
Renata, Arga dan Adit terkejut
saat Dani menyatakan bahwa Erliana adalah miliknya. Yang lebih jauh kaget lagi yaitu
Erliana matanya membulat “Maksud kakak?” bisik Erliana. Sedangkan Dani
memberikan kode dengan cubitan kecil dipinggang rampingnya Erliana.
“Sebenarnya ada apa dengan
kalian?” tanya Renata. Arga hanya tersenyum namun batinnya kesal sekali, kenapa
setiap perempuan yang dia sukai pasti Dani akan mendahului. “Jangan sembarangan
kalau bicara!.” Ucap Arga
“ Aku tidak sembarangan, Erliana
ini memang milikku.” Menatap Erliana yang masih tertunduk. Dia membenamkan
kepalanya dalam dekapan Dani yang seolah-olah dia mengatakan iya. “Jangan-jangan selama ini
kau?” duga Renata sambil menunjuk jarinya kehadapan wajah Dani.
“Maksud mu? Apa aku ini selingkuh
dengan dia? Ha ha ha ha bukan...Aku tidak pernah selingkuh. Justru kalian lah
yang berselingkuh dari ku selama ini.” Dani. Renata celingukan, Dani menatap ke
arah Arga, hingga Arga salah tingkah.
“Tunggu, apa maksudmu?” tanya
Adit
Dani kembali memperhatikan
Erliana yang sedang ingin mengusap air matanya, Erliana terlihat kebingungan
saat itu. Dia lupa bahwa tangannya belum dia bersihkan, sehingga dia memutuskan
untuk membersihkan air matanya dengan lengannya. Melihat gadis cantiknya
seperti itu, Dani merasa lucu dan diapun membantu Erliana mengusap pipi Erliana
dengan jemarinya. Tiba-tiba jantung Erliana merasa berdegub kencang, dia
menjadi gugup. Wajahnya sekarang memerah.
Ada rasa “Wah...apa ini. Kak Dani.” Batin
Erliana.
“Lihat lukamu!”. Seraya Dani
berlutut didepan Erlian untuk melihat keadaan lukanya. Celana panjang Erliana
sedikit sobek karena terjatuh ke aspal tadi. Dan mengeluarkan darah namun tidak
banyak.
“Aku tidak apa-apa kak, “ ucap
Erlian dan memundurkan kaki nya agar tidak terlalu dekat dengan Dani. “Luka ini
memang sedikit sakit dan perih, kak. Tapi sakit ini tidak seberapa dibandingkan
dengan malu ku”. Batin Erliana. Sekarang dia sadar sudah menjadi perhatian
orang.
Singkat cerita di dalam ruangan
milik Arga tentunya, Dani memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya sekarang.
Sedangkan Arga segera dengan cepat membawakan Erliana kotak P3K, dan ingin
mengobati luka Erliana. Namun disaat Arga membuka kotak P3K tersebut Dani
merebutnya. Tentu saja Arga merasa geram. Terlihat pada wajahnya Arga. “Apa
gara-gara Erliana juga Arga ingin putus dari nya?” menyebalkan batin Renata.
Selesai Dani merawat Erliana,
Danipun menjelaskan semuanya Bla bla bla bla bla Dani menceritakan saat dia
melihat Renata bersama Arga keluar dari swalayan dan mengikuti mereka sampai ke
hotel. Renata beranjak mendekati Dani. “Sayang aku minta maaf, aku memang salah, aku
sungguh sangat menyesal. Kita bisa seperti dulu lagi bukan? Aku janji aku tidak
akan mengulanginya lagi.”
Dani melihat Renata memelas seperti itu
__ADS_1
hatinya terasa sangat sakit. “Kalau kau sangat mencintai ku kenapa kau bisa
selingkuh dari ku?” Dani memalingkan wajahnya dan kembali menatap ke arah
Erliana. “Sayang aku minta maaf, hiks hiks hiks” rengek Renata. Arga merasa
jijik melihat Renata seperti itu. Tapi Arga merasa malu tehadap Dani, dia sudah
ketahuan.
“Erliana kalau merasa masih
sakit, besok tak usah masuk kerja dulu. Beristirahtlah.” Perhatian Arga “Ciihh....”
Dani “Sok perhatian” batin Dani dengan memandang tajam terhadap Arga.
“Sorry Dan, jangan salah paham
bagaimanapun Erliana itu pegawai ku, dan dia mengalami seperti ini di tempat
ku. Bukan kah itu sudah menjadi kewajiban ku untuk bertanggung jawab. Soal aku
dan Renata aku menyesal. Sorry...” Arga. Inginnya Dani menghajarnya tapi
rasanya sudah basi. Sejak tau mereka selingkuh dia hanya fokus bagaimana
caranya supaya Dani bisa mempermalukkan mereka. Renata yang memelas dan Arga
yang menjatuhkan harga dirinya. Dani
merasa puas kali ini, meskipun hatinya sangat lah sakit. Bagaimana pun juga
Renata adalah wanita yang dicintai nya.
“Arga, aku sudah membatalkan
pernikahan ku bukankah hal ini sangat menyenangkan bagi mu. Renata bisa saja
kau milikki saat ini juga.” Dani “hm...” timpahnya lagi dan memandangi Renata.
