bertanggung jawab. Soal aku


dan Renata aku menyesal. Sorry...” Arga. Inginnya Dani menghajarnya tapi


rasanya sudah basi. Sejak tau mereka selingkuh dia hanya fokus bagaimana


caranya supaya Dani bisa mempermalukkan mereka. Renata yang memelas dan Arga


yang menjatuhkan  harga dirinya. Dani


merasa puas kali ini, meskipun hatinya sangat lah sakit. Bagaimana pun juga


Renata adalah wanita yang dicintai nya.


“Arga, aku sudah membatalkan


pernikahan ku bukankah hal ini sangat menyenangkan bagi mu. Renata bisa saja


kau milikki saat ini juga.” Dani “hm...” timpahnya lagi dan memandangi Renata.


“Sayang aku dan Arga sudah tidak


ada lagi hubungan. Percayalah?” Renata


“Aku tidak peduli kau masih


berhubungan atau tidak, mulai sekarang kau bukan siapa –siapa bagi ku, kau


pahami itu.” Tegas Dani


melemparkan kotak P3K itu ke tubuh Erliana. Tapi Dani berhasil menghalangi nya,


dia jadikan punggung nya sebagai perisai. Dan tepat sekali kotak P3K itu


mengeani punggung nya Dani. Segeralah Adit menahan Renata lagi, tapi Renata


membalikkan badannya dan memeluk Adit. Seketika itu Adit terkejut dan


bertingkah kalang kabut.  “


Eh...Hei...Jangan sembarangan kau ini, Aduh...lepaskan...” dengan sekuat tenaga


Adit melepaskan dirinya dari pelukkan Renata. Renata terjatuh dilantai dan


menangis, dirinya merasa terhina kali ini. Tiga orang laki-laki ini dulu sangat


mengejar-ngejar nya tapi sekarang mereka menolaknya.


“Dani, Apa kecelakaan waktu itu terjadi


setelah kau mengetahui mereka...?” tanya Adit penasaran


“Ya.” Dani jawab singkat


“Saat itu dokter mengatakan bahwa


kau mengalami  hilang ingatan karena


trauma.  Tapi kenapa yang kau tidak ingat


itu hanya Renata dan Arga. Apa ini semua?...” tanya lagi Adit ingin lebih jelas


“Ya.” Singkat Dani lagi


“Jadi selama ini kau pura-pura?”


Arga


“Ya, aku pura-pura, karena aku


ingin membatalkan pernikahan ku.” Tegas Dani


FLASHBACK ON


“Sepertinya pasien ini hanya


terluka di bagian pelipis matanya saja dok,” kata suster “Tapi kenapa darahnya

__ADS_1


tidak juga berhenti.” Suster . Dokter itu dengan sangat hati-hati memeriksa


Dani, dokter itu curiga sesuatu.  “Apakah


kecelakaan itu sangat parah?” tanya dokter kepada perawat yang membawa Dani


tadi. “Kerusakan pada mobil yang rusak hanya bagian kirinya, sedangkan dia


berada di sebelah kanan. Saya sudah periksa bagian kaki, tubuh dan tangan tidak


ada masalah. Saat itu dia kepalanya berada diatas setir, saya rasanya kepalaya


sangat keras membentur setir. Karena waktu itu dia masih menggunakan sabuk


pengaman.” Ucap perawat itu.


“Kita harus tangani dulu pendarahan


ini, mungkin ada kesulitan pembekuan darah disini.” Doker


“Baik” suster dan perawat


Singkat cerita dokter itu


berhasil menangani luka Dani. Seorang perawat memberikan laporan kesehatan


pasien nya. “Ah...dia mempunyai riwayat Hemofilia. Benar dugaan ku.” Batin sang


dokter sambil manggut-manggut.  “Tidak


ada yang perlu dikhawaatirkan saat ini, tubuhnya tidak ada yang cedera, hanya


luka ini saja. Dia akan mengalami pegal-pegal pada tubuhnya dan.... trauma.  Tapi trauma ini entah besar atau kecil.


Darahnya cukup banyak yang dia keluarkan tadi.” Dokter  “Berikan dia transfusi  darah.” Perintah dokter “Baik” suster


Saat mereka selesai melakukan pemasangan


infus darah terhadap Dani, tiba-tiba Dani tersadar.  Dokter itu menyapa nya. “Sssstttt.....Dokter


bagaimana luka ku?” Dani “Luka anda sudah kami tangani dengan baik, tidak perlu


khawatir.” Dokter “HM.....”Dani sedikit berpikir “Dokter apa aku boleh minta


bantuan mu?” Dani. Dokter itu terlihat kebingungan, Dani mulai menjelaskan bla bla


bla bla. Pada awalnya dokter itu ragu, namun pada akhirnya bujukan Dani


berhasil sehingga  dokter itu mau


membantunya.


“Apa anda tau, kalau anda  ini mengalami sakit Hemofilia?” tanya dokter


“Ya.” Jawab singkat . Dokter


hanya manggut-manggut saja. “Baiklah lain kali berhati-hatilah, oh ya suster


disini cantik-cantik jangan patah hati terlalu lama.” Ejek dokter


FLASHBACK OFF


“Cih...dasar kau ini, baguslah


kalau kau tidak apa-apa?” Adit lega Erliana sedang bertanya-tanya pada batinnya


“apa itu Hemo...Hemo ...aah....apa itu tadi?.” Erliana prustasi


“Ayo kita pulang.” Dani meraih


tangan Erliana yang sedang duduk di sofa. Tanpa memperhatikan Renata Dani


pamit. “Arga, mulai besok Erliana tidak akan lagi kerja di tempatmu. Terima


kasih sudah menjaganya. “ “Dan aku tidak mau berurusan dengan mu lagi” batin


Dani.  Erliana tentu saja tidak mau kalau


harus berhenti kerja, Erliana pun terdiam dan tidak bergerak. Dani sedikit


menariknya dan memberikan kode lagi agar Erliana ikut. Tapi Erliana tetap tidak


mau, terpaksa Dani menariknya sedikit dengan tenaga sehingga Erliana berdiri. Dani


segera pergi dari tempat itu. Disusul dengan Adit.  Erliana terpaksa mengikuti Dani dan akan meminta


pertanggung jawaban nantinya. Arga hanya memandangi Erliana pergi bersama Dani.


Didalam mobil


Tiba-tiba ponsel Erliana


bergetar. Drrttt...drrttt... “Halo..suzan ada apa?” Tangan Erliana membungkam


mulutnya dan menangis. “Kenapa...?” Tanya Dani.


“Pamanku kecelakaan...”

__ADS_1


__ADS_2