“Sayang aku dan Arga sudah tidak
ada lagi hubungan. Percayalah?” Renata
“Aku tidak peduli kau masih
berhubungan atau tidak, mulai sekarang kau bukan siapa –siapa bagi ku, kau
pahami itu.” Tegas Dani
melemparkan kotak P3K itu ke tubuh Erliana. Tapi Dani berhasil menghalangi nya,
dia jadikan punggung nya sebagai perisai. Dan tepat sekali kotak P3K itu
mengeani punggung nya Dani. Segeralah Adit menahan Renata lagi, tapi Renata
membalikkan badannya dan memeluk Adit. Seketika itu Adit terkejut dan
bertingkah kalang kabut. “
Eh...Hei...Jangan sembarangan kau ini, Aduh...lepaskan...” dengan sekuat tenaga
Adit melepaskan dirinya dari pelukkan Renata. Renata terjatuh dilantai dan
menangis, dirinya merasa terhina kali ini. Tiga orang laki-laki ini dulu sangat
mengejar-ngejar nya tapi sekarang mereka menolaknya.
“Dani, Apa kecelakaan waktu itu terjadi
setelah kau mengetahui mereka...?” tanya Adit penasaran
“Ya.” Dani jawab singkat
“Saat itu dokter mengatakan bahwa
kau mengalami hilang ingatan karena
trauma. Tapi kenapa yang kau tidak ingat
itu hanya Renata dan Arga. Apa ini semua?...” tanya lagi Adit ingin lebih jelas
“Ya.” Singkat Dani lagi
“Jadi selama ini kau pura-pura?”
Arga
“Ya, aku pura-pura, karena aku
ingin membatalkan pernikahan ku.” Tegas Dani
FLASHBACK ON
“Sepertinya pasien ini hanya
terluka di bagian pelipis matanya saja dok,” kata suster “Tapi kenapa darahnya
__ADS_1
tidak juga berhenti.” Suster . Dokter itu dengan sangat hati-hati memeriksa
Dani, dokter itu curiga sesuatu. “Apakah
kecelakaan itu sangat parah?” tanya dokter kepada perawat yang membawa Dani
tadi. “Kerusakan pada mobil yang rusak hanya bagian kirinya, sedangkan dia
berada di sebelah kanan. Saya sudah periksa bagian kaki, tubuh dan tangan tidak
ada masalah. Saat itu dia kepalanya berada diatas setir, saya rasanya kepalaya
sangat keras membentur setir. Karena waktu itu dia masih menggunakan sabuk
pengaman.” Ucap perawat itu.
“Kita harus tangani dulu pendarahan
ini, mungkin ada kesulitan pembekuan darah disini.” Doker
“Baik” suster dan perawat
Singkat cerita dokter itu
berhasil menangani luka Dani. Seorang perawat memberikan laporan kesehatan
pasien nya. “Ah...dia mempunyai riwayat Hemofilia. Benar dugaan ku.” Batin sang
dokter sambil manggut-manggut. “Tidak
ada yang perlu dikhawaatirkan saat ini, tubuhnya tidak ada yang cedera, hanya
luka ini saja. Dia akan mengalami pegal-pegal pada tubuhnya dan.... trauma. Tapi trauma ini entah besar atau kecil.
Darahnya cukup banyak yang dia keluarkan tadi.” Dokter “Berikan dia transfusi darah.” Perintah dokter “Baik” suster
Saat mereka selesai melakukan pemasangan
infus darah terhadap Dani, tiba-tiba Dani tersadar. Dokter itu menyapa nya. “Sssstttt.....Dokter
bagaimana luka ku?” Dani “Luka anda sudah kami tangani dengan baik, tidak perlu
khawatir.” Dokter “HM.....”Dani sedikit berpikir “Dokter apa aku boleh minta
bantuan mu?” Dani. Dokter itu terlihat kebingungan, Dani mulai menjelaskan bla bla
bla bla. Pada awalnya dokter itu ragu, namun pada akhirnya bujukan Dani
berhasil sehingga dokter itu mau
membantunya.
“Apa anda tau, kalau anda ini mengalami sakit Hemofilia?” tanya dokter
“Ya.” Jawab singkat . Dokter
hanya manggut-manggut saja. “Baiklah lain kali berhati-hatilah, oh ya suster
disini cantik-cantik jangan patah hati terlalu lama.” Ejek dokter
FLASHBACK OFF
“Cih...dasar kau ini, baguslah
kalau kau tidak apa-apa?” Adit lega Erliana sedang bertanya-tanya pada batinnya
“apa itu Hemo...Hemo ...aah....apa itu tadi?.” Erliana prustasi
“Ayo kita pulang.” Dani meraih
tangan Erliana yang sedang duduk di sofa. Tanpa memperhatikan Renata Dani
pamit. “Arga, mulai besok Erliana tidak akan lagi kerja di tempatmu. Terima
kasih sudah menjaganya. “ “Dan aku tidak mau berurusan dengan mu lagi” batin
Dani. Erliana tentu saja tidak mau kalau
harus berhenti kerja, Erliana pun terdiam dan tidak bergerak. Dani sedikit
menariknya dan memberikan kode lagi agar Erliana ikut. Tapi Erliana tetap tidak
mau, terpaksa Dani menariknya sedikit dengan tenaga sehingga Erliana berdiri. Dani
segera pergi dari tempat itu. Disusul dengan Adit. Erliana terpaksa mengikuti Dani dan akan meminta
pertanggung jawaban nantinya. Arga hanya memandangi Erliana pergi bersama Dani.
Didalam mobil
Tiba-tiba ponsel Erliana
bergetar. Drrttt...drrttt... “Halo..suzan ada apa?” Tangan Erliana membungkam
mulutnya dan menangis. “Kenapa...?” Tanya Dani.
“Pamanku kecelakaan...”
__ADS_1